Pemulung Idaman CEO

Pemulung Idaman CEO
5


__ADS_3

Pada keesokan harinya, Nikita selesai bersiap-siap di apartemennya dan dia menggunakan pakaian yang dibelikan oleh regina untuknya Lalu perempuan itu pun menunggu sambil menahan rasa laparnya sebab kemarin malam dia hanya makan sepotong roti yang tentunya tidak bisa mengganjal rasa laparnya.


"Kenapa orangnya belum datang juga?" ucap Nikita sambil menatap ke arah pintu menunggu bel apartemennya dibunyikan oleh seseorang yang akan menjemputnya untuk pergi bekerja.


Perempuan itu sesekali melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan kalau dia sudah menunggu di sana hampir selama 20 menit.


Tetapi setelah cukup lama menunggu, akhirnya Nikita berdiri dan pergi menghampiri pintu ketika dia mendengar bel apartemennya telah dibunyikan oleh seseorang.


Ding dong!


Ding dong!


Maka Nikita yang tiba di pintu langsung membuka pintu apartemen tanpa melihat dulu Siapa yang datang.

__ADS_1


Ternyata seorang perempuan yang langsung tersenyum pada Nikita sambil berkata, "Saya Dian, Saya ditugaskan datang kemari untuk menjemput nona."


Nikita dengan cepat menganggukkan kepalanya, "tentu, Terima kasih sudah datang menjemputku," ucap Nikita sambil menutup pintu apartemennya sebelum dia mengikuti Dian berjalan ke arah lift.


Begitu keduanya tiba di lift, Dian pun langsung menekan tombol lobby pada lift lalu dia menatap Nikita sambil berkata, "maaf, kalau boleh tahu siapa namamu?"


"Ah, Maaf aku lupa memperkenalkan diri, Namaku Nikita," ucap Nikita sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Dian.


Maka Dian pun menerima uluran tangan Nikita sambil tersenyum hangat, "senang berkenalan denganmu. aku dengar kau berasal dari kota m dan akan bekerja sebagai model di beauty kosmetik?" tanya Dian.


"Jadi Ini pertama kali mu bekerja. Memangnya sebelumnya kau bekerja sebagai apa?" tanya Dian yang merasa penasaran kenapa dia harus datang menjemput perempuan itu untuk diantar ke kantor, padahal dia tidak pernah melakukan hal seperti itu untuk seorang model yang dipekerjakan di perusahaan mereka.


"Ah,," Nikita menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena dia merasa agak malu, "sebelumnya aku tidak memiliki pekerjaan, Aku hanya pergi mengumpulkan sampah dan menimbangnya untuk mendapatkan uang. setidaknya itu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari ku," ucap Nikita sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kau,, jangan bilang kau pemulung?" tanya Dian yang sangat terkejut dengan pekerjaan Nikita.


Ting!


Lift sudah berhenti, hingga kedua perempuan itu keluar dari lift dengan Nikita yang menjawab Dian, katanya, "ya, aku memang bekerja sebagai pemulung, tapi biasanya aku juga mendapat pekerjaan tambahan seperti membantu ibu Mirna membuat kue dan pergi juga oke restoran milik nyonya Gresia membantunya membersihkan ikan."


Dian yang mendengarkan ucapan Nikita, Ia hanya tersenyum tipis saja dan sama sekali tidak mengerti kenapa dia diperintahkan untuk bersikap sangat baik pada perempuan yang bersama-sama dengannya.


Tetapi setelah mengetahui kalau perempuan itu tidak memiliki latar belakang yang bagus dan terlebih hanya seorang perempuan pemulung, maka Dian pun dengan cepat melangkahkan kakinya meninggalkan Nikita hingga mereka tiba di mobil.


"Masuk ke mobil tapi jangan tutup pintunya keras-keras, Aku tidak mau mobilku rusak!" perintah Dian dengan nada suara yang ketus langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya.


"Tentu," jawab Nikita dengan merasa bingungnya karena sikap Dian yang tiba-tiba saja berubah begitu drastis.

__ADS_1


Meski begitu, Nikita tidak mengatakan apapun dan dia hanya memasuki mobil dengan begitu berhati-hati karena tidak ingin merusak mobil milik Dian.


__ADS_2