Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 8


__ADS_3

Sesampainya di toko kue aku pun berjalan memasuki rumah kue itu dan menanyakannya pesanan kue Ummi kepada pelayan yang ada di toko ini.


"Assalamualaikum mbak Mia, saya mau ngambil pesanan Ummi sudah siap kan? dan ini uangnya...ucapku.


"Eh, waalaikumsalam, tunggu sebentar ya mbak Syifa"ucap salah satu pelayan di toko itu yang bernama Mia.


Setelah menunggu beberapa menit pelayan yang tadi pun datang.


"Ini mbak kue pesanan Ummi Rahma, dan ini kembaliannya, terima kasih mbak sudah mampir kesini" ucapnya ramah.


" Iya terima kasih kembali mbak, kalau begitu saya pulang yaa mbak, assalamualaikum..."pamitku.


"Iyaa... waalaikumsalam "


Setelah selesai aku pun langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah.


Dan beberapa menit kemudian sampailah aku didepan rumahku. Kulihat didepan rumah ada kendaraan Scoopy merah hitam, ya itu adalah milik temanku 'keyle' yang sedari tadi sudah menungguku dirumah. Aku pun masuk dan mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam, eh Syifaaa...lama amat sehh" gerutunya.


"Maaf ya key, nunggu lama.."


"Ya udah dehh, laa ini kamu tadi ketoko kue yaa? Tanyanya dengan tatapan ingin memakan habis habisan.


"Iya, emang kenapa? Tanya ku heran.


"Ko kamu gak bilang bilang seh kalau ketoko kue kan aku bisa nitip pesanan kemarin..." 


"Yahh,,, kan aku gak tau key.."


Jawabku miris.


"Ya sudah deh gak apa apa, tapi setelah kita jalan nanti lo harus ikut gue ketoko itu lagi, gue mau ngambil pesanan ituu, oke"


Aku hanya mengangguk pasrah dengan kemauan keyle.


"Eh anak Ummi sudah pulang, mana kue pesanan Ummi?" Tanyanya.


Akupun menunjukkan kue yang ku letakkan di atas meja barusan.


Lalu Ummi pun mengambil bingkisan kue tadi dan membawanya kedapur.


"Key kita kekamar ku aja dulu yaa, aku mau istirahat sebentar capek aku..."


"Ya sudah deh,," ucapnya pasrah.


Dan kami pun berjalan menaiki tangga menuju kamar untuk merehatkan diri sebentar.


"Fa, tadi kamu ngapain sama Fathan? Tanyanya, kulihat ia sedang merebahkan diri di atas kasur kesayanganku.

__ADS_1


"Ko kamu tau kalau aku pergi sama Fathan, siapa yang beri tahu? Tanyaku heran.


"Tadi kebetulan saat aku datang kerumahmu, tidak sengaja aku ketemu Abi, kata Abi kamunya keluar sama Fathan..."jelasnya.


Aku yang mendengar penjelasan key hanya berooh ria.


"Ngapain aja tadi?" Tanyanya lagi.


"Ngak ngapa ngapain ko, cuma saja.....belum sempat melanjutkan kata. Tiba tiba saja key memotongnya.


"Cuma saja kenapa??? Tanya antusias, 


"Jadi gini...tadi itu dia nanya sama aku, katanya kamu kenapa nangis waktu kebutik saat itu dann tadi dimobil juga nangis, emang ada apa? Apa sesuatu terjadi padamu? Itu pertanyaan membuat ku tak bisa berkata-kata lagi key" disela sela menjelaskan kejadian tadi mataku agak sedikit memanas, iya..aku ingin sekali menangis saat ini tapi biarlah kutahan dulu.


"Ko pertanyaan nya gito, emang kamu nangis yaa?? Ada jeda sedikit. Aku yang mendengar pertanyaannya hanya mengangguk. Lalu ia lanjutkan pertanyaan-pertanyaannya.


"Terus lo jawab apa..?tanya nya lagi.


"ku bilang aku gak apa-apa..."


"Laa laaa ko jawab gitu..?kenapa begitu? Seharusnya kamu ceritakan sama dia kenapa kamu menangis...Oo, aku tau kamu menangis pasti karena DIA kan??!" Key menekankan kata Dia didepan Syifa. 


Aku tak bisa berucap lagi, aku pasrah kalau sahabat nya ini menceramahinnya sakarang. Seandainya kau tau perasaan ku key, kau gak akan memaksakan pertanyaan itu untuk ku jawab_batinku.


"Syifa, Syifa..kamu itu serius gak sih sama dia? Atau kau anggap dia sebagai pelampiasanmu saja. Ku harap kamu tidak seperti itu, aku tahu kamu fa, kita sudah lama temen dari sejak kecil..." 


"Dan untuk Fathan, maaf key aku belum bisa mencintainya..."lirihku lagi.


"Aduh Syifa, kau hanya harus mencoba bukan malah seperti ini, kau harus bangkit, aku yakin ko suatu saat nanti jika kalian sudah akrab layaknya suami istri, pasti cinta itu datang dengan sendirinya, kau hanya perlu membuka hatimu untuk Fathan..." 


Kata key barusan membuatku merasa agak aneh, entah kenapa..akupun tidak tahu.


"Fa yakin deh sama Allah, yang menumbuhkan rasa cinta, rasa sayang, ataupun rasa benci kita pada seseorang itu adalah kehendak_Nya, jadi kita sebagai manusia hanya berusaha untuk tetap terus meminta kepada Allah agar diberikan yang terbaik. Kita tidak boleh egois, semua sudah Allah rencanakan sebelum kita dilahirkan, kita hanya manusia biasa yang disuruh untuk menjalankan sesuai dengan skenarionya..." Jelas keyle.


