Pembalasan Istri Yang Di Khianati

Pembalasan Istri Yang Di Khianati
Episode 17


__ADS_3

Radit sekilas melihat wajah biru Elena, namun dia tidak memiliki waktu untuk mengejar Elena dia Tampak Khawatir dan terburu-buru masuk ke dalam rumah sakit.


Dia masuk ke salah satu ruangan yang di dalam sana tidak ada siapa-siapa hanya ada dokter.


"Dokter di mana anak saya?"


"Papah..." tiba-tiba anak perempuan yang baru saja di tolong oleh Elena datang dan memeluk Radit.


"Sayang.. kamu dari mana? kenapa kamu kabur nak?"


"Aku tidak mau di rumah sakit Pah, aku bosan di sini."


"Tidak lama lagi kok, kamu yang sabar yah sayang."


Erika menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau, aku gak mau di sini Pah, aku mau pulang."


"Kamu tidak boleh seperti ini sayang, kamu harus mendengar kan apa kata dokter dan juga suster."


"Papah selalu janji akan mendapatkan ginjal untuk ku, namun sampai sekarang papah tak kunjung mendapatkan nya, aku sudah bosan mendengar perkataan papah!"


Erika meminta Radit keluar dari ruangan nya dan menutup pintu. Erika selalu seperti itu karena dia tidak mau di rumah sakit dengan jangka waktu yang lama.


Di malam hari nya Radit pulang ke rumah dan bertemu kakek nya.


"Kamu dari mana saja? Kenapa baru pulang?"


"Maaf kek, aku ada janji dengan teman-teman di luar."


"Kamu berjanji akan mengenal kan Kekasih mu kepada kakek, mana janji mu?" tanya Kakek.


"Kalau kamu hanya berbohong, Kakek tidak segan-segan akan mengatur kencan buta untuk mu!"


Radit menghela nafas panjang. "Baiklah kek, aku akan membawa Elena makan malam besok."


Kakek nya tersenyum. "Bagus kalau begitu, Kakek mau istirahat dulu.


Keesokan harinya...


"Permisi pak, apa Bapak memanggil saya?"


"Iyah, duduk lah saya ingin membicarakan hal yang sangat serius."


"Ada apa pak?" tanya Elena Setelah duduk di depan Radit.


"Saya ingin kamu berpura-pura menjadi kekasih saya di depan kakek saya."


"Hah? Bagaimana bisa pak? tidak mungkin pak," ucap Elena langsung menolak.


"Saya akan membayar mu dengan setimpal."


"Tidak bisa pak, bagaimana kalau pak Ericsson tau aku sudah menikah?"


"Tenang saja, Kakek tidak akan tau kamu menikah karena dia tidak mengenali keluarga suami mu, apa lagi kamu."


Elena menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Saya tidak mau pak."


"Saya akan membayar kamu 50 juta!"


Elena tetap tidak mau."


"100 juta!" Elena seketika langsung terdiam.


"100 juta? Aku bisa memberikan uang ini kepada orang tua ku di kampung," batin Elena.


"Apa tidak bisa di naik kan sedikit lagi pak?"


"Kamu mau atau tidak?"


"Baiklah saya mau pak, asal bapak menjamin kalau kedepannya tidak bermasalah."


"Kamu hanya perlu berpura-pura menjadi kekasih saya di depan kakek saya," ucap Radit.


"Apa hanya itu saja pak?" tanya Elena.


"Kakek saya membuat janji makan malam, kamu di undang."


"Makan malam?" tanya Elena.


"Saya akan menjemput kamu ke rumah kamu."


"Sebaik nya jangan pak, saya akan datang sendiri ke lokasi bapak tunggu saja di sana."


"Oke baiklah, datang lah dengan penampilan yang bersih karena Kakek saya tidak suka dengan perempuan yang tidak rapi dan kotor."


"Permisi pak. Pak Farel di depan mencari anda."


"Farel?" tanya Elena kaget.


Mereka langsung keluar.


