
Wehh sudah nyebar undangan aja kamu ini? Ternyata ada juga yang mau sama lo....hahaha"
Itulah Farhan teman karibku di pesantren, walaupun kami sudah lulus tapi pertemanan kami masih akrab seperti waktu mondok dulu.
"Emangnya aku ini cowok apaan? Main ngata ngata begitu..."
Ini ni yang gak aku suka dari si Farhan, selalu saja suka mencari masalah.
"Ya ampun muka nya cemberut gitu, cup cup cup..sini aku cium...hahaha"
"Iiiii, emang lo anggap aku itu cewe apa?! Dasar ya ini bocah mesum!"
"Assalamualaikum bro, apa kabar nih? Ucap Raihan yang tiba-tiba datang. Dan keduanya pun menoleh kearah Raihan, dan langsung menjawab salamnya.
"Seperti yang lo liat sekarang, baik baik aja kan.."kata Farhan, maklum ia memang suka eseng kalau sudah bertemu seperti ini, tapi yang anehnya sama ni bocah, kalau bertemu dengan orang lain, ma syaa Allah kalem banget dah.
"Kamu ini, masih aja suka eseng, Ingat umur napa! Ucap Raihan sambil menepuk pundak Farhan. Dan yang di tepuk pundaknya pun hanya terkekeh mendengar ucapan Raihan.
"Oo iya Fat, benar ya kata teman-teman lo mau nikah?" Tanya nya, aku hanya terkekeh mendengar nya.
"Iya, makanya aku kesini ngajak kalian ketemuan, ini undangan lo, harus datang ya..."sambil menyerahkan satu undangan kepada Raihan.
"Oh pasti dong aku dateng! Kan pernikahan sahabat gue, masa sama pernikahan sahabat gue gak dateng, teman macam apa gua..."ucap Raihan yang diikuti dengan gelengan kepala Fathan dan Farhan.
"Bener bener ni anak, terlalu mendramatis hidup lo...."ucap Farhan.
"Kebiasaan deh suka sering nonton sinetron...ya gini kan jadinya..hahaha" sambungnya sambil tertawa terbahak bahak dan diikuti gelak tawa Fathan.
Raihan pun hanya bergidik ngeri melihat sohib karibnya yang tertawa begitu mengerikan bila dilihat.
"Sudah! Sudahh...stop tertawa nya, malu dilihatin banyak orang to, lihat to..to too.." ucap Fathan menengahi sambil menunjuk dengan dagunya kearah sekitar. Dan betul mereka sedang dilihatin banyak orang.
"Lagian yaa, ini tuh bukan tempat acara komedi.."sambungnya.
"Iya iya...mangapp.."ucap Farhan asal.
"Maaf Han! Maafff!! Ucap Fathan dan Raihan kesel bersama dengan intonasi yang sedikit ditinggikan.
"Than, terus perasaan lo untuk si Felly gimana? Masih adakan"
"Felly?? Tanya ku. Dan diangguki oleh keduanya.
"Felly sudah tunangan dan Minggu depan ia mau nikah"ucapku, entah kenapa mood ku tiba tiba berubah setelah mendengar nama Felly.
"Apaaa?!! Kamu beneran Fat..."teriak Farhan.
"Gak usah kali teriak teriak, budeg ini telinga!
Ucap Raihan.
"Iiiii, siapa juga yang teriak di telinga lo, ogah!!"
Mereka memang suka berantem kalau lagi kumpul kumpul begini, tapi dibalik itu, ia menganggap hanyalah sebuah candaan yang mampu menghibur para pendengar. Ya itulah mereka, saling menjahili satu sama lain.
"Udah udah, gak malu apa diliat orang orang, ini cafe lho bukan tempat lo berdua berantem. Oke!"
Leraiku.
"Lo beneran gak ada rasa lagi sama si Felly? Tanya Raihan.
"Pertanyaan bodoh apa itu, iya iyalah, masa aku suka sama istri orang, gak baik tau..."
"Bagus deh kalau begitu?"