Dada ini kembali bergemuruh. Ingin rasanya aku menangis tapi aku harus kuat, akan ku tahan semampuku untuk tidak menangis.


"Hm, rasanya berat sekali key, sebelum aku nerima lamaran Fathan, aku bingung banget, disisi lain aku sedang menunggu Arfan, menunggunya datang, hatiku tak berontak sekalipun, walau waktunya lumayan lama, aku gak apa-apa dan itu membuatku bahagia, tapi di sisi lain lagi, Abi menjodohkan aku dengan seseorang yang tak pernah aku kenal sedikitpun, aku tak bisa tidak menerima lamaran itu, sebab Abi Fathan dengan Abi sudah bersahabat waktu dipondok, jadi aku gak mau membuat mereka kecewa, dengan menerima lamaran itu mereka pasti senang tapi.....yang sangatt kecewa saat itu sampai sekarang adalah hati aku, sakit rasanya key...sakittttttt..."tak terasa lagi bulir bening itu mengalir dengan derasnya, aku sungguh tidak kuat dengan semua ini, sungguh!!!.


Kuhamburkan rasa sesak itu kepelukan sahabat kecilku.


"Sabar ya fa, yakin sama Allah bahwa Allah tak pernah memberi ujian hambanya diluar batas kemampuannya, berarti Allah menilai kamu itu mampu untuk mengahadapi ini semua, yakinlah fa, setiap ada kesedihan pasti ada kebahagiaan setelah itu.." aku hanya berusaha tersenyum mendengar kata keyle yang membuat batinku agak sedikit tenang.


'Hmm.. Arfan kamu dimana sekarang? Apa kau baik-baik saja disana, sungguh aku sangat merindukanmu!_batinku'


"Yaudah gak usah nangis lagi, hapus tuhh air matamu itu, nanti ada yang tiba-tiba datang kesini dan melihatmu seperti ini gimana?"


Akupun mengangguk mengiyakan ucapan keyle. Lalu aku pergi kekamar mandi untuk mencuci mukaku, dan setelah selesai aku berjalan menuju meja rias, dan mengolesi sedikit bedak dimuka dan sedikit liptin untuk tidak terlihat pucat.


Kulihat keyle sedang berbaring sambil memainkan ponselnya, sesekali ia tertawa, entah sedang apa anak itu, tiba tiba saja ideku untuk mengganggu nya datang begitu saja.

__ADS_1


Pelan pelan, diam diam, dan akhirnya aku sampai di belakang keyle, saat aku melihatnya ternyata ia sedang video call dengan seorang laki-laki, tapi yang lebih anehnya gak ada yang bicaranya, hanya senyam senyum kaya orang gila.


Astagfirullahhalazim...benar-benar anak ini senyam senyum begituan lagi, kaya orang gila aja_batinku. Aku yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


'Aha aku punya ide...ku video ahh..'gumanku.


Lalu aku mengambil ponselku yang berada diatas meja di dekat tempat tidur, aku berjalan pelan pelan dan berusaha agar tak menimbulkan suara.


Setelah ku ambil kemudian aku buka ponselku, dan membuka aplikasi kamera lalu memindahkan mode kamera jadi mode video dan ku tekan tombol merah itu, dan lihatlah! Aku tertawa diam diam melihat keanehan dua insan manusia ini.


Cukup lama aku video Keyle dan kulihat ia menghentikan video call nya lalu aku cepat cepat menyimpan video itu dan menyimpan ponselku.


Ia yang melihatku dibelakangnya merasa heran.


"Ngapain kamu?? Tanya keyle heran.


"Hmm...gak ko, cuma melihat nyamuk lewat aja tadi..."


Bohongku, lalu aku berbalik, sungguh!! aku tak kuat menahan tawa, ingin rasanya aku tertawa sekencang kencangnya, tapi untuk saat ini tidak dulu, bukan saatnya.


"Em, ya sudah" 


Kulihat ia tersenyum sendiri, entah apa yang sedang ia pikirkan


Aduh dasar bucin anak ini_batinku.


"Oo iya key bentar lagi kan azan magrib, nanti kau mau ikut gak ke mesjid seberang sana.." tunjukku kearah tempat mesjid.


Letak mesjid cukup lumayan jauh dari rumahku, maka dari itu kalau ingin pergi kemesjid harus bersegera kalau perlu sebelum azan mesjid berkumandang, supaya gak ketinggalan rakaat.


"Em, kamu aja sendiri, aku sedang halangan..maaf yaa" ucapnya.


"Ya udah deh aku pergi dulu yaa..kau diam disini aja, atau kau temui Zahra sana ia juga sedang ada halangan..." Kataku sambil menyiapkan peralatan sholat.


"Ogah ah, gak mau! adikmu itu terlalu menyebalkan bagiku.." geramnya.


"Haha, emang dari dulu kan begitu.." kekehku. Lalu aku duduk sebentar di sofa dekat jendela.


"Ya udah sana buruan keburu azan magrib nanti..."usirnya.


"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu... assalamualaikum..." Lalu berdiri dan pergi setelah aku mendengar Jawaban salam dari keyle, kulihat dia sangat sibuk dengan ponselnya.


Lalu akupun bergegas menuju mesjid, saat ini aku hanya berjalan kaki, hmm..suasana yang indah_batinku.


Setelah cukup lama berjalan kaki, belum sempat aku masuk kedalam tiba tiba azan magrib berkumandang. Kemudian aku langsung masuk kedalam dan duduk bersama orang-orang sekitar.


..........


Jangan lupa tinggalkan jejak vote kalian yaa setelah selesai membaca 😉🙏 silahkan share ceritanya keteman teman kalian juga yaa....bantu author untuk mengshare cerita ini 🤗

__ADS_1


__ADS_2