Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Kesempatan Yang Hilang


__ADS_3

Halaman 10 kesempatan yang hilang


teriakan dan tangisan terdengar di segala penjuru.. keadaan sangat kacau..


sedangkan Lien Hua sendiri sedang bertarung dengan beberapa kultivator dan berhasil membunuh beberapa di antaranya, Lien Hua pun sudah banyak mendapatkan luka di tubuhnya..


sambil mengarahkan anggota klan untuk ke ruang perlindungan.


klan Li memiliki suatu ruangan bawah tanah tempat berlindung.. lebar ruangan itu cukup untuk sekitar 500 orang..


melihat beberapa anggotanya tewas , Ming Welu semakin geram.. dia yakin bahwa Lien Hua lah yang membunuh anaknya.


"bangsat. .. wanita ini tak bisa dibiarkan"


Ming Welu bangkit lalu melesat menyerang Lien Hua yang saat itu sedang melindungi suaminya yang sedang di serang oleh 3 orang kultivator..


"cepat lari ke ruang perlindungan!" perintah Lien Hua kepada suaminya...Jiangwu mengangguk dan segera meninggalkan istrinya


sebenarnya Jiangwu tidak tega meninggalkan istrinya berjuang sendiri.. namun dia sadar kalau dia hanya akan menjadi beban .. oleh sebab itu, dengan berat hati dia segera berlari menuju ruang perlindungan klan.


sementara itu.. Liang Jun bangun dari kultivasinya.. dia telah berhasil menembus tahapan kultivasi bintang sihir level 1 setelah sekitar 8 bulan ia berkultivasi menyerap beberapa buah apel malam..


Dia merasakan energi yang sangat besar bergejolak di dalam tubuhnya.. bahkan tubuhnya sekarang terasa sangat ringan bagaikan kapas.


walaupun dia berada di dalam dimensi Cincin Semesta namun dia dapat merasakan energi para kultivator yang menyerang klan Li


"heemnnn.. baik lah, ini saatnya aku menunjukkan kekuatanku" seringai terlukis di wajahnya dan tiba tiba iapun menghilang.


Lien Hua diserang dengan brutal oleh para kultivator Klan Ming,


dia menggunakan Jurus Tarian Pedang Bayangan untuk menangkis semua serangan yang datang.. jurus tersebut bukan hanya efektif untuk menyerang namun sangat bisa diandalkan untuk bertahan, diapun berhasil membunuh beberapa orang lagi dari klan Ming.. Namun hal itu tidak membuat anggota klan ming takut, bahkan mereka makin bersemangat untuk bertarung,


Lien Hua tersenyum getir melihat begitu banyak kultivator yang siap menyerangnya.


merasa tidak mungkin sanggup bertahan. Lien Hua mencari cara untuk menyelamatkan diri,,


baru saja ia hendak bergerak mundur.. tiba tiba serangan yang sangat cepat menuju kearahnya... menyadari serangan tersebut tidak dapat ia hindari ,dia coba bertahan dengan menyilangkan pedang di depan dadanya..


"booooommmmm... " Lien Hua terpental dan tersungkur menghantam tembok rumah warga setelah mendapatkan serangan yang sangat kuat dari Ming Welu..


"ha ha ha, mati kau wanita ******"


Ming Welu kembali melesat dengan cepat menuju kearah Lien Hua.. dia ingin mengakhiri ini semua dan membantai semua anggota klan Li untuk membalas dendam kematian anaknya..


Lien Hua melihat hal itupun bersiap bertahan ,, dia mengalirkan seluruh energi Qi yang tersisa pada pedangnya..


tinggal beberapa langkah lagi .. tiba tiba sinar cahaya pedang menghantam tubuh Ming Welu..


"boooooom "

__ADS_1


"aaaaaaaakkhhh"


Ming Welu terpental , pedang yang ia gunakan untuk coba bertahanpun hancur.. dan dia terluka sangat parah..


sosok remaja yang ia kenal muncul di hadapan Lien Hua .. dia adalah Li Liang Jun..


"kalian telah datang kesini.. maka tak akan kubiarkan kalian meninggalkan tempat ini"


Liang Jun sangat marah .. melihat bayaknya mayat anggota klan Li yang bergelimpangan ,, rumah rumah yang hancur dan lebih lagi saat ia tau ibunya terluka..


"serang dia.."


teriak Ming Welu kepada anggotanya.. dan merekapun melesat menyerang Liang Jun.. karena menganggap kejadian barusan merupakan kebetulan saja, sebab tidak mungkin ada anak yang berumur 14,15 tahun memiliki kekuatan di atas bintang emas.. tapi tanpa mereka sadari Liang Jun tersenyum tanpa ada rasa takut sedikitpun


"ha ha ha.. Kalian akan mati disini"


liang Jun menggerakkan tangannya.. gerakan sederhana tersebut menimbulkan pusaran angin yang menggulung mereka semua.. ada beberapa orang dari mereka yang mencoba lolos namun dari pusaran angin tersebut keluar bayangan pedang yang menghantam mereka .. menjadikan tubuh mereka terpotong potong..


sementara teriakan demi teriakan terdengar di dalam pusaran angin tersebut.. hingga akhirnya hening.. hanya suara pusaran angin yang tersisa.. Mereka semua tidak pernah menyangka akan mati di tangan bocah yang baru berumur 14 tahun.. kultivasi yang mereka lakukan bertahun tahun menjadi tak berarti di hadapan bocah tersebut


Lien Hua yang menyaksikan itu terkejut sekaligus takjub dengan kekuatan yang dimiliki anaknya,


sementara itu Ming Welu tubuhnya gemetar dan keringat dingin bercucuran..


