
Pada keesokan paginya, Nikita tiba di kantor dengan perasaan penuh bahagia sambil berjalan memasuki kantor lalu menaiki lift.
Saat berdiri dalam lift, Nikita memegang erat tali tasnya sambil bersandar ke dinding lift memperhatikan banyak orang yang ada di hadapannya juga sedang menumpangi lift yang ia tempati.
'Sangat singkat aku berada di sini dan sebentar lagi aku akan meninggalkan perusahaan ini untuk pergi mengikuti pelatihan modeling di luar negeri. Aku sangat beruntung bertemu dengan Kak Regina dan akhirnya bisa memiliki pengalaman yang menakjubkan,' ucap Nikita dalam hati dengan perasaan penuh semangat meluap-luap dalam hatinya.
Perempuan itu terus berdiri sampai akhirnya berhenti lalu Nikita keluar dari lift dan pergi menuju ruang rias karena hari itu dia memiliki sebuah pemotretan untuk konsep iklan produk mereka.
Setelah tiba di ruang rias, Nikita melihat ada banyak model lain yang sedang dirias sehingga Nikita menunggu dengan duduk di salah satu kursi sambil menggambar di sebuah buku catatan yang ia bawa dari apartemennya.
Karena Nikita hanya fokus pada bukunya, maka perempuan itu tak menyadari ketika seorang model berambut pirang memperhatikan Nikita sambil tersenyum mengejek.
'Lihat saja, pemotretanmu hari ini akan berjalan dengan sangat buruk dan akan menjadi sebuah pengalaman yang membuatmu trauma!' ucapkan perempuan berambut pirang sambil berjalan ke meja rias dan berpura-pura berbincang-bincang dengan penata rias yang sedang merias salah seorang temannya.
Ketika dia dan penata riasnya sedang berbincang-bincang, maka perempuan berambut pirang bekerja sama dengan temannya langsung menukar alat kosmetik yang ada di atas meja sebelum perempuan berambut pirang itu keluar dari ruang rias dengan sebuah senyum kemenangan terukir di wajahnya.
"Mampus kau!!!" Ucap perempuan berambut pirang dengan suara yang pelan bersamaan dengan Nikita yang duduk dalam ruangan rias kini telah dipanggil oleh penata rias untuk duduk di kursi.
"Kemarilah biar ku rias kau," ucap sang penata rias dijawab anggukan Nikita sehingga Nikita pun pergi menggantikan teman perempuan berambut pirang duduk di kursi.
"Hari ini kalian akan melakukan pemotretan untuk konsep iklan produk kita, jadi Aku akan memberikanmu riasan yang sedikit berbeda dari beberapa waktu yang lalu." Ucap Sang Perempuan sambil mengambil kapas dan pencuci muka lalu mulai membersihkan wajah Nikita.
"Kalau boleh tahu, apa konsep untuk hari ini?" Tanya Nikita yang belum tahu apapun tentang konsep hari itu, karena biasanya dia memang baru diberitahu Apa tema pemotretannya setelah ia menghampiri fotografer.
"Aku juga tidak tahu, tetapi aku hanya disuruh mendandanimu sesuai dengan segala sesuatu yang tertulis di sini," kata Sang penata rias sambil menyerahkan beberapa lembar kertas pada Nikita yang berisi pedoman tema riasan pada hari itu.
Nikita pun mengambil kertasnya dan membacanya, tetapi informasi yang ada di sana hanyalah tentang riasan yang diberikan padanya yaitu produk yang dipakaikan pada Nikita dan juga teknik yang digunakan untuk merias Nikita.
Maka, Nikita tidak terlalu banyak berbicara sampai riasannya selesai lalu perempuan itu berjalan ke ruang pemotretan dan melihat ruang pemotretan tanpa ke lebih ramai dari hari-hari biasanya.
__ADS_1
"Apakah semua model telah lengkap?" Tanya sama fotografer ketika ia melihat kedatangan Nikita.
"Belum, masih ada satu lagi yang sementara di rias," ucap salah seorang model yang duduk sambil memainkan ponselnya.
Mendengar hal tersebut, maka sang fotografer pun tidak mengatakan apa-apa lagi dan dia hanya duduk sambil menunggu sang model selesai dirias.
Maka Nikita pun berjalan ke salah satu kursi kosong untuk duduk di sana.
Tetapi ketika Nikita duduk di kursi itu, tiba-tiba saja kursinya tampak bergoyang hingga kemudian roboh ke lantai.
Buk!
Suara Nikita yang jatuh ke lantai langsung membuat semua orang menatap ke arah Nikita dengan beberapa perempuan tertawa kecil atas kejadian tersebut.
