
"Kak regina mendatangi ku lalu menawariku untuk menjadi seorang model," ucap Nikita.
"Apa?! jangan mengarang cerita, itu sangat tidak mungkin!" tegas Dian!
🌞🌞🌞
"Kalau tidak percaya, ya sudah," ucap Nikita yang tidak mau menjelaskan apapun pada perempuan yang bersama-sama dengannya karena dia tahu perempuan itu tidak akan mempercayai apa yang ia katakan Sebab Dia sendiri pun kesulitan untuk mempercayai hal tersebut.
Maka. dua perempuan itu hanya bisa saling diam sampai mereka tiba di sebuah ruangan yang membuat dia menatap semua orang yang sedang sibuk di sana, karena hari itu mereka akan memulai pemotretan dan para model sedang sibuk mempersiapkan penampilan mereka dibantu oleh para penata rias.
"Ikuti aku," perintah Dian pada Nikita sambil berjalan menuju sebuah ruangan terpisah dalam ruangan besar tersebut.
Tok tok tok...
"Masuk!" perintah seseorang dari dalam ruangan langsung membuat Dian membuka pintu ruangan tersebut lalu dia bersama-sama dengan Nikita memasuki ruangan itu.
"Ah, Ternyata kau, apa yang membuatmu tiba-tiba datang kemari?" tanya seorang pria yang berada dalam ruangan.
"Aku disuruh oleh Kak regina untuk mengantar Nikita kemari, dia adalah model baru yang bergabung dengan perusahaan kita." kata Dian langsung membuat Nikita membungkuk ke arah pria yang duduk di hadapannya.
"Selamat pagi Pak, perkenalkan nama saya Nikita," ucap Nikita sebelum dia kembali berdiri tegak sambil mengukir sebuah senyuman di wajahnya dengan tangannya yang begitu erat memegangi paper bag nya.
Bagaimanapun, Ini pertama kalinya Nikita bekerja dan bertemu dengan seorang atasan yang akan membimbingnya, jadi tentu saja hal itu membuat Nikita merasa nervous.
"Ah,, regina memilih seorang model yang cantik, kalau begitu selamat bekerja di sini, Namaku Doni, panggil aku Pak Doni." ucap Doni.
"Baik Pak Doni," kata Nikita kembali mengukir sebuah senyuman lebar di wajahnya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu, tolong bimbing dia dengan baik," ucap Dian pada Doni sebelum Dian berjalan keluar dari ruangan Doni.
Begitu pintu ruangannya ditutup oleh Dian, maka Doni pun langsung memperhatikan Nikita dari ujung kaki sampai ujung rambutnya dan meniti perempuan itu.
Hal tersebut membuat Nikita merasa gugup, karena ia tidak biasa diperhatikan oleh seorang pria, apalagi saat ini mereka hanya berdua saja di dalam ruangan Doni, sehingga membuat Nikita semakin canggung.
"Jangan khawatir, aku tidak akan memakanmu, hanya saja di sini kami membutuhkan model yang benar-benar memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang sempurna, jadi sudah biasa bagi kami untuk melihat penampilan seorang model sebelum kami menerimanya. tapi karena kau langsung direkomendasikan oleh Regina, maka aku tidak perlu lagi melakukan tes apapun padamu. sekarang kau boleh keluar dan cari perempuan bernama Mila untuk mendapatkan pekerjaanmu," perintah Doni langsung membuat Nikita menganggukkan kepalanya.
"baik Pak," jawab Nikita sebelum dia keluar dari ruangan Doni untuk mencari perempuan bernama Mila.
Begitu keluar dari ruangan Doni, Nikita memperhatikan ruangan besar tempat ia berada, di mana ruangan tersebut di sekat menggunakan kaca dan setiap ruangan memiliki model masing-masing yang sedang merias diri mereka.
'Suatu saat aku akan jadi seperti mereka, tapi di mana Aku mencari Mila?' pikir Nikita dalam hati sambil melihat satu persatu tanda pengenal yang digunakan oleh para staff dan beberapa model yang ada di tempat itu.
Nikita terus berkeliling sampai ia melihat perempuan jamu yang menggunakan tanda pengenal dengan tulisan Mila.
