Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 11


__ADS_3

"Jadi begini....sebenarnya nona Hilya mengalami kecelakaan..hingga membuat ia lupa dengan semuanya, ia mengalami amnesia sekitar setahun belakangan ini...nyonya dan tuan pun sudah berusaha membawa non Hilya ketempat berobat yang terbaik, tapi belum ada hasilnya..."


"Ya Allah, kok bisa begitu pak...." Ucap key kaget.


"Itulah takdir Allah non key, kita tidak tahu seperti apa kedepannya, hanya Allah saja yang mengetahuinya...." Ucapnya lembut.


"Terus Hilya tidak ingat dengan siapa siapa dong pak? Tanyaku pada pak Rahmat.


"Tidak non...saya kasian melihat nya, nyonya dan tuan juga sedih melihatnya. Saat kejadian itu berlangsung, nyonya dan tuan baru datang dari Singapura dan saat tiba di rumah mereka dikejutkan dengan kabar yang membuat mereka syok...."


"Terus gimana dengan orang tuanya sekarang? Apa mereka masih syok? Tanyaku cepat.


"Alhamdulillah tidak lagi. Tapi akhir-akhir ini mereka sering bertengkar entah permasalahan apa yang mereka hadapi..."


"Ya Allah, semoga saja berlalu semua masalah ini ya pak.." ucap key prihatin.


"Aamiin...."ucap kami bersama sama.


"Terus gimana dengan sekolahnya pak? Tanya key penasaran.


"Dia diistirahatkan sebentar hingga keadaannya membaik, dan lebih tepatnya ingatannya telah sembuh...guru memberi keringanan untuk ini..."


"Alhamdulillah kalau begitu pak..." Ucap ku bersyukur.


"Dia memang tidak ingat dengan kami pak? Padahal kami ini sahabatnya lho.."tanya key.


"Jangankan kalian, orang tuanya pun ia gak ingat, dengan Alvin teman masa kecilnya pun ia juga tidak ingat sama sekali. Kerabat dekatnya atau pembantu pembantu dirumah juga ia tak mengingat nya, jika dipaksakan ia sering kesakitan, terkadang ia teriak teriak menahan rasa sakit di kepalanya..."


"Kasian Hilya...apa dia masih tinggal di rumah nya yang dulu pak? Tanyaku.


"Masih non, Minggu kemarin non Hilya baru aja dateng dari Singapura, di sana dia mengikuti kemoterapi supaya rasa nyeri di kepalanya sedikit berkurang....." Ucap pak Rahmat sambil melihat kearah Hilya yang sedang memainkan ponselnya.


"Kalau begitu kapan kapan kami boleh kesana kan? Tanya key.


"Sangat boleh, nyonya dan tuan malah menyarankan itu, agar ingatannya cepat pulih, semoga dengan kedatangan kalian non Hilya bisa membaik..."


"Aamiin..."ucap kami.


Ditengah obrolan kami tiba tiba ponselku berdering dan kulihat layar ponsel disana tertera nama Abi.


'Ya Allah, pasti Abi nyariin aku...aduh gimana ini, ini cukup lama keluar rumahnya...'monolog batinku.


Ku sengol lengan key dan ku arahkan ponselku padanya, saat ia melihat nama yang tertara disana ia terlonjak kaget.


"Abi nelpon? Tanyanya sambil berbisik. Akupun mengangguk mengiyakan ucapannya.


"Gimana ini? Abi pasti marah..."bisiknya lagi.


Aku yang mendengar ucapan key, rasanya gak karuan jantungku serasa mau copot, aku gak mau kejadian masa lalu itu terulang lagi, saat Abi memarahiku hingga aku mendapatkan hukuman mondok di pesantren hingga saat ini.


Flashback on.


Malam ini aku dan teman-teman ku yang lain sedang berjalan jalan menuju taman. Saat ini kami bersenda gurau ditaman, melepaskan lelah yang kian terasa. Saat kemarin adalah akhir pekan yang selalu kami tunggu-tunggu akhirnya pun sudah berakhir, entah mendapatkan nilai berapa di raport nanti, yang pastinya kami sudah berusaha sebisa mungkin. Di taman inilah kami menghibur diri untuk tidak terlalu larut memikirkan nilai nantinya.


"Arsy!! Kita kesana yuk, disana terlihat cantik pemandangan nya, fotoin aku yaa..."ucapku, saat Arsy mendekati ku dan diikuti anggukan dari kepalanya.


"Oo iya...yang lain pada kemana? Tanyaku sambil mencari-cari keberadaan mereka.


"Key sama Aila pergi membeli air mineral sebentar katanya..."


"Terus Hilya mana? Tanya ku lagi.


