
"Ha ha ha..."
"Ha ha ha... itu benar!!"
"Aku juga pernah melihat nya, ha ha ha...."
Nikita yang duduk di sebuah kursi plastik sambil memeluk paper bag-nya, ia terdiam melihat para perempuan yang sedang di rias dan mereka semua tertawa terbahak-bahak karena mendiskusikan sesuatu.
'Kak Regina pasti akan sangat kecewa kalau dia tahu di hari pertama aku bekerja aku tidak melakukan apapun,' ucap Nikita dalam hati yang merasa bahwa dirinya sangat tidak berguna sehingga dia bahkan tidak bisa dilirik oleh orang-orang yang ada di sana.
Tetapi ketika Nikita terus menggerutu pada dirinya sendiri, tiba-tiba saja seorang perempuan datang menghampirinya sambil bertolak pinggang berdiri menatap Nikita.
"Kau karyawan baru di sini? cleaning service yang bertugas di lantai ini sedang sakit, jadi pergi ambil alat kebersihan dan bersihkan seluruh lantai ini!!! Terutama kaca-kaca yang ada di sini, kau lihat semuanya dipenuhi oleh debu?! pastikan semuanya menjadi kinclong!!!' Tegas perempuan tersebut langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya.
"Baik, tapi di mana Aku mendapatkan alat kebersihan?" tanya Nikita.
"di belakang toilet ada gudang kecil komah pergi ke sana dan lihat semua barang-barang kebersihan di sana!!!" tegas Sang Perempuan sebelum dia pergi meninggalkan Nikita sehingga Nikita pun berlari keluar dari ruangan tersebut dan pergi mencari toilet dengan bertanya pada beberapa karyawan yang ada di tempat itu.
Setelah cukup lama, Nikita akhirnya mendapati alat kebersihan dalam gudang kecil, jadi ini kita meletakkan paper bag-nya di sana sebelum dia mengambil ember, sendok sampah, dan alat-alat kebersihan lainnya.
'Akhirnya aku bisa berguna juga, setidaknya aku tidak makan dengan gratis,' ucap Nikita dalam hati yang sama sekali tidak merasa marah karena dia ditugaskan untuk membersihkan tempat itu, karena yang paling penting baginya, ia tidak mendapatkan gaji tanpa bekerja.
Makan Nikita memulai pekerjaannya hari itu dengan membersihkan seluruh ruangan yang ada di lantai 17, bahkan beberapa orang juga terkejut ketika melihat Nikita yang menggunakan pakaian mahal Malah memegang sapu dan pel.
Tidak ada yang mengomentari Nikita sampai pada jam makan siang, Nikita mengembalikan semua alat-alat kebersihannya ke gudang di belakang toilet sebelum dia bertanya pada karyawan lainnya tentang keberadaan kantin.
"Wohh,,," ini kita terdiam di tempatnya sambil memegang erat kartu identitasnya melihat kantin yang begitu luas di perusahaan tempat ia bekerja.
__ADS_1
Kantin itu luas dan ada banyak orang di dalam kantin, tetapi kantin itu tidak terasa sesak karena didesain dengan sangat nyaman, bahkan kebersihan di sana sangat terjamin sehingga membuat Nikita merasa menjadi orang yang sangat beruntung.
'Aku tidak pernah percaya kalau saat ini Aku benar-benar bekerja di sebuah perusahaan yang begitu besar dan luar biasa seperti ini,' ucap Nikita dalam hati sambil ikut mengantri untuk mendapatkan makanan di salah satu kantin yang menyediakan makanan berkuah.
"Kau di sini," tiba-tiba sebuah suara dari belakang Nikita langsung membuat Nikita menoleh dan mendapati Regina bersama Dian sedang berjalan ke arahnya.
"Selamat siang Kak Regina dan juga Kak Dian," ucap Nikita sambil melemparkan senyuman pada kedua perempuan yang mendekatinya.
"Selamat siang, bagaimana pekerjaanmu hari ini? Semuanya berjalan dengan lancar kan?" tanya Regina langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya dengan sangat antusias.
Dian pun mengerutkan keningnya melihat perempuan di depannya yang terlalu bersemangat dan dia tidak tahan untuk bertanya, katanya, "produk apa yang kau bawakan hari ini?"
Pertanyaan tersebut langsung membuat Nikita kebingungan karena dia tidak melakukan remotretan hari itu dan apalagi, dia tidak tahu nama-nama produk yang dijual di tempat itu sebab tadi ketika ia ada di gudang produk, dia melihat terlalu banyak nama produk sehingga dia kesulitan untuk menghafal semuanya.
