Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Kesalahan Yang di Nikmati


__ADS_3

Alex mencium bibir Ariana kemudian mengangkat tubuh Ariana dan berjalan menuju atas ranjang.


Kemudian Alex menurunkan Ariana lalu membaringkannya ke atas ranjang. Alex menghisap kembali bibir Ariana lalu menggigitnya. Terbawa suasana Ariana pun membalas adegan hot yang dilakukakan oleh Alex.


Terlalu menikmati lebih dalam, hingga suara des*han Ariana pun terdengar di telinga yang membuat Alex semakin terangsang, dan mereka pun berciuman dengan penuh gairah.


Tangan Alex yang mulai bergerak membukakan baju Ariana dan langsung meremas kedua gunung kembar favorit semua pria.


"Cup!!!" Alex mencium leher Ariana dengan kuat hingga meninggalkan bekas berwarna merah, Alex yang sudah kepanasan akan gairah dia pun menghisap gundukan kenyal milik Ariana.


"Ssshh kenapa ini nikmat sekali" gumam Ariana dalam hatinya.


Ariana pun tak terkendalikan dengan lihai dia pun melepaskan seluruh pakaian Alex lalu meraba dada yang kekar dan mengelus perut sixpack, Alex mengerang nikmat akan sentuhan tangan Ariana yang meneruskan sentuhannya hingga ke area privasi lalu memijat juniornya Alex yang sudah menegang dengan lembut.


Alex yang sudah tak tahan tanpa basa basi lagi diapun memasukan juniornya ke pintu surga milik Ariana.


"Akh" desah Ariana yang sudah lama tidak merasakan nikmatnya pertempuran di atas ranjang.


"Terus lah mendesah!!!" seru Alex dengan penuh gairah mempercepat gerakannya.


"Sial kenapa aku mau melayaninya, tapi ini sangat nikmat" Ariana terus menerus berbicara pada dirinya yang seolah mau tak mau melayani suaminya.


Mereka pun menikmati malam panasnya dengan penuh gairah tanpa mengingat beban-beban kehidupan yang mereka lalui sebelumnya.


"Aakkhhhh" teriak Alex yang sudah sampai di puncak kenikmatan menyemburkan lahar putihnya.


Setelah berolah raga malam Alex dan juga Ariana tertidur pulas.


......................


Ariana bangun lebih dulu daripada Alex. Kemudian dia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


"Aku harus segera membersihkan virus-virus wanita ja*ang yang mungkin masih melekat pada tubuj Alex" gumam Ariana sembari menggosok-gosok seluruh tubuhnya dengan sabun.

__ADS_1


"Kenapa juga aku sangat susah untuk mengontrol diriku sendiri untuk tidak melayaninya" Ariana terus menggerutu.


Setelah beberapa jam kemudian Ariana selesai mandi dan kembali ke kamar. Di ranjang Alex masih tertidur pulas. Ariana menatap sebuah cermin di meja riasnya.


"Sial!!! Alex meninggalkan jejak berwarna merah dileherku" pekik Ariana. Kemudian Ariana pun segera memilih baju yang bisa menutupi bagian lehernya yang berwarna merah.


Setelah selesai, Ariana membawa benda kecil dari laci pribadinya kemudian berjalan menuju keluar dengan sangat pelan Ariana membukakan pintu kamarnya.


Ariana dengan cepat menuju ke garasi dan menuju ke mobil Alex, dia segera masuk ke dalam mobil Alex. Matanya melihat-lihat ke seluruh bagian mobil lalu tertuju pada satu titik.


"Nah disini tempat yang cocok, semoga saja Alex tidak menyadarinya" gumam Ariana sembari meletakan benda kecil di saku jok yang memang jarang terjamah oleh siapapun.


Ariana kemudian keluar dari mobil Alex dan segera menuju ke kamarnya.


"Syukurlah Alex masih tertidur pulas" gumam Ariana.


Alex tertidur sangat pulas efek dari olahraga malam yang membuatnya merasa lelah dan juga nikmat sampai tidak sadar dengan apa yang dilakukan oleh Ariana dibelakangnya.


Ariana kemudian turun untuk membantu Bi Ijah menyiapkan sarapan.


