
"Gila! Semua orang akan membuang produk kecantikan kita kalau mereka tahu bahwa perempuan yang ada di gambar produk tersebut adalah mantan pemulung! Benar-benar menjijikan dan tidak tahu tempat!"
"Hah,,," sang fotografer menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum dia berbalik menatap para model yang sedang bergosip tentang Nikita.
"Kalian pikir kalian di sini disuruh untuk bernyanyi menghibur semua orang? Jangan perlihatkan suara jelek kalian di sini karena ini bukan konser!" Bentak sang fotografer langsung membuat semua model yang saling berbisik satu sama lain kini terdiam di tempat mereka dengan kepala tertunduk karena merasa malu ditegur langsung oleh sang fotografer.
Nikita pun menghela nafas dengan lega melihat sang fotografer membelanya, tetapi perempuan itu tetap saja merasa tidak percaya diri karena apa yang dikatakan oleh para model itu memang benar.
Namun sang fotografer kembali menatap Nikita sambil berkata, "kau punya bakat yang jauh luar biasa daripada mereka. Di awal pertama kali kau menjadi modal, kau sudah memperlihatkan bakatmu yang alami, tidak seperti mereka yang ketika baru pertama kali menjadi model harus membuatku berteriak berulang kali."
Nikita terkejut mendengar ucapan sang fotografer, sehingga perempuan itu menghirup nafas sampai paru-parunya terasa penuh sebelum dia menghembuskannya dengan panjang dan mengukir sebuah senyuman di wajahnya.
Fotografer yang melihat Nikita sudah siap, ia kemudian mengangkat kameranya sambil berkata, "Ayo kita mulai. Berposela dengan santai dan anggap kau sedang berada di tepi pantai menikmati hembusan angin pantai."
Nikita menganggukan kepalanya sambil berpose di depan kamera dengan sebuah senyuman di wajahnya dan sorot mata yang penuh dengan cahaya hingga membuat sang fotografer merasa begitu puas dengan ekspresi yang ditampilkan oleh Nikita meski postur tubuh Nikita belum diatur dengan baik.
Cekrek cekrek...
Dua foto diambil lalu sang fotografer menatap asistennya sambil berkata, "arahkan postur tubuhnya."
"Baik," jawab asisten fotografer sebelum dia menghampiri Nikita dan membantu perempuan itu mengatur postur tubuhnya sebelum pemotretan dilanjutkan.
Maka pemotretan itu berjalan dengan lancar dan Nikita pun segera meninggalkan ruangan pemotretan untuk kembali ke tempat duduknya.
Tetapi ketika dia sudah duduk di kursinya dan mengambil gula-gula dari tasnya, perempuan itu terkejut saat tiba-tiba saja beberapa model datang menghampirinya dan salah seorang model menggebrak meja Nikita dengan keras.
Brak!
"Heh! Kau berani juga melawan kami ya?! Apa kau tidak tahu siapa kami?! Kami adalah senior mu, dan kau harus menghormati kami layaknya seorang junior yang menyanjung senior mereka!! Sekarang juga cepat minta maaf!" Bentak Sang Perempuan dengan rambut berwarna pirang.
Nikita yang duduk di tempatnya kini menatap perempuan berambut pirang itu, dan dia bingung dia harus minta maaf untuk Apa, sebab dari tadi dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun.
Oleh sebab itu, Nikita berkata, "maaf untuk apa?"
__ADS_1
"Astaga!!! Perempuan gila ini, bisa-bisanya kau tidak tahu apa kesalahanmu?! Kau mau mendapat hukuman dari kami?!" Bentak salah seorang perempuan yang menggunakan bando berwarna hijau.
Nikita menyadari bahwa dia berada dalam masalah besar karena sudah menyinggung beberapa perempuan di depannya, namun dia juga tidak mau merendahkan harga dirinya karena dia sama sekali tidak bersalah apapun pada para model itu, sehingga Nikita berkata, "Itu, ak--"
"Ada apa ini?!" Tanya Novita yang tiba-tiba saja muncul ketika dia mendengar sebuah keributan.
Semua model yang ada di sana langsung menatap ke arah Novita dan Nikita pun langsung berdiri lalu menatap ke arah Novita dengan mulut yang bungkam.
Perempuan berambut pirang yang berdiri di samping Nikita langsung merangkul Nikita sambil berkata, "kami hanya berkenalan dengan teman baru kami. Maaf kalau suara kami terlalu ribut."
Nikita mengatup erat-erat giginya mendengar ucapan perempuan berambut pirang itu, dan dia hendak berbicara ketika dia didahului oleh Novita.
"Apa itu benar?" Tanya Novita pada Nikita.
"Tentu saja benar!" Tegas perempuan berambut pirang langsung membuat Novita mengerutkan keningnya menatap perempuan berambut pirang itu.
"Aku tidak bertanya padamu, aku bertanya pada Nikita," ucap Novita sambil memandang Nikita.
Namun perempuan itu menahan suaranya kala ia melihat Novita tampak sedang mengawasinya sehingga dia hanya bisa menahan tangannya yang dipelintir kuat oleh Nikita.
"Benar, kami hanya berbincang santai saja, tapi Kak Novita, Apakah ada sesuatu yang Kak Novita mau bicarakan dengan kami?" Tanya Nikita dengan tangannya terus menambah kekuatan memelintir tangan perempuan berambut pirang sehingga membuat Sang Perempuan berambut pirang kini menggigit bibir bawahnya.
