Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 10


__ADS_3

"Assalamualaikum..." Ucapku seraya membuka pintu rumah yang masih tertutup rapat.


"Waalaikumsalam..." Jawab Ummi yang tiba-tiba datang dari ruang keluarga. Aku pun langsung menghampiri nya dan mencium tangannya.


"Ko Ummi sendiri nonton TV nya? Abi mana? Tanyaku sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Abi.


"Lho...kamu tak bersama Abi? Tadi kata Abi dia kemesjid, Ummi kira kamu bersama Abi..."


"Tidak Ummi, Syifa pergi sendiri aja tadi.."jelasku.


"Assalamualaikum..."ucapan salam terdengar tiba-tiba dari pintu depan dan disambut dengan balasan. 


"Nah itu Abi.."tunjuk Ummi.


"Abi..."ucapku sambil menyalami tangannya lalu berganti dengan Ummi.


"Ada apa nak? Kamu cari Abi? Apa ada sesuatu yang ingin dibicarakan? Tanya Abi padaku dan diikuti anggukan kepala ku.


"Yaudah sini, duduk dulu..."ucap Abi sambil menepuk-nepuk sofa yang dia duduki. Aku pun mengiyakan ucapannya.


"Abi mau minum apa? Biar Ummi siapkan.."kata Ummi yang masih berdiri.


"Gak usah Ummi..."tolak Abi halus.


"Ya sudah kalau Abi gak mau, Ummi gak memaksa..."ucap Ummi tersenyum.


"Nak kamu mau bicara apa? Tanya Abi lagi.


"Gini Abi, tadi kan keyle datang, rencana mau jalan jalan, cuma sebentar ko Abi? Boleh kan? Tanyaku gugup. Aku langsung menunduk, takut kalau Abi akan marah kalau tahu anak perempuannya ini mau keluar malam.


Hening!!


Abi pun hanya diam tanpa bersuara sedikit pun ia hanya menatap ku penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.


"Boleh ya Abi? Cuma sebentar, gak lama ko, janji deh..." Ucapku disela sela keheningan. Kulihat Ummi hanya diam dan memandang kearah Abi dan kearah ku bergantian.


"Baiklah, tapi cuma sebentar! Ingat anak perempuan itu gak baik jalan malam terlalu lama apalagi tidak ada yang menjaga kalian saat dijalan..."tegas Abi.


"Beneran boleh bi? Tanyaku antusias dan diikuti anggukan kecil dari Abi.


'Alhamdulillah' ucapku syukur dalam hati.


"Makasih ya Abi, emm, makin sayang aku sama Abi..." Ucapku gembira lalu memeluknya dengan erat.


"Ya sudah Abi, Ummi....Syifa kekamar dulu yaaa...." Ucapku lalu seraya berdiri dan diangguki oleh keduanya.


"Nak, sebelum kalian pergi, kita makan dulu, ajak key turun yaa, kita makan sama sama..." Ucap Ummi.


"Iya Ummi...."balasku.


Aku pun langsung bergegas menuju kamar dan diikuti senandung kecil dari mulutku, sungguh aku sangat bahagia bisa di beri ijin oleh Abi keluar malam untuk sekedar menghibur diri, ya walaupun sebentar tapi tak apa lah, asalkan aku bisa bersenang-senang sebentar diluar dan bisa berdekatan dengan angin malam.


"Uhh, gak sabar rasanya aku ingin keluar...sudah lama aku tak keluar malam...rasanya seneng bangetttt..."gumamku sambil tersenyum.


Saat sampai dikamar akupun langsung membuka gagang pintu kamarku dan melihat ketempat tidur disana ada key yang sedang memainkan ponselnya. Kuhamburkan pelukan kepadanya untuk menyalurkan kebahagiaan itu juga padanya. Ia yang mendapat pelukan secara tiba-tiba dariku pun refleks terkejut. Ya kalian boleh sebut aku seperti anak kecil yang baru diberi makan setelah sebulan penuh mogok makan. Hahaha! Terdengar lucu bagiku bukan?!


"Key!!! Ucapku saat acara peluk pelukan masih berlangsung.


"Astagfirullah!! Budeg ini telinga aku!!.."ucapnya refleks dan sedikit mendorong tubuhku hingga menjauh darinya.


"Aiishh! Kau kenapa seh dorong dorong? Kan aku cuma mau peluk..."ucapku mendramatis.


