Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 15


__ADS_3

Fathan POV


Setelah pulang dari rumah sakit aku dan keluargaku sudah berkumpul dirumah untuk menyiapkan bahan bahan untuk acara besok.


Kulihat di ruang tamu tidak terlalu banyak orang-orang yang datang hanya ada kerabat dan tetangga yang sedang mempersiapkan semuanya sambil berbincang-bincang, suara gaduh dirumah begitu terdengar mengusik telingaku. Aku yang sedang bad mood pun berpikir kemana aku harus menenangkan diri. Saat ini aku membutuhkan ketenangan setelah apa yang aku baca dibuku deary nya Syifa, entah datang dari mana rasa sesak itu semakin menggebu ngebu mengingat kata kata yang ia baca waktu siang tadi.


Tak berpikir panjang akupun berjalan menuju dapur untuk mengambil minum untuk menenangkan pikiran yang sedang kacau. Dan didapur pun terlihat ada beberapa tetangga yang meyiapkan makanan besok.


Hehhh!!


Aku pun menghela nafas ku sepanjang panjangnya.


"Eh nak Fathan, mau apa nak.."ucap salah satu tetangga dekat rumahku yang kutahu namanya Mpok Lela.


"Mau ngambil minum Mpok.."ucapku sambil tersenyum padanya. Lebih tepatnya senyum terpaksa. Saat ini aku sangat sulit untuk memberikan senyuman tulus ku kepada orang sekitar maka dari itu kupaksakan saja tersenyum.


"Ohh, mau ngambil minum toh.."ucapnya sambil membalas dengan senyuman khasnya.


"Nak nanti panggilkan Nisa ya, suruh kebawah bantuin Ummi..."pinta Ummi dan diangguki olehku.


Setelah itu aku pun langsung kekamar Nisa untuk menyampaikan pesan Ummi padanya. Saat aku sampai didepan kamarnya pintunya sedikit terbuka, kulihat ia sedang duduk di depan jendela kamar sambil memandangi langit, lalu akupun menghampiri nya.


"Dek, ko kamu disini? Gak mau bantu bantu Ummi dibawah? Tanyaku lembut sambil memandangi langit yang begitu indah saat dipandang.


Heningg..tak ada jawaban dari sang empu.


...


"Dek..."panggil ku lagi sambil menatap kearahnya.


"Emm, Nisa rindu banget dengan Bella bang...apa dia bahagia disana? Tanyanya lirih dan sendu dan masih menatap bintang bintang yang berkelap-kelip diatas langit.


"Kamu bicara apa toh dek, iya iyalah dia bahagia disana, bahkan bisa dibilang sangat bahagia....karena ia sudah tenang disana dekat Allah...."ucapku sambil menunjuk keaatas langit, berusaha untuk menghibur nya.


"Nisa rindu banget bang.. setelah kepergian nya setahun yang lalu rasanya Nisa tidak percaya.. begitu cepatnya ia pergi ninggalin Nisa...Nisa kesepian tak ada lagi tempat curhat Nisa, Nisa selalu berbagi padanya baik itu kebahagiaan ataupun kesedihan...kami lalui itu semua bersama-sama, dari kecil dia lah teman satu satunya Nisa yang selalu belain Nisa saat diganggu teman sekelas Nisa. Saat Nisa diejek teman teman Nisa selalu dilindungin, tapi sekarang Nisa kehilangan sosok seorang yang sangat berarti dalam hidup Nisa..."ucapnya lirih dan aku melihat ada raut kesedihan yang ia simpan.


"Dek, dengar kata kata Abang, adek gak boleh begini, ndak boleh sedih, kalau Nisa sedih Bella juga sedih disana melihat sahabatnya sedih karena tak merelakan kepergiannya. Sudah ya dek sekarang adek ikhlaskan jangan sedih lagi, yang Bella butuhkan itu bukan kesedihan Nisa tapi doa dari sahabatnya ini.."ucapku seraya menghiburnya.


