Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 26


__ADS_3

Di perjalanan menuju pondok aku hanya diam, begitu juga dengan mas Arfan, tidak ada pembicaraan diantara kami berdua.


Suasana terasa canggung, ingin rasanya aku memulai pembicaran agar rasa bosan ini hilang. 


"Mas...."


"Sayang..."


Ucap kami bersamaan, rasanya pipi ku sedikit memanas karena panggilan suamiku barusan, ya memang seh, dari kemarin dia sudah memanggil ku seperti itu, tapi entah kenapa hari ini ada rasa agak gimana gitu.


"Kamu aja duluan..." suruh mas Arfan.


"Gak, mas aja duluan.." tolak ku halus.


"Kamu aja yang duluan ngomong nya..."


"Mas aja deh...." 


"Ya udah mas yang duluan ya, mas cuma mau ngingetin, disana kamu jaga kesehatan, harus tepat waktu makan dan jangan terlalu cape, kalau sudah capek cepet cepet istirahat, nanti kamu sakit kalau kurang istirahat, mas gak mau yaaa denger kamu sakit nanti nya....."


Aku melongo mendengarkan penuturan mas Arfan, begitu perhatian nya suamiku ini denganku. Hingga aku tak dapat berkata-kata lagi. Aku sangat bersyukur kepada Allah bisa di takdirkan bersamanya. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan".


"Hey..." Panggil mas Arfan


"Emm...ada apa? Tanya ku bingung.


"Dari tadi mas panggil panggil kok gak nyaut? Lagi mikirin apa? 


"Gak apa-apa..."


"Ingat ya pesan mas tadi.... jangan sampai kelupaan.." ucapnya dengan lembut sambil mengacak kepalaku.


"Isss, nanti rusak mas...." Sambil menjauh kan tangannya yang bertengger di atas kepala ku dan ia pun sedikit tertawa melihat tingkah ku yang mungkin dianggap nya lucu.


"Mas, nanti gak usah keluar dari mobil yaa, Syifa gak mau kalau ada yang liat mas, dan nanya nanya tentang mas sama Syifa, Syifa gak mau kaya gitu...." Cemberut ku.


"Emang kenapa? Kamu cemburu yaa kalau ada yang nanya nanya tentang mas ini..." Dengan pede nya ia mengatakan seperti itu.


"Jangan kegeeran deh mas..." 


"Hahaha, iya, nanti mas gak akan keluar dari mobil, tapi ada syaratnya ya...." Ucapnya jahil.


"Hah?! Syarat? Tanyaku dan di angguki oleh mas Arfan.


"Kok pakai syarat sih mas, gak ah, Syifa gak mau..." Tolak ku.


"Ya udah kalau gak mau, nanti siap siap aja deh mas yang anterin kamu sampai kamar pondok kamu itu...." Dengan jahilnya ia membuat syarat untukku seperti itu.


"Jangan!!! Iya...iya...Syifa turutin deh syarat dari suami tampan ku ini...." Ucapku memelas .


"Ciyeee, ngakuin suami tampan..." Godanya ambil menoel noel daguku.


"Au ah, cepetan bawa mobil nya, ini Syifa udah telat sepuluh menit, ayo buruan, Syifa gak mau kena hukum cuma gara gara mas nganterin Syifa telat yaaa..." 


"Iya sayang... sebentar lagi kok sampai...."


Hening...


"Nah, itu pesantren nya, mas bilang juga apa sebentar lagi sampai kan..." Tunjuk nya pada pondok pesantren tempat ku menimba ilmu.


"Mas janji ya nganterin nya smpai gerbang aja, Syifa gak mau sampai harus masuk ke area pondok segala..."


"Iya sayang, tapi tadi mas sudah bilang ada syaratnya kan? Tanya nya dan diiyakan oleh ku.


"Apa syarat nya mas? Tanya ku lagi.


"Syaratnya kamu harus_ " jedanya sebentar.


"Harus apa? Mas gak minta syarat yang aneh-aneh kan? Awas aja kalau aneh, kalau aneh syaratnya Syifa gak akan turutin..." Ancamku setenang mungkin, padahal aku ingin banget cepet cepet keluar dari mobil, karena aku sudah telat masuk kelas.

__ADS_1


Kalau didepanku sekarang ini bukan suami ku, aku gak akan seperti ini. 


'Ya Allah jangan telatkan Syifa, semoga ustazah nya belum dateng....Aamiin....' Doaku dalam hati.


"Syifa harus cium mas dulu....." Godanya dengan mata yang di kedip kedip kan nya.