"Peluk seh pelukk! Tapi gak teriak ditelinga ku juga Kali!!!! Bisa budeg ini telinga!! Ucapnya ngegas.


Akupun yang mendengar ucapannya barusan terkekeh geli melihat ekspresi lucu dari wajahnya.


"Kenapa ketawa? Gak lucu yaa!! Gerutunya.


"Iisss sahabat aku ini lucuuu..bikin gemes dehhh.." kucubit gemas pipi yang sedikit tembam nya itu dan di tepisnya tanganku dengan kasar.


"Gak usah cubit cubit!! Ucapnya kesel. 


"Yaudah....gak lagi.."Ucapku dan berlalu menuju balkon kamarku.


"Key, aku bahagia banget, aku dibolehin sama Abi keluar sama kamu.."ucapku tersenyum sambil menatap indahnya bintang di langit malam.


"Wah beneran Fa? Ucapnya antusias dan menghampiri ku.


"Iya..tadi aku udah bicara sama Abi, terus dia bolehin dehh...wahh, seneng aku ini, udah lama gak keluar malam, aku ingin melihat susana malam diluar sana.."tunjukku kearah yang terlihat dari atas kerlap kerlip lampu.


"Yaudah, ayo tunggu apa lagi? Mari kita siap siap dan langsung berangkat!! Kata keyle dengan raut kebahagiaan.


"Siap siap dulu key, baru nanti kita pergi.."


"Aku udah siap ko....lihat ini udah rapi kann? Tanya nya sambil memutar mutarkan badanya di depanku.


"Baguslah kalau sudah siap, berarti tinggal aku doang lagi dong..." Ucapku sambil memandangi penampilan ku didepan cermin.


"Hmm....kayanya pakaian ini pun gak apa-apa kan? Aku pakai ini aja dah, cuma aku hanya ingin memolesi sedikit bedak dan liptin saja agar terlihat fresh...." Sambung ku.


"Yaudah buruan..ini aku tunggu..."ucapnya dan diangguki olehku.


Lalu aku pun langsung memolesi sedikit bedak dan liptin. setelah selesai akupun menghampiri key yang berada di balkon kamarku yang sedang asyik memandangi suasana malam.


"Sudah selesai? Ayo pergi...kita hari ini mau ketaman kota yaa....ayo cepetan! Gak sabar aku ingin kesana..." Ucapnya bahagia.


"Eitt! Tapi tunggu dulu key, sebelum pergi kata Ummi kita makan malam dulu, Ummi sama Abi sudah nungguin di bawah, ayo kita turun sama sama..." Jelasku.


"Oke..."jawab keyle.


"Oo iya key, Aila gak ikut ya? Tanya ku pada key. 


Oh iya aku lupa memberitahu kalian siapa Aila, Aila itu juga sahabat aku, tapi beda dengan key, aku dan key itu sahabat kecil, sedangkan aku dan Aila awal mula bersahabat waktu masih sekolah dasar saat aku kelas lima. 


Waktu itu ia menolongku karena aku kepleset di depan kelas dan di tertawakan teman teman, tapi Aila gak menertawakan aku malah ia menolongku saat key tak bersamaku waktu itu, waktu itu key sedang bermain dengan teman-teman yang lain. Dan dari kejadian kecil itulah aku dan key berpikir untuk menjadi sahabat nya. Kemana mana kami selalu bertiga hingga saat ini. Aku selalu berdoa kepada Allah, semoga persahabatan ku ini sampai di Jannah_Nya. Aamiin...

__ADS_1


"Tadi aku sudah chat dia, kubilang mau ikut gak? Terus dia bales, gak bisa katanya....terus ku bilang kenapa? Dan dibales kaya gini, ibuku ingin minta temenin ke pengajian...gitoo" jelasnya. Dan aku pun hanya berooh ria mendengar penjelasan dari key.


"Yaudah turun yukk..."ajakku dan diikuti anggukan key.


Dan kami pun langsung menuju meja makan, sesampainya diruang makan disana sudah terkumpul semua kecuali aku dan key.


"Key, ayo makan nak..."ucap Ummi.


"Iya Ummi..." Jawab key antusias.


"Mau yang mana key? sini Ummi ambilkan..." Tanya Ummi.


