
Alex sedang menelpon seseorang.
"Hari yang sangat istimewa" lirih Alex
"Istimewa juga untukku om" suara wanita
"Makasih ya om sangat puas dengan service mu hari ini" ucap Alex sambil tersenyum dengan lebar.
"Aku juga puas kalau om merasa puas"
"Kamu memang jagonya kalau diatas ranjang" lanjut Alex yang kemudian mengakhiri telponnya.
Disisi Lain...
"Apa?!" gumam Ariana yang hatinya begitu terasa sakit seperti tertusuk pedang yang sangat tajam mendengar percakapan mesra dengan seorang wanita lain.
Ariana kemudian kembali ke tempat tidurnya dengan sangat pelan karena tidak mau ketahuan oleh suaminya. Ariana menahan rasa sakitnya di dalam hatinya yang paling dalam, walaupun itu sangat sulit untuk dia lakukan.
Tap Tap Tap
Ariana mendengar suara langkah kaki memasuki kamar, dengan segera Ariana memejamkan matanya seakan-akan tengah tidur pulas.
"Untunglah dia tidur sangat pulas" gumam Alex yang kemudian tidur di samping Ariana.
"Pria Brngsk tak sudi lagi aku tidur di samping pria kotor sepertimu" gumam Ariana di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.
......................
Seperti biasanya pagi-pagi sekali Ariana sudah bangun membantu Bi Ijah menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya.
Walaupun semalam Ariana sudah mendengar hal yang membuat dirinya sangat hancur, tapi Ariana memilih untuk bersikap normal dan seperti biasa-biasa saja seolah tak terjadi apapun dan tak mendengar hal apapun.
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Ariana kemudian menuju ke kamar Laura untuk mengajaknya sarapan bersama kemudian menuju ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.
"Eh mas udah siap?" tanya Ariana dengan kaget melihat suaminya sudah siap untuk pergi ke kantor.
"Udah" jawab Alex dengan datar sambil mengotak-ngatik handphone yang di genggamnya.
"Tumben banget mas udah rapi, biasanya masih tidur" ucap Ariana sambil merapikan tempat tidurnnya.
"Ada meeting penting jadi aku harus lebih awal pergi ke kantor" jawab Alex.
"Yaudah kita sarapan dulu yuk! Udah aku siapin kok mas" ajak Ariana.
Ariana dan Alex pun meninggalkan kamar dan menuju ke ruang makan.
__ADS_1
Ariana belum melihat putrinya di ruang makan.
"Maaf Bi, panggilin Laura ya untuk sarapan bareng" suruh Ariana kepada Bi Ijah. Bi ijah pun dengan sigap menuju ke arah kamar Laura.
"Aku sarapan lebih dulu ya, takut kesiangan" ucap Alex sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.
Ariana mengangguk kemudian mengambilkan sehelai roti lalu di lapisi dengan selai kacang dan ditumpuk lagi dengan roti kemudian menaruhnya diatas piring milik Alex.
Tap Tap Tap
Laura mendekati meja makan kemudian duduk di kursi biasanya.
"Ayah duluan ya" ucap Alex yang sudah selesai melakukan sarapan, kemudian bangkit.
"Loh kok Ayah udah pergi aja, aku kan baru saja duduk!" seru Laura.
"Ayah sudah selesai sarapan dan harus segera pergi ke kantor" jelas Alex kepada Laura.
"Biasanya kan kita makan bareng" sahut Laura.
"Ayah harus segera pergi ke kantor karena ada meeting penting pagi ini" Ariana memberikan penjelasan kepada putrinya.
Laura hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar. Alex pun pergi meninggalkan Laura dan juga Ariana.
"Ayah kan harus kerja, dan kerjaan Ayah lagi banyak banget. Ayah juga kan kerja buat kita" Ariana memberikan penjelasan agar Laura bisa memahami kesibukan ayahnya.
Laura kemudian sarapan walaupun dengan perasaan kesal.
"Yaudah Laura juga pergi sekolah dulu ya Bun" Laura pamit kepada Ariana.
