Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Episode 24


__ADS_3

"Kamu ingin kita pisah kamar?" tanya Radit.


Elena mengangguk.


Radit mengingat lagi kalau hanya dia yang mencintai Elena.


"Baiklah saya akan tidur di kamar itu," Radit menarik koper nya ke kamar lain nya.


Setelah Radit keluar pintu kamar langsung di tutup oleh Elena.


Elena langsung duduk di pinggir kasur terdiam dan termenung.


"Huhh,, ini semua nya seperti mimpi," ucap Elena.


Sementara Radit kebingungan karena ternyata di dalam kamar nya tidak ada kasur atau pun yang lain nya.


"Tok!! Tok!! tok!!"


Radit mengetuk pintu kamar Elena.


Elena di kamar mandi dia tidak mendengar nya, Radit langsung masuk ke dalam.


Namum kebetulan sekali Elena keluar dari kamar mandi namun sangat kaget melihat Radit.


"Apa yang Bapak lakukan?" tanya Elena kaget.


"Saya minta maaf sudah masuk tanpa ijin, saya mengetuk pintu namun tidak ada jawaban."


Radit langsung keluar dan menunggu di ruang tamu.


"Huff kenapa rasanya jadi canggung seperti ini? Semua pikiran ku sebelum menikah tidak bisa terjadi sekarang. Justru sekarang aku yang takut," ucap Radit.


"Ada apa tadi Bapak masuk mencari saya?" tanya Elena.


"Ingat yah kita sudah suami istri, berhenti berbicara terlalu formal seperti itu karena saya adalah suami kamu. Dan ini sudah di rumah."


Elena terdiam sejenak, dia menatap Radit.


"Panggil saya layak nya suami kamu," ucap Radit.


Elena memikirkan apa yang harus dia panggil agar lebih sopan dan menghargai Radit.


"Aku rasa Mas Radit lebih sopan sebagai panggilan istri ke suami," ucap Elena.


"Saya tidak ingin kamu menyamakan dengan panggilan kamu ke mantan mu," ucap Radit.


Elena mengatakan kalau Farel tidak suka dengan panggilan itu karena terlalu kampungan.


Akhirnya Radit mau dengan panggilan itu. Sementara Elena meminta Radit dengan memanggil nama nya saja.


"Ikut lah dengan saya mencari perabotan untuk rumah ini," ajak Radit. Elena melihat jam.


"Tapi ini sudah jam dua siang, butuh waktu lama ke sana dan tidak mungkin barang nya di antar hari ini."


"Saya tidak memiliki tempat tidur di kamar saya," ucap Radit.

__ADS_1


"Oohh tempat tidur yah?" ucap Elena.


"Malam ini saya akan numpang di kamar kamu,"


"Tapi..."


"Saya tidak akan melakukan apapun kepada kamu," ucap Radit.


Bela diam, tidak mungkin dia menjawab lagi.


Sementara di tempat lain Cika sedang bersama pacar nya kaget melihat berita yang ternyata sudah banyak di perbincangkan namun dia baru saja membaca nya.


"Ini tidak mungkin, ini tidak mungkin," ucap Cika.


"Kamu kenapa sayang? Apa yang tidak mungkin?" tanya Peter pacar nya.


Cika menunjuk kan foto pernikahan Kakak Ipar nya dan bersama om nya.


Sementara di perusahaan Farel dia juga sangat terkejut melihat berita kalau mantan kekasih nya menikah dengan pengusaha nomor dua di kota itu.


Jelas menjadi sorotan dan sangat banyak mendapatkan pujian dari netizen.


Jihan menunjuk kan kepada Farel. "Aku yakin mereka sudah berselingkuh sejak lama, mereka pasti sudah memiliki hubungan sebelum bercerai dengan kamu," ucap Jihan.


"Pantesan saja Elena sangat mudah masuk bekerja dengan perusahaan itu," ucap Jihan.


"Sebaiknya kamu keluar," ucap Farel kepada Jihan.