"Itu Hilya, lagi ngangkat telpon, katanya momnya nelpon..." Tunjuk Arsy kearah Hilya yang sedang berdiri di dekat pohon. Aku yang melihatnya hanya berooh ria.


"Udah ini fotoin aku!! Ucapku sambil menyerahkan ponselku pada Arsy.


"Oke...oke...yaudah sono cepetan aku fotoin ini!! Ucapnya kesel.


"Emang aku tukang foto apa?!! gerutunya.


"Eee Arsy...kamu ikhlas gak seh fotoin aku? Kalau gak ya udah sini...gak jadi.." ucapku sedikit kesel.


"Kamu seh, kok minta fotoin nya ke aku..kan aku juga ingin ikut foto..."ucapnya ngotot.


"Bilang kek dari tadi kalau mau ikut, gak usah ngambek gito..kan bisa minta tolong orang-orang yang lewat sini...bentar yaa...aku mau cari orang dulu.."ucapku lalu berjalan mencari orang yang mau memfotokan aku dengan Arsy.


"Mbaakk...boleh minta tolong sebentar? Cuma mau minta fotoin aja kok..."ucapku pada salah satu pengunjung taman ini.


"Boleh mbak, dengan senang hati..." Ucapnya sopan.


"Sini mbak, ikut saya.." ucapku dan diangguki olehnya. Dan kami pun berjalan menuju tempat yang ingin kami jadikan tempat berfoto.


"Nih mbak ponselnya..." Seraya menyerahkan ponselku padanya. Dan kami pun langsung berpose sesuka hati.

__ADS_1


"Hitungan ketiga ya..1, 2, 3_


Cekrek!!


Cekrek!!


Cekrek!!!


"Ini mbak ponselnya...kalau gito, saya permisi dulu yaa..." Ucapnya dan kami pun mengangguk mengiyakan ucapannya.


"Terimakasih ya mbak..."ucap ku.


"Iya, sama-sama..." Ucap mbak itu dengan senyum manisnya, lalu ia pergi hingga punggungnya tidak terlihat lagi.


"Siniin dong ponselnya, aku mau lihat Fa..."ucap Arsy dan langsung ku serahkan padanya ponselku.


"Wahh, beautiful!! Sangat cantik ini Fa... apalagi pemandangan dibelakangnya..." Ucap Arsy kagum.


"Biasa aja kali Sy...gak usah begitu juga kali.."


"Iya...iya...nanti kau simpan baik-baik ya foto ini untuk kenang kenangan kita.."ucapnya bahagia. Tapi aku merasa agak sedikit aneh dengan ucapan arsy. Entah perasaan apa itu. Tapi aku tetap menanggapi ucapannya dengan senyuman. Sahabatku yang satu ini kadang suka bar-bar bicaranya jika sedang bersama mungkin bar-bar nya akan komat๐Ÿ˜‚


"Syifa, Arsy! Aku mau pulang dulu ya...ini aku ada urusan penting..maaf ya, gak bisa terlalu lama bersama kalian..."ucapnya sedikit menyesal.


"Gak apa-apa ko...ya kan Sy? Tanyaku pada Arsy. Dan diangguki olehnya.


"Yaudah aku pulang duluan ya, titip salam ku buat key dan Aila...assalamualaikum.."ucapnya dan dibalas oleh kami.


Lalu ia pergi berlalu, aku melihat kearah nya seperti terlihat buru-buru entah keadaan apa yang membuat buru-buru seperti itu.


'Semoga tidak terjadi apa-apa_ ucap batinku.


"Sy!! Fa!!! Nih airnya..."ucapnya ngos-ngosan.


"Huh cafe juga!! Ucap Aila yang langsung berduduk ditanah lapang sambil memijat mijet kakinya yang pegal.


"Aiisssh!! Bener bener ya abang penjual tadi..."gerutu Aila pelan yang masih terdengar sayup ditelingaku.


"Kok lama seh kalian? Tanya Arsy.


"Itu to, gara gara Abang penjual yang suka merayu perempuan!! Dasar abang Abang genit!! Udah tahu banyak pembeli! Masih aja ngurusin perempuan, kalau ada penjual lain udah pasti akan ketempat lain! Nyesel aku beli di tempat itu! Mana kaki aku pegel pegel banget lagi!! Iiiihhh!! Geramnya akuu!! Gerutunya cepat. Kami yang mendengar ucapannya hanya tertawa melihat kekesalan Aila.


"Kenapa ketawa? Udah tau aku kesel! Malah diketawain!! Ketusnya.


"Ayok..." Ucap mereka serempak.