"Eesss, sok imut lagi...." Cerocosku.


"Mau gak? Kalau gak mau mas yang anterin sampai kekamar kamu sekalian...." Ucapnya tanpa melihat kearah ku.


"Yaa...ya udah, Syifa mau, tapi tutup mata dulu..." Ucapku lalu di iyakan olehnya dengan senyuman merekah.


'Ya Allah Syifa gak berani, ini kali pertama nya Syifa mencium seorang laki-laki selain Abi....' rapalku dalam hati.


1 menit


2 menit


3 menit


Cup...


Dengan cepat aku memalingkan wajahku dan menutupi dengan kedua tangan ku setelah melakukan hal yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya.


"Alhamdulillah...makaseh sayang.."ucapnya dengan nada yang di imut imutkan.


"Kok alhamdulillahh seh, Syifa deg degan ini....kalau Syifa punya penyakit jantung gimana? Mau mas tanggung jawab ? Ucapku dengan sedikit kesel karena perlakuan mas Arfan yang sedikit menyebalkan. Ia hanya tertawa mendengar ocehan ku.


"Ya udah sana masuk, nanti kena hukum kalau telat..." 


Mas Arfan menatap ku dengan senyuman nya, tapi aku tak menghiraukannya, karena aku malu, kalau aku menatap nya sudah pasti aku diledeknya karena pipiku sedikit memanas. Aku benar-benar malu dibuatnya. Tapi aku merasa senang dengan perlakuannya terhadapku seperti ini, walaupun perlakuan nya dianggap receh, tapi bisa membuat hatiku berbunga-bunga.


"Sayang...." Panggil mas Arfan di sela lamunanku.


"Astagfirullah....mas ih ngeselin, bikin Syifa jantungan kalau sering di kagetin..." 


"Ya enggak laa mas, ya udah Syifa berangkat yaa, mas jaga diri ya, jaga kesehatan, jaga pola makan dan jangan sampai mas kurang istirahat...." Nasehatku sebelum keluar dari mobil.


"Iya sayang, kamu juga ya, ingat pesan mas yang barusan mas bilang..."


"Iya, ya udah syifa keluar ya, Assalamualaikum...." Ucapku sambil menyalami tangan nya dan dibalas oleh mas Arfan dengan ciuman di keningku.


"Waalaikumsalam...hati hati..."


"Iya mas, mas juga hati hati dijalan jangan ngebut..." Nasehatku. Aku pun langsung keluar dari mobil dan mengeluarkan barang barang bawaan ku dari rumah.


"Mas pulang yaa..." Ucapnya saat semua barang Syifa sudah keluar dari mobil.


"Iya mas, hati hati...."


Mobil itu pun berjalan maju meninggal kanku di pondok ini, pondok tempat ku menimba ilmu, pondok tempatku belajar untuk bisa memperbaiki akhlak ku. Kini mobil itu sudah terlihat jauh dari penglihatan ku, tak mau menunggu lama lama lagi dengan segera aku mengangkat semua brang bawaanku menuju gerbang yang sudah di tutup.


Dengan sedikit berjinjit aku melihat kedalam gerbang untuk mencari seseorang yang bisa membukakannya untukku.


"Kak Hasan, Afwan...bisa tolong bukakan gerbangnya? Teriakku kepada salah seorang laki-laki yang sudah lama berkhadam di pondok ini.


"Eh Syifa, baru dateng" ucapnya sambil membuka kunci yang ada di gerbang.


"Iya kak, sudah lama ya bel bunyi nya? Tanya ku.


"Em, lumayan seh, sekitar 20 menitan...."


"Emm, ya sudah syukran kak, Syifa mau ke asrama dulu..." Pamitku.


"Mau dibantu?


"Gak usah kak, Syifa bisa sendiri, lagian gak berat berat juga kok...." Tolak ku halus.


"Ya udah kak, syukran atas pertolongan nya tadi, kalau begitu Syifa pamit, assalamualaikum...."pamitku, lalu pergi berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


Aku pun terus menelusuri area asrama, kamarku berada di paling ujung, jadi sedikit lama bisa sampai ke kamarku.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga....aku taruh aja deh dulu nanti baru beres beres nya, kalau nanti ke kelasnya bisa ketinggalan pelajaran aku.." monologku.


Dengan tergesa gesa aku mencari kitab kitab yang akan di pelajari hari ini. Setelah selesai dengan langkah kaki seribu aku pergi menuju kelas.


