Penantian Halalku

Penantian Halalku
Part 27


__ADS_3

Dalam kamar, aku hanya diam seorang diri, aku tidak tau kemana key dan Aila. Sehabis pulang sekolah tadi aku tidak melihat mereka, entah punya urusan apa mereka berdua hingga sampai saat ini mereka belum juga kembali ke kamar. Teman teman yang lainnya pun tak terlihat sama seperti key dan Aila.


"Heh, sepi banget sih, pada kemana ini bocah bocah? Kok gak keliatan batang idungnya..."menolongku bingung.


"Apa aku cari ke kamar sebelah aja kali ya, kali aja ada dikamar Anna..." Ucap ku pada diri sendiri.


Akupun memutuskan untuk pergi ke kamar sebelah, kamarnya Anna. Saat aku membuka pintu kamar aku sangat heran, kok bisa area pondok santri wati sepi, gak seperti biasa nya, kalau pulang sekolah selalu ramai, ada yang lagi baca baca buku ataupun kitab, ada yang asik ngobrol sambil gosip, dan ada kegiatan lainnya.


Tapi anehnya sekarang ini, suasana nya sepi, gak ada satupun santri wati yang berkeliaran di sini.


Dengan cepat aku langsung kekamar nya Anna.


Tok tok tok!!!


"Assalamualaikum, Anna..." Panggil ku.


"Anna..." Panggil ku lagi.


"Ehh, kemana seh, kok gak ada yang nyaut..." Monolog ku.


"Gebyy... Icha.....apa ada orang didalam...." Panggilku lagi dengan nada yang sedikit ku naikkan.


"Syifa...." Panggil seseorang di belakang ku.


"Eh, Haura..." Ucapku sedikit terkejut saat melihat Haura yang berada tepat dibelakangku.


"Ngapain disito? Tanya nya heran sambil memicingkan matanya.


"Ini aku cuma bingung aja kok gak ada orang yaa, satupun gak ada disini, termasuk key, Aila, Fira, Tia sama Yuna, mereka gak ada di kamar, terus aku cari aja kekamar Anna kali aja ada disini, ternyata gak ada siapa-siapa disini...bingung Syifa, pada kemana coba manusia sebanyak ini...."cerocosku dan dihadiahi gelak tawa dari Haura.


"Kamu gak tahu ya? Para santri Wati disuruh ngumpul di aula, setelah pulang sekolah tadi..." Ucapnya santai.


"Astagfirullah...kok aku gak tau..." Ucapku kaget.


"Ya mana aku tahu, kamu gak dikasih kabar gitu dari yang lainnya? Tanya Haura.


"Gak..." Jawabku polos.


"Emang ada acara apa seh? Sambung ku.


"Itu anak pak yai Sobri baru dateng dari Mesir, dan kata pak yai barusan.... untuk sementara ini anak nya pak yai yang akan menggantikan posisi pak yai sebagai pengasuh di pondok ini...."


"Ohh, jadi itu ya... "Aku mangut mangut mendengar ucapan nya.


"Kamu tau gak, anak pak yai itu, ganteng nya maa syaa Allah, beneran deh suwer, ganteng nya kaya opa opa Korea fa, waahhh..." Ucapnya mendramatis.


"Iiiii, itu seh mau nya kamu aja Ra.."ucapku memelas dan di hadiahi dengan tawa receh dari Haura.


"Tapi sayang fa...." Ucapnya lemes.


"Sayang kenapa? Tanya ku bingung.


"Dia sudah punya istri fa....hiks hiks hiks...."


 


"Ya Allah Haura, kamu mah lebay, biasa aja kali...." Ucapku lalu pergi berlalu meninggalkan Haura dengan kehaluan yang tinggi itu.


"Hey, Syifa....tungguin, main tinggal aja nih anak...." Cerocosnya yang terdengar samar-samar di telingaku.


"Yahh,,,udah pada bubar Ra, kita balik aja deh..." 


"Kamu duluan aja deh, aku mau nungguin seseorang dulu..." Sambil menengok kanan kiri.


"Hah? Iya udah aku duluan ya... assalamualaikum...." Lalu berlalu menuju kamarku. Aku sedikit heran sama Haura, tapi ya sudah lah itu urusan nya bukan urusanku. 


Tak jauh dari tempat ku berjalan, aku melihat Aila dan key sudah duduk bareng di bawah pohon mangga dengan senangnya tanpa mengajak aku untuk gabung bersama mereka.


Dengan langkah kaki cepat aku langsung menemui mereka.


"Assalamualaikum..." 


"Waalaikumsalam..." Balas keduanya.

__ADS_1


"Eh Syifa....ayo duduk sini kita cerita cerita, udah lama juga kan kita gak ngumpul disini...." Ucapnya dengan senyuman dan diangguki olehku.


"Hmm, kalian kok tega sama aku...." Ucapku sedih.


"Hah? Mereka hanya melongo mendengar ucapanku barusan.


