
"dimana Syifa nak.."tanya Ummi Rahma padaku.
"Ummi, tenang Ummi" ucap Abi Syifa.
"Dia didalam Ummi, kata dokter ia baik baik saja cuma kelelahan biasa"
"Alhamdulillah"
"Ummi, Syifa kenapa seperti ini?
Kulihat wajah Umminya Syifa, ada guratan kesedihan diwajahnya, aku tak kuasa melihatnya seperti itu.
"Nak ini, bacalah..." Sambil menyerahkan sebuah buku.
"Apa ini Ummi? Tanya ku heran, sungguh aku heran dengan buku yang diberikan Ummi, aku tadi cuma mengajukan pertanyaan tapi kenapa buku ini? Apa hubungannya_batinku.
"Baca saja nak, Ummi juga gak percaya semua ini terjadi pada putri Ummi..."jawabnya lirih.
"Bolehkah saya bawa pulang? Tanyaku.
"Silahkan nak, tapi kamu jangan bilang ke Syifa kalau buku diary nya ada ditangan kamu.."
"Iya Ummi.."
"Ya sudah kalau begitu kamu pulang saja dulu pasti sekarang ini kamu masih sibuk..
"Gak apa apa ko Ummi, saya disini saja..."
"Sudah kamu pulang saja biar Syifa Abi sama Ummi yang jagain..."ucap Abi Syifa.
"Baiklah Abi, kalau begitu saya pulang dulu, nanti kalau pekerjaan saya sudah selesai saya akan kembali kesini lagi.."
"Iya nak..."
"Assalamualaikum Abi, Ummi....
"Waalaikumsalam...
Lalu aku pun pulang dengan membawa sebuah buku diary seorang Syifa, aku merasa heran, apa isinya ya_batinku.
Setelah sampai kerumah akupun melihat Ummi dan Abi sedang duduk santai didepan televisi.
"Lho kok sudah pulang nak? Sudah beres kerjaan kantor? Tanya Ummi.
"Belum Ummi...jawabku lirih.
"Ko lesu begitu Fathan? Kenapa? Tanya Abiku.
Lalu aku berjalan gontai menuju tempat dimana Abi dan Ummi sedang ngobrol.
"Syifa Ummi, Syifa bi...
"Kenapa dengan Syifa nak? Tanya Ummi ku khawatir.
"Dia masuk rumah sakit..."
"Ya Allah...kenapa?
"Aku juga gak tahu, tadi saat Fathan lagi dikantor tiba tiba ponsel Fathan berdering dan tertara no Syifa disana lalu Fathan angkat dan ternyata seorang laki-laki dan dia mengatakan kalau Syifa pingsan ditengah jalan dalam keadaan berantakan, kakinya pun gak pakai sendal Ummi dan kakinya berdarah...sungguh Ummi Fathan gak sanggup melihatnya seperti ini.."
"Terus kenapa kamu gak kabarin kami nak.."
"Maaf Ummi, tadi Fathan sudah kabarin orang tuanya..."lirihku.
"Terus ini apa nak? Ko bukunya gambar perempuan, punya siapa? Tanya Ummi heran.
"Emm,,,ini punya Syifa, ini buku diary nya Ummi, Ummi Rahma yang memberikannya...
__ADS_1
"Untuk apa?"
"Ummi nyuruh aku membacanya sampai habis Ummi, mungkin disini ada jawabannya..."
"Jawaban apa? Tanya Abi heran.
"Jawaban dengan semua pertanyaan yang selalu timbul dalam pikiran Fathan Abi.."
Kedua orang tua nya saling pandang dan menautkan alisnya tanda mereka tak paham dengan apa yang dikatakan anaknya.
"Ya sudah sekarang kamu kekamar geh dan bersihin diri kamu, supaya seger lagi.."
"Iya Ummi, kalau gitu Fathan keatas dulu..."
Lalu aku berlalu pergi kekamarku, dan membersihkan diri, setelah selesai membersihkan diri aku istirahat sebentar untuk menghilangkan rasa lelahku hari ini.
"Allahu Rabbi, semoga lelah ku hari ini jadi lillah ya Allah...aamiin...
Tok tok tok...
Terdengar pintu kamarku diketok seseorang, dan ternyata itu adalah Nisa.
"Abang!! Cepetan kebawah! Kata Ummi kita makan dulu....
"Iya,,,kamu duluan aja dek, nanti Abang nyusul.."
"Oke.."
