Pemulung Idaman CEO

Pemulung Idaman CEO
13


__ADS_3

Keesokan harinya. 


Pagi-pagi sekali Nikita sudah terbangun untuk mempersiapkan dirinya karena ia harus pergi ke hotel xx demi pekerjaannya. 


Perempuan itu bersiap-siap dengan cepat dan memakai pakaian yang diberikan oleh Regina sampai akhirnya dia berdiri di depan cermin dan memperhatikan penampilannya.


'penampilanku masih sama seperti kemarin, dibalut dengan pakaian cantik tapi wajahku kusam dan tidak diberi riasan,' ucap Nikita dalam hati sambil memegang wajahnya yang sama sekali tidak menggunakan riasan, tadinya hanya dicuci menggunakan sabun mandi biasa. 


Setelah beberapa saat berdiri di depan cermin dan menyadari bahwa dia tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah penampilannya, maka perempuan itu memilih untuk berangkat sekarang. 


Setelah mengambil tasnya, Nikita turun ke lantai bawah dan pergi untuk mencari kendaraan umum. 


'Kalau aku naik bus, Aku tidak tahu jalur-jalur bus, Jangan sampai tidak ada jalur bus yang bisa membawa aku ke hotel xx. Tapi kalau aku menggunakan taksi, aku yakin uang yang diberikan Kak Regina ini tidak akan cukup untuk satu bulan,' ucap Nikita dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya. 


Perempuan itu berada dalam suasana hati yang tidak tenang memikirkan cara dia bertahan hidup selama satu bulan berikutnya. 


Ketika Nikita sedang bingung menunggu, perempuan itu akhirnya mendapat sebuah ide dan memilih berlari cepat ke arah halte bus dan melihat beberapa orang yang sedang menunggu bus di sana. 


Nikita menghampiri salah seorang perempuan paruh baya, "Maaf, saya mau bertanya, Apakah ada rute bus yang mengantar ke hotel xx?" Tanya nikita dengan harapan perempuan itu akan memberinya sebuah jawaban bagus. 

__ADS_1


"Ah,, kau anak muda mau pergi ke hotel xx?" Sang Perempuan memperhatikan Nikita dengan tatapan mengeriryit. 


Nikita menganggukkan kepalanya, "ya, Saya mau pergi ke sana karena ada urusan pekerjaan," ucap Nikita dengan perasaan bingungnya karena dia bisa melihat tatapan ibu-ibu yang bersama-sama dengannya tampak aneh. 


"Tidak ada bus yang sampai ke hotel tersebut, tapi kalau kayak naik bus kau bisa berjalan sekitar 15 menit baru tiba ke hotel tersebut," ucap sang perempuan sambil melihat ke arah sebuah bus yang datang ke arah mereka sehingga perempuan itu lanjut berkata, "bus ini bisa membawamu ke sana ke rumah tapi masih harus berjalan kaki sampai tiba di hotel xx, apa kau tidak keberatan?"


Nikita dengan cepat menganggukkan kepalanya, "Tentu saja tidak, saya sudah biasa jalan kaki," ucap Nikita. 


"Kalau begitu ayo kita naik," kata ibu paruh baya tersebut langsung membuat Nikita kembali menganggukkan kepalanya hingga mereka akhirnya menaiki bus tersebut. 


Nikita pun duduk bersama ibu-ibu itu sampai akhirnya ibu-ibu tersebut berkata, "kau bisa turun di sini, lalu berjalanlah kalau orang tersebut sampai kau menemukan sebuah hotel xx."


Sambil berjalan ke dalam lorong, Nikita mengerutkan keningnya dengan bingung, 'kenapa aku merasa aneh? Hotelnya ada di dalam lorong?' pikir Nikita dalam hati. 


Meski merasa aneh, tapi Nikita tidak mengatakan apapun dan dia hanya terus berjalan sampai akhirnya ia melihat sebuah hotel yang ditulisi hotel xx. 


Merasa hotelnya sudah ia temukan, maka Nikita pun merasa lega dan langsung masuk ke hotel tersebut Lalu menghampiri sang resepsionis hotel. 


"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya perempuan yang berjaga di meja resepsionis sambil memperhatikan penampilan Nikita dari ujung kaki sampai ujung rambut. 

__ADS_1


Wajah perempuan itu juga tampak begitu sirik melihat pakaian yang dikenakan oleh Nikita, sehingga membuat Nikita semakin tidak nyaman. 


Meski tidak nyaman kau mandi kita tetap berkata, "Aku mau pergi ke ruangan nomor 723, tapi--"


"Kalau begitu Kau bisa menggunakan lift itu ke lantai 7 dan pergi ke ruangan 23!" Ucap sang sebelum dia mengalihkan pandangannya dari Nikita sebagai pertanda bahwa dia tidak mau lagi berbicara dengan Nikita. 


"Maaf, tapi saya disuruh menyerahkan ini ke resepsionis hotel saat datang kemari," ucap Nikita menyerahkan map coklat yang ada di tangannya hingga membuat perempuan yang bersama-sama dengannya kini menjadi semakin kesal mengambil barang tersebut. 


Tetapi ketika ada resepsionis hotel itu melihat isinya, Sang Perempuan terkejut lalu menatap Nikita dengan tatapan anehnya, "kau ini, kau datang ke hotel yang salah, hotel ini adalah hotel xx yang merupakan cabang dari hotel xx utama. Kau lihat di sini?! Alamatnya sudah tertera di sini!!!" Ucap Resepsionis menyerahkan kembali map tersebut kepada Nikita hingga Nikita menggigit bibir bawahnya dengan perasaan yang tak karuan. 


"Maaf, berapa lama perjalanan dari tempat ini ke hotel utama?" Tanya Nikita. 


"Kalau kau menggunakan taksi, mungkin saja sekitar 1 jam, Sekarang pergilah dari sini dan Jangan menggangguku!!" Tegas sang perempuan langsung membuat wajah Nikita menjadi semakin tak karuan karena dia akan terlambat. 


Meski begitu, Nikita tidak mengatakan apapun lagi dan hanya keluar dari hotel tersebut Lalu melihat beberapa pasang pria dan wanita memasuki hotel dengan langkah cepat. 


"Sayang cepat-cepat lah,aku sudah tidak sabar menghabiskan waktu denganmu!"


"Uh,, sayang..."

__ADS_1


Nikita mengerutkan keningnya mendengarkan percakapan dua orang itu yang terdengar begitu vulgar di tempat umum. 


__ADS_2