"Maksud kamu apa fa? Tega bagaimana maksudnya? Tanya key pada ku dan diangguki oleh Aila.


"Kalian kenapa gak bilang kalau pulang sekolah kita ngumpul di aula..." Kulirik mereka, ekspresi nya tak bisa di bohongi. Seperti mereka juga gak akan hal itu.


"Kami kira kamu udah tahu fa, atau sudah dikabari yang lain, jadi aku gak nanya lagi sama kamu...."


"Iya Fa, kami benar-benar gak tau lo....maaf ya fa..."


"Hmm, iya gak apa-apa kok...." 


" Oo iya Fa, kamu tau gak_" belum sempat melanjutkan kata selanjutnya tapi terlebih dahulu di potong Syifa.


"Gak tau..." Jawabku santai.


"Iya iya lah gak tau, lha aku juga belum ceritain ke kamu..."ucapnya kesel. Aku hanya tertawa melihat muka gemesnya key saat sedang kesel.


"Kenapa? Mau ketawa? Ketawa aja sana sampai pagi, atau perlu gak henti sama sekali...." 


"Eh, kok gito ngomongnya key, gak boleh...." Nasehat Aila.


"Salah Syifa sendiri seh...." Elak key.


"Iya....iya, Syifa salah, lagian aku kan cuma canda key, gak seru deh kalau gak ada candaan kalau ngumpul bareng begini...." 


"Kok jadi gini suasana, gak seru ah..."


"Hahaha, kalian ini kenapa laa, orang juga cuma bercanda juga, gak usah kali muka nya serius begitu...." Ucap key dengan gelak tawa.


"Ihhh, key mah nyebelin...." Ucapku sambil mencubit gemas pipi nya.


"Aawww! Sakittttttt Syifaa!! Teriak key.


"Eh udah, gak baik berantem...damai gak..." Ngotot Aila.


"Ciyeee.....hehee" 


"O iya, kalian tahu gak, si Lastri temen kita waktu SMP dulu..."


"Em, Lastri...." Gumam ku sambil mengingat-ingat nama yang disebut Aila barusan.


"Lastri yang mana key? Apa Lastri yang sering di bully sama Franda itu yaa? Tanya key dan diangguki oleh Aila.


"Emang ada apa dengan nya? Tanya ku bingung.


"Minggu depan ia mau nikah..." Jelas Aila.


"Alhamdulillah, bagus dong..."


"Iya alhamdulillahh, kau tau juga gak, kalau calon suaminya itu orang kaya, CEO yang terkenal itu, pak siapa itu nama nya aku lupa..." Ucap Aila mengingat ingat.


"Pak Reza yaa? Ucapku cepat.


"Ah iya...nah itu calon suaminya...udah ganteng muda kaya lagi, waahh aku juga pengen begitu..." ucap Aila dengan tingkah halunya yang tingkat tinggi.


"Ma syaa Allah, alhamdulillahh.....itulah takdirnya ai, kita gak tau takdir kedepannya seperti apa, hanya Allah yang tahu akan hal itu..." Jelasku.


"Iya Fa, takdir memang sulit ditebak...." Ucap key.


"Terus bagaimana ya kabar Franda? Tanya ku pada key dan Aila.


"Gak tahu fa, tapi yang aku tahu dari temen-temen yang lain seh Franda melanjutkan studi nya di luar negri...." Jelas Aila.


"Ohh, pantesan udah gak pernah liat dia lagi..." Ucapku berooh ria.


"Eh, ngapain bahas si Franda, gak ada manfaatnya....mending bahas yang lain..."Ucap key cepat.


"Kok bicara gitu, gak boleh key.."nasehatku.

__ADS_1


"Aku itu masih kesel tahu sama dia! Gara gara ulahnya aku jadi diskorsing selama seminggu..."ucap key sedikit ngegas.


"Stt, jangan ngegas......lagian itu sudah lama key, kok masih di ungkit ungkit, udah ikhlasin aja...." Ucap Aila santai.


Hening.....


"Udahlah key, biarkan saja masa lalu itu, biarkan semuanya berlalu, gak usah diingat, dan gak baik marah sama orang lebih dari 3 hari, apa kata hadis Nabi..."


"Tidak halal bagi seseorang apabila ia memutuskan hubungan dengan saudaranya sesama muslim melebihi tiga hari, keduanya saling bertemu namun saling mengacuhkan satu sama lain dan terbaik dari keduanya adalah orang yang memulai, menegur dengan mengucapkan salam (HR. Bukhari no : 5727 dan Muslim no : 2560. " sambung ku.


"Tapi kan aku itu_" belum sempat melanjutkan kata tiba seorang anak yang mengucapkan salam kepada kami.


"Assalamualaikum mbak..." Ucap seorang anak yang tidak lain adalah Erna, anak terakhir pak yai sobri.


"Eh neng....waalaikumsalam...."ucap ku.


