
Arfan POV
"Hoamm" aku baru saja bangun dari tidur setelah datang dari Kairo tadi malam, rasanya badanku masih lelah, tapi hari ini aku harus ikut dengan Anna, karena hari ini Anna mengajakku pergi ke pernikahan sahabatnya.
Setelah selesai kamipun berangkat, tapi yang aku bingungkan saat ini....kenapa keluargaku juga ikut? Apa mereka diundang? Entahlah!
Beberapa jam menunggu kamipun sampai. Saat ini aku berada disebuah pernikahan sahabat Anna, aku tidak tahu dengannya, yang pastinya Anna memaksaku untuk pergi kepernikahan ini. Setelah pulang dari Kairo ia dikejutkan dengan paksaan Anna yang ingin tetap menemaninya kemanapun ia pergi. Aneh saja anak ini_batinku.
Flash back
"Abaanggg, temenin Anna besok ya bangg...Anna mau kerumah sahabat Anna...ya ya ya, mau yaaa... please"ucapnya memelas didepanku dengan wajah yang diimut imutkan nya.
"Iiisss Anna ngapain Abang kesana coba?? tuh Fitri kan ada, ajak dia aja..."sergahku.
"Eee, Abang ini, gimana seh!! orang diundang semua juga, keluarga kita pada dateng kesana, nanti Abang juga tahu siapa...jadi Abang harus ikut, titik!! Anna gak mau dengar penolakan lagi oke!! Cerocosnya.
Setelah mengucapkan kata-kata tadi iapun langsung berlalu meninggalkan aku yang masih kebingungan.
Flashback off
"Anna, Arfan, Ummi sama Abi mau kedalam dulu ya, gak sabar ingin ketemu Rahma ini..." Ucap Ummi Anna.
"Iya Ummi" ucap kami, lalu Ummi pun berlalu masuk kedalam rumah sang mempelai wanita,aku sudah biasa memanggilnya dengan sebutan Ummi karena itu permintaan nya diwaktu aku masih kecil.
Aku benar-benar bingung dengan semua ini kok bisa-bisanya gitu ummi akrab bangat dengan ibu sahabat Anna itu, ada hubungan apa gerangan? Dan lebih membingungkan lagi semua keluargaku ku ikut serta datang ke acara ini, ah ralat! Bukan semuanya seh cuma beberapa dari Abi dan ummi nya Anna, dan juga Fitri beserta Tante dan om.
"Bang inget lho, Abang harus ikut Anna, gak denger penolakan pokoknya!!! Ayoo..."
Belum lagi aku mengutarakan ucapanku, ia lebih dulu menarik tanganku, aku yang dipaksa hanya mengikuti dari belakang.
"Kemana Anna?? Tanyaku.
"Iiisss Abang ini banyak tanya, gak usah tanya tanya napa..."cerocosnya.
"Kamu ini dek kebiasaannya gak pernah hilang dari dulu.." tanganku pun sambil mengacak-acak kepalanya
"Iiiii Abang!! Nanti berantakan.." ucapnya kesel.
Aku sudah menganggap Anna sebagai adik kandungku sendiri, walaupun ia adalah sepupuku, tapi aku juga saudara sepersusuannya, dulu saat Ummi dan Abi pergi umrah saat aku masih kecil Ummi menitipkan ku kepada kedua orang tuanya Anna. Dan pada saat itu mereka tidak merasa tega melihat aku yang terus menangis, padahal dulu Ummi sudah metipkan aku bersama susu formula yang akan menjadi makananku saat itu, tapi ternyata saat itu aku menolak untuk meminumnya. Dan jadilah Ummi Anna yang memberikan Asi terhadapku.
"Ee Abang, inget ya ikutin terus Anna..." Ucapnya ngotot.
"Iya dekk...."
Lalu akupun berjalan mengiringi Anna, tapi aku bingung kenapa kesini, kelantai dua ngapain?_batinku.
"Anna...
Belum sempat melanjutkan kata selanjutnya tiba tiba Anna memotongnya.
"Sssttt, gak ada pertanyaan apapun itu, udah ikut aja..."sergah Anna.
Aku hanya pasrah mengikuti kemana ia ingin membawaku. Saat kulihat Anna masuk kekamar yang bernuansa pink itu. Aku tak berani kesana dan kuputuskan aku akn menunggunya diluar kamar ini.
Cukup lama aku menunggu, tiba tiba entah dapat tarikan dari mana aku pun mencoba melihat Anna. Sedang apa tuh anak, lama banget_batinku.
Hingga didepan pintu...
"Arfan....
__ADS_1
Kudengar ia menyebut namaku, apa dia kenal aku?_batinku. Kulihat lebih teliti lagi wajahnya hingga aku tahu siapa yang sedang ada didepannya itu.
"Syifa....
Iya dia adalah Syifa, orang yang sangat aku rindukan, tapi apa maksud semua ini?_tanya batinku.
Pakaian pengantin? Apa jangan-jangan yang menikah ini.....
Ya Allah kuatkan hamba....apa ini maksud Anna untuk menemani nya kemanapun ia pergi saat pernikahan ini?
Ingin rasanya aku bertanya padanya tapi tiba-tiba dia pergi berlari menuju balkon. Hingga Anna menyuruhku kesana untuk menemuinya walupun hanya sebentar.
Yang kulihat kini ia sedang menangis.
Apa ia tak mau lagi menemuiku?
Terlalu banyak pertanyaan yang mengganjal dipikiranku. Padahal malam nanti ia akan segera mengkhitbahnya untuk jadi pendamping hidupnya, tapi ternyata ia sudah dikhitbah orang lain. Rasanya sesak, saat aku harus menyaksikan pernikahan ini.
