
"Sebaiknya aku cari tahu dulu kebenarannya seperti apa" gumam Ariana.
"Mas ini berkas yang di map biru ketinggalan di kamar, apa perlu aku nyusulin kamu ke sana?" Ariana mengirimkan pesan kepada Alex.
Ariana yang semakin penasaran dengan tingkah suaminya akhir-akhir ini yang begitu mencurigakan.
"Apa ini ada hubungannya dengan aroma lain yang terdapat pada baju mas Alex waktu itu?" gumam Ariana yang kini pikirannya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, aku juga harus menjaga kesehatan tubuh ku agar bisa mendapatkan jawaban dari semua ini" gumam Ariana dalam hatinya.
Ariana pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar Laura.
Tok Tok Tok
"Laura sayang, kita sarapan bareng yuk" teriak Ariana di depan kamar Laura.
"Bunda duluan aja ya, nanti aku nyusul" sahut Laura dari dalam kamarnya.
Ariana pergi meninggalkan kamar Laura dan menuju ke ruang makan.
"Bi.. Bi Ijah sama yang lainnya udah sarapan belum?" tanya Ariana.
"Sudah kok nyonya" jawab Bi Ijah dengan nada sopan.
Tap Tap Tap
Suara langkah kaki mendekati area meja makan.
"Hai Bunda ku yang cantik, lama ya nungguin aku" ucap Laura sambil memeluk Bundanya dari belakang.
"Enggak ko, yaudah gih kamu duduk!! kita sarapan sekarang ya, perut Bunda udah minta di isi nih he he" sahut Ariana sambil tersenyum mengelus-elus perutnya.
Ariana kemudian menuangkan nasi goreng ke atas piring Laura.
"Ayah udah berangkat ya Bunda?" tanya Laura sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
"Iya.. Ayah udah berangkat tadi buru-buru banget sampe gak sempet sarapan" jawab Ariana yang kemudian melahap sesendok makan nasi kedalam mulutnya.
"Hari ini kamu ada kegiatan apa sayang?" tanya Ariana.
"Laura sebenernya pengen cari buku Bun" jawab Laura.
"Yaudah kita pergi, Bunda temenin kamu beli buku, mau?" tanya Ariana.
"Mau banget Bunda" sahut Laura dengan gembira.
"Yaudah selesai sarapan kita siap-siap lalu pergi okey!!" seru Ariana.
Ariana memang berniat untuk pergi keluar untuk merefresh pikirannya agar lebih santai dan tidak memikirkan hal-hal yang membuat dirinya down.
Untung saja Ariana memiliki partner terbaiknya yaitu putrinya sekaligus sahabat sejatinya yang selalu menemaninya dalam keadaan apapun.
Ariana dan Laura pun pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Setelah beberapa jam kemudian..
__ADS_1
"Bunda udah siap belum?" teriak Laura menghampiri kamar Ariana.
"Sebentar sayang" jawab Ariana yang masih sibuk merias wajahnya.
"Aku tunggu dibawah ya Bun" Laura kemudian melangkahkan kakinya menuruni tangga dan menuju ke ruang tamu.
Beberapa menit kemudian..
"Maaf ya sayang lama nungguin Bunda" seru Ariana.
"Gapapa kok Bun" jawab Laura sambil tersenyum.
"Sebentar ya Bunda telpon Pak udin dulu" ucap Ariana sembari merogoh tas mengambil sebuah handphone.
"Pak Udin tolong siapin mobil ya, saya sama Laura mau pergi!" seru Ariana yang kemudian mengakhiri penggilan tersebut.
Ariana dan Laura pun pergi keluar dan menaiki mobil yang sudah di siapkan oleh Pak Udin supir pribadinya.
......................
Ariana dan Laura tiba disebuah Mall. Mereka pun turun dari mobil dan langsung masuk kedalam Mall.
"Kita langsung ke toko buku aja? Atau kemana dulu sayang?" tanya Ariana.
"Kita ke toko buku dulu ya Bun" jawab Laura.
"Oke sayang kita ke toko buku dulu ya!" seru Ariana.
Ariana dan Laura pun berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke sebuah toko buku yang super lengkap.
"Untungnya aku mempunyai anak perempuan sekaligus teman sejati yang selalu menyayangiku dengan tulus" gumam Ariana dalam hatinya.
Sekitar satu jam kemudian..