"Mbak, emm....mbak sibuk gak? Tanya Ning Erna.


"Eeee, kayanya enggak deh.." ucapku sambil memandangi kedua sahabatku.


"Emang ada apa Ning? Tanya key to the poin.


"Emm, jadi gini, sebelumnya boleh minta tolong kan? Tanya balik Ning Erna.


"Kalo perlu bantuan in syaa Allah kami siap membantu, kan sesama saudara muslim harus tolong menolong...yakan Ai, key..."tanya ku pada mereka berdua dan mereka pun mengangguk mengiyakan ucapanku.


"Mbak Syifa tahu kan sama kang Syafi'i alias Ahmad Syafi'i yang di tugaskan ngurus perpustakaan? Tanya Ning Erna.


"Iya tahu, emang ada apa Ning dengannya...." Tanya ku heran. Begitu juga dengan kedua sahabatku, mereka juga bingung dengan arah pembicaraan anak pengasuh pondok ini.


Ning Erna celingak-celinguk entah sedang mencari apa, aku melihatnya hanya keheranan, sedikit aneh. Ku lihat sahabat ku mereka hanya mengangkat kedua bahunya tanda mereka tidak tahu.


"Nih..terima mbak, jangan sampai ada yang tahu dengan benda ini..."bisiknya. Aku malah bertambah bingung dengan tingkah nya, tadi seperti orang yang sedang gelisah, tapi sekarang seperti ada sesuatu yang disimpannya, tapi apa itu, dan amplop ini? Apa isinya? Tanya batinku menggebu ngebu.


"Mbak tolong anterin ke kang Syafi'i ya...kalau sudah, mbak kabarin aku..."ucapnya tanpa memandang ku sambil celingak-celinguk gak karuan.


"Ning, ini ap_" kata kata ku terpotong karena ucapan Ning  Erna lebih mendahului ku.


"Ya udah mbak aku pergi dulu ya,,, terimakasih mbak, assalamualaikum...."ucapnya lalu berlalu pergi meninggalkan kami yang masih kebingungan dengan benda berbentuk kertas dan terbungkus rapi dengan amplop


"Gimana ini? Tanya ku pada sahabat ku.


"Aku gak tahu..."ucap key santai.


"Nih key kamu aja yang nyerahin ke bang Syafi'i. Kan dia abangmu..."


"Eee, jangan Fa, aku gak mau anak anak disini tahu kalau bang Syafi'i itu Abang kandungku, yang ada surat cinta atau sejenisnya itu aku yang nganterin ke bang Syafi'i, jadi kotak pos dong aku, pokoknya aku gak mau...." Tolak key.


Key memang tidak mau mengatakan ke teman-teman kalau kang Syafi'i yang bertugas di perpustakaan adalah abangnya. Apalagi paras Abang nya sangat mempesona, banyak santriwati di sini yang mengidolakannya. Jika key mengatakan kepada teman-teman nya kalau dia adalah adeknya yang ada key bisa jadi tukang pos yang menyerahkan surat surat cinta itu kepada abangnya.


"Terus gimana ini..." Tanyaku bingung.


"Kan Ning nyuruhnya ke kamu fa, jadi amanah ini adalah tanggung jawab kamu, bukan kami.." ucap key dan diangguki oleh Aila.


"Tapi kan kalian juga ada disini kan saat Ning bicara tadi? Kalau ketahuan aku sendiri kesana gimana? Aku gak mau di hukum ah..."ucapku.


"Nanti kami bantu ko Fa....ya udah nanti aja mikirin soal surat ini, bikin rumit aja deh nih surat, kenapa juga si Ning ngirim ngirim surat kek gini? Apa ada sesuatu? Apa jangan-jangan Ning suka sama bang Syafi'i? Tanya key beruntun.


"Stt, gak baik bicara gitu..."nasehatku.


"Iya iya ustazah...."ucap key dengan mata memelas.


"Ya udah kita kekamar yuk, mau istirahat dulu, capek aku..."sambung key.


"Ya udah ayo..." Jawab aku dan Aila bersamaan.


Kamipun langsung beranjak dari tempat duduk dan langsung menuju kamar.


...........


Jangan lupa kasih vote dan like nyaa reader 😊 kalau like(dukungan) nya semakin banyak author kan jadi semangat nulis cerita....hargai usaha author bikin cerita yaa😍Yaaaaa, walaupun cerita nya masih amburadul, gak sebagus dan sekeren penulis lainnya, tapi setidaknya author berusaha untuk bisa membikin cerita yang menarik untuk dibaca. Maaf yaa kalau ceritanya gak bagus, masih dalam tahap belajar soalnya. 


Ya sudah cukup sampai disini aja dulu curhatnya😂😂 kalau kepanjangan nanti kalian bosan bacanyaa😌🤣.

__ADS_1


Sampai bertemu di bab selanjutnya reader 😊🙏.


__ADS_2