"Ya, pergilah ke kantor Kak Regina, dia memanggilmu ke sana," ucap Novita sebelum dia berjalan pergi meninggalkan semua orang yang ada di sana.
Hal tersebut membuat perempuan berambut pirang langsung mengulurkan sebelah tangannya mendorong Nikita sehingga Nikita pun langsung melepaskan tangan perempuan berambut pirang dan menatap perempuan di depannya dengan tatapan tidak senangnya.
"Kalian hati-hati saja, pemulung tidak memiliki kelembutan seperti yang dimiliki oleh seorang model. Jadi kalau hari ini tanganmu seperti ingin patah, maka lain kali tanganmu benar-benar patah! Dan itu berlaku untuk kalian semua!" Ucap Nikita sebelum dia berjalan pergi meninggalkan para model itu sehingga para model sangat terkejut karena tak menyangka mereka akan digertak oleh seorang mantan pemulung.
"Sial!! Pemulung sialan itu sudah gila! Bisa-bisanya dia menggertak kita?!"
"Kau benar, bukankah kita harus memberinya pelajaran?!"
Perempuan berambut pirang yang sedari tadi hanya diam, ia akhirnya menggertakan giginya dengan kesal sambil berkata, "aku dengar rumor kalau dia sangat disukai oleh Kak Regina, tapi itu hanya berlaku sampai hari ini saja, lihat saja aku akan membuat rencana yang bagus untuknya!"
__ADS_1
"Rencana apa? Katakan pada kami biar kami membantumu!" Ucap perempuan yang menggunakan bando berwarna hijau dengan penuh semangat menatap perempuan berambut pirang yang baru saja berbicara.
Maka perempuan berambut pirang pun segera memberitahu teman-temannya tentang Apa rencana yang ada di dalam kepalanya.
Sementara Nikita yang pergi ke ruangan Regina, perempuan itu akhirnya tiba di ruang Regina dan melihat Regina sudah menunggunya sambil memegang sebuah dokumen di tangannya.
Begitu Nikita memasuki ruangan Regina, maka Regina langsung menyuruhnya duduk sehingga Nikita pun duduk di sofa kosong sambil menatap Regina.
"Kak Regina mau membicarakan sesuatu?" Tanya Nikita.
"Iya," ucap Regina sembari menyerahkan dokumen yang sedari tadi ia pegang.
"Apa ini?" Ucap Nikita sambil mengambil dokumennya dengan wajah bingung.
"Itu adalah beasiswa dari perusahaan kita untuk mu, kau akan mengikuti pelatihan modeling di luar negeri selama beberapa bulan ke depan. Jadi persiapkan dirimu untuk pergi," ucap Regina langsung membuat mata Nikita melotot sempurna karena tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Regina.
Nikita pun membuka dokumen yang ada di pahanya, dan dia terkejut saat mendapati bahasa yang digunakan pada dokumen itu, ada dua bahasa yaitu bahasa nasional mereka dan yang lainnya adalah bahasa Jepang.
"Kak, Aku tidak bisa bahasa Jepang," ucap Nikita yang meski dia bisa berbahasa Inggris karena selama orang tuanya hidup, dia dibiayai untuk kursus bahasa Inggris sejak ia masih duduk di bangku SD sehingga dia pun memiliki kemampuan bahasa Inggris, tetapi untuk bahasa Jepang, tak ada yang ia ingat tentang bahasa tersebut.
"Jangan khawatir, aku sudah memeriksa dan tutornya adalah seseorang yang berbahasa Inggris, jadi kau tidak perlu khawatir. Aku juga sudah menyiapkan kursus bahasa Inggris untukmu sehingga kau bisa belajar dulu sebelum berangkat," ucap Regina.
"Ah, Terima kasih untuk pengaturannya Kak, tapi aku sudah pandai bahasa Inggris, meski tidak terlalu bagus, tapi aku pikir aku bisa menggunakan kemampuanku untuk pergi melakukan pelatihan, jadi tidak perlu membuang-buang waktu untuk membayar biaya kursusku," ucap Nikita.
Regina terkejut mendengar perempuan yang ada di hadapannya pandai berbahasa Inggris, "kau pandai bahasa Inggris?" Tanya Regina.
"Ya, sejak aku SD sampai SMA aku mengikuti kursus bahasa yang dibayarkan oleh orang tuaku karena mereka menginginkan aku memiliki pekerjaan yang bagus yang bisa berkeliling dunia," ucap Nikita dalam bahasa Inggris sangat mengejutkan Regina karena tak menyangka kalau perempuan di depannya benar-benar pandai berbahasa Inggris.
"Bagus, kalau begitu kau bisa langsung berangkat dalam minggu ini, aku sudah meminta seseorang untuk menguruskan paspormu, jadi besok kau akan segera membuat paspor setelah pemotretanmu di pagi hari," ucap Regina.
"Ah, Terima kasih banyak Kak Regina. Aku akan berusaha dengan keras dan tidak akan mengecewakan Kak Regina!" Ucap Nikita dengan penuh rasa bahagia karena tak menyangka dia akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dunia permodelan.
"Tentu!" Ucap Regina merasa senang melihat perempuan di depannya tersenyum.
__ADS_1