Pemulung Idaman CEO

Pemulung Idaman CEO
18


__ADS_3

"Terima kasih Pak!" Ucap Nikita pada ojek online yang datang mengantarnya ke tempat itu, karena tadinya dia dibantu oleh Ivan memasak ojek online tersebut menggunakan ponsel milik Ivan. 


"Sama-sama neng," ucap pria yang datang membonceng Nikita sebelum pria itu melajukan motornya meninggalkan Nikita. 


Nikita pun memandangi kepergian pemotor tersebut sambil berpikir dalam hati, 'menggunakan ojek online jauh lebih murah daripada menggunakan taksi, tapi aku tidak punya ponsel untuk mengordernya,' pikir Nikita dalam hati yang merasa begitu sayang bahwa saat ini dia hanya bisa berpasrah mengeluarkan uang yang lebih banyak dari biasanya karena harus menyewa taksi. 


Meski begitu, Nikita tidak terlalu lama berpikir, perempuan itu dengan cepat memasuki kantor Lalu naik ke lantai 7 untuk menghampiri Mila. 


Tetapi ketika dia baru keluar dari lift dan hendak memasuki ruangan tempat para model berkumpul, tiba-tiba saja Regina menghampirinya. 


"Kau baik-baik saja?" Tanya Regina yang panik menatap Nikita karena dia telah menerima teguran dari asistensi CEO perusahaan utama atas apa yang telah menimpa Nikita. 


Nikita menganggukkan kepalanya, "aku baik-baik saja, tapi ada sesuatu yang perlu kukatakan pada Kak Regina. Ini menyangkut perempuan bernama Mila yang memerintahkanku pergi ke hotel xx," ucap Nikita yang hendak menuruti perintah Ivan untuk mengatakan masalah tersebut pada atasannya. 


"Hah,," Regina menghela nafas dengan panjang dengan perasaan yang begitu kesal karena Mila Sudah berani macam-macam. 


"Aku sudah tahu apa yang terjadi, aku juga telah memecat Mila. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi. Ngomong-ngomong, Apakah kau masih mau tetap menjadi model atau kau sudah punya pilihanmu tersendiri untuk jabatan yang mungkin kau sukai?" Tanya Regina yang merasa bahwa dia perlu memindahkan posisi Nikita karena menjadi model memang memiliki banyak pekerjaan di luar kantor yang mempersulitnya untuk mengawasi Nikita. 


"Ah, Kak Regina Tenang saja, sejujurnya aku juga menyukai pekerjaanku saat ini, meski pekerjaannya sulit tapi aku mau berusaha untuk belajar lebih giat," ucap Nikita dengan penuh keyakinan hingga membuat Regina hanya bisa berpasrah menganggukkan kepalanya. 


"Baiklah, sekarang pergi cari perempuan bernama Novita, dialah yang akan membantumu menggantikan Mila," ucap Regina dijawab anggu kan Nikita sehingga Nikita pun pergi meninggalkan Regina. 


Setelah Nikita pergi, maka Regina berjalan menuju ruangan Doni dan mengetuk pintu ruangan pria tersebut. 

__ADS_1


Tok tok tok...


"Masuk!" Perintah Doni dari dalam ruangan langsung membuat Regina membuka pintu ruangan. 


Setelah memasuki ruangan Doni, Regina berdiri di hadapan Doni dan melihat Doni yang langsung berdiri menyambutnya, "Apa yang membuat--"


"Apa?! Apa?! Bisa-bisanya kau lalai mengendalikan bawahanmu sendiri?! Aku hampir dipecat gara-gara kelalaian perempuan bernama Mila itu, jadi mulai sekarang dia akan dipecat dari perusahaan ini dan Novita yang akan menggantikannya!! Juga, sekali lagi kutegaskan padamu, kalau sampai aku kembali mendengar berita yang tidak mengenakkan tentang Nikita, maka kau juga akan dipecat dari posisimu! Mengerti?!" Bentak Regina pada pria yang ada di hadapannya. 


Doni sangat terkejut dengan bentakan Regina, tetapi pria itu dengan cepat menganggukkan kepalanya, "Baik, tapi Memangnya Apa yang terjadi pada model baru itu?" Tanya Doni yang sama sekali tidak tahu apa yang telah terjadi. 