Aku pun langsung bergegas menuju meja makan, dimeja makan Abi mengatakan kalau pernikahanku dengan Syifa besok tidak usah ditunda.
"Fathan, tadi Abi nya Syifa nelpon, terus dia bilang , pernikahan besok tidak usah ditunda.." ucap Abi.
"Laa, ko begitu Abi, Syifa masih sakit lho, kan lebih baik ditunda dulu, biarkan dia sembuh dulu, nanti kalau sudah sembuh baru kita nanti nikahnya..."
"Abi juga sudah bilang begitu, tapi kata Abi nya Syifa itu permintaan Syifa sendiri, ia tak mau membuat kacau semua acara..." Ucap Abi lagi.
"Membuat kacau bagaimana Abi...lagi pula kan kesehatan itu penting..."
"Hmm, baik lah Abi..."
"Oo iya Ummi nanti kita jenguk mbak Syifa yaa..." Kata Nisa, kulihat ia sangat antusias ingin mengunjungi calon istrinya.
"Iya sayang nanti kita jenguk kesana, ya kan Abi.." tanya Ummi kepada Abi.
"Wah gak sabar deh pengen ketemu mbak Syifa.."ucapnya.
Hening...tidak ada lagi yang membuka suara, yang terdengar hanyalah suara dentingan sendok.
Sesudah selesai makan aku pun pergi kekamar.
"Ya sudah Ummi, aku kekamar dulu.." ucapku lalu berlalu menuju kamarku.
Saat sampai dikamar tiba tiba mataku tertuju pada sebuah buku bergambarkan princes di sampulnya, aku cukup penasaran dengan isi sebuah buku diary punya Syifa yang diberikan Ummi Rahma tadi siang. Ku perhatikan buku itu dengan seksama, sesekali aku tersenyum mengingat akan orang yang punya buku ini. lalu ku bawa kemeja dekat jendela. Saat aku buka sampulnya disitu bertuliskan sebuah ungkapan kata hati begitu juga dengan tanggalnya.
^^^Jakarta, 23-03-2015^^^
Ini adalah sebuah ungkapan spesial buku tentang rinduku padamu. Kau tau! aku sungguh tak kuat menerima kabar kepergianmu saat itu!! kau pergi meninggalkanku dengan semua kenangan yang kau berikan saat itu juga, pada saat hari itu tanggal 02-01-2014 kau mengatakan padaku bahwa kau ingin mengejar impianmu, tangis ku pecah saat aku mendengar kabar itu, dan yang paling sakitnya aku tidak bisa lagi berkomunikasi denganmu, itu yang membuatku sangat sesak!
Aku mohon datang laahhh, aku tak tahu sudah berapa buku untuk mengungkapkan semua kata kata ini, mungkin sudah 5 atau 6 buku, aku tak menghitungnya, karena jika aku melihat buku buku itu, aku merasa kau seakan akan hadir di depanku.
Aku cuma berharap kepada Allah, semoga kau disana selalu dalam penjagaan yang terbaik, dan selalu sehat. Semoga cita-cita yang kau impikan cepat terkabul, aku hanya bisa mendoakanmu...
Selamat berjuang Arfan! Ku harap kau tak lupa dengan ku jika Allah menakdirkan kita bertemu kembali....Aamiin.
Tak terasa air mataku menetes saat aku membaca kata kata yang begitu memilukan.
Arfan?!
__ADS_1
Siapakah dia? Apakah sebuah masa lalumu Syifa?_batinku.
Aku tak mau terlalu bergalut memikirkan kata-kata itu, dan akupun melanjutkan membuka halaman berikutnya.
^^^Jakarta 26-03-2015^^^
Hai Arfan, apa kabarmu disana, semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala. Aamiin...
Hari ini aku mau cerita banyak hal tapi kupikir pikir lagi, Apa untungnya? kalau aku menceritakan banyak hal itu padamu, kau pun tak ada disini kan, ku berharap kepada Allah agar mempertemukan aku denganmu lagi, agar aku bisa menceritakan semua hal itu padamu.
Heh! jangan kan aku bercerita padamu, untuk menanyakan kabarku pun kau tidak pernah sekalipun....hiks hiks hiks, aku sedih banget! Apakah kau tak ingat lagi padaku? Sudah sekian lama rasa rindu ini ku simpan, bukannya malah berkurang tapi malah bertambah, bertambah, dan bertambah!!