"Bunda aku udah dapet buku yang aku cari" teriak Laura sembari menghampiri Bundanya.
"Okey.. Ada yang mau kamu beli lagi mungkin?" tanya Ariana.
"Kayaknya enggak ada sih Bun" jawab Laura.
"Yaudah Bunda bayar dulu ya" ucap Ariana yang kemudian menuju kasir lalu membayarnya.
"Abis ini kita kemana Bunda?" tanya Laura.
"Bunda kayaknya pengen beli baju couple gitu deh sama kamu, gimana?" tanya Ariana.
"Boleh banget dong Bunda, nanti aku yang pilih ya Bun!" seru Laura.
Mereka pun berkeliling mencari pakaian yang mereka inginkan. Sesekali Ariana dan juga Laura beradu argumen tentang pakaian yang mereka pilih.
"Gimana kalau yang ini?" tanya Ariana sembari membawa sebuah baju.
"Nah kayaknya kalau yang ini cocok deh buat kita berdua" jawab Laura.
"Akhirnya ya kita menemukan baju yang cocok buat kita berdua" sahut Ariana sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah menemukan pakaian yang Ariana dan Laura inginkan. Ariana pun langsung menyelesaikan pembayarannya di kasir.
"Bunda gimana kalau kita foto dulu yuk sambil pake baju ini, biar ada kenangannya gitu loh" ucap Laura.
"Tapi kan ini belum dicuci sayang" jawab Ariana.
"Gapapa dong Bun bentaran doang, abis di foto kita ganti lagi pakaiannya" ujar Laura.
"Nanti kalau gatel-gatel gimana sayang?" tanya Ariana mengusap-usap badannya.
"Ya ampunn... Gak bakalan Bunda ku yang cantik... Ayolahhhh" rengek Laura yang terus membujuk Ariana.
"Oke baiklah, demi princess Bunda yang satu ini" Ariana pun akhirnya mau.
Mereka menuju ke studio foto yang ada di Mall tersebut.
Ariana dan Laura mengganti pakaiannya terlebih dahulu, kemudian mereka melakukan beberapa gaya foto. Ariana dan juga Laura terlihat sangat bahagia. Mereka bagaikan saudara kembar yang memang wajah Laura mirip sekali dengan Bundanya.
Setelah selesai foto mereka segera mengganti pakaiannya dan menunggu hasil fotonya selesai.
Tak butuh waktu lama hasil fotonya pun sudah selesai. Ariana dan Laura melihat hasil jepretan-jepretan tadi sambil tertawa bahagia.
"Bunda, kayaknya aku lapar deh. He he he" ujar Laura sambil tersenyum dan mengelus-elus perutnya yang berbunyi meminta jatah makan.
"Yaudah kita makan ya, kamu mau makan apa sayang?" tanya Ariana.
"Pedas berkuah kayaknya enak ya Bun" sahut Laura.
"Seblak?" tanya Ariana sambil tersenyum.
"Bukan ih Bun, aku mau Ramyeon aja deh ya" pinta Laura.
"Oke baiklah Princess nya Bunda. Kuy kita pergi makan ramyeon" Ariana pun menuruti keinginan putri nya.
Setelah Ariana dan Laura makan, mereka pun pergi ke supermarket untuk membeli keperluan dapur.
Tak terasa seharian berkeliling-keliling di Mall, ketika keluar dari Mall langit pun sudah berubah menjadi gelap tandanya sudah memasuki malam hari, mereka pun bergegas pulang.
Sesampainya dirumah Bi Ijah dan juga Pak Udin membantu membawakan barang-barang belanjaannya.
"Bunda aku langsung istirahat ya" ucap Laura kemudian pergi menuju kamarnya.
"Jangan lupa mandi dulu ya sayang" teriak Ariana.
Ariana pun menuju ke kamarnya, bergegas mandi kemudian istirahat, karena merasa lelah setelah belanja seharian bersama putrinya.
......................
Ariana tiba-tiba terbangun lalu menatap jam yang ada diatas nakas menunjukan pukul 01.15 dini hari.
"Hari yang sangat istimewa"
"Itu sepertinya suara mas Alex, lagi telponan sama siapa?" Ariana kemudian mendekat ke arah balkon kamarnya.
"Makasih ya om sangat puas dengan service mu hari ini" ujar Alex.
__ADS_1
"Kamu memang jagonya kalau diatas ranjang" lanjut Alex.
"Apa?!!" gumam Ariana