"Jadi kau tidak tahu?! Bawahanmu yang bernama Mila itu, Dia menyuruh Nikita pergi ke hotel xx untuk melayani seorang pria!! Tunggu! Apakah selama ini perempuan itu telah melakukan hal seperti itu pada model-model lain?" Tanya Regina sambil mengerutkan keningnya. 


Pertanyaan Regina langsung membuat Doni menjadi gugup, tetapi pria itu dengan cepat menggelengkan kepalanya, "tidak mungkin seperti itu, Aku dekat dengan para model, dan mereka semua tidak pernah menceritakan ketidaksukaan mereka pada Mila. Meski begitu, aku akan tetap menyelidiki masalah ini, jadi kau tidak perlu khawatir," ucap Doni. 


Brak!


Begitu pintu ruangan Doni di tutup dengan keras oleh Regina, maka Doni langsung runtuh di kursinya lalu pria itu dengan cepat mengambil ponselnya dan menghubungi Mila untuk menyuruh perempuan itu datang ke ruangannya. 


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Halo," jawab Mila dari seberang telepon. 

__ADS_1


"Kau dimana?!" Bentak Doni pada perempuan di seberang telepon. 


"Aku sudah diseret dari perusahaan, dan sekarang juga temui aku di hotel g! Kalau kau tidak datang dalam waktu 10 menit, maka aku akan menyebarkan video itu!!" Ancam Mila dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri secara sepihak hingga membuat Doni sangat marah. 


"Perempuan sial!!" Gerutu Doni sambil mengepal kuat tangannya sebelum pria itu mengambil jasnya dan segera pergi meninggalkan ruangannya. 


Sementara Nikita yang saat itu bertemu dengan Novita, dia akhirnya berbincang-bincang dengan Novita sebelum Novita membawanya pergi ke sebuah ruangan untuk melakukan perawatan pada wajahnya. 


"Seorang model harus memiliki wajah yang sehat dan terawat supaya dia bisa tampil di depan kamera dengan penuh percaya diri. Ini adalah ruangan khusus untuk mencoba berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan kita, jadi kau juga harus mencoba perawatannya. Nanti aku akan menyuruh seseorang untuk membungkuskan beberapa perawatan yang cocok untuk wajahmu," ucap Novita. 


"Baik, tapi Apakah aku harus membayarnya?" Tanya Nikita yang sama sekali tidak memiliki modal untuk hal-hal seperti itu. 


Novita tersenyum dengan kepolosan perempuan yang bersama-sama dengannya, "Sejak Kau menandatangani kontrak dengan perusahaan kami, maka kau sudah berhak untuk menikmati fasilitas yang ada di sini, dan ruangan ini adalah salah satu fasilitasnya. Semua model bisa menggunakan ruangan ini dan mendapat perawatan di ruangan ini secara gratis. Selain tujuannya untuk melihat Bagaimana manfaat produk yang dikembangkan, juga bertujuan untuk menambah nilai seorang model," ucap Novita langsung dijawab anggukan kepala Regina. 


"Baik," ucap Regina sebelum seorang perempuan menghampiri mereka. 


"Ada yang bisa kubantu Kak Novita?" Tanya Sang Perempuan langsung membuat Novita menganggukkan kepalanya. 


"Berikan dia perawatan terbaik dan juga bungkuskan dia paket perawatan yang cocok untuk nya. Dia adalah model baru di perusahaan kita dan kau harus merawatnya dengan baik, buat jadwal perawatan rutin dengannya," ucap Novita. 


"Baik," jawab Sang Perempuan sebelum perempuan itu menatap Nikita sambil berkata, "silakan ikuti aku."


Nikita pun menganggukkan kepalanya sambil mengikuti perempuan itu hingga mereka tiba di ruangan spa lalu Nikita disuruh duduk di salah satu kursi sebelum perempuan yang bersama-sama dengannya mengambil sebuah keranjang yang berisi berbagai macam produk kecantikan. 

__ADS_1


"Semua produk ini adalah produk buatan perusahaan kita, perusahaan kita sangat terkenal dan memiliki produk-produk yang berkualitas yang diekspor ke berbagai negara. Sekarang biarkan aku memeriksa kondisi kulitmu sebelum menentukan produk mana yang cocok denganmu," ucap Sang Perempuan dijawab anggukan Nikita sehingga Nikita membiarkan perempuan itu memeriksanya. 


__ADS_2