Pemulung Idaman CEO

Pemulung Idaman CEO
12


__ADS_3

Setelah bekerja sepanjang hari kita merasa lega saat jam pulang kantor telah tiba hingga perempuan itu dengan cepat pergi mengambil paper bag miliknya yang diberikan Regina padanya. 


Nikita pun pergi menuju lift untuk turun ke lobby kantor, tetapi ketika dia tiba di depan lift, Mila telah menunggunya di depan lift sambil menatapnya dengan tatapan yang serius. 


Hal itu membuatnya kita tidak nyaman, Tetapi dia tidak bisa menghindari Mila sehingga dia pun tetap menghampiri perempuan itu. 


"Ambil ini, besok kau akan melakukan pemotretan di hotel itu!!!" Ucap Mila langsung membuat Nikita mengerutkan ke dunia melihat map coklat yang ada di tangannya. 


Dia tidak mengerti mengapa seorang model baru yang bahkan belum tahu bergaya di depan kamera langsung memiliki sebuah pemotretan di luar kantor, Padahal dia berpikir bahwa dia akan memiliki waktu yang lama untuk belajar dalam pekerjaannya saat ini sebelum dia keluar dari kantor untuk bekerja. 


"Maaf Kak Mila, tapi dengan siapa Aku pergi?" Tanya Nikita. 


"Tentu saja sendirian! Ingat, dia adalah fotografer profesional dan Jangan kecewakan kita!" Tegas Mila sebelum perempuan itu berjalan pergi meninggalkan Nikita sehingga Nikita terdiam di tempatnya sambil memegang map coklat di tempatnya. 

__ADS_1


Saat itu juga, pintu lift telah terbuka sehingga Nikita dengan cepat masuk ke lift lalu dia membuka map coklat itu untuk melihat isinya. 


Ting!


Map coklatnya belum selesai terbuka ketika lift sudah berhenti di salah satu lantai lalu Dian pun masuk ke dalam lift sambil berkata, "Maaf sekali, tapi hari ini aku tidak bisa mengantarmu pulang karena aku tiba-tiba ada urusan mendadak. Kau bisa pulang menggunakan taksi."


"Baik, tapi bisakah kau membantuku mendapatkan sebuah taksi dan mengatakan alamat tujuanku?" Ucap Nikita yang tidak ingat di apartemen mana dia tinggal. 


Dian langsung berbalik menatap Nikita dengan wajah kesalnya, "Jangan karena Kak Regina memperlakukanmu dengan sangat baik maka aku juga akan bersikap seperti Kak Regina. Aku ini bukan perempuan bodoh yang akan dimanfaatkan oleh perempuan seperti mu!!! Hanya mencari taksi saja tidak bisa! Memangnya kalau anak TK?!" Geeutu Dian Sebelum dia kembali berbalik menatap depan lift. 


Maka Nikita hanya bisa berdiri diam di tempatnya dengan kebingungannya, 'Apa yang harus kulakukan sekarang?' ucap Nikita dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya. 


Perempuan itu berpikir selama beberapa saat sampai akhirnya Nikita memutuskan untuk keluar dari perusahaan sampai ia tiba di trotoar dan melihat mobil yang lalu lalang di depannya. 

__ADS_1


Beberapa kali dia melihat taksi yang lewat, tetapi tangannya tidak tergerak untuk menahan taksi tersebut karena dia benar-benar bingung harus berkata apa pada sopir taksi. 


Sementara Nikita kebingungan, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang di sampingnya sambil berdiri untuk mendapatkan sebuah taksi. 


Maka Nikita pun melihat perempuan cantik itu sambil berkata, "Maaf, bisakah aku minta tolong?"


Perempuan cantik itu langsung menatap Nikita dengan wajah yang begitu ramah, "aku akan membantumu kalau aku bisa melakukannya," ucap sang perempuan langsung membuat Nikita merasa lega karena dia berpikir dia telah bertemu dengan orang yang tepat. 


"Aku ingin pulang ke apartemenku, tapi aku baru tinggal di apartemen itu selama 1 hari dan juga baru pindah dari luar kota ke tempat ini dan aku lupa nama apartemennya, ak--"


"Lihat di kartu aksesmu," ucap Sang Perempuan langsung membuat Nikita teringat akan kartu aksesnya kek apartemen sehingga perempuan itu dengan cepat merogoh tasnya dan mendapatkan kartu aksesnya lalu melihat di kartu akses itu tertera informasi-informasi mengenai keberadaan apartemennya. 


Hal itu membuat Nikita merasa sangat tenang sehingga media menatap Sang Perempuan sambil berkata, "Terima kasih banyak, lain kali saya pasti akan membalas kebaikanmu."

__ADS_1


"Ya sama-sama, aku duluan," kata Sang Perempuan sambil menahan sebuah taksi lalu pergi meninggalkan Nikita.


__ADS_2