"Syifa..selamat yaa, setidaknya kau tidak berlama-lama lagi menungguku, aku ikhlaskan dirimu untuknya, walaupun sesak yang kurasakan..."lirihku. Ah ralat!! Kenapa kata kata itu yang harus keluar dari mulutku!!
"Maafkan aku, aku gak bisa menepati janji yang pernah kuucapkan padamu waktu itu.." sambungku.
Aku tak menyangka akan mengeluarkan kata-kata itu dihadapannya. Tapi apalah dayaku, aku bukan siapa siapa nya, aku harus belajar bisa mengikhlaskannya.
"Syifa...ikhlaskan hatimu untuk menerima 'Dia' sebagai pendamping hidupmu, Allah sudah mengirimkan seseorang yang terbaik untukmu, aku yakin ia laki laki baik, percayalah..." Setelah mengucapkan itu lalu aku pergi meninggalkannya dan aku juga harus berusaha untuk meninggalkan semua kenangan itu dengan paksa, aku harus bisa.
"Anna Abang duluan kebawah, kalau ada apa-apa cari aja Abang kebawah, assalamualaikum.." pamitku.
Kini aku tak tahu lagi tujuan hidupku, entah kenapa rasanya aku gak bisa menerima semua ini, tapi aku gak boleh egois mungkin inilah yang terbaik dari Allah untukku dan juga untukmu Syifa.
'Maaf aku lama datangnya...'batinku.
"Afwan mas, ana gak sengaja.." ucapku datar.
"I...i..iya gak apa-apa..."jawabnya sedikit gugup.
Lalu aku berlalu pergi dari sini, saat aku ingin berjalan jalan untuk menghilangkan sedikit rasa sesak ini entah kenapa aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang, saat kulihat dan ternyata mereka teman teman yang tak sengaja ia tabrak tadi.
Mereka pun mendekati ku dan memperkenalkan diri padaku, aku hanya bisa diam. Ada sedikit kebingungan yang menjalar dipikiranku sekarang, tapi ya sudahlah aku gak boleh beperasangka yang tidak baik.
"Assalamualaikum..." Ucap salah seorang laki yang memakai gamis sama sepertiku.
"Waalaikumsalam...ada apa ya mas" tanyaku.
Kulihat mereka hanya pandang memandang antara satu dan yang lain.
"Apa ada yang bisa ana bantu? Tanyaku lagi.
"Assalamualaikum...
Tiba tiba datang seseorang yang barusan dia tabrak tadi.
"Alhamdulillah kamu datang Fathan..." kata salah satu teman nya.
"Jawab salam dulu napa! Sergah seseorang yang agak ideal postur tubuhnya.
"Hehe, maaf, waalaikumsalam ustazah..."jawab seseorang yang tadi asal.
Plakkkk!!
__ADS_1
"Kebiasaan!! Udeh diam!! Jangan bikin aku kesel!! Sergah orang yang aku tabrak tadi.
Ingin rasanya aku pergi dari keadaan ini, tapi gimana pamit nya yaa_tanya batinku.
"Ar...faan...apa kamu Arfan?? Tanya seseorang yang ku tabrak tadi.
Aku yang mendengar namaku disebut pun mengiyakan, tapi dari mana ia tahu namaku.
"Alhamdulillah, aku bisa bertemu dengan kamu.. perkenalkan aku Fathan calon suaminya Syifa..."
Deggg!!
Dari mana ia tahu? Apa Syifa sudah menceritakan semuanya antara aku dan dia?
Entahlah!!
Pikiranku sedang kacau sekarang.
Rasanya sesak itu semakin membesar, gimana ia harus pergi dari sini.
Ya Allah aku mohon tolong aku sekarang_batinku.
"Dan ini sahabat karibku, yang ini Raihan dan yang ini Farhan..."sambungnya.
Lalu aku pun mengenalkan diriku kepada mereka.
"Arfan..." Dengan paksa aku tersenyum kepada mereka.
"Aku sudah tahu semuanya..."
Jlebbb!!
"Maksudnya...? Ucapku datar, walaupun aku masih bingung dengan ucapannya barusan.
"Aku tahu kalau kamu masih mencintai Syifa kan? Tanyanya.
Duarr!!
Entah apa lagi yang akan ia katakan padaku. Kata kata nya sedikit menohok hatiku.
"Dari mana kamu tahu? Tanyaku balik. Dengan berusaha untuk tidak menampakkan keterkejutan didepan orang yang baru saja ia kenal.
"Maaf, aku lancang, ini....(sambil menyerahkan buku harian milik Syifa)...bacalah, kau tak perlu membaca sampai habis, karena itu membuang waktu saja, lebih baik kau baca halaman awal dan akhir saja dan jika sudah kau pasti akan tahu apa maksud dari pembicaraan ku ini..."
Aku yang mendengar nya hanya menautkan kedua alisku, bingung? Iya aku bingung apa maksud dari semua ini?
"Afwan, saya belum paham, apa maksud anda? Tanyaku heran dengan bahasa formal.
"Sudahlah baca saja..."sambung Raihan.
Aku yang tak mau berpikir lama lagi langsung mengambil buku yang diserahkan Fathan untukku.
Kulihat Fathan hanya memandangku lalu akupun mengangguk untuk mengiyakan ucapan Fathan tadi untuk membaca buku yang diberikannya kepada ku.
^^^Jakarta, 23-03-2014^^^
Ini adalah sebuah ungkapan spesial buku tentang rinduku padamu......
....... ...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa setelah selesai membaca 😉🙏 silahkan share ceritanya keteman teman kalian juga, bantu author untuk mengshare cerita ini 🤗🙏