
TING!
Nikita bersama dengan Dian kini tiba di salah satu lantai yang ada di perusahaan beauty kosmetik.
Nikita pun mengikuti Dian yang membawanya ke sebuah ruangan di tempat itu dan melihat regina ada di ruangan tersebut sedang bekerja.
"Kalian datang juga," ucap regina segera mengambil sebuah paper bag yang telah Ia siapkan, lalu dia menyerahkannya pada Nikita.
"Ini beberapa pakaian yang kubelikan untuk mu, dan kau tidak perlu khawatir karena ini gratis. Lalu ini juga kartu dari perusahaan, kau bisa membeli makanan di kantin menggunakan kartu ini karena kartu ini adalah kartu identitasmu sekaligus kartu yang menjadi pembayaran di kantin perusahaan. Ah,,, Dian akan mengantarkanmu ke ruang modeling, di sana kau akan bertemu seseorang yang akan mengarahkanmu selama bekerja di perusahaan ini." ucap regina langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih Kak regina, tapi ngomong-ngomong, bolehkah aku mencairkan uang yang ada di kartu ini?" tanya Nikita yang tidak memiliki uang sepeser pun sehingga kalau dia kembali ke rumah, maka dia tidak memiliki ongkos taksi.
__ADS_1
Sementara dia belum menghafal jalan, sehingga dia akan kesulitan kalau harus berjalan kaki ke apartemennya.
Dian yang mendengarkan ucapan Nikita, ia hanya tersenyum kecut menatap perempuan itu, dan tidak mengatakan apapun.
Sementara regina, ia mengerutkan keningnya sambil berkata, "kartu itu tidak dapat dicairkan, tapi apakah kau tidak punya uang?"
Dengan wajah yang lemas, Nikita menganggukkan kepalanya, "uang 50.000 Yang terakhir yang Kak regina berikan padaku sudah habis ku gunakan untuk makan siang dan makan malamku kemarin. Jadi kalau bisa biarkan aku meminjam uang Kak regina dan aku akan mengembalikannya saat aku gajian nanti," ucap Nikita langsung membuat regina menghela nafas.
Setelah itu, regina pergi ke meja kerja nya lalu dia pun mengambil sebuah amplop yang terletak di dalam laci.
"Terima kasih Kak regina, Aku tidak akan melupakan kebaikan Kak regina," ucap Nikita yang merasa begitu beruntung karena dia bertemu dengan atasan seperti regina yang sangat mempedulikannya.
__ADS_1
Sementara Dian yang melihat regina memperlakukan Nikita dengan sangat baik, perempuan itu merasa begitu heran karena tidak mengerti mengapa regina sangat loyal terhadap seorang perempuan mantan pemulung.
meskipun begitu, Dia tidak mengatakan apapun dan dia hanya diam saja sampai akhirnya mereka keluar dari ruangan regina untuk mengantar Nikita ke ruangan modeling.
saatnya pergi ke ruang modeling, Dian menatap paper bag yang ada di tangan Nikita dan dia bisa melihat kalau barang yang ada di dalam paper bag tersebut adalah barang dari brand mewah.
'Hah,, Sangat disayangkan barang mewah seperti itu diberikan pada seorang pemulung, dia bahkan tinggal di apartemen mewah,' ucap Dian dalam hati sebelum dia berkata, "Bagaimana caramu berkenalan dengan Kak regina sampai dia begitu baik padamu?"
pertanyaannya itu langsung membuat Nikita tersenyum, tetapi senyuman itu bukanlah senyuman yang tulus, tetapi sebuah senyuman mengejek yang ditujukan pada Dian karena dia tahu perempuan itu sedang iri padanya.
semuanya itu tergambar dari tatapan Dian dan juga raut wajah Dian yang bisa dibaca dengan jelas oleh Nikita.
__ADS_1
"Kak regina mendatangi ku lalu menawariku untuk menjadi seorang model," ucap Nikita.
"Apa?! jangan mengarang cerita, itu sangat tidak mungkin!" tegas Dian yang jelas tahu bagaimana regina, perempuan itu tak pernah bersikap baik pada seseorang tanpa sebuah imbalan jadi untuk seorang pemulung seperti Memangnya keuntungan apa yang bisa didapatkan oleh regina?