Pemulung Idaman CEO

Pemulung Idaman CEO
16


__ADS_3

"Ivan," ucap Nikita dengan tatapan terkunci pada Ivan. Jantung Nikita juga berdegup amat kencang karena tak menyangka pertemuan keduanya dengan Ivan akan terjadi di tempat kerjanya. 


"Kau baik-baik saja?" Tanya Ivan langsung berjalan mendekati Nikita dan menarik perempuan itu ke sisinya sambil menatap sang pria yang terbaring di lantai. 


Nikita mengganggukan kepalanya, "ya, aku baik-baik saja," ucap Nikita. 


Sementara pria yang telah dipukuli oleh Nikita, pria itu kini berdiri dan menatap Nikita dengan tatapan penuh kemarahan, tetapi ketika tatapannya berpindah pada Ivan, pria itu langsung menjadi ciut dan dia berdiri dengan tubuh gemetar karena terkejut melihat tangan Ivan yang merangkul Nikita. 


'Ada hubungan apa Ivan dengan perempuan ini?' ucap sang pria dalam hati yang kini merasa cemas dia akan mendapat masalah besar kalau Nikita sampai menceritakan apa yang telah terjadi di dalam kamar. 

__ADS_1


"Ayo pergi dari sini," kata Ivan Setelah dia memastikan pria di depannya sudah mengerti situasinya sehingga dia dan Nikita segera pergi dari sana. 


Sambil berjalan menjauhi pria yang telah membuat masalah dengan nya, Nikita merasa begitu aneh dan dia kembali menoleh ke belakang Lalu melihat sang pria yang langsung runtuh di lantai. 


"Kenapa pria itu sama sekali tidak marah setelah ku pukuli?" Ucap Nikita yang merasa begitu bingung dengan situasi yang sedang terjadi. 


"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?" Tanya Nikita yang merasa heran dengan pria di depannya, karena cara pria itu berbicara seperti sangat mempercayainya bahwa dia sama sekali tidak bersalah padahal dialah yang telah memukuli pria tadi. 


"Kau itu perempuan yang baik-baik, tidak mungkin memukuli pria itu tanpa sebab. Lagi pula aku mendapatkan map coklat ini yang kau jatuhkan ketika menabrakku tadi," ucap Ivan menyerahkan kembali map coklat di tangannya sebelum pria itu lanjut berkata, "aku sudah membaca isinya, Dan kau sudah dijebak oleh seseorang untuk datang ke tempat ini agar kau bisa dipermainkan oleh pria mesum tadi. Siapa yang telah memberikanmu perintah datang ke hotel ini?" 

__ADS_1


Nikita yang menerima coklat dari tangan Ivan, ia merasa bersalah pada pria itu Sebab Dia telah menabrak pria itu dan bahkan tidak meminta maaf dengan benar sebab tadinya dia terlalu buru-buru untuk pergi ke kamar yang ia tuju.


Maka dengan raut wajah penuh rasa bersalah, ini kita menatap Ivan, "Ini,, aku bentar bentar minta maaf karena tadi sudah menabrakmu, tadi aku sangat buru-buru karena aku telah terlambat. Tapi,, aku datang kemari disuruh untuk melakukan pemotretan di tempat ini, jadi aku tidak tahu kalau tadi aku malah bertemu dengan pria mesum. Map coklat itu diberikan oleh salah satu atasanku di kantor, Tapi tidak tahu bagaimana bisa diam berniat jahat padaku," ucap Nikita dengan perasaan kesalnya ketika dia kembali mengingat Mila yang telah menjebaknya. 


Sementara Ivan yang mendengar ucapan nih kita, pria itu menjadi sangat kesal sehingga dia mengatur erat-erat giginya dan berusaha menahan emosinya agar tidak dikeluarkan di depan Nikita. 


"Kalau begitu, lain kali kau harus hati-hati, beritahu masalah ini pada atasanmu supaya dia membantu meluruskan kesalahpahamannya, karena seandainya tadi kau tidak berhasil melepaskan diri dari pria itu, maka kau akan terjebak dalam permainan mereka." Ucap Ivan yang kini merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres di anak perusahaannya sehingga Nikita mengalami sesuatu yang sangat tidak baik. 


"Baiklah, nanti aku beritahukan pada Kak Regina, Terima kasih atas saranmu," ucap Nikita yang merasa begitu senang karena dia kembali bertemu dengan Ivan. 

__ADS_1


__ADS_2