Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 23


__ADS_3

Setelah selesai acara aku ingin langsung bersih bersih, aku merasa badanku sangat lengket sekarang. Kulihat disekitar Arfan tidak ada dikamar, inilah kesempatanku untuk bersih bersih lebih dulu, sebelum Arfan masuk kedalam kamarku.


Baru ingin melangkahkan kaki ini ke kamar mandi tiba tiba aku mendengar pintu terbuka, akupun terlonjak, saat aku berbalik ternyata yang berada didepan ku ini Arfan, suamiku.


Hening...


Tak ada pembicaraan diantara aku dan Arfan, aku hanya diam dan menunduk seraya mengatur jantungku yang sudah melompat-lompat ingin keluar dari tempatnya.


Kudengar ada deru nafas yang panjang. Mungkin itu deru nafas Arfan_batinku.


Aku tak berani memandangnya sekarang, aku hanya bisa berdiri mematung didepannya.


'Ada apa dengan kaki ini, kenapa susah digerakkin sehh_aku menggerutui diriku yang sudah tidak bisa dikontrol ini.


'Ya Allah, kok aku jadi gugup begini seh..'gerutuku dalam hati.


"Hmm, kenapa diam disitu, gak mau bersih bersih? Apa mau aku yang anter kamu kedalam kamar mandi? Tanyanya yang membuatku membolatkan mataku, aku terkejut dengan perkataannya. 


Blushh...


'Ya Allah malunya aku, ini juga kenapa pipiku tiba tiba panas? Bikin malu aja! Benar benar ini suami, ko bikin jantungku tak bisa berhenti melompat lompat seh, bisa bisa nanti punya penyakit jantung ini_gerutuku.


"Hey! Sayang..ko melamun.."


Aku makin terlonjak saat melihat ia yang kini sudah berada didepanku beberapa centi, kapan ia disini_batinku lagi.


"Em, anu...anu...gaaa...gakk...papa...iya gak papa..."ucapku terbata bata, kini aku sudah tak tahan lagi menahan jantungku yang sudah melompat-lompat ini, langsung aku lari terbirit-birit kekamar mandi dan langsung menguncinya.


Terdengar kekehan dari luar kamar mandi, sudah ku pastikan ia pasti tertawa melihat tingkah ku yang gelagapan seperti ini.


"Ehhh...dasar kaki ko gak gerak gerak seh tadi..."ucapku kesel, saking keselnya aku refleks mengibaskan kaki ku hingga mengenai pintu.


"Awww...ya Allah sakit nya..."ucapku kaget.


"Syifa kamu gak apa-apa kan didalam?? Tanya Arfan dari luar sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.


Aku yang mendengar ucapan nya refleks menutup mulutku, supaya jangan mengeluarkan suara.


"Syifa kamu gak apa-apa kan?


Tok tok tok


"Sayang...."


Sayang??


Blusss....


Apa? dia barusan panggil aku sayang??


Ya Allah!! Rasanya jantungku gak mau berhenti dari tadi, bisa bisa kena penyakit jantung nantinya aku kalau begini!_batinku.


"I..i..iya iya...Syifa gak apa-apa..."balasku gugup.


"Baiklah kalau begitu...hati hati didalam ya sayang..." Ucapnya menggoda.


Hah??!!


"Bener bener ni suami, bisa bisa nya dia memporak porandakan hatiku, kemarin aja udah bikin gundah gulana sekarang malah sebaliknya! Jantungku ya Allah!! Aku mohon jangan buat jantung ku bermasalah nantinya" cerocosku pelan, saking pelannya semut pun gak bakal dengar😆


Tanpa pikir panjang akupun langsung membersihkan diriku. Cukup lama aku berdiam didalam kamar mandi, rasanya kaki ini sulit untuk bergerak keluar dari sini.


 


"Keluar gak? Keluar gak?! Keluar atau gak yaa?? Ucapku bingung sambil menghitung dengan jari.


"Kalau aku keluar nanti malu...kalau gak keluar kan suamiku mau mandi pasti sudah nunggu lama itu didalam kamar..." Sambil mengetuk ngetuk jari telunjuk kedaguku.


"Au ah keluar aja dahh..kasian dia pasti sudah lengket semua dah badannya..."ucapku akhirnya.


