
Pagi ini, Nikita bangun dengan tubuh yang terasa begitu lelah karena semalam dia bekerja sampai malam sebab ada panggilan kerja tiba-tiba yang ia terima dari salah satu tetangganya yang membuat kue.
Perempuan itu cepat-cepat mandi dan bersiap lalu ketika dia mengambil tas yang beberapa hari lalu ditempati menaruh buku-buku bekas yang ia temukan.
"Semoga hari ini aku mendapat banyak rezeki, dan semoga hari ini Bu Mirna mendapatkan banyak pesanan kue supaya aku bisa membantunya lagi bekerja nanti sore!" Ucap Nikita dalam hati sambil membawa tas besarnya keluar rumah sebelum dia mengunci pintu rumahnya.
Begitu selesai mengunci pintu rumah, Nikita pun berbalik untuk meninggalkan rumah, tetapi ia terdiam di tempatnya ketika melihat 4 orang rentenir yang datang ke rumahnya.
"Cepat berikan kami uang 15 juta untuk 3 bulan penunggakan pembayaran utang mu!!" Tegas salah seorang pria bertubuh tinggi besar.
Raut wajah Nikita langsung berubah sangat buruk, karena dia tidak memiliki uang sebanyak itu, bahkan 1 juta saja, dia tidak memilikinya, apalagi 15 juta?
Oleh sebab itu, Nikita kebingungan di tempatnya harus berkata apa sampai akhirnya sang pria yang melihat Nikita hanya diam saja kini telah hilang sabar dan berjalan mendekati Nikita.
"Kalau kau tidak bayar sekarang, maka kami akan membongkar rumahmu dan mengambil barang-barang berhargamu dan juga rumah ini!!!" Bentak pria bertubuh tinggi besar membuat nikita semakin cemas.
"Maafkan aku, 3 bulan ini aku benar-benar tidak ada pemasukan, dan aku masih punya sedikit uang di sini, kalian boleh membawanya dulu," ucap Nikita langsung membuka pintu rumahnya lalu dia pun pergi mengambil celengannya sebelum keluar memberikan celengan tersebut pada para pria yang ada di sana.
"Ini semua tabunganku, kalian boleh membawanya pergi dan aku akan mengusahakan untuk membayar cicilan bulan depan," ucap Nikita.
Pria yang ada di sana mengambil celengan dari tangan Nikita lalu dengan cepat melemparkan celengan katak itu ke tanah hingga celengannya menjadi pecah.
Pria yang ada di sana mengerutkan keningnya ketika ia melihat uang di dalam celengan itu hanyalah uang receh, bahkan tidak ada satupun uang dengan pecahan 100.000.
Maka sang pria kembali menatap Nikita dengan tatapan melotot, "kau mau membodohi kami?!! Uang segini akan kau gunakan untuk membayar tunggakanmu selama 3 bulan yang senilai 15 juta itu?!!" Bentak sang pria yang merasa hilang sabar menghadapi perempuan di hadapannya.
Nikita mengepal kuat tangannya sambil berkata, "Itu,, aku benar-benar minta maaf, tapi kalian tahu sendiri aku tidak punya pekerjaan, jadi aku kesulitan untuk mendapatkan ua--"
"Sial!!" Bentak sang pria menyelah ucapan Nikita sambil mendekatkan tangannya ke arah Nikita dan mendorong perempuan itu ke dinding, "mau ada pekerjaan atau tidak, Itu bukan urusan kami, karena yang penting bagi kami kau membayar utang uang orang tuamu!!! Tapi karena hari ini tidak ada, maka sekarang juga rumah ini menjadi milik kami!!!" Bentak sang pria sebelum dia mendorong Nikita ke samping lalu pria itu masuk ke dalam rumah.
Melihat itu, Nikita dengan cepat mengikuti sang pria dan menarik pria itu lalu mendaratkan sebuah tinjuan di wajah sang pria.
Buk!
Tinjuan itu adalah tinjuan yang sangat keras dari Nikita, tetapi Nikita terkejut ketika mendapati pria itu hanya menoleh ke samping sebelum kembali menatapnya lalu dengan cepat mengulurkan tangan dan mendorong Nikita ke arah kursi.
Buk!
__ADS_1
Tubuh Nikita membentur kursi sampai kursi itu terjatuh bersama tubuh Nikita.
"Akhh!!" Nikita meringis kesakitan memegangi lengannya yang sempat terjepit oleh kursi ke lantai.
Tetapi belum sempat perempuan itu memeriksa lengannya yang terjepit, dua orang pria lainnya langsung berjalan menghampiri Nikita lalu dengan cepat memegang lengan kiri dan kanan Nikita dan menarik pria itu keluar dari rumahnya.