Tiba tiba aku teringat pada kejadian kemarin di mobil, kenapa ia menangis? Sepertinya ia tak suka dengan pernikahan ini, tapi kenapa ia mau menerimanya_batinku.
"Oi bro, lo kenapa melamun?
"Ha,, melamun, gak ko, aku cuma bingung aja.."
"Bingung? Bingung kenapa? Tanya Raihan.
__ADS_1
"Bingung dengan Syifa..."
"Ha? Kenapa harus bingung?" Tanya nya lagi.
"Begini, semalam kan aku fitting baju pengantin dengan nya dan kami kesana pakai mobil tapi ia duduk di kursi belakang, kulihat mukanya itu seperti banyak beban, lebih tepatnya aku berfikir bahwa ia tak suka dengan pernikahan ini, tapi anehnya jika ia tak menyukainya kenapa harus menerima lamarannya. Saat ku tanya ia hanya diam, saat diam kulihat ia sedang menangis. Ku tanya kenapa? dia bilang gak ada apa apa, gimana aku gak khawatir coba melihat calon istri gue menangis" ucapku.
"Mungkin ada sesuatu yang disimpannya dan dia menyimpan dari lo, supaya lo gak tau apa apa tentang masalahnya"
"Bener itu kata si Farhan, tumben lo pintar Han, biasa akal lo itu...yang itu itu ajaaa"
"Enak aja bilang itu itu, gue ini memang keturunan orang orang hebat, jadi wajarlah aku pintar...hahaha"
"Mau muntah aku dengarnya..."titah Raihan.
"Sttt, bisa diam gak, kalian ini, aku lagi pusing ini! Gimana caranya yaa supaya aku tahu tentangnya walaupun sedikit juga gak apa apa..."
"Lo tanya aja langsung ke orangnya, ya kan Rai..."ucap Farhan
"Betul itu..." Timpal Raihan.
" Ya udah nanti aku tanya ke dia"
Cukup lama kami ngumpul sambil cerita cerita, lalu setelah selesai cerita kami pun pulang kerumah masing-masing, cukup rasa rindu dengan sahabat ini terobati.
..........
"Bang Fathan...buka pintunyaaaa! Cepetan!! ABANG!! Hiks hiks hiks....
Saat sedang enak enakan tidur, teriakan Nisa membuatku terkejut bangun hingga sakit di kepalaku terasa begitu nyeri.
"ABANG!! Cepatan!
Kudengar suara tangisannya begitu kencang? Apa ada sesuatu yang terjadi hingga ia menangis sampai menjadi jadi seperti itu?
Cepat cepat aku bergegas langsung membuka pintu kamarku, ku temukan Nisa yang menangis tersedu sedu sambil memelukku.
"Kamu kenapa dek? Kok nangis? Tanyaku, aku masih belum mengerti kenapa adikku seperti ini.
Terkejut?
Ya terkejut aku mendengar ibu yang selalu ada untukku, pingsan...ku tanya pada Nisa dimana dia sekarang, lalu Nisa mengatakan dimana keberadaannya sekarang, ku berlari menemuinya, kulihat ia sudah tergeletak pingsan di dapur. Sesegera mungkin aku mengangkat Ummi ke mobil lalu membawa langsung kerumah sakit.
"Dokter, tolong!!"
Lalu datang beberapa suster untuk membawa Ummi kedalam ruangan yang bernuansa putih itu untuk di periksa.
Sekarang aku tidak tahu seperti apa keadaanku tapi yang pastinya sungguh aku sangat sedih melihat keadaan orang tersayangku.
'Ya Allah sembuhkan Ummi...semoga gak terjadi apa apa' lirih batinku.
"Sabar ya dek.." ucapku sambil menenangkan adikku yang kini masih tersedu sedu menangis, sesekali ku menghiburnya tapi hasil nya tetap aja tidak bisa, ia tetap menangis di sampingku sambil memelukku.
"Abang Ummi kenapa? Hiks hiks hiks..." Ucapnya.
Tiba tiba....
Dokter yang memeriksa Ummi datang dan ia mengatakan pada kami bahwa Ummi hanya kelelahan saja.