"Iya... Hati-hati dijalan ya sayang! Semangat sekolahnya!!!" Ariana memberikan semangat kepada putrinya sambil mengangkatkan kedua tangannya.
Pak Udin kemudian membukakan pintu mobil untuk Laura.
"Pak Udin jangan ngebut-ngebut ya bawa mobilnya!!" seru Ariana.
"Siap nyonya" jawab Pak udin kemudian mengemudikan mobilnya.
"Bye Bye sayang" Ariana melambaikan tangannya ke arah Laura.
Ariana kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Bruk
Ariana membaringkan badannya diatas kasur. Lalu menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
"Apa yang membuat mas Alex tega melakukan hal itu sama aku?" tanya Ariana kepada dirinya.
"Salah aku dimana?" Ariana terus mencecar pertanyaan-pertanyaan kepada dirinya. Tanpa disadari air matanya pun mengalir.
"Padahal dulu mas Alex yang sangat ingin menikah denganku, tapi sekarang dengan mudahnya menyakiti hati aku begitu saja" air mata Ariana mengalir semakin deras.
Dulu Alex begitu yakin dan meminta untuk segera menikah dengan Ariana. Apa cinta dan juga sayangnya Alex kepada Ariana sudah pudar? Entahlah hanya Alex dan juga Author yang tau.
Tok Tok Tok
Seseorang mengetuk pintu, seketika Ariana diam dan mengusap air matanya lalu menetralkan suaranya.
"Nyonya ini saya mau mengantarkan pakaian yang dari Laundry" ucap Bi Ijah dari balik pintu.
"Oh iya Bi, simpen dulu aja disitu biar nanti saya yang beresin" sahut Ariana.
Tap Tap Tap
Terdenggar langkah kaki yang semakin lama semakin menjauh. Ariana sengaja menunggu Bi Ijah pergi dulu, karena Ariana tidak mau kesedihannya terlihat oleh orang lain, apalagi sampai terdengar oleh putrinya.
Ariana kemudian membukakan pintu dan mendorong stand hanger yang dipenuhi dengan pakaian-pakaian Alex masuk kedalam kamar.
Ariana melangkahkan kakinya ke arah balkon kamarnya. Kemudian Ariana menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Ariana yang kemudian memejamkan matanya berusaha untuk membuat badannya agar tetap relax. Ariana tidak tahu langkah apa yang harus dia ambil saat ini.
Setelah pikirannya merasa sedikit tenang, Ariana berjalan ke dalam dan mendekati stand hanger yang tadi dia biarkan begitu saja lalu mendorongnya ke lorong tempat pakaian.
Kemudian Ariana menata rapi setiap pakaian Alex sesuai dengan jenisnya agar lebih mudah dan juga lebih rapi.
Setelah selesai Ariana kemudian membereskan pakaian kotor milik Alex. Ariana tiba-tiba teringat sesuatu. Tangannya kemudian mengambil baju yang dipakai oleh Alex kemarin.
"Aroma ini sama dengan aroma yang waktu itu nempel di baju mas Alex" gumam Ariana sambil mencium setiap sudut baju Alex seraya memastikannya.
"Berarti aroma ini memang dari orang yang sama, bukan sekedar kebetulan. Ini memang aroma wanita ja***g yang semalam telponan dengan mas Alex" ucap Ariana dengan sangat kesal.
Ariana kemudian merogoh setiap saku pada pakaian Alex. Ariana menemukan selembar kertas dari saku celananya Alex. Ariana pun mengambil kertas tersebut.
"Bukti check in hotel?" seketika Ariana kaget.
"Berarti memang benar kemarin mas Alex bukan pergi untuk bekerja ke luar kota. Tapi mas Alex check in ke hotel dan bersenang-senang dengan wanita lain" ucap Ariana.
Ariana menjatuhkan badannya ke atas lantai, kaki Ariana sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, kakinya terasa lemas, dada Ariana terasa semakin sesak. Emosinya semakin menggebu-gebu, amarahnya semakin membara.
"Aku harus cari tahu kebenarannya lebih jauh lagi" ucap Ariana.
__ADS_1