Ceklek


Mataku membola, mulutku terbuka dan refleks terkejut melihat ia didepan kamar mandi tanpa memakai baju atasannya, dia hanya menggunakan celana jeans nya. 

__ADS_1


1 detik


2 detik


3 detik


Hingga 5 detik.....


"Aaaaaaaaaaa" teriakku, akupun langsung membalikkan badanku membelakangi nya dan refleks menutup mataku dengan kedua tanganku.


"Astagfirullahhalazim...sayang kamu kenapa? Ko teriak teriak...." Ucapnya refleks.


"Nak, ada apa? Apa ada masalah didalam? Tanya Abi yang tiba-tiba datang mengetuk pintu kamar ku.


"Gak ada apa-apa ko Abi...."


Itu bukan suaraku melainkan suara Arfan.


"Ya sudah kalau begitu, Abi kebawah dulu, baik baik didalam ya...."ucap Abi menggoda.


'Ee Abiii! Bisa bisanya Abi menggoda Syifaa!!' geramku.


Aku masih setia dengan posisi yang sama seperti tadi. Saat ini aku benar-benar gugup.


 


'Mungkin aku benar-benar mempunyai masalah dengan jantungku, nanti akan aku periksa kali ya kedokter jantung!_monolog batinku.


"Sayang kok lama seh didalam ngapain aja tadi? Dangdutan yaa? Tanyanya asal asalan.


"Iiiii, au ah....orang kaget juga.." ucapku kesel.


"Eh ko mas yang disalahkan? Ucapnya dengan embel-embel mas.


"Kamu seh, ngapain juga diam di dekat pintu, gak pakai baju lagii..."ucapku geram.


"Emang salah ya, kan gak apa yang...sudah halal..."godanya.


"Iiiii, kenapa nyebelin sehhh! Au ah, sana buruan mandi..." Suruhku dan mendorong nya masuk kedalam kamar mandi. Saat ingin berbalik tiba tiba tanganku di tariknya hingga tubuhnya dan tubuhku berdekatan tanpa memberikan jarak antara keduanya. Tangannya yang memeluk pinggang ku dengan tiba tiba, rasanya jantungku berdetak sangat kencang, seperti lari maraton saja ini.


Perlahan lahan kepalanya mendekati wajah ku. Aku yang merasa was-was dengan cepat menutup mataku.


'Ya Allah aku belum siap...aku mohonnn jangan dulu, pleasee_batinku memohon.


"Mau mandi bareng...." Ucapnya menggoda ku.


Aku yang mendengar ucapannya refleks terkejut, rasanya nafasku tak beraturan lagi. Dengan cepat dan sekuat tenaga ku untuk menjauh darinya, ku dorong tubuhnya dengan kekuatan penuh. Tapi hasilnya nihil, tenaga nya lebih kuat dari tenagaku.


"Ya Allah bantu hamba..."ucapku dalam hati.


"Hahaha....kamu lucu dengan ekspresi seperti ini..." Ucapnya sambil tertawa gelak.


"Iiiii, dasar nyebelin!! Lepasin gak!! Ucapku dengan sorot mata tajam namun masih dalam kegugupan.


"Gak! Aku mau denger jawaban yang tadi dulu, baru aku lepasin..."Sambil menaikkan kedua alisnya.


"Gak mau!! Dan gak akan pernah MAU!! Ucapku penuh dengan penekanan.


"Benerrr? Tanyanya lagi dengan cara bicara yang diimut imutkan.


"Iya bener!!


"Yakinnn?


"Iya yakin!!!!


"Hmm, bilangnya begitu nanti kalau sudah mencoba baru ketagihan...."


"Iiiii, apaan sehh!! Gaje! Udah lepasin gak! Kalau gak aku teriak ini!! Geramku.


"Baiklah aku lepaskan...."ucapnya sambil melepaskan badanku. Lalu aku buru buru menjauh dari nya supaya suasana gak setegang seperti tadi. Dan jika di teruskan juga akan bermasalah nantinya dengan jantungku. Bisa divonis dokter kalau aku punya penyakit jantung! Kan gak seru! Masa baru nikah udah punya penyakit jantung?kan kasian nantinya suamiku yang tampan itu jadi duda😆(Benarkan reader ?) 


"Iittss...tunggu dulu.."ucapnya sambil menarik tangan ku lagi. Aku yang merasakan adegan yang membuat aku gelagapan ini rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya tapi niat itu ku urungkan.

