Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 28


__ADS_3

Tepat pukul 04.00 sore, azan pun berkumandang dimana mana terlebih lagi di mushalla pesantren, suara azan terdengar begitu merdu dari segala penjuru pondok.


Semua santri dan santriwati bersiap-siap mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah sholat. Tempat wudhu penuh dengan antrian. Begitulah suasa dipondok semua hal harus di ajarkan untuk mengantri, dari makan, mandi, hingga masuk kedalam WC (betulkan reader ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…).


"Heh siapa seh ini lama sekali di dalam...heii, cepetan napa!!" Ucap salah anak yang sedang menunggu antrian toilet.


"Sabar je, nanti juga keluar..." Balas temannya.


"Eee, aku udah gak tahan...udah kebelet inii! Heyy...berak apa gimana sehh!! Ini juga toilet sebelah lama-lamain aja didalam!...." Cerososnya sambil menggedor-gedor pintu toilet sebelah.


Ceklekkk...


"Iya iya saabar....ini sudah selesai, gak usah esmosian kalee! Ucap seseorang yang baru aja keluar dari dalam toilet.


"Lagian kamu kelamaan didalam semedian atau gimana seh...ya udah sana....!" Usirnya.


"Ooo...dasar tukang ulah, cari masalah aja kerjaaannya...."ejek nya.


"Apa loo bilang?? Tanya dia tak terima.


"Udah ah, itu cepetan nanti ada yang duluan masuk..."lerai teman satunya.


Aku melihat peraduan mulut diantara mereka sedikit terkekeh, mungkin memang sudah tak tahan lagi menahan panggilan alamnya itu๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ.


"Fa kok bengong ayo cepetan, ini aku sudah berwudhu nya...." Ucap key yang Bru selesai berwudhu.


"Iya..." Ucapku.


Baru ingin membasuh muka tiba-tiba suara Iqamah terdengar dari mushalla pondok.


"Astaghfirullah....fa cepetan nanti masbuk lho...." Ucap key sedikit mendesak.


"Iya, bentar...baru aja cuci muka, sabarr...."ucapku sambil meneruskan wudhu.


"Fa ayo cepetan..." Desak key lagi.


"Iya iya...neh udah kok, ayo cepetan...." Ucapku setelah selesai berwudhu lalu bergegas berjalan menuju kamar untuk mengambil peralatan sholat.


Sesampainya dikamar sudah tidak ada lagi santri wati yang terlihat kecuali Aila, ia tidur mungkin sedikit kelelahan makanya ia tertidur saat jam seperti ini.


Saat melangkah kaki keluar dari kamar tiba-tiba aku teringat sesuatu.


"Astaghfirullah, key...aku lupa, kan aku lgi dapet, kenapa mau sholat yaa, ya Allah..." Ucapku sedikit terkekeh saat mengingat bahwa dirinya sedang ada halangan.

__ADS_1


"Ya Allah FAA! Tega kamu, aku tungguin kamu, ternyata kamu lagi dapet...."ucapnya key tak percaya.


"Hehehe, maaf yaa.."kekehku.


"Ya udah buruan sana, nanti masbuk....." Sambungku.


"Emang udah masbuk ini faa, ya udah aku duluan ya..." Ucapnya sambil sedikit berlari.


"Huh, emang ini otak...."monologku.


"Eeeeeee, fa sudah jam berapa ini? Tanya Aila sambil mengeliat.


"Sudah jam empat sore ai..." Ucapku.


"Hah!!! Apa sudah azan? Tanya nya histeris dan terbangun dari tempat tidurnya.


"Udah, itu anak-anak sudah pada sholat..." Ucapku polos.


"Ya Allah ya Rabbi!!! Humaira Assyifa kenapa Aila tidak dibangunin, kan Aila mau sholat!! Balas Aila histeris.


"Yah, kan gak tahu aku kira kamu lagi dapet, lagian si key juga gak beri tahu aku soal itu..."ucap ku lagi.


"Terus gimana dong? Tanya Aila bingung.


"Ya udah sholat di kamar aja, lagian gak ada siapa siapa juga..."ucapku sesantai mungkin.


" Tenang aja.....gak akan ada apa-apa..." Sambil menenangkan.


"Kamu diam-diam aja yaa...awas aja kalo ember mulut mu itu.."cerososnya.


"In syaa Allah Aila yang cantik jelita...." Ucapku pasrah.


Ia pun terkekeh mendengar ucapanku barusan dan langsung berlalu menuju tempat wudhu, tak berselang lama ia pun datang dan bergegas menggelar sejadah disamping kasurnya lalu melaksanakan kewajiban sholat ashar.