Dan kamipun melanjutkan jalan jalan kami mengelilingi taman dan melihat suasana di taman, ini sungguh sangat mengasyikkan! Bersama sahabat kami bersenda gurau dan tertawa bersama. Kadang kami bercerita ini itu yang membuat kami lupa dengan masalah yang dihadapi. Cukup lama kami jalan jalan mengitari taman hingga kami lupa akan waktu.


"Tunggu dulu, ini sudah jam berapa ya? Tanya Arsy yang berhenti berjalan.


Kulihat jam di arloji ku, disana sudah menunjukkan jam 20.30.


"Astagfirullah....kita ini sudah jam sepuluh malam" Ucapku terlonjak.


"Astagfirullah...bisa bisa Abi marah ini!! Sambungku.


"Iya neh, aku pasti juga dimarahin sama papa aku..aduh gimana ini?? Ucap Arsy sedikit prustasi.


"Wah!! Gawat!! gimana ini? Tanya Aila panik.


"Udah ah, gak usah lebay gito!! Ucap key santai.


"Apa lo bilang?lebay?! Heyy!! Keyle yang cantik jelita yang bisa mengalahkan sejagad raya!!! ini keadaan darurat! Bukan keadaan yang biasa biasa yang kita temui dilain waktu! cepat kita pulang!!." Ucap Arsy diikuti kekehan dari key.


"Kamu bisa aja deh Arsy jelek..."ucapnya tersenyum bahagia. Arsy pun berdecak kesel padanya.


"Udah cepetan pulang ayookk!! Ajak Aila.


Dan kami pun langsung pergi buru buru dari tempat itu. Kami berlarian hingga napas kami ngos-ngosan. Jarak rumah kami dari taman ini tidak terlalu jauh, cuma membutuhkan waktu 20 menit. Di persimpangan mereka berpisah menuju rumah masing-masing.


Sampai depan rumah, aku yang merasa badanku panas dingin gak karuan. Entah hukuman apa yang akan Abi berikan kepadaku. Sebelum pergi aku memang berjanji padanya kalau sudah jam sembilan aku sudah sampai rumah, tapi ini sudah lewat dari jam yang sudah dijanjikan.


"Ya Allah bantu hamba...."gumamku.


"Pencet gak ya...gak atau iya? Aduh bingung aku..."ucapku pelan sambil mondar mandir seperti orang ketakutan.


Bismillahirrahmanirrahim_doaku dalam hati.


Kubuka ganggang pintu dengan pelan supaya tidak terdengar bunyi decitan dari pintu ini. Dengan pelan dan diam, aku berusaha menetralkan detak jantung yang sudah mau copot.


"Dari mana? Ucap Abi datar saat aku sudah berada di depan ruang tamu.


Aku hanya nyengir melihat wajah datar Abi.

__ADS_1


"Eh, Abi belum tidur ya.."ucapku basa basi.


"Abi tanya dari mana?! Ucapnya tegas.


"Dari taman sama teman-teman Abi..."ucapku gugup dan menunduk, aku benar-benar takut dengan keadaan seperti ini, seperti di film-film horor!


Mencengkam!


Menyeramkan!


Dan....


Menakutkan!!!


"Kenapa baru pulang?! Tegasnya.


"Maaf Abi, tadi aku lupa dengan waktu..." Tak terasa air mataku kini menetes tanpa diberi aba aba.


"Kamu sudah berjanji sama Abi kalau kamu pulang jam sembilan tapi ini sudah jam sepuluh lewat, dan sebentar lagi jam sebelas, apa kata tetangga nanti kalau melihat anak tetangganya pulang jam segini? Mau taruh dimana muka Abi?! Katanya dengan intonasi yang sedikit ia naikkan.


"Maaf Abi..." Lirihku.


"Sebagai hukuman ini, Abi akan menyekolahkan kamu di pesantren temannya Abi setelah lulus sekolah nanti..." Ucapnya final, lalu ia berlalu pergi begitu saja dari hadapanku. Dan menyisakan aku yang terduduk lesu mendengar hukuman yang harus aku laksanakan setelah lulus nanti.


"Abi gimana seh, aku mau meneruskan sekolah di SMA favorit aku!! Tapi kenapa aku malah dimasukkan ke pesantren! Aku gak mau Abi..." Ucapku lirih disela sela tangisanku.


Flashback of


Aku yang mengingat kejadian itu bergidik ngeri. Aku harus pulang sekarang! Aku gak mau mendapatkan hukuman yang lebih dari itu, itupun aku sudah kapok!


"Pak Rahmat, kami pulang dulu ya, soalnya Abi sudah nelpon barusan..."ucapku disela sela keheningan. Dan diikuti anggukan dari pak Rahmat.