"Gak usah repot-repot Ummi, key bisa ambil sendiri..."ucapnya sambil tersenyum.


"Gak repot ko Ummi, yaudah kalo mau ambil sendiri silahkan..."


"Iya Ummi..."


"Mbak mau kemana? Ko rapi banget.." Tanya Zahra bingung.


"Mau jalan jalan...mau ikut? Tanyaku padanya.


"Emm, emang boleh Abi? Tanyanya kepada Abi.


"Boleh tapi hanya sebentar, Abi gak mau ya kalian lama lama jalan jalan nya...." Ucap Abi dengan suara yang sedikit khawatir.


"Wah!! kalo begitu aku ikut mbak..."ucapnya gembira.


"Aneh memang, diajak jalan maunya aja...."gumam key dengan nada cepat tapi masih terdengar sedikit di telingaku. Dan langsung ku sikut lengannya dan menggeleng, menandakan 'gak boleh begitu key'.


Key yang merasa di dikatakan dengan syarat dari Syifa ia pun langsung diam dan meneruskan makan yang sempat tertunda.


Kami pun makan dengan khidmat tanpa ada yang berbicara dan hanya ada terdengar dentingan suara sendok.


Setelah selesai makan aku dan key pun langsung menujunya ruang keluarga untuk menunggu Zahra yang sedang bersiap-siap.


"Ayo kita langsung pergi...."ucap Zahra tiba-tiba datang saat kami lagi tegang tengangnya menonton film horor di tv dan refleks kami terkejut mendengar nya yang tiba-tiba ada di dekat kami.


"Kamu ini ngagetin tau gak!! Kesel key.


"Alhamdulillah aku gak punya penyakit jantung! Kalau ada sudah pasti mau copot ini jantung!! Sambungnya lagi.


"Siapa suruh liat film yang begituan? Kan aku gak nyuruh mbak!! Ucap Zahra ketus.


"Udah, udah.....ayo kita berangkat..."ucapku menengahi.


"Yaudah Fa, tinggalin aja tuh anak!! Lama lama ngeselin tahu gak!! Bisik key padaku.


"Eee, gak boleh kaya gito key...ayo ahh!! Balasku berbisik padanya. Dan diangguki oleh key.


"Dasar bocah kucrutt!! Cibir key pelan tapi masih terdengar di telingaku.


Kami pun meneruskan perjalanan menuju taman, tidak terlalu lama menuju tempat tujuan cuma dua puluh menit kami pun sampai disana. Disana terlihat ramai, taman ini penuh dengan keceriaan banyak para pemuda pemudi yang berdatangan kesini, para pedagang pun tidak begitu kalah dengan yang lainnya, mereka juga ada disini untuk mencari nafkah bagi keluarga nya.


Kulihat disampingku tidak ada kehidupan. Zahra dan key tidak terlihat disampingku sekarang ini, kulihat disekitar tempatku berdiri juga tidak ada mereka, aku mulai cemas sekarang. Aku benar-benar bingung, entah kemana mereka pergi. 


"Key, Zahra..."teriakku. Orang orang sekitar ku melihat kearah ku yang teriak teriak memanggil nama Zahra dan key terlihat keheranan.


Sesekali aku mendengar bisikan-bisikan mereka. Biarlah! Aku tak memperdulikan mereka, yang sedang ku perdulikan sekarang itu aku harus mencari mereka!


Sudah dua kali putaran aku berkeliling di taman ini, ya walaupun tidak semuanya ku kelilingi tapi ini pun sudah cukup melelahkan. Taman ini sangat luas! ( Seluas cintaku padanya, eyaaakk🤣dikit dikit ngaco gak apa-apa kan reader??😂😂).


"Iiiii, kemana seh mereka! Gak tau apa kaki aku pegel cari mereka! Gerutuku.


"Awas aja kalau ketemu nanti, Syifa pites pites to badan mereka, biar mereka kapokk!!! Yang ngajak siapa yang perginya siapa!! Ucapku kesel, sesekali aku menghentak kakiku dengan kasar ditanah.


"Assalamualaikum dek..." Ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari sampingku.


"Waalaikumsalam....maaf apa ada yang bisa saya bantu mbak? Tanyaku. Kulihat ia wanita yang cantik, masih muda, bisa diperkirakan aku dengannya seumuran.


