Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Episode 21


__ADS_3

Tiba-tiba Radit menarik Elena dan duduk di pangkuan Radit.


Elena kaget karena Radit memeluk pinggang nya dan juga menatap nya.


Elena terdiam sambil membalas tatapan mata Radit.


"Kata siapa tidak akan ada yang mau sama kamu?" tanya Radit.


"Saya akan menikahi kamu," ucap Radit.


Elena kaget dia langsung beranjak dari pangkuan Radit.


"Jangan bercanda Pak," ucap Elena.


"Saya tidak bercanda, saya serius ingin menikahi kamu karena saya menyukai kamu."


Elena lagi-lagi kaget dia tidak tau harus menjawab apa namun semua yang dia cukup membuat dia kaget.


"Saya menyukai kamu, saya tidak perduli kamu mandul atau tidak, tapi saya ingin menikahi kamu."


"Pernikahan bukan main-main Pak, saya belum siap untuk menikah lagi."


"Apakah kamu akan membiarkan mantan suami mu dengan istri nya berbahagia melihat kamu bersedih seperti ini? Apa kamu tidak ingin membalas kan semua nya?"


"Tapi tidak dengan cara seperti ini Pak."


"Saya akan memberikan kamu waktu lagi untuk memikirkan nya."


Setelah itu Radit pergi meninggalkan Elena.


Sepanjang malam Elena tidak berhenti memikirkan perkataan Radit.


Keesokan harinya...


"Ada apa kamu mengajak saya bertemu di sini? Bukan kah kita bisa bertemu di kantor?" tanya Radit karena Elena mengajak nya bertemu di luar pagi hari.


"Saya mau menikah dengan bapak."


Radit yang awal nya cuek langsung menatap Elena.


"Kalau begitu saya akan memberi tau kepada kakek saya," ucap Radit.


"Tunggu dulu pak, tapi kita menikah hanya untuk mengambil keuntungan masing-masing kan? Ini hanya sandiwara."


Radit menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak akan menikahi wanita yang tidak saya cintai, saya mencintai kamu itu sebabnya saya ingin menikahi kamu."


"Saya tidak mengerti pak, jangan membuat saya semakin bingung."


"Apa saya sudah jelas? Saya menikahi kamu karena saya mencintai kamu."


"Tapi saya tidak mencintai Bapak, saya menikah dengan Bapak hanya untuk balas dendam kepada mantan suami saya."


"Saya tidak mempermasalahkan itu," ucap Radit.

__ADS_1


Elena sangat bingung dengan Radit. Namun dia tidak mau ngambil pusing.


Di malam hari nya Elena di jemput oleh Radit dari hotel untuk makan malam bersama pak Ericsson.


"Maaf sudah membuat bapak lama menunggu," ucap Elena mendekati Radit yang menunggu di samping mobil.


Radit memerhatikan penampilan Elena.


"Kenapa pak? apa pakaian saya tidak bagus?"


Radit menggeleng kan kepala nya, dia langsung membuka pintu mobil untuk Elena.


"Aarrrgghh!! tidak aman untuk jantung ku jika terus bersama Elena," batin Radit.


"Aku mendadak membuat janji makan malam karena mau membahas sesuatu yang sangat penting kepada Kakek," ucap Radit.


"Ada apa? Katakan saja, kalau tentang pekerjaan tidak perlu membuang-buang uang untuk menyewa hotel seperti ini."


"Bukan kek, ini tentang pernikahan aku dengan Elena."


Kakek nya yang tadi nya sedang memeriksa handphone langsung meletakkan handphone nya dan menatap Radit.


"Aku akan menikahi Elena."


"Good job! Kalau begitu Kakek akan mempersiapkan acara pertunangan kalian besok."


Elena sangat kaget, kenapa begitu cepat sekali.


"Baiklah kek."


"Kakek tidak sabar akan memiliki cicit," ucap pak Ericsson sangat bahagia. Elena tidak berani mengatakan apapun melihat pak Ericsson bahagia dia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan nya itu.