Jihan merasa kesal karena di abaikan oleh Farel, dia keluar dan menggosipkan tentang Elena yang tidak baik kepada karyawan nya.


"Aku yakin dia pasti menggoda pak Radit, bagaimana bisa wanita kampung seperti dia bisa menikah dengan pak Radit."


"Kamu tidak boleh tinggal diam nak, kamu harus bisa merebut Radit."


"Tentu mah, aku akan membuktikan aku akan menang dari wanita itu."


Keesokan harinya Elena menyusul Radit ke ruangan kerja di lantai bawah.


"Pak! pak!" panggil Elena.


Radit menghela nafas panjang.


"Maksud ku, mas."


"Ada apa?" tanya Radit.


"Kenapa ada yang menyebarkan tentang pernikahan kita?"


"Itu adalah orang-orang saya," ucap Radit dengan sangat santai sekali.


"Maksud nya bagaimana?"


"Dengan begitu berita itu pasti akan sampai ke mantan suami, dan juga keluarga nya."


"Kita akan melihat bagaimana respon mereka."

__ADS_1


"Saya yakin mereka tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan melakukan hal yang menggiring opini publik untuk menyudutkan kamu."


"Tapi kamu tidak perlu khawatir, saya akan tetap melindungi kamu sebagai istri saya, semua orang harus tau bagaimana asli nya keluarga yang di kenal baik selama ini," ucap Radit.


Elena terdiam dengan jawaban Radit.


"Bagas kalau ini sampai kepada Kakek?"


"Tidak perlu khawatir, saya pastikan keluarga saya tidak akan tau, saya sudah mengatur semua nya dengan baik."


Ketika kita memiliki uang kita bisa mengatur semua nya dengan uang bukan. Di tambah lagi Radit yang sangat ingin membantu istri nya itu membalas kan dendam nya.


"Saya sudah selesai bekerja, ayo kita belanja perabotan rumah."


Elena masih diam, namun Radit menarik tangan Elena keluar dari dalam rumah.


Masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah baru mereka.


Sesampainya di tempat pusat mereka belanja, semua nya sangat lengkap di sana.


Radit menyerah kan semua nya kepada Elena yang cukup mahir memilih barang yang bagus.


Namun ketika melihat semua harga nya membuat Elena takut untuk memilih nya. Namun Radit meyakinkan kalau dia bisa membayar semua nya Tampa merasa keberatan.


Elena tau kalau suami baru nya kaya, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang tidak datang dua kali.


Empat waktu habis untuk membeli semua nya, Semua barang siap untuk di kirim ke tempat.


"Oh iya kita harus membeli barang-barang untuk mengisi dapur," ucap Elena.


Radit ikut membantu memiliki bagian gelas, dia sangat tertarik dengan gelas pasangan.


"Ambil lah ini satu," ucap Radit memberikan gelas itu kepada Elena.


"Kenapa harus ini mas? Ini sangat mahal sekali, kita bisa memilih yang lain."


Elena menolak nya dan mengembalikan ke tempat gelas itu lagi.


Cukup lama di sana akhirnya selesai juga. Radit membantu membawa Elena membawa barang-barang.


Elena sangat kuat sekali membantu membawa barang-barang yang berat sekali karena mereka hanya berdua tidak ada yang membantu.


Setelah selesai Elena dan Radit sudah menata barang-barang di dalam mobil.


"Huff akhirnya semua nya sudah lengkap," ucap Elena.


"Ternyata mengisi rumah baru itu cukup melelahkan dan juga menghabiskan banyak uang," ucap Radit.


Elena mengangguk sambil tersenyum.


Tiba-tiba perut Elena berbunyi membuat nya sangat malu sekali.


Dia tidak berani ngajak makan, mau makan di dalam pun tidak mungkin, karena pasti ada saja yang mengenal mereka nanti.


Elena memutuskan untuk mengajak Radit pulang, mereka lebih baik makan di rumah memesan dari luar.

__ADS_1


Namun baru saja sampai tiba-tiba Cika datang membuat Elena kaget dan takut.


__ADS_2