Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Episode 14


__ADS_3

"Saya tidak sadar tadi malam pak, saya masih terpengaruh oleh alkohol."


"Saya permisi ke kamar mandi pak." Elena berlari ke kamar mandi menyembunyikan wajah malu nya.


Radit tersenyum tipis sambil duduk di sofa.


"Seperti nya aku menemukan ide yang sangat bagus," ucap Radit.


Di kantor...


"Permisi pak, apa Bapak memanggil saya?" tanya Elena masuk keruangan Radit.


Radit mengangguk.


"Apa kamu melihat di mana minuman saya? Saya masih mengingat nya meletakkan nya di sini kemarin."


Elena seketika terdiam dia langsung bingung mau menjawab apa karena dia yang sudah meminum dan membuang botol nya.


"Saya minta maaf pak, saya mengambil nya dan meminum nya," ucap Elena.


Radit diam menatap Elena.


"Saya akan membeli kan yang baru pak, saya akan mencari nya sekarang juga," ucap Elena.


"Baiklah kalau begitu cari sekarang!" ucap Radit.


"Sekarang? Saya harus bekerja Pak," ucap Elena.


"Bukan kah kamu yang mengatakan kalau kamu akan mencari yang baru? Saya ingin yang sama persis seperti biasa," ucap Radit.


"Kalau begitu saya akan meminta kepada Vivian pak,"


"Stok sudah habis, sekarang pergi lah cari!"


"Baik pak." Elena keluar dari sana dan mencari Vivian.


"Vivian." panggil Elena.


"Ada apa?"


Elena menanyakan di mana minuman itu di jual, Vivian memberikan alamat yang kebetulan tidak terlalu jauh dari perusahaan.


Setelah beberapa lama akhirnya Elena sampai di toko minuman yang terlihat sangat mahal sekali.


"Mencari apa yah Mbak?" tanya waiters.


Elena menunjukkan minuman yang dia cari ternyata lagi kosong.


Mereka menyarankan Elena mencari ke toko lain yang kemungkinan ada di sana.


Elena sudah mendatangi tiga toko namun ternyata sama sekali tidak ada, dia sudah sampai di toko ke empat dan ternyata di sana juga tidak ada.


"Bagaimana ini? Kenapa di semua tempat tidak ada?" tanya Elena.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Halo Pak."


"Di mana kalau? ini sudah Siang namun kamu tak kunjung kembali membawa minuman saya!"


"Tapi pak, di semua toko tidak ada."

__ADS_1


"Cari sampai dapat!"


Telpon langsung mati.


"Aarrrgghh aku sudah sangat lelah, aku menghabiskan banyak uang untuk ongkos ke sini, dan tempat ini semakin jauh," ucap Elena.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Halo, Akbar?"


"Elena kamu di mana? Apa kamu tidak datang ke kantor?" tanya Akbar.


"Aku sedang di luar mencari bir seperti milik pak Radit, di Mana-mana kosong."


"Kamu tidak tau kalau bir yang di minum oleh pak Radit hanya di jual oleh satu toko saja, kamu tidak akan tau di mana tempat nya."


Akbar menawarkan diri untuk membantu Elena.


Akbar datang menjemput Elena dan pergi ke toko itu ternyata sudah di lewati oleh Elena.


"Kamu tunggu di sini saja, aku akan mencari nya sendiri."


Setelah masuk ke dalam dia melihat ternyata di sana sangat banyak sekali minuman itu.


Namun setelah di tanya satu harga nya membuat Elena terkejut, dia tidak akan berfikir kalau ternyata harganya cukup mahal sekali.


"Ya ampun kalau tau harganya seperti ini aku tidak akan meminum nya, namun sudah terjadi aku tidak bisa mengatakan apapun lagi!" ucap Elena.


Dia membeli itu dengan gaji pertama nya. Sedikit tidak ikhlas namun dia tetap harus tanggung jawab.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kantor.


"Akbar terimakasih banyak yah sudah membantu aku, kalau bukan bantuan kamu mungkin aku akan kena marah."


"Humm cerita nya panjang, aku tidak sengaja menjatuhkan minuman pak Radit."