"Ah,, kau baik-baik saja?" Tanya asisten fotografer yang langsung menghampiri Nikita dan membantu Nikita berdiri.
"Ya, Jangan khawatir, aku baik-baik saja," ucap Nikita sambil memperhatikan kursi yang ada di hadapannya yang tampaknya memiliki bekas gergaji di sana hingga membuat Nikita merasa aneh.
Tetapi ketika dia kembali memperhatikan seluruh ruangan tersebut, Nikita mendapati bahwa hanya ada satu kursi itu yang kosong yang tampaknya memang ditinggalkan untuknya.
"Astaga!" Tiba-tiba suara asisten fotografer langsung menarik Nikita dari pemikirannya lalu menatap sang asisten fotografer yang kini memegangi rumbai gaun yang dikenakan oleh Nikita.
"Gaunmu robek, ini tidak akan bisa untuk digunakan dalam pemotretan hari ini," ucap sang asisten fotografer.
Nikita pun terkejut melihat robek pada gaunnya yang memang sangat besar, sehingga Nikita mengulurkan tangannya memegang rumbai gaunnya dengan rasa cemasnya.
"Saat aku mengenakannya, gaun ini belum rusak," ucap Nikita yang merasa cemas bahwa dia mungkin akan disuruh untuk mengganti gaun tersebut dan tentunya harga gaun itu tidaklah murah.
Yang lebih penting, meski harga gaun itu cukup murah, namun dia tidak memiliki uang untuk membayar ganti rugi atas kerusakan gaun tersebut.
__ADS_1
"Pergi hampiri Novita dan katakan padanya tentang kerusakan gaun ini," ucap asisten fotografer langsung dijawab anggukan Nikita sehingga Nikita pun pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk menghampiri Novita.
Setelah Nikita keluar dari ruangan, maka perempuan berambut pirang langsung tersenyum mengejek sambil berkata, "dia memang cocok menggunakan pakaian yang telah rusak."
Seorang perempuan yang duduk di samping perempuan berambut pirang langsung menyenggol lengan perempuan berambut pirang sambil berkata, "pelankan suaramu, Fotografer akan memarahi kita kalau kita sampai membuat keributan.
Perempuan berambut pirang yang mendengar ucapan temannya hanya berdelik tidak perduli sebelum dia duduk dengan tenang menunggu saat-saat di mana keributan akan kembali terjadi karena gaun yang telah rusak.
"Gaun itu seharga 2 juta, dia akan mendapat masalah besar karena telah merusak gaun tersebut!" Ucap perempuan berambut pirang dengan suara yang kini dipelankan.
"Rencanamu memang benar-benar bagus, dia akan menanggung kerugian atas kerusakan gaun tersebut dan juga pemotretan hari ini akan menjadi kacau karena dia!!" Kata teman perempuan berambut pirang yang tidak sabar mereka segera dimulai.
"Biar aku pergi mengecek perempuan itu," ucap Sang Perempuan lainnya sambil berdiri lalu pergi keluar dari ruang pemotretan untuk mencari Nikita karena dia penasaran Bagaimana Nikita dimarahi dan apa yang terjadi pada gaun yang dikenakan oleh Nikita.
Maka setelah mencari beberapa saat, akhirnya perempuan tersebut memakan Nikita yang sedang berbicara dengan Novita di sebuah lorong.
"Bagaimana bisa gaunnya rusak seperti ini?" Tanya Novita sambil memperhatikan kerusakan pada gaun Nikita.
"Aku juga tidak tahu, tetapi sepertinya kerusakan itu terjadi saat aku jatuh dari kursi yang rusak," kapan Nikita.
"Kursi yang rusak?" Tanya Novita yang merasa aneh dengan insiden kursi yang rusak.
"Iya," jawab Nikita sambil menganggukkan kepalanya hingga membuat kening Novita berkerut.
"Bagaimana bisa ada kursi yang rusak yang kau duduki? Semua peralatan di lantai ini baru diganti Beberapa bulan yang lalu, Jadi tidak mungkin ada kursi yang sudah rusak!" Ucap Novita.
Nikita mengangguk, "aku juga berpikir seperti itu, tetapi aku melihat ada bekas potongan yang disengaja pada kaki kursinya, jadi aku rasa seseorang sengaja melakukannya." Ucap Nikita.
Perempuan yang menguping pembicaraan Nikita dan Novita langsung melototkan matanya setelah mendengarkan ucapan Nikita karena tak menyangka bahwa Nikita akan menyadari hal tersebut.
__ADS_1
Maka perempuan itu dengan cepat berlari meninggalkan Nikita dan Novita untuk menghampiri teman-temannya memberitahukan informasi yang ia dapatkan