
Bip bip bip...
Regina memasukkan sandi sebuah apartemen sebelum dia dan Nikita memasuki apartemen tersebut hingga membuat Nikita sangat terkejut karena tempat itu sangatlah bagus.
"Ini adalah rumah yang disediakan oleh perusahaan untuk mu, kau bisa menggunakan semua fasilitas yang ada di sini. Sementara pekerjaanmu akan dimulai besok pagi, aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu dan mengantarmu ke kantor," ucap regina langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya dengan rasa kagumnya menatap keseluruhan ruangan apartemen.
Regina pun tersenyum melihat kekaguman Nikita sehingga perempuan itu berkata, "kalau begitu, aku harus pergi sekarang."
Mendengar ucapan regina, maka Nikita langsung menoleh ke arah regina sambil menganggukkan kepalanya, "Terima kasih banyak, kalau begitu hati-hati di jalan," ucap Nikita mengantar regina keluar apartemen.
__ADS_1
"Jaga juga kesehatan mu, aku rasa kau akan punya banyak pekerjaan di hari esok," ucap regina langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya dan membiarkan regina pergi.
Setelah itu, nikita menutup pintu apartemen lalu menarik koper kecilnya mengelilingi apartemen tersebut sampai ia menemukan bahwa kamar di apartemen tersebut terletak di lantai 2, di bagian atas dapur.
"Wah,,," Nikita menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan perasaan bahagianya karena tak menyangka bahwa saat ini dia benar-benar mendapat sebuah pekerjaan yang sangat bagus dan terlebih diberikan tempat tinggal secara gratis.
Sambil berbaring menatap langit-langit kamar, Nikita berpikir, 'aneh juga kalau aku tiba-tiba mendapat keberuntungan seperti ini, dan siapa CEO yang melihatku itu? Aku tidak yakin aku pernah bertemu dengan orang kaya,' ucap Nikita dalam hati yang dari kemarin terus memikirkan masalah tersebut namun dia kesulitan untuk mendapat jawabannya.
Begitu tiba di dapur, Nikita mendapati kalau di dapur tidak tersedia makanan apapun, sementara saat ini dia belum punya uang selain uang 50.000 yang tersisa dari uang yang diberikan regina padanya.
__ADS_1
"Astaga,,, aku sudah punya rumah yang bagus, tapi waktu gajianku masih satu bulan lagi, dan uangku tinggal 50.000?! Mau jadi apa aku selama sebulan ke depan?" Ucap Nikita yang kini merasa khawatir pada kehidupannya selama satu bulan ke depan sampai dia mendapatkan gaji.
Meski begitu, Nikita tetap meninggalkan apartemennya lalu dia mencari tempat makan yang sederhana, namun karena apartemennya berada di kawasan Yang elit, Dia hanya bisa menemukan restoran mewah yang harga per porsi makanannya lebih dari 50.000.
'Ini benar-benar penderitaan, di sini tidak ada kedai makanan yang menjual nasi 6000. Bahkan uang 50.000 ini tidak cukup membeli seporsi makanan!!!' gerutu Nikita dalam hati sambil menghela nafas memperhatikan sekitarnya di mana hanya ada bangunan-bangunan mewah.
Nikita terdiam selama beberapa saat sampai akhirnya perempuan itu memutuskan memasuki supermarket dan melihat sepotong roti seharga 20.000 yang membuat Nikita menghela nafas.
"Kalau aku membeli satu roti dan minuman, uang ini akan terpotong 35.000, nanti tidak cukup lagi untuk membeli roti makan malam. Lalu bagaimana dengan sarapanku besok pagi?" Ucap Nikita kini menghela nafas sambil mengambil dua potong roti untuk makan siangnya dan makan malamnya nanti.
__ADS_1
Setelah menghabiskan 40.000 uangnya, makanya kita meninggalkan supermarket lalu kembali ke apartemennya sambil memakan sepotong roti miliknya.
'Roti ini juga tidak seenak roti harga 2000 yang biasa aku beli,' gerutu Nikita dalam hati.