PENA ALINDYA

PENA ALINDYA
06. Saturday


__ADS_3

...'Jika kau mengambil selangkah mundur menjauhiku....


...Aku akan mengambil selangkah maju ke arahmu.'...


..._Reynaldi Pratama_...


Sepulang sekolah Alindya seperti biasa mengikuti les yang diadakan oleh gurunya. Senin dan Rabu Alindya mengikuti les Matematika. Selasa dan Kamis ia mengikuti Les Biologi. Jumat ia harus mengikuti Ekstrakurikuler KIR. Dan di hari Sabtu ia diwajibkan mengikuti Ekstrakurikuler Pramuka. Eskul satu ini memang diwajibkan untuk kelas X dan kelas XI.


Hari ini hari Sabtu, artinya sepulang sekolah Alindya harus mengikuti latihan Pramuka. Setelah selesai mengganti seragamnya dengan seragam Pramuka. Alindya bersama kelima temannya memasuki lapangan. Guna mengikuti upacara pembukaan. Setelah upacara selesai, pembina Pramuka membagi murid menjadi beberapa kelompok. Hari ini mereka akan belajar tentang materi tali temali.


Ketika akan memulai kegiatannya. Pak Karyono yang berada di samping lapangan memanggil Alindya. Sontak Alindya menghampiri guru matematikanya itu. Ternyata ia diharuskan belajar materi tambahan mata pelajaran matematika. Hal ini untuk menambah pengetahuan Alindya. Karena 2 Minggu lagi Alindya akan mengikuti Olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten di salah satu Universitas Negeri. Alindya mewakili kelas X, Fatikhatul Azizah mewakili kelas XI, Dan Ade Selamet Firdaus mewakili kelas XII.


Setelah Pak Karyono meminta ijin pada pembina Pramuka. Akhirnya Alindya pun mengikuti pelatihan tambahan matematika di samping lapangan. Alindya terus fokus pada materi dan soal-soal yang disediakan. Materi kali ini adalah Integral trigonometri. Alindya sudah tahu materi ini karena sebelumnya ia sudah mempelajari secara otodidak. Jadi tidak terlalu sulit baginya ketika diharuskan mengulang dan mengerjakan soal-soal yang ada.


Ketika asyik mengerjakan latihannya itu. Tiba-tiba Alindya reflek menoleh ke arah Reynaldi. Alasannya sudah pasti karena teman-teman Reynaldi terus memanggil namanya. Terlihat Rey sedang fokus menggeluti materi yang di ajarkan oleh pembina Pramuka. Rey tersenyum ke arah Alindya kemudian mengepalkan tangan sembari mengucap kata " semangat". Alindya hanya membalas dengan senyuman kemudian Alindya fokus kembali pada kegiatannya.


"Udah boy jangan ngeliatin si Neng Mulu." Goda Javas Athaya.


Fyi,Reynaldi memang kerap dipanggil 'Boy' oleh teman-temannya.


"Si Neng makin manis ya kalau lagi fokus gitu." Ucap Syauqi Arjune kemudian.


Dengan reflek Rey memukul kepala Arjune.


"Jangan macem-macem Jun." Tegas Rey.


"Canda doank boy." Jawab Arjune sembari senyum-senyum dan mengangkat tangannya membentuk huruf V.


Javas hanya terkekeh melihat nasib Arjune saat itu.


"Elo beneran suka sama Alindya boy?" tanya Javas dengan hati-hati.


"Keliatannya aja gimana?" jawab Rey dengan enteng.


"Mana kita tahu boy, elo kan playboy kelas kakap." Celetuk Arjune.


"Elo mau gue jeburin ke sumur belakang sekolah Jun." Ucap Reynaldi.


"Ya elah, sadis amat sama teman sendiri." Ucap Arjune.


"Emang elo teman gue Jun? Sejak kapan?? Enggak inget gue." Ungkap Rey sembari tangannya sibuk dengan tali dan bambu di depannya.


Arjune hanya bisa mengelus dada mendengar penuturan Reynaldi. Sementara Javas dan Reynaldi bertos ria sembari tertawa.


Di lain sisi, Alfa menghampiri Alindya. Pak Karyono sedang pergi ke kantor dikarenakan harus mengambil sebuah buku. Jadi Saat itu Alindya hanya sendirian di pinggir lapangan sembari fokus pada tugas-tugasnya. Alfa sendiri baru keluar dari kelas.

__ADS_1


"Lin ... !!" panggil Alfa.