Tok Tok Tok


"Laura sayang sarapannya udah siap, yuk kita sarapan bareng" teriak Ariana dari depan pintu kamar Laura.


"Iya Bunda, bentar lagi aku turun" sahut Laura yang masih berada di dalam kamar.


Ariana kemudian menuju ke kamarnya. Dilihatnya Alex masih tertidur pulas di balik selimut yang menyelimuti tubuhnya yang tanpa busana.


"Mas bangun! Udah siang kamu mau berangkat ke kantor kan?" tanya Ariana.


"Hmm" jawab Alex yang masih belum sadar.


"Mas bangun!!!" Ariana terus membangunkan Alex sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya.

__ADS_1


Tak lama Alex pun sadar, kemudian bangkit dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi. Dia berjalan sangat santai tanpa mengenakan sehelai benangpun untuk menutupi tubuhnya.


Ariana memalingkan wajahnya ke arah yang lain. Lalu dia pun membereskan tempat tidurnya yang begitu berantakan akibat gempa yang dilakukannya semalam.


Tak lama Alex pun keluar dari kamar mandi. Ariana memberikan satu set pakaian formal kepada Alex. Alex pun segera memakainya dan seperti biasa meminta Ariana untuk memasangkan dasi pada lehernya.


Ariana tampak diam dan tidak melihat wajah Alex. Dia merasa kesal dan juga malu. Kesal karena telah melayani laki-laki yang sudah mengkhianatinya dan juga malu pada diri sendiri yang mampu tergoyahkan dengan sentuhan-sentuhan yang di lakukan Alex.


Alex pun tampak diam sejak bangun tidur, entahlah dia memang belum sadar atau ada hal lain yanh dia pikirkan.


"Kita sarapan sekarang, mungkin Laura sudah menunggu sejak tadi" ucap Ariana melangkahkan kakinya keluar, kemudian diikuti oleh Alex.


"Morning sayang" sapa Ariana kepada Laura yang sudah duduk di ruang makan.


"Selamat pagi Bunda. Keliatannya Ayah sama Bunda lebih fresh ya hari ini" ujar Laura sambil menatap kedua orang tuanya itu.


"Aahh masa sih?" jawab Alex sambil tersenyum lalu melirik ke arah Ariana.


"Kamu juga fresh banget hari ini sayang" sahut Ariana sambil mengelus lembut pipi anaknya dengan penuh cinta kemudian duduk disampingnya.


Laura meresponnya dengan senyuman.


"Yaudah kita sarapan sekarang ya, nanti kalian bisa telat lagi" ujar Ariana sembil menuangkan nasi goreng ke piringnya Alex dan juga Laura secara bergantian.


"Apa memang aku dan Alex lebih kelihatan fresh karena olahraga semalam?" tanya Ariana pada hatinya sambil mencuri-curi pandang ke arah Alex.


Tak lama mereka pun selesai sarapan bersama. Ariana mengantarkan suami dan juga anaknya ke depan pintu lalu Laura dan Alex pun berangkat mengendarai mobilnya masing-masing. Ariana masih berdiri dan menatap kendaraan yang mereka naiki hingga tak terlihat lagi.


Ariana segera masuk dan menuju ke kamarnya. Dia mengambil handphone yang berada di atas nakas. Dia melihat layarnya yang menunjukan lokasi seseorang.


"Sekarang ayo fokus pada penyelidikan tentang ja*ang yang sering di temui oleh Alex. Semoga ada hasil dari alat penyadap suara yang sudah aku taruh di mobilnya Alex. Dengan begitu akan lebih mudah untuk aku mendengarkan setiap pembicaraanya dengan orang lain. Dan lebih hebatnya lagi alat ini sudah otomatis share location dimanapun Alex berada" gumamnya Ariana sembari melontarkan senyuman licik dari bibirnya.


"Ariana... lupakan kejadian semalam, anggap saja semalam adalah sebuah kesalahan yang tak disengaja" Ariana berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ck dengan mudahnya aku mengizinkan juniornya Alex untuk masuk ke surga duniaku yang bahkan dia sudah berani bertamu pada lubang dari ja*ang lain"


"Shh


__ADS_2