Aku sudah berusaha membuang semua itu, aku sudah berusaha membuang rasa yang tak seharusnya kusimpn untuk seseorang yang bukan mahramku. Maafkan aku Arfan! Sungguh aku tak sanggup membuang semuanya begitu saja. Kenangan itu selalu terngiang-ngiang dalam pikiranku....
Ku mohon kembalilah...aku rindu!! sungguh rinduku tak bisa ku bendung lagi, seandainya rindu yang kurasa ini adalah sebuah penyakit, maka aku sudah berada distadiom akhir.
Begitulah kata kata yang dituliskan Syifa untuk 'dia' iya dia adalah Arfan, sosok seseorang yang ia rindukan sudah begitu lama.
Tak terasa air mataku menetes lagi dengan sendirinya tanpa ku minta. Aku tak kuat harus membaca buku ini, tapi aku harus bisa membaca sampai habis supaya aku tahu ada apa dengan dirinya, dan masa lalunya, supaya aku tahu sedikit dari ceritanya, walaupun itu bukan dirinya yang menceritakan melainkan sebuah buku harian Seorang Syifa.
Dan aku terus melanjutkan kisah hariannya demi menunggu sosok seorang Arfan datang kembali dalam hidupnya, tapi sampai halaman ini yang bertuliskan tanggal 25-05-2017, ia tak pernah datang menemui Syifa untuk sekali saja.
Sungguh percintaan yang sangat rumit bagiku, apakah aku jadi penghalang antara kau dan dia Syifa_batinku.
Keteruskan cerita selanjutnya dan aku tak sanggup membaca semua ini air mataku terus menetes membaca kalimat per kalimat yang sangat memilukan itu, sungguh aku tak kuat!!
Kututup kembali buku itu, mataku tak sanggup lagi membaca cerita selanjutnya, aku tak kuat!! rasanya seolah-olah sesak yang Syifa rasakan, seakan akan aku yang berada diposisinya.
Kuseka air mataku mengingat ingat semua cerita percintaannya dengan seseorang yang bernama Arfan itu.
Kurasa aku sudah membuatnya lebih merasakan sakit yang begitu menyesakkan hatinya. Kenapa kau tidak beritahu kepadaku Syifa, jika seandainya kau beritahu semuanya, pernikahan ini tak akan pernah terjadi_aku bergumam sendiri, aku prustasi memikirkan semua ini.
"ABANG!! CEPATAN TURUN!!!
Ku dengar teriakan Nisa yang begitu menggelegar bunyinya, ngapain tuh bocah teriak teriak sehh_lirihku.
"IYA BAWEL!! Teriakku.
Sebelum turun akupun membersihkan muka ku yang sedikit sembab karena menangis membaca buku harian Syifa. Setelah selesai lalu akupun bergegas turun. Dan menemui Nisa yang sedang duduk santai didepan televisi sambil nonton film kesukaannya.
"Ada apa dek? Teriak teriak nyuruh Abang turun pula..." Akupun duduk disampingnya sambil menyandarkan kepalaku di sofa.
"Itu...kata Abi habis isya nanti kita mau jenguk mbak Syifa..."
"Oohh.."jawabku, entah kenapa mood ku sekarang turun drastis jika mendengar nama Syifa.
"Kok ohh doang? gak seneng amat neh Abang ketemu mbak Syifa.."
"Bukan gak senang tapi Abang sedang bad mood!! Kutekan kan kata bad mood pada Nisa.
Nisa yang melihatnya hanya terheran-heran, tak biasanya ia melihat abangnya seperti ini.
"Abang sehatkan? Tanya nya. Tangannya pun menempel di kepala abangnya untuk memastikan kalau abangnya gak sedang sakit.
"Abang sehat Nisa!!"
'Tapi tidak dengan hatiku dek! Sakit rasanya'
"Gak biasanya kek gini, biasa selalu senang kalo dengar nama mbak Syifa...."
Aku tak menjawab ucapannya, entah kenapa hari ini rasanya ia tak ada semangat.
"Bagus lah kalau begitu, ya sudah Abang siap siap geh untuk kemesjid, tadi Abi berpesan katanya mau kemesjid bareng Abang pas shalat asar ini.." ucapnya lagi.
"Ya udah deh, kalau begitu Abang naik lagi yaa keatas, mau siap siap..."
Nisa pun mengangguk mengiyakan ucapanku. Dan akupun langsung bersiap siap untuk sholat di mesjid bersama Abi.
__ADS_1
...........
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa setelah selesai membaca 😉🙏 Silahkan share cerita aku yaa, bantu author untuk mengshare cerita ini 🤗