
"Hosh hosh hosh...." Nikita berlari ke lobi hotel xx dengan nafas tersengal.
Perempuan itu langsung menghampiri resepsionis hotel sambil menyerahkan map coklat, "tolong bantu aku memeriksa buku ini, aku disuruh menyerahkan map ini saat tiba di tempat ini!" Ucap Nikita dengan suara terburu-buru dan nafas yang masih tersengal.
Resepsionis hotel mengganggukan kepalanya sambil mengambil map coklat dan segera membuka map coklat tersebut karena dia melihat Nikita sangat terburu-buru dan tampak sesuatu dalam coklat itu sangatlah penting untuk ia periksa.
Resepsionis itu memeriksa selama 1 menit lebih sampai akhirnya ia menatap Nikita sambil berkata, "kau yakin dengan apa yang tertulis di map ini?"
"Ah, itu diberikan atasanku di kantor, Memangnya ada apa?" Tanya Nikita.
"Ah, tidak," jawab Sang Perempuan sambil menggelengkan kepalanya sebelum dia mengambil salah satu kunci ruangan lalu menyerahkannya pada Nikita.
"Cepat pergi ke kamar mu," ucap sang resepsionis langsung membuat Nikita mengambil kunci tersebut dan juga map coklat yang telah dibuka sebelum dia berlari menuju lift dan pergi menuju lantai yang ia tuju.
__ADS_1
Sambil menunggu dia tiba di lantai tujuannya, Nikita menyimpan mapnya ke dalam tasnya, tetapi karena tasnya terlalu kecil maka tas itu tak mampu memuat semua map coklat tersebut sehingga bagian atasnya terlihat.
Meski begitu, Nikita tidak terlalu mempedulikannya, karena yang saat ini ia pikirkan adalah waktu yang sudah berlalu begitu banyak rumah ia bahkan sudah begitu terlambat untuk jadwal yang telah ditentukan.
Ting!
Akhirnya pintu lift terbuka, lalu nih kita dengan cepat keluar dari lift dan berlari untuk mencari kamar yang hendak ia tujuh, namun ketika ia berlari tak sengaja dia menabrak seseorang sehingga Nikita langsung membungkuk pada orang tersebut tanpa melihat Siapa yang ia tabrak.
"Maaf tuan, saya buru-buru, maaf sekali," kata Nikita sebelum dia kembali berlari melanjutkan langkahnya hingga membuat sang pria berbalik menatap Nikita dengan mata menyipit.
Meski begitu, Ivan hanya melihatnya beberapa saat sebelum dia berbalik untuk pergi ketika ia malah melihat map coklat yang tergeletak di lantai dengan isinya yang telah keluar.
'Astaga, Dia sangat ceroboh,' kata Ivan dalam hati sambil mengambil map tersebut dan berlari untuk mencari Nikita.
__ADS_1
Pria itu berpikir bahwa Nikita sangat membutuhkan map itu sehingga dia harus memberikannya pada Nikita sebelum perempuan itu mendapat masalah, namun ketika dia tiba di ujung koridor, dia tidak mendapati Nikita di manapun sehingga pria itu memilih melihat isi map coklat tersebut dan berharap ada petunjuk di sana.
Tetapi pria itu mengerutkan keningnya ketika ia membaca sebuah catatan yang terletak dalam map coklat itu.
*Kepada hotel xx, perempuan ini nomor 7510,* isi surat itu langsung membuat Ivan menggertakan giginya sebelum pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi resepsionis hotel.
Sambil menunggu panggilan teleponnya terhubung, Ivan berdiri dalam kegelisahannya karena takut dia terlambat menyelamatkan Nikita.
"Halo," jawab seorang resepsionis dari seberang telepon.
Ivan berkata, "Aku ing--"
Buk!!!
__ADS_1
Ivan langsung berbalik ketika ia mendengar suara gedebuk yang begitu keras dan melihat seorang pria dilemparkan dari salah satu kamar hingga pria itu meringkuk di lantai dengan wajah yang berdarah.
Ivan berdiri diam di tempatnya sambil memegang erat ponselnya karena tak menyangka Ada hal seperti itu yang akan ia lihat di tempat tersebut.