Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 9


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit Ummi pun hanya disuruh dokter untuk istirahat total dirumah, kata dokter jangan terlalu kecapean dulu, tunggu pulih.. setelah pulih baru mengerjakan aktivitas lainnya.


Kulihat Ummi hanya berbaring di tempat tidur. Lalu ku dekati ia, dan tiba tiba ia bangun, mungkin saat ini kedatanganku membuat Ummi terganggu.


"assalamualaikum Ummi, apa sudah mendingan? Tanyaku pelan.


"waalaikumsalam, Iya nak..alhamdulillahh"


"Yasudah Ummi kalau begitu lanjutkan saja tidurnya lagi, maaf mengganggu Ummi"


"Gak mengganggu ko sayang, Ummi dari tadi gak tidur ko, cuma memejamkan mata saja..."


"Gimana persiapan pernikahan kamu nak? Sudah siap semua? tinggal 2 hari lagi sampai hari H_nya. Jadi jaga kesehatan kamu ya nak"


"Iya Ummi, sudah semua, alhamdulillahh...


In syaa Allah Ummi Fathan bisa jaga kesehatan ko.."ucapku datar.


"Fathan kamu kenapa? Tanya Ummi, kulihat ada sedikit raut kecemasan diwajahnya.


"Gak apa-apa ko Ummi.."


"Nak ummi tau betul kamu, coba ceritakan sama Ummi ada masalah apa?


"Ummi, gimana kalau Syifa gak suka sama Fathan? Ucapku lirih.


"La ko nanya nya begitu, gak mungkin kan nak Syifa gak suka sama Fathan kan sudah diterima lamarannya..."


"Tapi ummi, Syifa itu selalu berusaha menjauhi Fathan, dengan berbagai cara...apa itu yang dibilang suka ummi? Tadi aja Fathan ingin tahu kenapa ia menangis tapi ia mengubah pembicaraan ke topik lain. Saat Fathan ingin anterin pulang, ia malah menolak, kenapa Ummi jelaskan sama Fathan, apa salah Fathan??lirihku.


Tak terasa air mata ini menetes, tanpa diberi aba aba langsung ku hapus kasar dengan tanganku, aku gak mau ummi melihat kesedihan yang ini, mau dibilang apa aku nanti...bisa bisa dibilang anak cengeng.


"Sayang Ummi tak pernah melihat kamu seperti ini, kenapa Fathan berputus asa, gak baik nak, lagian anak Ummi ini pernah berbuat apa? Apa pernah berbuat macem macem? "


"Gak pernah Ummi.."lirihku lagi.


"Laaa terus kenapa, mungkin Syifa hanya malu saja sama Fathan, udah pikir yang positif aja, jangan yang engga engga..."


Akupun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ummi.


"Mi, Fathan mau kekamar dulu yaa.."


"Ya sudah sana..."


"Assalamualaikum Ummi..


"Waalaikumsalam...


Kemudian aku berjalan keluar dari kamar Ummi dan menutup pintunya, lalu akupun langsung pergi ke kamar untuk merehatkan diri sebentar, sungguh hari ini bukan badanku saja yang lelah, tapi batinku juga lelah.


'Syifa, kenapa kau tak mau cerita tentang dirimu sedikitpun padaku, apa kesalahanku, sehingga kau seakan akan ingin jauh dariku, apa ini ada hubungannya dengan masa lalumu? Sampai sejauh ini aku tak pernah melihat cinta itu ada dimatamu...'


"Argghhhh" ucapku prustasi.


Tok tok tok...


"Bang!! Abang kenapa? Ko teriak teriak??


Kudengar suara Nisa dibalik pintu kamarku.


"Abang gak apa-apa ko dek, cuma terkejut tadi" bohongku.


"Yaudah kalau gito, Nisa mau kebawah dulu.."

__ADS_1


Ucap Nisa lalu ia berlalu begitu saja tanpa melihat keadaan Fathan yang sedang prustasi gara gara memikirkan Syifa.


Kringgg! Kringgg!!


Tiba tiba saja ponselku berdering lalu kulihat layar ponsel ternyata yang nelponnya sekarang adalah Fia sepupunya, ngapain Fia nelpon ke ponsel ku?tumben!...cibirku.


....


"Waalaikumsalam, ngapain nelpon? Tanyaku.


....


"Ada, emang kenapa nyariin Nisa dan nelponnya ke Abang?


....


Mungkin lowbat kali...emang ada apa?


.....


"Emmm, jadi begitu...."


....


Ya sudah nanti in syaa Allah Abang bilangin...


...


"Iya sama-sama, waalaikumsalam..."


Setelah kututup telpon lalu akupun pergi menuju taman dibelakang rumahku, kulihat disana sudah ada Nisa dan dua orang temannya.