Seperti nya pak Ericsson sudah sangat lama menunggu cucu nya menikah.


Sepulang dari sana Radit mengantarkan Elena kembali ke hotel.


"Untuk malam ini kamu masih harus tidur di sini karena kakek masih di rumah," ucap Radit.


Elena mengangguk.


"Kamu tidak perlu memikirkan tentang pertunangan, surat-surat, atau acara pernikahan, kakek sudah mengatur semua nya."


Elena menatap Radit. "Bapak hanya bercanda kan mengatakan kalau Bapak menyukai saya?" tanya Elena.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Berapa kali saya harus mengatakan kalau saya benar-benar mencintai kamu."


"Bagaimana kita menikah sementara tidak ada cinta?" tanya Elena.


Radit mendekati Elena, "Perlahan saya akan membuat kamu jatuh cinta kepada saya, dan melupakan pria yang tidak tau diri itu!"


Radit langsung pergi setelah mengatakan itu.


Elena sama sekali tidak bisa tenang, dia tidak bisa berhenti memikirkan apa yang akan terjadi besok.

__ADS_1


Keesokan harinya dia sudah sah menjadi tunangan Radit, semua keluarga dekat Radit datang.


Elena hanya bisa berpura-pura bahagia sementara hati nya tidak.


Elena sudah bisa kembali ke rumah Radit. "Pak."


Elena menghampiri Radit yang sedang bekerja diruang tamu.


"Ada apa?" tanya Radit.


"Bukan kah jadwal pernikahan yang sudah di tetapkan terlalu cepat?" tanya Elena karena hanya dua Minggu lagi.


Radit menggeleng kan kepala nya.


"Lebih cepat lebih baik."


Seperti biasa Radit akan terlihat tenang tanpa ekspresi sehingga Elena sangat bingung apa yang sudah terjadi.


"Jangan lupa check rekening mu, saya sudah mentransfer uang yang saya janjikan."


Elena langsung memeriksa nya, seketika dia lupa dengan pembicaraan nya dan langsung keluar dari ruangan Radit.


Elena untuk pertama kalinya langsung mengirim kan uang itu untuk perobatan ibu nya di kampung.


Dia mempercayai kepala desa untuk mengurus kedua orang tua nya.


Setelah mengirim uang itu semua dia sangat lega dan berharap orang tua nya langsung ke rumah sakit.


Elena tidak bisa langsung ke kampung halaman karena cukup jauh, sementara dia masih bekerja.


Selama dua Minggu Elena di berikan waktu untuk berfikir, namun selama dua Minggu itu dia menghabis kan dengan sibuk mengurus untuk pernikahan seperti baju pengantin, mencari MUA dan juga foto prewedding.


Elena tidak keberatan melakukan itu karena bisa meluangkan waktu nya yang sangat kosong. Dari pada memikirkan mantan suami nya dia akan menyibukkan diri sendiri.


Di malam hari satu Minggu sebelum pernikahan, semua nya sudah selesai waktu nya calon pengantin istirahat.


"Pak, apa kita bisa bicara?" tanya Elena.


Radit mengangguk dan mempersilahkan Elena duduk.


"Ada apa?" tanya Radit.


"Saya ingin pernikahan kita di lakukan secara tertutup, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa datang."


"Oke baiklah, calon istri ku."


Elena menghela nafas panjang dia menatap Radit.


"Status kita memang sudah menikah nanti nya, namun tidak ada kewajiban yang harus aku lakukan sebagai istri! Karena kita melakukan ini hanya karena terpaksa," ucap Elena.


Radit melihat Elena langsung keluar dari ruangan nya.


"Apa kata-kata ku sangat sulit di percaya? kenapa dia Sama sekali tidak mengerti dengan apa yang Aku rasakan?"

__ADS_1


Keesokan harinya Elena melihat foto-foto nya bersama Radit.


"Ini adalah pernikahan yang aku mau, tapi kenapa harus dalam keadaan seperti ini? Dan aku juga menikah dengan pria yang tidak aku cinta," ucap Elena.


__ADS_2