"i i ini kekuatan Bintang Sihir.. "


"tidak mungkin... "


"sekarang giliran mu " Liang Jun menatap tajam kepada Ming Welu..


Ming Welu mencoba mengeluarkan aura pembunuhnya untuk menekan Liang Jun.. namun itu tidak berguna sebab Liang Jun memiliki aura pendekar yang sangat kuat..


melihat usahanya sia sia, Ming Welu mencoba mengajak Liang Jun berbicara..


"maafkan aku tuan muda. mataku ini tidak bisa melihat keagungan klan Li.. maafkan aku" Ming Welu bersujud di hadapan Liang Jun yang berjalan mendekat kearahnya..


"aku tidak tau siapa kalian, tapi mengapa kalian menyerang klan kami" ucap Liang Jun


"maafkan kami.. kami tidak bermaksud demikian.. kami hanya ingin mencari seorang yang melukai anakku.. orang itu bernama Liang Jun"


mendengar hal itu Liang Jun terdiam.. dia baru paham bahwa orang yang menyerang klannya adalah klan Ming dan orang yang mereka cari adalah dirinya..


"baiklah aku akan mengampunimu.. karena orang yang kalian cari adalah aku"


Ming Welu kaget , andai saja mereka tau sejak awal tentu mereka harus berpikir berkali kali untuk menyerang klan Li..


"sekarang cepat pergi dari sini... " bentak Liang Jun kepada Ming Welu..


"ba ba baik tuan muda " Ming Welu bangkit dan mundur beberapa langkah..

__ADS_1


tanpa disadari oleh Liang Jun yang Mulai bergerak meninggalkannya , Ming Welu mengeluarkan senjata rahasianya berupa jarum beracun..


"matii kauu bangsaaat " ucap Ming Welu dengan pelan dan dengan cepat melemparkan jarum beracun kepada Liang Jun.


Liang Jun mengetahui hal itu hanya tersenyum merasakan serangan yang datang kepadanya..


"kau membuang kesempatan yang aku berikan paman!" suara Liang Jun menggema


sebelum jarum beracun mengenai tubuh Liang Lun.. tiba tiba ia menghilang dan muncul di belakang Ming Welu dengan pukulan tapak menghantam kepala Ming Welu..


"boooom" Ming Welu tewas dengan mengenaskan.. kepalanya hancur saat itu iuga akibat pukulan tapak milik Liang Jun


"maafkan aku" Liang Jun sedikit tertekan dengan apa yang ia telah lakukan.. walaupun tahapan kultivasinya sudah berada di Bintang sihir namun dia tetaplah seorang remaja berumur 14 tahun..


Liang Jun lalu berjalan meninggalkan mayat Ming Welu.. dia menghampiri ibunya..


"bagaimana keadaanmu bu?"


"tida apa apa nak.. ibu baik baik saja.. "


namun baru saja Lien Hua hendak berjalan tiba tiba tubuhnya ambruk dan tak sadarkan diri....


Liang Jun langsung menangkap tubuh ibunya.. lalu menyandarkan ibunya di bawah sebatang pohon.. kemudian mengalirkan Qi Miliknya untuk mengobati luka luka pada tubuh Lien Hua.. luka luka itu berlahan menutup dengan sendirinya.. bahkan luka dalam yang ua dapatkan akibat pukulan dari Ming Welu pun ikut sembuh.. selang beberapa saat.. wajah Lien Hua yang tadinya pucat sekarang mulai membaik.. dan beberapa saat kemudian Lien Hua sadar..


"Jun'er.. terimakasih nak" Lien Hua memegang wajah anaknya... kemudian memeriksa tubuhnya karena merasakan tubuhnya begitu segar..


"haaah.. apakah kau yang mengobati ibu nak?" Lien Hua kaget , sebab luka lukanya sudah menghilang tak berbekas.. bahkan dia merasakan tubuhnya dipenuhi Qi yang sangat murni


"iya bu.." jawab Liang Jun tersenyum kepada ibunya. . . lalu ibunya memeluk Liang Jun dengan merasa bangga pada anaknya


"tapi di mana ayah dan yang lainnya bu?"


Liang Jun bingung karena tidak melihat anggota klan yang lainnya kecuali beberapa orang yang telah tewas..


"mereka aman nak, mereka ada di ruang perlindungan klan"


"owhhh. baiklah.. kalau begitu mari kita temui mereka bu" lalu mereka bangkit.. dan berjalan menuju arah ruang bawah tanah yang dijadikan tempat berlindung bagi anggota klan Li..


sementara itu.. seorang yang sudah cukup tua.. berumur sekitar 70 tahun terjaga dari kultivasi panjangnya.. ia merasakan firasat yang buruk dan ia juga merasakan inti jiwa anaknya telah padam..


"kurang ajar.. siapa yang berani mengganggu keluargaku"


orang tua itu adalah orang terkuat dari klan Ming.. dia adalah tetua Hong atau Ming Hong


_______________________________________________


Terimakasih bagi yang sudah baca dan like serta jadikan cerita ini sebagai favorit pembaca..


dukung terus agar author semakin bersemangat dalam menulis ..

__ADS_1


insya ALLAH setiap hari kita akan up date chapter... jadwal up date tidak menentu, tapi saya usahakan sebelum magrib udh up date


__ADS_2