
"Hah! Kau keluar saja dari ruangan ini, jangan membuang-buang waktuku!" Bentuk sang fotografer pada Aqila hingga membuat para model yang ada di sana dengan cepat melihat ke arah Aqila Karena penasaran Mengapa perempuan itu dimarahi.
Para model yang bersama-sama dengan laki-laki ini menatap Aqilah, dan mereka semua mengerutkan kening mereka melihat Aqila yang terus menggaruk wajahnya.
"Ada Apa denganmu?" Tanya salah seorang perempuan yang berada di samping kanan Aqila.
"Wajahku sangat gatal," kata Aqila sambil berjalan meninggalkan semua orang untuk memeriksa wajahnya.
Perempuan itu segera pergi ke toilet, dan berdiri di depan cermin untuk melihat wajahnya yang begitu gatal.
"Wajahku baik-baik saja, tidak ada yang salah, tapi kenapa semuanya terasa begitu gatal?" Gerutu Aqila sambil terus menggaruk-garuk wajahnya yang sangat menyiksanya.
Beberapa saat perempuan itu terus menggaruk wajahnya sambil memperhatikan wajahnya di cermin, akhirnya seorang temannya menghampirinya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya sang perempuan sambil memperhatikan wajah Aqilah yang mana saat ini make up perempuan itu telah belepotan karena terus digaruk oleh Aqila.
Aqila pun menatap temannya, "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi wajahku dan leherku sangat gatal aku tidak bisa berhenti menggaruknya! Tapi kau lihat sendiri, kulitku tidak kenapa-kenapa kau mati tidak akan kemerahan seperti kulit Nikita!" Tegas Aqila yang mana tangannya belum berhenti menggaruk wajahnya.
__ADS_1
"Astaga, kau terlihat sangat buruk, kau harus pergi ke dokter sekarang!" Ucap Sang Perempuan langsung membuat Aqila melototkan matanya menatap temannya.
"Kalau aku pergi sekarang, Bagaimana dengan pemotretannya?" Tanya Aqila yang jelas tahu dia akan dimarahi oleh semua orang karena menjadi salah satu orang yang merusak pemotretan hari itu, padahal pemotretan hari itu adalah pemotretan yang penting.
"Hah,,, fotografernya sudah pergi meninggalkan semua orang. Dia sangat marah dan kalaupun kau tetap tinggal di sini, tidak ada yang akan terjadi!" Ucap Sang Perempuan mengejutkan Aqila karena tak menyangka kalau fotografer sudah sangat marah.
Padahal, fotografer yang bekerja bersama-sama dengan mereka memiliki sifat yang sangat pendendam pada seseorang yang mengacaukan harinya.
"Astaga,,," Aqila menggertakan giginya ke mata tapi dia tidak punya pilihan lain selain pergi dari tempat itu.
"Dia tiba-tiba menjadi gatal-gatal, apa jangan-jangan dia tidak sengaja menggunakan make up yang kita sediakan untuk pemulung itu?" Ucap salah seorang perempuan dengan wajah cemasnya.
Perempuan berambut pirang pun mengerutkan keningnya menatap pintu yang tertutup, dan dia sangat yakin kalau Aqila telah menggunakan make up tersebut hingga perempuan itu merasa cemas bahwa Aqila yang akan menyebarkan semuanya kalau sampai terjadi apa-apa pada wajah perempuan itu.
Tetapi karena dia tidak mau disalahkan, maka perempuan berambut pirang berkata, "aku rasa tidak, wajahnya tidak kemerahan, jadi dia pasti mendapatkan gatal-gatal itu dari tempat lain. Satu lagi, kalian tidak boleh lagi membicarakan masalah ini, Kalau sampai ada orang yang mendengarnya, maka kita semua akan berada dalam bahaya!"
Setelah berbicara, sang perempuan berambut pirang langsung meninggalkan semua teman-temannya.
__ADS_1
Salah seorang perempuan pun langsung menatap semua teman-temannya sembari berkata, "aku sangat cemas. Semoga saja apa yang kita lakukan tidak terbongkar, atau kalau tidak kita semua akan ada dalam masalah besar!"
"Hah,,, Masa bodoh, Hari ini aku ada janjian dengan seseorang, jadi aku harus pergi sekarang."
"Aku juga, hari ini pemotretan sudah hancur jadi aku rasa sampai sore nanti tidak akan ada pekerjaan bagi kita."
Maka semua perempuan yang ada di sana langsung berpisah untuk pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing.
Sementara di rumah sakit, dokter yang baru saja memeriksa keadaan Ninita, ia kini mengambil sebuah sabun dari tempat obatnya.
"Cepat cuci mukamu menggunakan sabun ini! Gunakan kamar mandi yang ada di sana!" Perintah sang dokter.
"Baik," jawab Nikita.
Novita yang ditinggalkan oleh Nikita kini menatap sang dokter sambil berkata, "Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Dia menggunakan bubuk gatal di wajahnya," jawab sang dokter sangat mengejutkan Novita.
__ADS_1