
Ting!
Doni kini tiba di salah satu lantai di hotel tempat ia berjanjian bersama dengan Mila.
Pria itu langsung berjalan ke sebuah kamar dengan nomor 0715.
Ding dong!
Ding dong!
Doni menekan bel pada kamar nomor 0715.
Clek!
Pintu akhirnya terbuka memperlihatkan Mila yang langsung memberikan tatapan tajamnya pada Doni, tetapi Doni tidak terlalu lama menatap perempuan itu dan hanya cepat-cepat masuk ke kamar lalu menutup pintu kamar.
Setelah itu, Doni berjalan ke arah kasur dan duduk di tepi kasur sambil melihat Mila yang kini telah duduk di kursi meja rias sambil menatap ke arahnya.
"Hah, Aku ingin kau membuatku kembali bekerja di posisiku! Kalau kau tidak melakukannya, maka semua bukti-bukti perselingkuhanmu denganku akan kubeberkan pada istrimu!" Tegas Mila langsung membuat Doni menghela nafas dengan kasar.
"Haahh! Apa kau gila? Kalau istriku sampai mengetahui tentang perselingkuhan kita, maka bukan hanya aku saja yang akan kehilangan seluruh hartaku dan masuk penjara, tetapi kau sebagai selingkuhanku akan masuk ke dalam penjara karena tuntutan sebagai seseorang yang telah merusak rumah tangga orang lain!! Bukan hanya itu juga, aku juga akan menuntutmu atas pencemaran nama baik Kalau kau sampai menyebarkan video-video itu!" Tegas Doni.
"Heh," Mila tersenyum mengejek, "aku masuk penjara paling hanya beberapa bulan dan tidak akan kehilangan banyak hal, tapi kau?! Segala kekayaan yang telah kau kumpulkan selama ini akan hilang dalam sekejap mata, jadi pikirkan dengan matang dan buat pilihanmu. Kembalikan aku ke posisiku atau kau akan hancur untuk sisa hidup yang masih kau miliki!" Tegas Mila langsung membuat Doni menggertakan giginya.
__ADS_1
"Kau perempuan bodoh, Apa kau tidak tahu kalau bukti kejahatan yang kau lakukan ada di tanganku? Bukti-bukti Bagaimana Kau menjebak semua model yang ada di perusahaan untuk tidur bersama dengan pria hidung belang sehingga kau mendapatkan uang dengan cara memperjualbelikan mereka. Memangnya kau pikir aku tidak memilikinya? Cobalah saja, cobalah ungkapkan segalanya pada semua orang dan kita lihat siapa yang lebih hancur!! Ku tegaskan juga padamu, ibumu sedang sakit di kampung, Bukankah dia akan senang kalau mengetahui berita putrinya di kota?" Ucap Doni sambil tersenyum mengejek sebelum pria itu berdiri lalu dia mendekati Mila dan menjepit dagu perempuan itu menggunakan dua jarinya.
"Kau, Jangan coba-coba berpikir untuk melawanku kalau kau tidak siap untuk kehilangan segalanya!" Tegas Doni sebelum pria itu melepaskan jepitannya pada dagu Mila lalu Doni keluar dari ruangan tersebut.
Setelah keluar, Doni langsung melonggarkan dasinya yang sedari tadi diikat dengan ketat, lalu pria itu meninggalkan hotel dan kembali ke kantornya.
Begitu tiba di kantor, pria itu menghentikan langkahnya saat ia melihat Nikita sedang didandani oleh salah seorang penata rias.
'Apa yang membuat perempuan itu sampai mengancam posisi Regina?' ucap Doni dalam hati sambil menyipitkan matanya menatap nih kita, dan dia harus mengakui kalau ini kita memang sangat cantik dan tubuh Perempuan itu juga sangat bagus.
Bahkan saat ini, ia merasakan sesuatu dalam celananya langsung berdiri hanya karena melihat lekuk tubuh Nikita.
Glek!
Doni menelan air liurnya sebelum pria itu berjalan menghampiri Nikita.
