
TOK TOK TOK...
Mila mengetuk pintu ruangan atasannya.
"Masuk!" perintah pria dari balik pintu langsung membuat Mila membuka pintu tersebut Lalu memasuki ruangan dengan raut wajah bingungnya.
Bagaimana tidak, hari itu begitu sibuk Tetapi dia tiba-tiba saja dipanggil ke dalam ruangan atasannya padahal biasanya atasannya tak pernah memanggilnya ketika atasannya mengetahui bahwa hari benar-benar sibuk.
"Bapak memanggil saya?" ucap Mila ketika ia telah berdiri di depan Doni.
"Kenapa kau tidak memperlakukan model baru itu dengan baik?!! kau mau membuat kita semua berada dalam masalah sampai kau menyuruhnya untuk menjadi cleaning service untuk membersihkan lantai 17?!!" bentak Doni dengan nada suara yang begitu tinggi hingga beberapa orang yang berada di luar ruangan Doni bisa mendengar kemarahan Doni.
Wajah Mila pun langsung berubah tidak tenang, perempuan itu menatap atasannya sambil berkata "Apa maksud bapak? Apakah maksud bapak perempuan yang bernama Nikita?"
__ADS_1
"Kalau kau sudah tahu, keluar dari sini dan lakukan tugasmu dengan baik!!!" bentak Doni masih dengan suara yang sangat tinggi tanpa ditahan-tahan hingga membuat wajah Mila menjadi semakin pucat.
Tetapi dia Tidak bisa berbicara apapun lagi Sebab Dia tahu pria di depannya akan semakin marah kalau dia masih memperpanjang masalah tersebut sehingga Mila hanya bisa mengiyakan ucapan pria itu, "baik Pak," ucap Mila sebelum dia keluar dari ruangan Doni.
Setelah keluar dari ruangan Doni, Mila langsung melihat banyak orang menatap ke arahnya, Tetapi beberapa saat kemudian orang-orang itu membuang muka darinya hingga membuat Mila menggertakan giginya lalu dia melangkahkan kakinya untuk pergi mencari Nikita.
"Apa kau melihat anak baru yang dari tadi membersihkan ruangan?" tanya Mila ketika dia tidak melihat Nikita di manapun.
TEtapi saat itu, Nikita berada dalam gudang kecil sambil menikmati roti yang ia bawa dari kantin.
"Kak Regina benar-benar hebat, ia merekomendasikan roti yang sangat enak," ucap Nikita sambil menikmati roti yang sedang ia makan dengan tatapannya tertuju pada peralatan membersihkan yang ada di gudang kecil itu.
'Hm,,, ruangan ini seperti ruangan rahasia, Aku yakin tidak akan ada orang yang datang ke tempat seperti ini kecuali petugas cleaning service,' ucap Nikita dalam hati yang merasa bahwa hari ini dia bisa biar istirahat di gudang tersebut sebab seluruh pekerjaannya telah selesai sehingga dia hanya bisa menunggu sampai jam pulang kantor tiba.
__ADS_1
Maka Nikita terus berada dalam gudang beristirahat sampai beberapa jam kemudian ini kita keluar karena ingin pergi ke toilet.
Tetapi ketika dia tiba di depan toilet, dia bertemu dengan Mila sehingga Mila langsung menghampirinya.
"Akhirnya Aku menemukanmu, cepat ikuti aku!!!" ucap Mila langsung membuat Nikita mengganggukan kepalanya sambil mengikuti nila meskipun ini kita tidak mengerti kenapa perempuan itu tiba-tiba menghampirinya dan tampak begitu marah padanya. .
'Ada apa dengan perempuan ini?' pikir Nikita dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya mengikuti Mila sampai mereka tiba di ruangan rias yang mana Di sana ada beberapa model yang sedang di rias.
"Bantu dia mempersiapkan diri, Aku ingin dia menjadi model untuk produk xx," langsung membuat dua penata rias yang ada di sana menunggukan kepala mereka, sementara Nikita pun keheranan di tempat nya.
Tetapi Nikita tidak mengatakan apapun ketika ia sudah diberi kode untuk duduk di kursi sehingga nih kita hanya duduk di kursi sambil menatap wajah kusamnya pada cermin.
'Apakah sekarang untuk pertama kalinya dalam hidupku aku akan mendapatkan riasan di wajahku?' pikir Nikita dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1