Sontak Alindya menoleh sembari tersenyum kecil.


"Lin kayanya hari ini kita enggak bisa pulang bareng. Gue di suruh jenguk Bayu yang lagi sakit sama Bu Alfi. Elo enggak papa kalau pulangnya sendirian?" Ungkap Alfa.


"Enggak papa ko Al, salam buat kak Bayu." Jawab Alindya sembari tersenyum.


"Ok kalau gitu, kabarin kalau udah nyampe rumah ya." Ucap Alfa kemudian Ia pergi sembari menenteng gitar kesayangannya.


Alindya terus memperhatikan kepergian Alfa. Setelah punggung Alfa menjauh dan hilang di telan kerumunan murid-murid. Ia pun kembali fokus pada tugasnya. Bersamaan dengan itu Pak Karyono datang dan memberitahukan bahwa latihan hari ini sudah cukup. Alindya akhirnya membereskan buku-bukunya. Kemudian ia berpamitan kepada gurunya itu dan berlalu dari sana.


Di gerbang sekolah, Alindya berdiri menunggu jemputan dari supir pribadinya.


Tiba-tiba Reynaldi menghampiri Alindya dengan motor Honda CB150 Verza hitam miliknya. Alindya menoleh sembari memberi senyuman kecil.


"Mau gue anterin enggak Lin?" tanya Reynaldi.


"Enggak usah deh Rey. Gue dijemput sama supir gue ko." Ungkap Alindya.


"Enggak papa sama gue aja. Kita kan searah Lin." Ucap Reynaldi penuh harap.


Alindya diam sejenak kemudian menyetujui ajakan Reynaldi. Selang beberapa menit motor Honda CB150 Verza merah milik Javas dan motor Honda CB150 Verza Biru milik Arjune datang.


"Thanks for giving me a chance." Ungkap Rey dengan suara pelan sembari terus fokus pada kemudinya.


"What do you mean?" tanya Alindya.


"Enggak papa lupain aja Lin." Jawab Reynaldi.


Setelah sampai di depan rumah Alindya. Alindya turun dari motor Reynaldi. Reynaldi menarik tangan Alindya kemudian membantu Alindya melepas helm di kepalanya. Sungguh Jantung Alindya berdetak tidak karuan. Apalagi melihat wajah Rey dengan jarak sedekat ini. Di lain sisi Javas dan Arjune saling senyum hendak menggoda kedua insan di depannya. Tapi mereka urungkan karena takut merusak suasana romantis teman mereka itu.


"Thanks ya Rey." Ucap Alindya sembari menjauh dari radar Reynaldi.


"Iya sama-sama, jangan lupa makan terus istirahat elo pasti capek kan." Ujar Rey.


Alindya hanya mengangguk.


Kemudian motor Rey, Javas, dan Arjune meninggalkan pekarangan Alindya. Alindya masuk disambut dengan kehadiran bundanya di depan pintu.


"Itu siapa sayang?" tanya Bunda Lilis Hermawan.


"Temen bunda." Jawab Alindya.


"Yakin temen?? Tumben enggak sama Alfa?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Al harus jenguk kak Bayu yang lagi sakit Bun. Jadi enggak bisa bareng sama Alindya pulangnya." Ungkap Alindya dengan jujur.


Bunda Lilis hanya membalas dengan anggukkan atas penuturan putrinya itu. Kemudian ia menyuruh Alindya untuk masuk dan membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan diri. Alindya beranjak mencari gadgetnya. Guna memberitahukan Alfa bahwa ia sudah sampai di rumah.


_______________________________


Alindya Sheila Puteri


Al gue udah sampai di rumah


^^^Alfarezi Kavindra^^^


^^^Ok kalau gitu..^^^


^^^Satu jam lagi gue datang ke rumah elo. Siap-siap ya Lin^^^


Alindya Sheila Puteri


Ha?? Elo enggak capek? Btw emang mau ngapain?


^^^Alfarezi Kavindra^^^


^^^Main lah, enggak ko. Di rumah mama sama papa lagi pergi, gue bosen.^^^


Alindya Sheila Puteri


Aurora ikut juga Al?


^^^Alfarezi Kavindra^^^


^^^Iya makannya gue mau ke rumah elo Lin^^^


Alindya Sheila Puteri


Ok


Beliin martabak telor sama Ice chocolate ya Al !!!


^^^Alfarezi Kavindra^^^


^^^Siapppppp^^^


_____________________________

__ADS_1


__ADS_2