"Aku sudah mengetahui apa yang terjadi padamu, Aku sangat menyesal atas apa yang dilakukan oleh Mila, jadi sebagai permintaan maafku karena sudah menjadi atasan yang tidak pandai memperhatikan karyawannya, Aku ingin mengajakmu untuk makan malam bersama setelah bekerja," ucap Doni.
Nikita pun menatap pria yang duduk Sadi sampingnya, lalu perempuan itu mengukir sebuah senyuman di wajahnya sambil berkata, "tidak perlu minta maaf, lagi pula Apa yang terjadi adalah sebuah musibah. Saya hanya berharap ke depannya tidak ada lagi hal-hal seperti ini yang menimpa para model yang ada di sini. Jadi bapak tidak perlu repot-repot untuk mengajak saya makan malam hanya untuk sebuah permintaan maaf."
Doni mengangkat sebelah alisnya Dan tersenyum dalam hati mendengar kepolosan perempuan yang sedang berbicara dengannya sehingga pria itu kembali berkata, "kau gadis yang sangat baik, hal itu membuatku semakin tidak bisa untuk tidak mentraktirmu makan malam. Nanti setelah jam kantor selesai, tunggu aku di lobby!"
Setelah berbicara, Doni tidak memberikan kesempatan ini kita untuk menolak ajakannya, pria itu langsung berdiri meninggalkan Nikita hingga membuat Nikita mengerutkan keningnya menatap pria yang menjauh darinya.
__ADS_1
Baru saja Doni pergi, penata rias yang sedang merapikan rambut Nikita langsung berkata, "Pak Doni adalah pria yang tampan, banyak perempuan tertarik padanya."
Nikita tersenyum mendengarkan ucapan sang penata rias, "ya, dia memang tampan," ucap Nikita secara asal karena saat ini yang ada di pikirannya adalah Ivan.
'Ivan memang tampan, ia juga memiliki karir yang sangat bagus, jadi pasti ada banyak perempuan yang menyukainya.' ucap Nikita dalam hati sambil menahan helaan nafasnya agar dia tidak terlihat bodoh di depan perempuan yang bertugas menata rambutnya.
Maka dua perempuan yang ada di depan cermin besar, mereka terus terdiam sampai akhirnya Nikita selesai di make over lalu perempuan itu segera menuju ke tempat pemotretan.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya giliran Nikita lah yang akan bekerja, sehingga perempuan itu dengan cepat berdiri di depan kamera dengan dua kipas angin besar diarahkan padanya.
"Kau hanya perlu berdiri dengan tatapan tegas kearah kamera, anggap saja Kau adalah perempuan yang begitu sombong. Bisa diberikan tetapan sombongmu pada kamera dan perlihatkan bahwa kau memiliki kekuasaan dan kehormatan serta segala sesuatu yang patut untuk disombongkan!" Ucap sang fotografer langsung dijawab anggukan Nikita sehingga fotografer pun memberikan kode pada semua orang agar bersiap dalam posisi mereka masing-masing.
Saat itu juga, dua kipas angin besar langsung dinyalakan hingga membuat Nikita terkejut karena ternyata angin yang tertiup dari kedua kipas angin tersebut membuatnya kesulitan untuk tetap berdiri di tempatnya.
Nikita bahkan mundur beberapa langkah sampai akhirnya dia berusaha untuk berdiri dengan stabil di atas kedua high heels yang ia kenakan.
Beberapa model yang saat itu menonton adegan Nikita, mereka Langsung tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha... Sudah kuduga seorang pemulung tidak akan bisa menjadi model!"
"Cara berjalannya menggunakan heels sudah begitu norak, apalagi harus berdiri di depan kamera seperti ini, benar-benar memuakkan!!"
"Entah siapa orang dalam yang bisa membuatnya datang ke tempat ini, tetapi orang itu benar-benar konyol merekomendasikan seorang pemulung untuk menjadi seorang model!"
__ADS_1
"Gila! Semua orang akan membuang produk kecantikan kita kalau mereka tahu bahwa perempuan yang ada di gambar produk tersebut adalah mantan pemulung! Benar-benar menjijikan dan tidak tahu tempat!"
Para model itu tidak menahan suara mereka sehingga Nikita yang berdiri di tempatnya bisa mendengarkan mereka dan saat ini kepercayaan dirinya langsung lenyap 100%.