__ADS_1


"Apa lagii sehh!! Aku benar-benar kesel dibuat nya, baru beberapa jam jadi suami, sudah nyebelin minta ampun dahh! Apalagi kalau seminggu? Sebulan? Atau setahun?!! Ya Allah cobaan apa ini!_cerocosku dalam hati.


"Cium dulu..." Ucapnya sambil memajukan mulutnya kewajahku.


Plakkkk!!


Tanganku refleks menampar tangannya, entah dapat keberanian dari mana untuk melakukan hal semacam ini.


'Ya Allah maaf kan Syifa yang telah menampar suami sendiri_doaku dalam hati.


"Aww!! Sakit sayang...tega banget seh sama suami sendiri..."ucapnya mendramatis.


"Siapa suruh jadi suami nyebelin!!! Lepas gak! Kini emosi ku tak bisa ditahan lagi, ingin rasanya aku menaboknya tapi ku urungkan, karena itu perbuatan yang tidak baik, masa suami sendiri aku tabok seh, kan gak lucu.


"Ya Allah, ternyata istriku ini galak nya maa syaa Allah..."ucapnya gemes sambil menoel noel hidungku.


Aku hanya diam dan tak bergeming lagi, percuma membalas ucapannya kalau membuat aku makin kesel.


"Ya sudah neh mas lepasin, maaf yaa bikin istri tercinta mas ini kesel...."


"Hmm.."


"Ya sudah sana siap siap kebawah nanti dicariin Ummi lagii..."


"Hmm.."


"Kok cuma hmm doang sehh? Masih marah? Tanyanya lembut.


"Au ah...kesel Syifa!! Ucapku asal.


"Ya sudah jangan kesel begitu, nanti mas janji dah, mas akan bawa jalan jalan kemanapun istri mas ini mau..."


"Beneran?? Ucapku antusias.


"Iya beneran sayanggg..."


Blusss...


Rasanya seperti ada kupu-kupu yang indah ingin keluar dari perut ku.


Bahagia?


Tentu saja aku sangat bahagia.


Aku berharap bersama mu di dunia hingga menuju Jannah_Nya...Aamiin.


"Ya sudah sana siap siap...mas mau mandi dulu.."ucapnya dan diangguki olehku.


Lalu akupun langsung bergegas bersiap siap untuk membantu beres beres di bawah.


"Pasti saat ini Ummi lagi kerepotan beres beres di bawah, aku harus cepat cepet ini.."monologku.


Setelah selesai akupun langsung turun menemui keluargaku, kulihat mereka sedang berbincang-bincang, dan akupun langsung mendekati mereka.


"Ummi...apa perlu bantuan? Syifa bantu yaa...." Ucapku pada Ummi saat aku mendekati nya.


"Tidak usah, ini juga udah sedikit selesai kok, tadi banyak yang bantuin Ummi...jadi gak pusing lagi Ummi..."ucapnya tanpa menatap kearah ku sambil mencuci piring yang masih berserakan.


"Fa, ini lebih baik kamu temenin Zulfa aja yaa..."ucap tante Sarah dan menyerahkan Zulfa padaku.


"Ya udah sini..emang Tante mau kemana? Tanya ku lalu mengambil alih untuk menggendong Zulfa yang baru berumur satu tahun.


"Tante ada urusan dulu, udah kamu jagain dulu yaa, dan ini susunya...kalau Zulfa nangis kasih aja susunya..."ucapnya dan diangguki olehku.


"Ya sudah Tante mau kedepan dulu..."ucapnya lalu berlalu dari hadapan ku.


"Zulfa ikut aunty dulu yaa...ummah lagi sibukk..." Seraya meniru suara anak kecil.


Akupun berjalan menuju ruang tamu, disana masih banyak orang-orang yang berkumpul, dengan senang nya mereka berbincang dan dipenuhi dengan gelak tawa dari mereka.


Hari ini rumah ini penuh dengan kebahagiaan aku senang melihat suasana seperti ini, semoga kebahagiaan ini tak akan pernah hilang begitu saja...Aamiin_doaku dalam hati.


...........

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan like kalian yaa setelah selesai membaca 😉🙏 silahkan share ceritanya keteman teman kalian juga😊bantu author untuk mengshare cerita ini 🤗


__ADS_2