Pemulung Idaman CEO

Pemulung Idaman CEO
15


__ADS_3

'Sial, kenapa aku harus bertabrakan dengan pria itu dan harus mengulur waktuku selama beberapa detik?' gerutu Nikita dalam hati ketika dia selesai meminta maaf pada sang pria yang ia tabrak sebelum dia berlari untuk mencari kamar yang ia tuju. 


Dengan jantung yang berdegup kencang dan nafas yang tersengal karena takut dia membuat masalah sebab datang terlambat ke hotel, Nikita melihat satu persatu nomor pada kamar yang ia lewati sampai ia akhirnya menemukan kamar yang ia tuju Dan langsung menekan bel kamar. 


Ding dong!


Ding dong!


Clek!


Pintu kamar langsung dibuka oleh seorang pria yang matanya dengan cepat melihat penampilan Nikita dari ujung kaki sampai ujung rambut. 


Setelah beberapa saat, sang pria yang membuka pintu akhirnya berkata, "Masuklah!" 


Nikita pun menganggukkan kepalanya sambil masuk ke dalam kamar dan melirik sang pria yang mengikutinya dari belakang. 

__ADS_1


Nikita mengerutkan keningnya sambil memalingkan wajahnya dari pria tersebut dan melihat seluruh bagian kamar. 


"Maaf, tapi Apakah pemotretannya dilakukan di sini?" Tanya Nikita yang merasa aneh dengan kamar tempat mereka berada, Sebab di kamar itu tidak ada satupun alat yang Nikita lihat di tempat pemotretannya kemarin. 


Bahkan, tidak ada penata rias di tempat itu, sedangkan Nikita tidak pandai menggunakan make up dan juga tidak memiliki make up untuk ia gunakan. 


Lagi pula, setelah mengelilingkan pandangannya selama beberapa saat, Nikita sama sekali tidak melihat satupun kamera di tempat itu sehingga Nikita menjadi semakin bingung. 


Sementara sang pria yang ditanyai oleh Nikita, pria itu malah mendekati Nikita dengan langkah yang begitu mantap hingga membuat Nikita mundur beberapa langkah. 


"Jangan khawatir, pemotretannya akan kita lakukan sebentar lagi, tetapi sebelum itu kau dan aku harus bersenang-senang terlebih dahulu," ucap sang pria sambil mengulurkan tangannya memegang rambut panjang Nikita hingga membuat Nikita dengan cepat menarik rambutnya dari tangan pria itu dan kembali mundur 2 langkah. 


"Hm,, jangan takut, aku tidak akan melukaimu, malah akan membuatmu seperti terbang ke langit ketujuh," kata Sang pria berperut buncit sambil mengulurkan tangannya menarik pinggang Nikita ke pelukannya. 


Nikita sangat terkejut dan tubuhnya menjadi sangat tegang ketika ia berada di pelukan pria itu sehingga Nikita pun dengan cepat mendorong pria itu. 

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?!!" Bentak Nikita berusaha menjauhi sang pria, tetapi pria tersebut malah mempererat pelukannya pada Nikita hingga membuat Nikita sangat kesal. 


Bahkan saat itu, Nikita belum melakukan apapun ketika tiba-tiba saja Nikita merasakan pantat sebelah kanannya telah diramas oleh pria tersebut hingga membuat Nikita melototkan matanya dan dia dengan cepat menarik lengan pria itu dan membanting pria tersebut ke lantai. 


Buk!


"Pria mesum!!!" Teriak Nikita sambil minggir takkan giginya sebelum dia berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamar tersebut. 


Tetapi ketika Nikita masih sementara membuka pintu kamar hotel yang dikunci, pria yang baru saja dibanting oleh Nikita kini berdiri menghampiri Nikita sehingga ketika Nikita telah membuka pintu hotel, pria tersebut telah meraih dengan Nikita dan menahan tubuh Perempuan itu. 


Hal tersebut membuat Nikita menjadi panik sehingga tanpa sadar dia kembali membanting pria itu keluar dari kamar. 


Buk! 


"Dasar mesum!!" Bentak Nikita sambil melototi pria yang kini tegeletak di lantai. 

__ADS_1


Lalu ketika Nikita melihat ke arah koridor hotel, perempuan itu terdiam di tempatnya saat melihat Ivan berdiri memandang ke arahnya dengan satu tangannya sedang memegang ponsel. 


"Ivan," ucap Nikita dengan tatapan terkunci pada Ivan. 


__ADS_2