"Hehehe, kamu lucu dek...tadi kesel sampai bagitu bangat, sampai diliatin orang lagi. Laa sekarang mbak samperin kamu, iii kamu langsung ramah tamah gito. Emang bisa gito dek??hehe.." kekehnya.


Aku yang mendengar ucapan nya pun langsung tertunduk malu, aku benar-benar malu! Gara gara aku kesel sama si Zahra dan key tiba-tiba ada orang yang menghampiri aku. Gimana gak malu coba.


'Awas aja kaliann!! Gerutuku dalam hati.


"Kamu kenapa? dari tadi mbak perhatian kamu mondar mandir keliling sini dan mbak lihat kayaknya kamu sedikit kesel...Apa ada masalah? Ucapnya sambil duduk disampingku.


Aku hanya tersenyum menanggapi ucapnya dan dibalas dengan senyuman manisnya.


'Ya Allah...senyumannya manis sekali sama kaya orangnya...'batinku.


'Andai saja aku punya adek atau mbak yang tersenyum ramah begini, mungkin sudah aku peluk dah kalau dapat senyuman seperti ini...' monologku dalam hati.


"Oo iya, kita belum kenalan kan? Kenalkan nama mbak Devita Sari, kamu boleh manggil mbak dengan nama Vita...." Ucapnya seraya mengangkat tangannya untuk bersalaman.


"Hairatus Syifa mbak, mbak bisa panggil Syifa aja..."ucapku tersenyum semanis manisnya.


"Ma syaa Allah, nama yang indah...seindah orangnya..."kagumnya.


"Hehe, mbak bisa aja..mbak lebih dari Syifa lho..." Ucapku merendah.


"Ah masa, mbak gak percaya tuhh..."ucapnya mendramatis.


"Mbak bisa aja deh..."kekehku.


Kami pun tertawa bersama sama sambil bercerita banyak hal. Tidak terlalu lama kami mengobrol berdua tiba tiba datang seorang lelaki dengan sebuah tentengan kresek ditangannya.


"Mas...kok lama seh..."ucap mbak Vita.


Mas? Apa ini suami mbak Vita? Tanya batinku menggebu-gebu.


"Maaf sayang, mas nunggu antrian tadi, nih yang...."ucapnya sambil menyerahkan makanan yang dibelinya dan langsung di terima oleh mbak Vita.


"Oo iya mas lupa aku, hehehe....ini lho mas kenalin nama nya Syifa, dia yang sudah nemenin aku disini...dan ini Syifa kenalin, suami aku namanya Ilyas...."ucap mbak Vita memperkenalkan diriku pada lelaki tadi. 

__ADS_1


"Makaseh ya mbak Syifa, sudah menemani istri saya..."ucapnya.


"Iya sama-sama..."


"Ya udah mbak pergi dulu ya Syifa, soalnya mbak ad keperluan lainnya..."ucapnya sambil berdiri.


"Iya mbak hati hati yaa...."ucapku tersenyum dan mbak Vita pun langsung memelukku dan akupun membalas pelukannya.


"Lain waktu kamu mampir ya nanti kerumah mbak...dan ini kartu nama mbak, simpan baik-baik yaaa..."ucapnya sedikit tertawa.


"Ah iya mbak, in syaa Allah jika ada waktu nanti Syifa mampir..."ucapku.


"Ya sudah kami pergi dulu, assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam..."ucapku, dan mereka pun berjalan hingga menjauh dari tempatku.


Lalu akupun kembali duduk ditempat ku tadi, sesekali kakiku ku ayunkan, melihat mbak Vita bersama suaminya aku teringat Arfan.


"Arfan kamu dimana?? lirihku.


Tes


Tes


Tes


Mataku yang kian memanas mengingat tentang nya pun mengeluarkan air bening dan menetes tanpa ku pinta.


"Apa kau tak merindukan aku disini Arfan? Lirihku lagi.


"Syifa!! Ucap key yang tiba-tiba datang dan langsung duduk didekat ku.


Aku yang mengetahui itu buru buru menghapus air mataku, aku tak ingin key ataupun Zahra melihat air mata ini. Biarkan ku pendam sendiri semuanya.


"Kalian tadi kemana? Ucapku datar tanpa menatap kearah nya.


"Maaf ya kami tadi kesana, ada pertunjukan soalnya ya kan Ra? Tanyanya pada Zahra dan diikuti anggukan kecil darinya.