Maka Nikita mendekati perempuan itu sambil berkata, "Selamat pagi Kak Mila, aku disuruh oleh Pak DOni menemui Kak Mila dan mendapatkan pekerjaanku."
"Aku,, model," jawab nih kita langsung membuat Mila menganggukan kepalanya memperhatikan wajah Nikita dan dia memang melihat kalau perempuan itu memiliki wajah yang sangat bagus bahkan dengan pori-pori yang sangat kecil sehingga cocok untuk menjadi model kecantikan.
"Ikuti aku," ucap Mila segera membawa Nikita menuju sebuah ruangan lain yang membuat Nikita terkejut karena di dalam ruangan itu penuh dengan alat make up dari rak paling bawah sampai rak paling atas dan bukan hanya satu rak saja di ruangan itu tetapi ada puluhan rak.
"Hari ini adalah hari yang sibuk, Ada 20 model yang akan melakukan pemotretan hari ini," ucap Mila sambil melihat-lihat produk yang ada di sana sebelum dia mengambil beberapa produk dan memberikannya pada Nikita.
"Kau dari agensi mana?" tanya Mila ketika beberapa saat dia berjalan memilah-milah produk untuk diberikan pada Nikita, namun perempuan itu belum berkata apapun.
"Aku, aku tidak berasal dari agensi manapun, tapi aku disuruh kak regina untuk menjadi model dari perusahaan ini," ucap Nikita langsung membuat Mila kembali berbalik menatap Nikita dan mengulurkan tangannya membalikan tanda pengenal Nikita yang dipasang terbalik.
__ADS_1
"Ah,,, kapan kamu mulai bekerja?" tanya Mila.
"Hari ini," jawab Nikita.
"Ahh,,, kalau begitu letakkan semua alat make up itu kembali ke tempatnya lalu temui aku nanti," perintah Mila yang merasa bahwa dia telah membuang-buang waktunya meladeni ini Kita Sementara perempuan itu bukanlah perempuan penting yang harus ia urus.
'Hah,, buang-buang waktu saja , seharusnya tadi aku langsung suruh dia menyapu,' gerutu Mila dalam hati sambil berjalan keluar dari ruangan.
Sementara Nikita yang ditinggalkan, ia terdiam di tempatnya sembari memegangi alat make up yang ada di tangannya, 'Kenapa perlakuannya padaku langsung berubah Setelah dia tahu kalau aku tidak berasal dari agensi manapun dan baru bekerja hari ini?' pikir nih kita dalam hati sebelum dia menyusun kembali produk kecantikan yang ada di tangannya.
Perempuan itu bekerja dengan cepat sebelum keluar dari ruangan dan mencari Mila.
Setelah beberapa saat, Nikita melihat Mila sedang berbincang-bincang dengan salah seorang model.
Maka Nikita menunggu selama beberapa saat sampai Mila selesai berbincang-bincang dengan model tersebut sebelum dia menghampiri Mila.
"Aku sudah selesai merapikan semua alat make up nya," ucap Nikita.
"Sekarang pergi ke dapur dan buat minuman untuk semua orang yang ada di sini!!" perintah Mila sebelum Mila berjalan pergi meninggalkan Nikita hingga Nikita terbengong di tempatnya.
'Apakah kerjaan seorang model adalah membuat minuman?' pikir Nikita dalam hati yang merasa begitu ane, Tetapi beberapa saat kemudian ini kita akhirnya berjalan untuk mencari dapur dan bertanya pada beberapa orang yang ada di sana sampai ia tiba di sebuah dapur.
Nikita pun mulai membuat minuman untuk semua orang, terdiri dari tiga jenis minuman yaitu teh manis, kopi dan teh tawar.
Setelah selesai, Nikita membagikannya pada semua orang sampai semua orang mendapatkan minuman lalu dia kembali menghampiri Mila.
"Kak Mila, aku sudah selesai mem--"
__ADS_1
"Sial!!" gerutu Mila menyela ucapan Nikita, "kalau sudah selesai, maka duduk di pojokan dan Jangan menggangguku!!" bentak Mila sebelum dia berjalan pergi meninggalkan Nikita.
"Dasar karyawan baru, bisa-bisanya dia merepotkan ku di hari yang sibuk ini!!!" gerutu Mila dengan suara yang cetus langsung membuat Nikita menjadi tegang di tempatnya.