Buk!
Nikita kembali dilemparkan ke tanah hingga membuat Nikita lagi-lagi meringis karena sakit pada tubuhnya.
"Mulai hari ini rumah ini dan barang-barang yang ada di sini akan menjadi penebus hutang-hutang orang tuamu, Jadi kau tidak boleh lagi tinggal di sini!!!" Bentak sang pria langsung membuat Nikita melototkan matanya dan dia hendak melakukan protes ketika salah seorang pria lainnya mendahuluinya berbicara.
"Jangan memancing emosi kami, kami bisa menyeretmu sampai ke jalan besar dan mempermalukanmu di depan semua orang!!!" Bentak salah seorang pria langsung membuat nyali Nikita menciut, karena lebih baik dia langsung pergi saja dari tempat itu daripada harus menghadapi orang-orang itu ketika dia tahu dia tidak akan menang melawan mereka.
Maka Nikita akhirnya berdiri lalu menatap para pria di depannya dengan air mata berderai di pipinya.
"Tolong,,, paling tidak biarkan aku mengambil foto ayah dan ibuku," ucap Nikita.
"Apa?! Memangnya kau pikir kau siapa sampai kami mau mengasihanimu?!! Cepat pergi dari sini!!!" Teriak sang pria dengan tetapan tajam diarahkan ke arah Nikita hingga membuat Nikita semakin menangis.
'Apa yang harus kulakukan?' ucap Nikita dalam hati sambil banyakkah air matanya dengan tatapan tertuju ke ujung jalan yang membuatnya kebingungan harus kemana dia melangkahkan kaki.
Perempuan itu berjalan entah berapa lama, sampai akhirnya dia memilih duduk di depan trotoar sambil membuka tasnya dan mendapatkan sebuah dompet kuno dari tasnya lalu melihat sebuah foto kecil yang merupakan foto keluarganya.
'Ayah, Ibu, maafkan aku tidak bisa menjaga barang-barang peninggalan kalian. Bahkan sekarang aku mungkin tidak akan bisa menjaga diriku sendiri dengan baik,, hiks hiks hiks,,," Nikita menangis tersedu-sedu dalam kesedihannya.
Nikita masih sementara menangis ketika tiba-tiba saja seorang perempuan datang menghampirinya lalu memperhatikan Nikita dengan seksama hingga membuat Nikita dengan cepat menyeka air matanya lalu menatap perempuan itu dengan tatapan mata yang awas.
Bahkan Nikita langsung berdiri dan memperlihatkan kewaspadaannya.
"Perkenalkan namaku Regina, Aku sedang mencari seorang perempuan cantik yang bisa bekerja denganku. Kau sepertinya bisa untuk posisi yang sedang kucari, ini kartu Namaku," ucap Sang Perempuan di depan Nikita langsung membuat Nikita kebingungan mengambil kartu nama tersebut lalu dia melihat kartu nama itu.
Berasal dari perusahaan beauty kosmetik yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan.
"Kami membutuhkan seorang model untuk produk kecantikan kami dan kami dituntut untuk memperlihatkan seorang model dengan wajah yang sempurna, tidak ada jerawat dan bekas jerawat. Kau terlihat sangat cocok untuk menjadi modelnya, dan kalau kau tertarik, kita bisa berbincang sebentar," ucap regina langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya.
"Tentu!" Jawab Nikita akhirnya membuat kedua perempuan itu kemudian mencari cafe.
__ADS_1
Sambil memasuki sebuah kafe Nikita merasa sangat tidak pantas untuk masuk ke cafe mewah itu Sebab Dia menggunakan pakaian yang sangat kotor dan wajahnya yang sangat lucu juga membuatnya sangat malu.
'tidak apa-apa, lagi pula hanya datang ke sini untuk makan, kalau nanti aku tidak bisa bekerjasama dengan mereka, setidaknya aku mendapat makan gratis,' ucap Nikita dalam hati.
Maka kedua orang itu segera memesan sebelum duduk di sebuah meja yang dikhususkan untuk dua orang.
Begitu keduanya duduk, perempuan di depan Nikita langsung mengambil tablet dari tasnya lalu menyalakan tablet itu dan memperlihatkan beberapa foto pada Nikita.
"Ini adalah contoh-contoh foto dari para model kami, aku berniat untuk menawarimu menjadi sama seperti mereka," kata Sang Perempuan langsung membuat Nikita memperhatikan foto-foto yang ada di tablet tersebut.
Mereka semua tampak cantik dan bersinar, hingga membuat Nikita menjadi minder.