"Oohh begitu, aku pikir karena apa, ya sudah kalau begitu kamu masuk gih."


"Akhirnya kamu datang, mana minuman nya?" tanya Radit. "Aku yakin dia pasti tidak berhasil mendapatkan nya," batin Radit.


"Ini pak, saya sudah menemukan nya yang sama persis dan harga nya juga cukup membuat saya terkejut."


Radit sangat kaget.


"Dari mana dia mendapatkan ini? Apa Vivian jujur kepada nya? Aku sudah minta dia untuk berbohong," batin Radit.


"Dari mana kamu membeli nya? Saya takut ini kw!"


"Bapak tidak perlu khawatir, dari harganya Kita bisa lihat kalau barang ini asli dan juga ada surat nya,"


"Baiklah kalau begitu," ucap Radit setelah melihat nya asli.


"Semua nya sudah lunas, asal bapak tau, saya harus menghabiskan uang saya untuk minuman yang hanya membuat hidup ku sial!"


Radit terdiam ketika Elena berbicara cepat dan kuat kepada nya.


"Maaf-maaf pak, saya kelelahan."


Elena Sadar kalau dia sudah keterlaluan.


"Saya minta maaf pak, anggap saja kejadian tadi malam tidak terjadi."

__ADS_1


"Tidak bisa! Kamu membuat saya rugi! Berikan saya uang kompensasi."


Elena mengingat perbincangan mereka tadi malam.


"Selain itu kamu harus mengurus luka saya sampai benar-benar sembuh."


"Ini hanya luka ringan pak, sebentar lagi pasti sembuh."


"Kuku-kuku wanita itu sangat kotor membuat kulit saya terinfeksi, setelah kembali dari kantor saya akan ke rumah sakit dan kamu harus mengantarkan saya!"


Elena tidak bisa menolak akhirnya dia menginyakan.


"Baiklah pak, kalau begitu saya akan lanjut bekerja."


Elena keluar.


"Arrghh!!! menyebalkan sekali," ucap Elena.


Namun Handphone nya berdering dari suami nya.


"Kenapa Farel menghubungi aku? Ada apa?" tanya Elena.


"Halo."


"Elena terimakasih banyak, berkat kamu sekarang sudah menaikkan persenan nya."


"Oohh begitu, Bagus deh."


"Hum apa kamu bisa memastikan kapan pak Radit menandatangani nya?" tanya Farel.


"Pak Radit sangat sibuk, aku tidak bisa berjanji."


"Oohh ya sudah kalau begitu, coba lah berbicara dengan pak Radit," ucap Farel.


Setelah itu panggilan telepon tertutup. "Bisa-bisa nya dia masih memiliki keberanian menghubungi ku setelah kejadian itu?"


"Ah sudahlah, dia dan juga wanita itu tidak memiliki perasaan sama sekali, berpura-pura baik hanya untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar."


"Aku semakin membenci Farel, aku sangat menyesal sudah membantu dan mencintai dia."


"Elena, kamu sudah di sini?" tanya Vivian.


Elena menatap Vivian dengan sangat tajam.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Vivian.


Elena mendekati Vivian.


"Kamu sudah membohongi aku, bagaimana bisa sekarang kamu bertanya aku kenapa?" ucap Elena dengan kesal.


Vivian terdiam dia mau pergi namun di tahan oleh Elena.


"Apa yang sudah kamu lakukan itu membuat aku kehabisan uang banyak, tenaga dan waktu, kamu harus minta maaf."


"Elena aku mohon jangan marah kepada ku, aku melakukan ini karena pak Radit meminta nya," ucap Vivian.


"Pak Radit? Setelah kamu ketahuan bersalah kamu menyalah kan pak Radit?"


Vivian menunjuk kan sebuah chat kepada Elena, Radit menghubungi nya lewat chat.


"Huff seperti nya pak Radit sangat kesal sehingga dia mau mengerjai aku."

__ADS_1


"Ya lagian kamu sendiri kenapa harus meminum itu? Minuman itu sangat langka dan juga sangat lah mahal."


__ADS_2