"Ada apa anda datang ke sini? bukan kah sudah di jelaskan oleh sekretaris saya kenapa saya membatalkan janji itu?"


"Saya tau pak, namun kita perlu berbicara," ucap Farel.


Radit meminta Vivian dan juga Elena keluar.


Farel dengan Farel berbicara berdua saja tidak ada yang bisa mendengar nya.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka keluar. Farel menatap tajam kepada Elena, tidak beberapa lama Radit keluar.


"Apa yang kalian bicarakan? Apa dia memaksa bapak untuk tidak membatalkan nya?"


"Tidak, dia hanya menceritakan tentang mu."


"Tentang ku?" tanya Elena kaget.


"Iyah, dia mengatakan kalau kamu tidak alih di bidang mu yang sekarang, kamu Ceroboh dan juga sangat tidak bisa di andalkan."


Elena sudah tau kalau suami nya akan melakukan hal yang memalukan seperti itu.


"Saya minta maaf pak, saya benar-benar minta maaf." ucap Elena.

__ADS_1


"Tidak perlu memikirkan nya, saya tidak percaya dengan kata-kata nya karena saya bisa melihat kamu wanita yang cukup teliti dan juga tidak bodoh seperti apa yang dia katakan."


"Tapi pak.."


Radit menatap Elena.


"Menikah lah dengan saya dan ceraikan Suami mu!"


Elena terkejut sampai dia mundur.


"Ma-maksud Bapak apa?"


"Saya tau kamu ingin balas dendam kepada suami dan juga istri baru nya kan?"


Elena menatap Radit. "Saya akan membantu kamu balas dendam, dan kamu juga harus membantu saya lepas dari perjodohan Kakek saya."


"Saya tidak ingin melakukan hal seperti itu."


"Oke baiklah kalau kamu tidak mau, saya akan memberikan waktu untuk memikirkan penawaran saya."


"Saya menolak tawaran Bapak, ini tidak mungkin, saya juga dengan suami saya baik-baik saja."


"Kamu yakin? Lalu di mata mu bekas apa? Bibir mu kenapa? dan tangan ku lebam seperti ini karena apa?" tanya Radit.


Elena langsung menghindar. "Saya terjatuh."


Radit tertawa mendengar alasan Elena yang tidak masuk akal.


"Baiklah kalau begitu, saya kembali bekerja. Jangan lupa dengan janji nanti malam."


Elena di tinggal oleh Radit termenung sendirian di lobby.


Elena duduk di sofa sambil memikirkan perkataan Radit.


"Aku memang memiliki dendam kepada Farel dan juga Jihan, namun bukan seperti ini cara yang aku mau karena akan melibatkan orang lain."


"Ah sudahlah untuk apa aku memikirkan nya, aku harus mendapatkan bagian ku dari warisan ayah mertua seperti apa yang dia pesan kan, setelah itu aku akan menceraikan Farel."


Mau bagaimana pun Elena memiliki 20% warisan dari ayah mertua nya yang masih di tangan suami nya, dia tidak bisa mengambil nya begitu saja karena lawan nya cukup berat dan tidak ada yang bisa membantu nya.


Dia tidak akan pergi dengan tangan kosong membiarkan pria dan wanita itu berbahagia.


Di malam hari nya...


"Kak Elena..." panggil Cika yang ternyata berada di Restoran yang sama tempat janjian Radit dan juga kakek nya.


"Eh kamu di sini juga?"


"Iyah kak, aku baru saja selesai makan, kenapa kakak di sini? Kenapa kakak berdandan sangat cantik seperti ini?" tanya Cika.


"Aduh,, aku harus jawab apa yah?" batin Elena.


"Humm kakak ada janji dengan klien malam ini, tidak mungkin kakak berpakaian biasa," ucap Elena.


"Humm tapi ini sudah malam, klien apa?" tanya Cika.


Namun tiba-tiba Radit datang, Elena melihat Radit dia jadi sangat takut ketahuan oleh Cika.

__ADS_1


__ADS_2