"Assalamualaikum ustazah, Syifa boleh masuk ? Tanyaku hati hati pada ustazah Nurul.


"Eh, Syifa, Baru Dateng ya nak, ya udah ayo masuk..." Suruhnya.


"Syukran ya ustadzah.." ucapku dengan tersenyum dan dibalas oleh ustazah Nurul dengan senyuman pula.


"Baik lah anak anak ku, maaf terjeda sedikit, sedikit ustazah ulang ya, jadi, setelah sebelumnya ada kesepakatan bai'ah aqabah I dan aqabah II dari jumlah orang orang Yastrib yang beriman dan siap menerima hijrah nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam ke Yastrib, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mulai melakukan strategi sembari menunggu perintah hijrah melalui Wahyu Ilahi. Setelah mendapat perintah hijrah, nabi mulai memerintahkan para sahabatnya untuk berhijrah secara sembunyi sembunyi menuju Yastrib (Madinah) kejadian itu terjadi pada tahun 622 H, pada tahun ke-13 kenabian.


"Ustadzah saya mau nanya..." Ucap anak yang duduk dekat jendela, namanya Mili.


"Iya Mili mau nanya apa? Sambut ustazah dengan lemah lembut.


"Ustadzah, siapakah para sahabat Nabi yang pertama kali berhijrah ke Yastrib ? 


"Ma syaa Allah, pertanyaan yang sangat bagus Mili....jadi sahabat sahabat Nabi yang pertama kali berhijrah ke Yastrib diantara adalah abu Salamah bin abdul As'ad beserta istrinya Laila, disusul lagi dengan Abdullah bin Jahsyin, kemudian secara bergelombang disusul oleh para sahabat lainnya. Hanya Umar bin Khattab satu satunya sahabat yang berhijrah secara terang terangan..."


"Terus ustazah bagaimana dengan para kaum musyrikin Mekkah? tanya murid yang lain.


"Para kaum musyrikin Mekkah mulai gusar mendengar berita kaum muslimin Mekkah yang sudah banyak meninggalkan Mekkah menuju Yastrib. Mereka khawatir, ajaran Nabi Muhammad akan semakin meluas dan_" penjelasan pun terjeda saat mendengar bel telah berbunyi.


Kringgg!! 


"Yah sudah habis pelajaran nya....nanti kita sambung lagi yaa..." Ucap ustadzah Nurul seraya menutup kitab Sirah.


"Yah ustadzah, kan belum selesai..."


"Afwan, ustazah ada urusan mendadak makanya ustazah harus cepet cepet...Afwan... assalamualaikum..." 


"Waalaikumsalam...."jawab kami serentak.


Ustazah Nurul pun langsung keluar dari kelas, teman teman ku kembali riuh, ada yang bercerita, ada yang bernyanyi nyanyi, ada juga yang lagi gosip.


Aku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah semua teman teman ku. 


"Fa..." Panggil key sedikit teriak.


"Astagfirullah, kamu ini kebiasaan.." yang di kata hanya cengar-cengir tanpa tahu menahu.


"Gimana?? Tanyanya dengan menaikkan kedua alisnya dan sedikit tersenyum, seperti senyuman ngeledek.


"Gimana apanya? Tanya ku heran.


"Ya gimana dengan malam pertama kamu" ucapnya berbisik di telinga ku.


"Uhukk....uhukk!! Astagfirullah, kamu ini ngapain nanya begituan sehh, ihh!!


"Ayo, ada apa ayo..." Ledeknya.


"Au ah, kamu ini ngeledek mulu kerjaannya, udah sana gabung sama yang lain, dari pada kamu nanya yang gak ada faedahnya!! Ucapku ketus.


"Ya elahhh Syifa...itu ada loh faedah nya, kan bisa tahu aku..." Ucapnya tertawa sendiri.


"Astagfirullah, kamu benar benar ya, pikiran kok gitu sih, gak baik tau key..." Nasehat ku.


"Hahaha, iya aku tahu, aku tadi cuma bercanda ko, lagian kamu seh kok dateng nya bisa telat..." Kekeh nya.


"Ya itu_" terhenti karena ustadzah Naya sudah dateng.


"Nanti aku ceritain, itu ustazah Naya sudah dateng..."tunjukku dengan sorot mata dan di angguki oleh key.


..........


Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan like kalian yaa setelah selesai membaca 😉🙏 silahkan share ceritanya keteman teman kalian juga 😉 bantu author untuk mengshare ceritanya😉

__ADS_1


__ADS_2