"Kau tahu dek abang juga merasa kehilangan Bella, Bella itu sudah Abang anggap kayak adek Abang sendiri seperti adek Abang ini..."sambil mencubit hidung Nisa.


"Essss abanggg! Sakit tahu! Cemberutnya.


Akupun terkekeh melihat raut wajahnya yang sangat menggemaskan bagiku. Walaupun adekku ini sudah berumur 15 tahun tetap saja aku menganggap nya sebagai adik kecilku. Karena ia begitu manja bila berdekatan denganku.


"Sudah jangan nangis lagi, cepetan turun sana, Ummi tadi manggil, dan kata Ummi disuruh bantu bantu dibawah.


"Ya sudah Nisa turun dulu ya bang, mau bantuin Ummi..."lalu iapun beranjak dari tempat duduknya dan diangguki olehku


.


Kini aku masih di kamar Nisa, masih memandangi indahnya ciptaan Allah sambil tersenyum melihat indahnya langit malam ini, ingin rasanya aku pergi ke halaman belakang untuk menenangkan pikiranku.


'Emm, kehalaman belakang atau gak yaa??' monolog ku.


"Ee, bang...ko masih disini seh? Itu ummi nyuruh Abang beli tisu di toko seberang... persediaan tisu habis didapur bang..."ucap Nisa yang tiba-tiba datang.


"Iya dek, nanti Abang belikan..." Ucapku tanpa melihat kearah nya.


"Eee..Abang ini, orang kepakenya hari ini, masa nanti belinya...cepetan sana beliin, nanti Ummi marah lho..." Cerocosnya.


"Iya iya...ini Abang beliin sekarang...."ucapku sambil berlalu pergi dari kamar Nisa menuju toko seberang.


"Mbak, beli tisu 10 bungkus yaa..."ucapku kepada mbak penjual.

__ADS_1


"Mau yang kecil apa yang besar aja sekalian? Tanya si penjual.


"Yang besar aja deh mbak..." Ucapku dan mbak yang tadi pun langsung mengambilkan pesanan ku dan langsung membungkus kedalam plastik.


"Ini mas....jumlah semuanya 100 ribu..." Ucapnya sambil menyerahkan belanjaan ku, dan akupun menyerah kan uang seratus ribu yang baru aku ambil di dompetku.


"Makaseh ya mbak...."ucapku.


"Kembali kasih mas..."balasnya sambil tersenyum.


Lalu akupun langsung bergegas pulang takutnya Ummi membutuhkan sekali tisu ini. Aku memang sengaja membeli banyak tisu, untuk persediaan didapur, supaya gak repot nantinya kalau sudah habis. Sesampainya di rumah akupun langsung menuju dapur.


"Ini Ummi tisu pesanan Ummi..."ucapku lalu menyerahkan bungkusan tisu.


"Sudah dateng ya nak, makaseh ya...."ucap Ummi dan aku pun mengangguk mengiyakan ucapannya.


"Ya sudah Ummi, Fathan mau kekamar dulu..." Kataku dan diiyakan Ummi.


Kini aku sekarang sudah berada di kamarku, dan menatap sebuah buku harian milik Syifa, ingin rasanya aku melanjutkan membaca kisah kisah itu, tapi saat aku membaca, rasanya sangat menyedihkan, semua tulisan tangannya membuat hatiku sesak. 


'Tapi aku harus kuat, gak boleh seperti ini..aku berhak tahu semuanya sebelum terlambat...monologku.


Saat tangan membuka lanjutan cerita itu, ada sedikit rasa sesak yang ku rasa. Tapi aku harus bisa dan kuat untuk membaca semuanya.


^^^Jakarta, 28-12-2017^^^


Menunggumu??


Kata yang sedikit membuat ku khawatir. Kau tau Arfan, sampai kini pun aku masih setia menunggumu. Tapi rasa kekhawatiran yang begitu selalu menganggu selalu ku tepis jauh jauh. Pertanyaan demi pertanyaan selalu datang mengganjal dipikirkanku.