"uh,,, Hari ini aku belum membawakan produk apapun, tapi mungkin besok aku akan memulai pekerjaan pertamaku," ucap Nikita sambil tersenyum.
"Hari ini kau belum melakukan pemotretan? lalu apa yang kau lakukan?" tanya Dian yang merasa begitu aneh dengan jawaban perempuan di depannya.
"Berikutnya!!" tiba-tiba suara salah seorang perempuan yang bertugas menyediakan makanan.
Maka Nikita pun berbalik menatap perempuan yang baru saja berbicara, "kalian berdua silakan duluan," ucap Nikita langsung memberi jalan pada Regina dan Dian.
Dian hendak melangkahkan kakinya untuk mendahului Nikita mendapatkan makanan, tetapi ia langsung menghentikan langkahnya dan menatap Regina dengan tatapan terkejutnya ketika Regina malah berkata, "di tempat ini kami membudayakan antri, jadi tidak perlu mendahulukan orang lain."
Nikita menganggukan kepalanya, "ah, begitu, maafkan saya, kalau begitu saya akan duluan memesan," ucap Nikita segera berjalan menghampiri perempuan yang bertugas menyiapkan makanan lalu dia pun memesan makanan untuk dirinya sendiri.
Sementara Dian yang berdiri di samping Regina, dia masih kebingungan dengan sikap Regina pada Nikita, Tetapi dia tidak mengatakan apapun sampai akhirnya Nikita pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Kenapa Kak Regina memperlakukan perempuan itu dengan sangat baik? aku dengar dia hanya seorang mantan pemulung, jadi aku tidak mengerti apa yang Kak Regina lihat darinya sehingga Kak Regina tampak sangat menterdulikan dia," ucap Dian.
"Qku tidak bisa mengatakan alasannya padamu, tapi kukatakan padamu perlakukan dia dengan baik. Lalu apakah kau tadi mengatakan pada Doni supaya dia memperlakukannya dengan baik?" tanya Regina.
"Ah,, ya Tentu saja aku mengatakan hal itu pada Pak Doni, tapi aku tidak bisa menjamin bagaimana mereka memperlakukan Nikita," ucap Dian dengan nada suara yang agak khawatir meski dalam hatinya dia merasa sangat kesal karena Regina benar-benar memperdulikan Nikita.
"Kalau begitu nanti telepon dia dan tegaskan padanya untuk memperlakukan Nikita dengan baik." perintah Regina pada Dian.
"Baik Kak," jawab Dian meski saat itu dia tidak memiliki niat untuk mengatakan hal tersebut pada Doni.
Maka kedua orang itu pun memesan makanan mereka Lalu setelah itu mereka berjalan untuk menghampiri Nikita yang sedang duduk sendirian sambil memakan makanannya.
Tetapi ketika mereka hendak tiba di meja tempat ini kita duduk, Regina menghentikan langkahnya ketika ia mendengar para perempuan yang duduk di meja yang tak jauh dari Nikita kini sedang bergosip-gosip tentang Nikita.
"Perempuan itu adalah karyawan baru di kantor kita, dan aku tidak tahu apa posisinya tapi tadi aku melihat dia mengepel di lantai 17."
"Apa?! mengepel di lantai 17 menggunakan pakaian seperti itu?!"
"Apa dia mendapat hukuman Karena melakukan sebuah kesalahan."
"Tidak, tadi aku sempat berbicara pada beberapa model di lantai 17, dan mereka bilang tidak ada keributan di sepanjang hari itu. katanya Mereka juga hanya melihat perempuan itu duduk-duduk di lantai 17 tanpa melakukan apapun."
"Kalau begitu, kenapa dia mengepel lantai?"
Dian sangat terkejut mendengarkan percakapan orang-orang itu, dan tatapan Dian langsung tertuju pada Regina karena ia ingin melihat bagaimana ekspresi Regina setelah mendengarkan percakapan para perempuan itu.
Benar saja, ia bisa melihat kemarahan pada wajah Regina hingga membuat dia semakin bingung.
__ADS_1
'Perempuan pemulung yang begitu beruntung, tetapi apa yang telah Ia gunakan untuk memelet Kak Regina sampai Kak Regina memperlakukannya dengan sangat baik? aku harus menyelidiki masalah ini!!!' ucap Dian dalam hati yang tidak tenang memikirkan seorang perempuan yang mendapat perlakuan khusus dari Regina.
Bahkan Regina berkali-kali menekankan padanya supaya memperlakukan Nikita dengan baik.