"Maaf, tapi saya tidak punya pekerjaan, tidak punya rumah dan tidak punya apa-apa, lagi pula wajah saya juga pas-pasan seperti ini., Saya juga tidak memiliki kemampuan apapun di depan kamera, Jadi bagaimana bisa saya ditawari untuk menjadi model?" Ucap Nikita yang juga merasa aneh dengan perempuan di hadapannya.
"Ah,,, ini perintah langsung dari CEO di perusahaan utama kami untuk merekrut mu, katanya dia pernah bertemu denganmu dan merasa kalau kau sangat cocok untuk menjadi model di perusahaan kami. Lagi pula, aku melihat struktur wajahmu begitu bagus, dan juga kau tidak memiliki sama sekali jerawat ataupun bekas jerawat, Jadi kau sangat sesuai untuk menjadi model produk kami. Lalu kau tidak perlu khawatir kalau kau tidak pandai berada di depan kamera, semua itu bisa diajari dan dilatih, Sekarang aku sudah menyiapkan kontrak untukmu, kalau kau setuju kau boleh menandatanganinya sekarang, Tapi kalau kau masih punya pertanyaan lain, kau bisa menanyakannya sekarang." Ucap regina langsung membuat Nikita mengerutkan keningnya.
"Maaf, tapi siapa CEO kalian yang pernah melihatku? Aku Hanya mencari uang sebagai pemulung di kota ini, jadi tidak pernah bertemu dengan orang-orang besar," ucap Nikita.
"Ah,, CEO Kami adalah orang yang misterius, dia melakukan pekerjaannya dari sembarang tempat, dan dia suka berkelana untuk mencoba berbagai hal baru. Sampai saat ini aku juga belum pernah melihat wajah CEO kami, jadi aku tidak tahu juga seperti apa rupanya. Tapi Kami adalah perusahaan yang memiliki lisensi, Jadi kau tidak perlu khawatir untuk bergabung dengan kami," ucap regina.
"Ah,, ya, kalau begitu biar ku baca dulu ini," ucap Nikita langsung membuka berkas-berkas di tangannya, dan dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ada di sana karena dia hanya lulusan SMA bahkan juga tidak sampai tamat SMA sehingga perempuan itu kebingungan sendiri.
Regina bisa mengetahui kebingungan perempuan itu sehingga regina berkata, "tanyakan saja padaku kalau ada yang tidak kau mengerti."
"Ah ya,, Sebenarnya aku sama sekali tidak mengerti, jadi Bisakah jelaskan saja kontraknya?" Tanya nih kita sambil menyengir dengan wajah merona karena merasa malu.
"Ya, Baiklah, Jadi kau hanya perlu mengisi biodatamu di halaman Ini, sementara keuntungan yang kami tawarkan adalah akan memberikanmu tempat tinggal dan gaji perbulan senilai 5 juta. Itu adalah gaji pokok, jadi masih di luar tunjangan lainnya yang jika digabungkan bisa mencapai 8 juta. Selain itu, kami akan membimbingmu sampai bisa menjadi model sukses di perusahaan kami, dan juga kami memiliki kerjasama dengan beberapa agensi Jadi kalau kau cukup baik berada di perusahaan kami dan partner Kami merasa tertarik denganmu, Kau bisa menjadi seorang model untuk beberapa produk lainnya terlepas dari produk yang dimiliki oleh perusahaan kami," ucap regina sambil membuka halaman lainnya lalu dia terus menjelaskannya pada Nikita hingga Nikita pun dengan antusias terus mengangguk-nganggukkan kepalanya karena merasa bahwa tawaran yang diberikan perempuan itu sangatlah bagus.
Lagi pula, saat ini Dia tidak punya arah dan tujuan sehingga menerima tawaran itu adalah hal yang tepat sehingga ketika regina selesai menjelaskan semuanya kita dengan cepat menganggukkan kepalanya.
"Aku akan menerima tawarannya. Tapi ngomong-ngomong, apakah aku langsung bekerja hari ini?" Tanya Nikita.
"Perusahaan kami ada di ibukota, jadi kita harus pergi ke ibukota, tapi kita belum pergi sekarang karena masih ada beberapa hal yang harus kulakukan Mungkin kita bisa berangkat besok pagi, namun Hari ini aku bisa membawamu ke hotel kalau kau perlu tempat tinggal," ucap regina langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya.
"Tentu!!!" Jawab Nikita.
"Bagus, kalau begitu silakan isi formulirnya dan tandatangani surat kontraknya," ucap regina langsung membuat Nikita mengisi formulir yang ada di sana.
__ADS_1