Apakah aku mendapatkanmu setelah lama aku menunggu??


Apakah kau akan datang menemuiku untuk menghapus semua air mata ini dan menghapus semua rindu yang kau tebarkan itu??


Apakah kau juga sama seperti aku selalu menunggumu dalam penghujung doa?


Walaupun rasa lelahku dalam menunggumu selalu berontak!


Walaupun rasa lelahku dalam menunggumu itu membosankan!!


Tapi ketahuilah aku berusaha untuk membuang semuanya. Termasuk perasaan dan pikiran yang selalu menggangguku.


Pikiran yang selalu berpikir bahwa kau disana sudah mempunyai hati lain. Jika nanti kau kembali dan yang ku dengar kau mempunyai perasaan terhadap orang lain disana ku harap itu hanyalah halusinasiku.


Tolong kembalilah!! aku tak mau jika penantianku ini berujung pada kesia-siaan.


Yang membuat hatiku lelah akan semua rasa rindu yang selalu datang disetiap hariku.


Ku mohon....


Ya Allah, aku tau yang mengatur semuanya adalah engkau tapi, aku tak bisa membohongi semuanya, rasa itu selalu datang dengan sendirinya.


Apa maksud dari semua ini ya Allah!!


Aku tau yang kuinginkan sekarang hanyalah dirinya, dan aku mohon padamu ya Allah...pertemukan lagi aku dengannya dengan ikatan halal, aku mohon!


Bukan aku tak menerima takdir yang kau berikan tapi aku....hiks hiks hiks....aku tak kuasa untuk menuliskan semua kata itu didalam buku ini.


Maaf kan aku ya Allah, aku memang egois! Jika nanti kau pertemukan aku dengannya dan tidak engkau satukan kami, aku akan berusaha belajar MENGIKHLASKAN SEMUANYA! Tapi aku butuh proses untuk semua itu ya Allah.


Tak terasa lagi air mataku turun lagi. Sebegitu cintanya kah Syifa terhadap Arfan? Pasti sekarang perasaanya amburadul! Ya Allah apa yang kulakukan sekarang, apapun yang terjadi besok aku yakin takdirmu sungguh sangat indah.


Kini aku melanjutkan satu demi satu kisah hariannya, walaupun rasa sesak yang ku rasa sekarang memberontak untuk menghentikan membaca buku itu.

__ADS_1


Beginikah kisah percintaan Syifa dengan Arfan?


Sungguh ini sangat rumit! Sangatt rumitt! Jika seandainya aku berada diposisi Syifa pasti aku lebih terpuruk dari pada keadaannya. Syifa memang wanita tegar, dia tegar menghadapi kisah percintaan seperti ini, ia tetap mengkokohkan pendiriannya untuk tetap menunggu cinta pertamanya itu hadir dalam kehidupannya.


Hingga tibalah sampai aku membaca kisah yang terjadi dicafe beberapa hari yang lalu, saat aku menanyakan kenapa dia menangis? Dan disinilah aku mendapatkan semua jawaban itu. Aku membaca tulisan demi tulisan itu, bahwa ia tak bisa menerima pernikahan ini, tapi ia tak mau membuat kekecewaan terhadap kedua orang tuanya. Tapi sisi lain hatinya sesak menerima semua ini. Dan saat ku baca di kalimat terakhir ia ingin membatalkan pernikahan ini, sungguh aku tak dapat berkata-kata sekarang.


Kata kata itu?


Ia mau membatalkan semuanya?


Allah!! kini rasa sesak itu kembali lagi. Tapi aku berusaha menenangkan pikiran ku, lalu aku lanjutkan untuk membaca kisah selanjutnya.


Tapi disana tertulis bahwa ia tak mampu melakukan itu dan disisi lain ia merasakan perasaan yang menyesakkan itu.


Apa yang harus aku lakukan sekarang ya Allah? Apakah aku harus mundur saat semuanya sudah selesai dan tinggal menunggu jam saja lagi?! 