"Hati hati ya non..."ucapnya ramah.


"Iya pak, assalamualaikum..." Ucap kami. Dan langsung berlalu meninggalkan tempat itu, dengan buru buru aku memanggil taksi yang sudah terlihat dekat di depan kami.


Lalu kamipun langsung menuju rumah, tanpa ada yang berbicara satu orang pun, kulihat key dan Zahra diam, entah pikiran apa yang sedang bergelut dalam pikiran mereka.


Setelah sampai didepan rumah kami pun langsung bergegas untuk masuk.


"Key kamu nginap aja dulu ya, nanti Abi makin marah kalau kamu pulang sendiri di jam segini, ini lumayan sudah larut lho, jam sepuluh lewat beberapa menit lagi menunjukkan jam sebelas...."bisikku ditelinga key dan key pun mengiyakan ucapanku.


"Kok baru pulang? Dari mana? Ucap Abi datar yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu untuk menyambut kami pulang. Ah ralat! Bukan untuk menunggu kami, tapi untuk memarahi kami yang lupa waktu.


"Dari taman Abi..."ucap Zahra santai.


"Ya Allah ini anak, ko santay begitu bangat, udah tahu macan baru bangun, kan bisa berabe..."cicit key sangat pelan tapi masih sedikit terdengar oleh telinga ku. Dengan cepat aku senggol tangannya dan langsung menggeleng kepala pelan agar Abi tidak melihatnya. Ku polototi mata key, seakan ingin memakan mangsanya hidup hidup, saat key ditatap seperti itu dari ku ia langsung bergidik ngeri melihatku.


"Ya udah cepat masuk, ini sudah larut malam, dan kamu key, nginap saja dulu disini, nanti Abi akan telponkan orang tua kamu..."ucap Abi dan berlalu pergi masuk kedalam. Begitu juga dengan Zahra ia pun langsung masuk kedalam.


"Hah! Lega! Alhamdulillah key...gak kena marah.."ucapku pelan.


"Iya, alhamdulillahh, gak jadi kena marah.."kekeh key.


"Yaudah cepet masuk, nanti ketahuan sama Abi, kalau masih diam di depan pintu begini..." Dengan cepat aku menarik tangan key dan langsung membawanya naik keatas, lebih tepatnya kami langsung kekamar untuk mengistirahatkan badan yang lumayan kelelahan.


"Aku dulu atau kamu key kekamar mandinya? Tanyaku.


"Kamu aja deh dulu... cepetan ya, nanti setelah itu kita sholat, kita belum sholat isya lho..." Ucapnya.


"Iya ya, aku lupa..." Kekeh ku.


Lalu aku langsung masuk kekamar mandi dan langsung membersihkan badan. Setelah selesai akupun langsung mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat isya yang tertunda beberapa jam.


Setelah selesai akupun langsung bergegas melaksanakan sholat.


"Assalamualaikum warahmatullah...."salamku sambil menoleh kekanan dan kekiri.


"ุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ูŠ ูˆู„ูˆุงู„ุฏูŠ ูˆุฑุญู…ู‡ู…ุง ูƒู…ุง ุฑุจูŠุงู†ูŠ ุตุบูŠุฑุง.


Ya Allah ya Tuhanku Engkau lah yang maha mengetahui segala sesuatu baik itu yang tidak aku kehendaki dan aku kehendaki, aku bermohon kepadaMu, ikhlaskanlah hati hamba untuk menerima perjodohan ini, hamba berharap kepadaMu semoga aku bisa menerima semuanya dengan hati ikhlas, aku yakin bahwa semua ini sudah tertulis di Lauhul Mahfudz Mu, kuharap ini adalah keputusan yang benar, aku tak ingin suatu saat nanti menyesal dengan keputusan ku sendiri. Dan untuk Dia, kuharap dia bisa memahami keadaanku, ikhlaskan hatinya ya Allah, semoga ia bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari diriku, aku yakin Kau memberikan apa yang ku butuhkan bukan apa yang ku inginkan...."


Aamiin allahumma aamiin....


Setelah selesai sholat akupun langsung membereskan alat sholatku dan meletakkan ditempat asalnya.


Kulihat key masih berdoa, entah apa yang ia minta.


'Semoga saja terkabul doa doa mu key...aamiin_doaku dalam hati.


Mataku sungguh terasa berat sekarang, kuputuskan aku akan tidur duluan, ingin aku mengatakan pada key, tapi aku gak mau menganggu nya, biarkan saja. Tak cukup menunggu lama akupun terlelap dan menyisakan key yang masih bermunajat kepada sang maha pencipta.


.............

__ADS_1


__ADS_2