"Alhamdulillah...kudengar kata syukur itu terucap di bibir mungil Nisa, dan kulihat ia tak lagi menangis seperti tadi, alhamdulillahh_itulah yang hanya bisa kuucapkan pada_Mu ya Allah_batinku.
"Dok apa boleh kami masuk, kedalam? Tanya ku dan diangguki oleh dokter. Lalu dokter yang memeriksa Ummi pun langsung pergi dari hadapan kami.
"Abang alhamdulillahh Ummi hanya kelelahan saja, abang sudah beritahu Abi soal ini? Tanya nya.
"Astagfirullahhalazim, abang lupa dek, tunggu sebentar abang telpon dulu" aku benar-benar tidak ingat lagi untuk memberitahu kepada Abi tentang musibah ini, kepanikanlah yang membuat aku lupa.
"Assalamualaikum Abi, Abi di mana"
........
"Ummi Abi masuk rumah sakit..."
__ADS_1
.....
"Alhamdulillah baik Abi, kata dokter hanya kelelahan saja..."
.....
"Baik Abi, rumah sakit Sari Mulya ya Abi.."
.....
"Assalamualaikum...
......
"Bang gimana?apa kata Abi? Tanya Nisa, entah sejak kapan ia berada dibelakangku.
"Kata Abi, sebentar lagi Abi menuju kesini..."
Nisa hanya berooh ria mendengar ucapanku tadi.
"Dek, kita tunggu diluar aja dulu yaa, kita nanti masuk nya sama sama aja dek.." ucapku dan diangguki oleh Nisa.
Cukup lama aku dan Nisa menunggu, terlihat dari kejauhan Abi dan Abinya Syifa.
Hah! Abi Syifa?
"Bang itukan Abinya mbak Syifa, ya kan bang?"
Aku tak tahu kenapa Abi Ali juga ada dirumah sakit ini, ngapain?_batinku.
"Assalamualaikum...Fathan, Nisa, mana Ummi kalian?
Terlihat dimuka Abi ada rasa kekhawatiran, aku juga tahu kalau Abiku ini sangat sayang sama Ummi, jadi kalau ada sesuatu yang terjadi padanya sungguh ia sangat khawatir.
"Waalaikumsalam, ada didalam Abi.. Abi juga disini yaa? Ngapain bi? siapa yang lagi sakit?"
"Hahaha... Fathan Fathan, kita kesini untuk menjenguk Ummi kamu, katanya sakit, kebetulan Abi bersama Abi kamu tadi sedang mengerjakan meeting penting"
"Ohh, saya kira ada yang sakit bi" aku hanya terkekeh mendengar penjelasan dari Abi Ali.
"Yasudah kita masuk kedalam Ali" ucap Abi.
Kulihat Abi Ali pun mengangguk untuk masuk kedalam ruangan yang bernuansa putih itu.
"Bang, Ummi gak nginap disini kan?"
"Abang juga gak tahu dek....belum selesai kata itu terucap sempurna tiba tiba seorang perawat datang pada kami.
"Maaf mas, ini tagihan administrasinya bisa dibayar kesana..."sambil menunjukkan tempat orang yang berjejer untuk membayar administrasi.
"Iya sus, terimakasih" ucapku.
"Iya sama sama mas, kalau begitu saya permisi mas."ucapnya.
"Iya sus...."
Dan dia pun pergi melangkah untuk mengerjakan tugasnya kembali.
"Dek abang kesana dulu ya, mau bayar administrasi nya dulu, kamu kalau mau masuk...masuk aja duluan, nanti Abang nyusul.." Nisa pun mengangguk.
Lalu aku pun berjalan ketempat administrasi,
Huh banyak sekali antriannya_batinku.
Disini aku hanya duduk diam dikursi tunggu untuk menunggu no antrianku disebut.
Cukup lama bagiku tapi tak apalah_sesekali aku bergumam sendiri.
............
Jangan lupa tinggalkan jejak vote kalian yaa setelah selesai membaca 😉😇dan silahkan share ceritanya keteman teman kalian yaa 😉 bantu author untuk mengshare cerita ini 🤗
__ADS_1