Karena aku tak punya kegiatan apapun selain berdiam, jadilah aku berdiri disamping jendela kamar sambil melihat pemandangan alam sekitar, memang dibelakang asrama kami adalah hutan yang rindang namun suasananya sangat menenangkan, berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dilihat.


Sungguh Allah maha kuasa, Allah ciptakan semua ini dengan kekuasaan-Nya, itulah kenapa kita harus mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah beri. Dari mata kita bisa melihat ciptaan Tuhan dengan berbagai bentuk dan jenis, maka Janganlah sekali kita menampakkan kesombongan dimuka bumi, karena kita hanya manusia yang lemah, hanya Allah-lah yang berhak mempunyai sifat itu. Karena semua yang ada di bumi dan dilangit itu adalah ciptaan-Nya.


...ูˆูŽูƒูŽุงูŽูŠู‘ูู†ู’ ู…ูู‘ู†ู’ ุงูฐูŠูŽุฉู ููู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูฐูˆูฐุชู ูˆูŽุงู„ู’ุงูŽุฑู’ุถู ูŠูŽู…ูุฑู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูุนู’ุฑูุถููˆู’ู†ูŽ...


Terjemahan


..."Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling daripadanya." ...

__ADS_1


...(Q.S. Yusuf : 105)...


.......


.......


.......


Saat sedang asik memandang ciptaan Tuhan suara teman-teman pun sudah terdengar, berarti kewajiban sudah dilaksanakan, mereka berdatangan dari mushalla dan berbondong memasuki kamar masing-masing. Kini suara heboh pun mulai lagi, berbagai pembicaraan yang mereka bicarakan, karena aku sedang tidak mood untuk bergabung dan lebih memilih tetap diam di samping jendela kamar.


"Apa kabar yaa mas Arfan? Hmm belum juga satu hari udah kangen aja...hehehe..."monologku sambil tersenyum.


"Ya Allah tolong jagakan selalu keluarga Syifa, lindungi mereka dimana pun mereka berada tetaplah lindungi mereka, Syifa yakin engkau pasti mendengar doa Syifa ini....hindarkan juga mereka dari marabahaya apapun itu jauhkan kejahatan-kejahatan yang berusaha menghampiri mereka, hanya kepada-Mu lah Syifa meminta dan hanya kepada-Mu lah Syifa berserah....Aamiin Ya Rabbal Alaamiin...." Doaku dalam hati.


"Fa ayo kita ke mushola, sebentar lagi mau mulai tuh kajian sorenya...." Ucap Yuna sambil mencari kitab kajian sore ini.


"Iya Yun, oo iya....kajian sore ini siapa yang ngisi? Tanya ku pada Yuna.


"Kata anak-anak lain anak pak yai Sobri, apa itu betul? Sambungku dan dibalas anggukan oleh Yuna. Dan aku hanya manggut-manggut mengiyakan ucapan Yuna.


"Yaudah ayo..."


"Ayo...."


Kami pun berangkat bersama, dengan membawa kitab yang didekap di dada.


"Yun, yang lain mana? Tanya ku.


"Mereka sudah di mushola, katanya gak mau ketinggalan berita dan harus duduk paling depan, aneh kan mereka...haha..udah tau Gus punya istri masih aja gangguin suami orang....hahaha...."kami pun tertawa dengan tingkah teman-teman dikamar, memang mereka selalu heboh dengan hal-hal yang berbau BARU.


Sesampainya di mushola tempat sudah agak sedikit penuh, dan suara bising pun bergema dimana-mana.


"Kita duduk dimana Yun, disini sudah penuh lho..."ucapku sambil celingak-celinguk mencari tempat yang kosong.


"Emm, kesana aja yuu..." Tunjuk Yuna pada tempat paling ujung, tak berpikir lama Yuna pun langsung menyeret tanganku menuju tempat yang barusan ia dapat.


"Pelan-pelan Yun nanti kesenggol anak-anak lain lohh..."ucapku menasehati dan balas anggukan oleh Yuna.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...." Ucap seseorang di depan, mungkin itulah pengganti pak yai Sobri yaitu anak beliau, gus Rahmat.


Setelah duduk kami langsung membuka kitab dan mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh beliau di kajian hari ini.


"Baiklah kita mulai kajian sore ini, kita ulang sedikit yaa kajian sebelumnya yang di ajarkan Abuya, pelajaran kali ini masih tentang menuntut ilmu...

__ADS_1


.........


...Jangan lupa vote dan like nya yaa๐Ÿค— terus bantu support supaya rajin up๐Ÿ˜ dan Silahkan share cerita keteman teman kalian......


__ADS_2