"Kalian tahu gak! aku tadi muter muter gak jelas sambil teriak teriak dan lebih parahnya di liatin banyak orang disekeliling sini cuma gara gara aku mencari kalian! Ucapku kesel.


"Ya maaf Fa, tadi kami dengar rami bangett disana ya kami semperin aja, kami kira kamu ikut dengan kami, dan ternyata tidak, kami tadi juga cari kamu, kami kira kamu hilang, iii nyatanya kamu disini...."jelas key.


"Au ah, pokoknya aku sebel sama kalian..."ucapku lalu pergi dari hadapan mereka.


"Syifa, ko di tinggal sihhh..."gerutu key.


Aku hanya diam mendengarkan gerutunya.


'Biarin! Biar tahu rasa...' ucap batinku.


Tiba tiba aku berhenti saat melihat ada seseorang perempuan yang ku kenal. Dan dengan cepat aku menghampirinya dan mengucapkan salam padanya, dan dibalas oleh nya diikuti dengan raut keheranan dari wajahnya.


"Wa....waalaikumsalam..ada apa ya? Tanyanya.


"Kamu Hilya kan? Tanyaku antusias.


"Ah iya..tahu dari mana ya kamu tentang nama saya? Tanyanya heran.


"Ma syaa Allah Hilya...aku kangennnn!! Ucapku bahagia dan langsung memeluknya.


"Maaf, mungkin anda salah orang dan untuk nama ini mungkin hanya kebetulan..."ucapnya seraya mendorong badanku sedikit menjauh darinya dengan pelan.


"Hilya, apa kau lupa ini aku! Syifa..."ucapku sedikit terkejut dengan ucapannya barusan.


"Syifa? Ucapnya bingung dan akupun mengangguk.


"Maaf aku gak kenal sama kamu..." Ucapnya lalu pergi begitu saja dari hadapanku tanpa berpamitan.


"Iiiii Hilya!! Kau benar-benar telah melupakan kami!! Sahabat kamu sendiri!!! Ucap key berteriak berteriak.


"Sahabat? Ucapnya bingung.


"Pak apa aku punya sahabat? Tanyanya pada pak Rahmat. Dia adalah salah satu sopir pribadinya Hilya.


'Dari dulu kau gak pernah berubah ya..kemana mana selalu ditemani pak Rahmat....'monolog batinku.


"Iya non, malah sahabat non Hilya itu banyak, dan dikota sini ada tiga sahabat non yang selalu nun rindu, non selalu meminta pada mom untuk minta diantar ke rumah mereka di kota ini...." Jelas pak Rahmat.


"Tapi tunggu? Ada apa ini? Kenapa ia seolah-olah tidak tahu? Tanya batinku menggebu-gebu.


"Apa mereka juga sahabat ku? Tanyanya lagi dan sesekali ia melirik ke arah kami bergantian.


"Pak Rahmat, Hilya kenapa? Ko seperti orang yang tidak tahu apa-apa gito..."tanya key yang tiba-tiba menarik lengan pak Rahmat.


"Astagfirullah, maaf pak, gak sengaja.."ucap key.


"Iya gak apa-apa...." 


"Ada apa ini pak? Tanya key keheranan.


Sebenarnya aku juga heran, tapi biarkan key yang menakan hal itu pada pak Rahmat.


"Lebih baik kita bicarakan di tempat itu aja, lebih terkesan sopan kan? Kekeh pak Rahmat dan diikuti anggukan cepat dari ku.


"Non saya kesana dulu ya, ada keperluan sebentar, non bisa menunggu di luar cafe itu dulu..." Ucap pak Rahmat pada Hilya. Hilya pun mengangguk dan langsung menuju cafe untuk menunggu.


Aku, Syifa, Zahra dan pak Rahmat langsung berjalan menuju meja yang terletak di taman dekat cafe yang barusan di samperin Hilya. Ku lihat Hilya begitu bingung dengan keadaan seperti ini. Ia tak begitu ambil pusing, hanya saja ia terlihat kebingungan saat ini.


"Jadi begini...sebenarnya nona Hilya mengalami____


_


............


Jangan lupa tinggalkan jejak vote kalian yaa setelah selesai membaca 😉🙏 silahkan share ceritanya keteman teman kalian juga 😉 bantu author untuk mengshare cerita ini 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2