'Aku rasa aku tidak boleh gegabah dalam memutuskan jalan keluar disaat seperti ini, ini waktu yang tidak tepat_lirihku.


Kulirik jam dinding dan kini jam sudah menunjukan jam 01.15. Allahu Akbar selama ini kah aku sudah membaca buku ini_monologku.


Kubuka lagi lembaran selanjutnya ternyata ini adalah halaman terakhir nya. Kulihat tanggalnya terakhir ia menulis kisah kisah hariannya itu di atas dan disitu tertulis


^^^'Jakarta, 13-01-2018.^^^


Arfan...


Jika nanti kita bertemu kuharap kau akan tersenyum padaku, anggap saja semua kisah kita hanyalah hayalan belaka. 


Sebentar lagi aku akan jadi istri orang, iya seorang istri dari laki laki yang tak pernah aku kenal sebelumnya. Dan lebih tepatnya aku tak MENCINTAINYA!!


Tapi ketahuilah satu hal Arfan....


Aku akan tetap selalu mencintaimu..


Akan selalu dan selalu...hingga Allah yang merubah semua rasa itu hilang dengan sendirinya....


Walaupun penantian itu sudah begitu lama ku tunggu tunggu, dan sampai sekarang kaupun tak kunjung datang padaku...


Tapi aku yakin jodoh takkan kemana, semua manusia diciptakan Allah itu berpasang-pasangan bukan?


Jika engkau bukan takdirku yang dipilihkan Allah untukku, maka aku akan berusaha untuk bahagia, walau rasa bahagia diatas sesak itu menyakitkan!


Dulu aku merasa sangaatt bahagia, kau tau Arfan?? Allah pertemukan aku denganmu pada waktu yang tak pernah terpikir olehku, Allah mengirimmu untuk merubahku dari semua masa lalu kelamku. Aku bersyukur bisa mengenalmu sedalam ini, kuharap kau disana juga akan bahagia.


...-...


...Salam hangat dari seseorang yang sangat merindukanmu_Syifa....


Ya Allah apa yang dia katakan akan tetap selalu mencintainya? Entah kenapa dadaku sesak saat membaca kata kata itu.


Arggghhh....ucapku dalam hati. 


Aku prustasi membaca semua kisah kisah itu. Entah dapat tarikan dari mana tanganku langsung memukul tembok kamarku sekencang-kencangnya beberapa kali, hingga cairan berwarna merah itu terus keluar dengan derasnya.


'Ya Allah aku harus berbuat apa? Kenapa aku dibuat bimbang seperti ini..ucapku, tak terasa lagi tangis ku pun pecah di keheningan malam. Ya malam ini aku sangat terpukul dengan semua kebenaran ini! Rasanya ini tidak adil bagiku.


Astagfirullah..


Cepat cepat aku mengucapkan istighfar, aku gak boleh berbicara bahwa Allah itu tidak adil, Allah selalu berbuat adil terhadap hambanya. Cuma saja kita tidak memahami bahwa ada satu doa yang telah Allah kabulkan, mungkin waktu kecil atau waktu sekarang ini. Aku selalu berdoa meminta yang terbaik untukku, mungkin inilah jawaban dari semua doa doa yang ku pinta pada_Nya, mungkin Syifa bukanlah jodohku_batinku.


Jam sudah menunjukkan 01.59. aku tak mau banyak pertanyaan lagi yang memenuhi pikiranku. Lalu akupun pergi kekamar mandi untuk membersihkan diriku dan membalut luka yang dari tadi terus keluar dengan sendirinya.


Setelah selesai akupun langsung mengistirahatkan tubuhku diatas tempat tidur. Sekarang bukan tubuhku lagi yang leleh melainkan hatiku yang sangat-sangat lelah. Aku berharap besok ada keajaiban yang membuat semuanya akan baik-baik saja tanpa ada halangan apapun itu.

__ADS_1


...........


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa setelah selesai membaca dan silahkan share ceritanya keteman teman kalian juga 😉 bantu author untuk mengshare cerita ini 🤗


__ADS_2