Kulihat mereka sedang mengerjakan sesuatu, mungkin sedang mengerjakan tugas sekolah_batinku. Lalu aku berjalan menghampiri mereka dan ingin memberi tahukan pada Nisa sesuatu hal.


"Gak kemana-mana ko ca, cuma ingin menghibur diri aja kesini..."


"Ohh..."ucapnya berooh ria.


"Oo, iya bang tadi Ummi manggil Abang, katanya disuruh nemenin ke supermarket bang.." kata Nisa.


"Eh, iya dek....


Belum sempat aku melangkah kaki tiba tiba pesan dari fia tadi timbul dipikiranku. Lalu aku membalikkan badanku dan ingin mengatakannya pada Nisa.


"Dek, tadi Fia nelpon, katanya ponsel kamu ko gak aktif?


"Wah Fia nelpon bang!! Tanyanya antusias,


"Iya...


"Kapan bang? Kok ke ponsel abang seh nelponnya gak keponsel Nisa...jawabnya cemberut.


"Katanya ponsel kamu yang gak bisa dihubungin, tadi dia nelpon keponsel kamu dek sebelum keponsel abang, tapi ponsel kamunya yang gak aktif aktif katanya..."


"Oo,,,iya adek lupa, kan ponsel adek belum di ces bang..." kekehnya.


"Ckck, kebiasaan kamu dek..."


Nisa hanya nyengir mengingat kalau ponselnya belum di ces nya dalam beberapa hari ini.


"Terus Fia bilang apa bang?


"Dia bilang in syaa Allah malam Ahad nanti dia datang.."

__ADS_1


"Yahh kok malam Ahad sehh, gak jadi apa hari Sabtu ini.."ucapnya gontai.


"Katanya om sama tante lagi ada urusan mendadak diperusahaannya. Makanya dia tunda dulu keberangkatan mereka kesini dek...


"Ya sudah deh...lirihnya.


"Ya udah Abang pergi dulu ya, Mala, Caca, Abang pergi dulu ya, belajar yang giat supaya pinter,,oke!!.."


"Siap bang! Ucap mereka serempak.


Setelah itu aku pergi menemui Ummi, katanya ingin ditemani ke supermarket. 


Niat yang tadinya ingin menghibur diri ketaman ku urungkan sebentar, untuk menemani Ummi berbelanja keperluan besok.


Akupun langsung menuju kamar Ummi, saat ku buka pintunya ternyata kosong. Tidak ada Ummi didalam kamar.


Kucari cari disudut ruangan tapi Ummi belum juga nampak, kemana ya Ummi_batinku. Aku sudah berputar kesana kemari mencari tapi hasilnya tetap gak ada.


"Nak....


"Allahu Akbar" aku terkejut melihat Ummi yang tiba-tiba berada dibelakangku.


"Kamu kenapa?" Tanya Ummi.


"Gak apa apa Ummi.."


"Ya sudah cepetan, udah 15 menit yang lalu Ummi tungguin didepan ternyata kamu hanya diam disini..."


"Maaf Ummi..tapi kan Ummi harus istirahat, biar Fathan aja deh yang kesupermarket.." aku khawatir kalau nanti Ummi kelelahan lagi.


"Gak apa-apa ko, ini lihat Ummi sudah seger buger begini masih disuruh istirahat? 


Fathan hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ummi.


"Gak usah khawatir begitu, Ummi baik baik saja..."


"Bener Ummi..."tanya ku agak sedikit cemas.


"Iyaaa..ayo cepetan, kasian pak Samsul nunggu lama di depan, tapi nanti kau ambil kunci mobilnya ya ke pak samsul, Ummi mau kamu yang nganterin Ummi, bisa kan? Tanya Ummi


Aku hanya mengangguk pasrah dengan permintaan Ummi. Lalu kami pun berangkat dengan mobil yang sudah disiapkan pak Samsul. 


"Terimakasih pak..."


"Iya den sama sama..."ucap sopir yang bernama pak Samsul itu, ia sudah lama bekerja dirumah kami sekitar 18 tahun lebih.


"Hari ini yang nganterin Ummi saya aja pak, pak Samsul istirahat aja..."


"Tapi den.."


"Sudah pak gak apa-apa, lagian ini permintaan Ummi..." 


"Ya sudah den, kalau itu saya permisi dulu, assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


Kemudian kami pun melanjutkan perjalanan menuju supermarket untuk membeli keperluan acara nanti.


Kuharap di hari _H nanti, semoga menjadi hari yang paling bahagia dalam hidupku.... Aamiin_doaku dalam hati.


..........


Jangan lupa tinggalkan jejak vote kalian yaa setelah selesai membaca 😉🙏 silahkan share ceritanya keteman teman kalian juga😉bantu author ya mengshare cerita ini 🤗kalau perlu beri komentar bila ada kalian melihat kata kata yang kurang berkenan disini.

__ADS_1


__ADS_2