
"Jun'er ada apa?" Jiazhen terkejut melihat perubahan raut wajah Liang Jun
"ah tidak apa kek.. aku hanya merasa lapar saja" Liang Jun tidak menceritakan tentang niat membunuh yang ia rasakan, dia tidak ingin Yueyin dan Jiazhen ikut dalam masalah, Liang Jun hampir bisa menebak ini pasti ada kaitannya dengan kejadian di gerbang kota beberapa hari yang lalu
"ha ha kau ini.. kalau memang kalian lapar ayo kita cari tempat makan"
"tidak perlu kek.. nanti saja sekalian pulang ke penginapan.. lagian di sini sepertinya tidak ada kedai makan atau sejenisnya"
"tida apa apa saudara Jun,, kita cari tempat makan sambil jalan pulang saja, kebetulan kita searah " ucap Yueyin dengan harapan bisa lebih lama bersama Liang Jun
"bagaimana menurutmu kak?"
"aku setuju, lagian aku juga lapar" Xiuan sebenarnya tidak lapar hanya saja dia bisa melihat dari wajah nona cantik di hadapannya itu yang menatap Liang Jun dengan penuh harap
"baiklah.. kalau seperti itu ayo kita jalan"
mereka berempat segera meninggalkan tempat itu
walaupun di tengah kota, namun tempat itu adalah tempat yang dikhususkan untuk sebuah acara festival atau turnamen saja, wilayah itu berupa dataran padang rumput yang cukup luas yang dikelilingi oleh hutan yang ditata rapi melingkari dataran tersebut bagaikan pagar, tidaka ada bangunan rumah penduduk ataupun kedai di sana , yang ada hanyalah sebuah bangunan yang dibangun khusus untuk kepentingan turnamen,. jadi untuk keluar ataupun masuk ke wilayah itu mau tidak mau harus melewati hutan,,
"paman Yu, sepertinya mereka pergi.." ucap Zouyang kepada pria paruh baya yang duduk di sampingnya, pria itu adalah Gang Yu salah satu tertua yang sangat disegani di sekte Teratai Hitam sebab dia tidak segan segan membunuh siapapun yang yang membuatnya tersinggung, satu satunya orang yang ia takuti hanyalah pemimpin sekte mereka
"ha ha ha.. bagus.. kalau begitu ayo saudara Zhu kita lenyap kan kan mereka" Gang Yu merasa saatnya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh tuan mudanya telah tiba
"baik saudara Yu,, aku sudah lama tidak memotong kepala manusia " ucap Than Zhu sambil menyeringai
Gang Yu dan Than Zu adalah dua orang yang sangat disegani di sekte Teratai Hitam.. bukan hanya karena tahapan kultivasi mereka yang sudah berada di Bintang Sihir ,namun juga kekejaman mereka terhadap setiap lawan lawannya membuat siapapun tidak ingin berurusan dengan mereka
dulunya mereka ini adalah kultivator bebas , namun setelah Zou Hen yang merupakan ayah dari Zouyang sekaligus pemimpin sekte Teratai Hitam berhasil mengalahkan mereka, maka sejak saat itu mereka bergabung dengan sekte Teratai Hitam
Liang Jun dan yang lainnya telah memasuki hutan,, saat mereka sedang berjalan sambil berbincang bincang tiba tiba bayangan tapak berwarna merah melesat ke arah mereka dengan begitu cepat
"awas" teriak Jiazhen
~boooommm~
bayangan itu menghantam tanah tepat di tempat mereka sebelumnya berdiri, area sekitar pun sedikit bergetar karena ledakan tersebut,, untung saja mereka berempat cepat menghindar
"ha ha ha kalian cukup waspada rupanya "
"sepertinya tuan muda sangat berlebihan dengan ceritanya saudara Yu, mereka hanya orang orang lemah" ucap Than Zhu setelah memeriksa tahapan kultivasi targetnya, hanya ada tiga kultivator dan 1 orang biasa dan hanya kakek tua yang terkuat dan itupun jauh di bawah mereka berdua
"siapa kalian" ucap Jiazhen melihat dua orang tiba tiba muncul di hadapan mereka
"Jun'er biar aku yang hadapi mereka!" Xiuan sangat geram melihat dua orang berjubah ungu di hadapannya, ia mengenal jubah tersebut
"jangan kak, mereka bukan tandingan
mu" ucap Liang Jun dengan tetap tenang, Liang Jun tau dua orang berjubah ungu di hadapannya berada di tahapan kultivasi bintang sihir level 4 tentu bukan lawan yang pantas untuk Xiuan
"ha ha ha.. kalian tidak perlu berdebat.. kami akan membunuh kalian semua di sini"
"tunggu dulu, kenapa saudara sekalian menyerang kami?" Jiazhen merasa khawatir setelah mengetahui bahwa dua orang yang menghadang mereka lebih kuat darinya
__ADS_1
"itu tidak penting tuang bangka,, kalian akan mati di sini " dua pria paruh baya itu langsung melesat menyerang Jiazhen, , mereka sangat yakin bisa menyelesaikan ini dengan mudah
"Yiner, Xiuan , Jun'er cepat lari.. biar aku yang menahan mereka " Jiazhen maju dan siap menyambut serangan mereka, walaupun dia tau lawannya sangat kuat tapi dia tidak mau mati begitu saja
~Boooooommm ~
suara ledakan terdengar sangat keras,, bahkan gelombang kejut yamg ditimbulkan membuat pohon pohon di sekitar area pertarungan bertumbangan..
Jiazhen yang mencoba menahan pukulan tapak milik Than Zhu langsung terpental puluhan meter tidak jauh dari tempat Liang Jun dan lainnya berdiri..
"apa kau yakin kek dengan ucapan mu tadi??" ucap Liang Jun tetap tenang
"mereka sangat kuat!"
"baiklah, kakek istirahat saja di sini" biar aku yang hadapi mereka" Liang Jun berjalan berlahan mendekati dua orang paruh baya yang telah melukai kakek guru Yueyin itu
sementara itu Yueyin sangat khawatir dengan keadaan gurunya,, sedangkan Xiuan bisa bersikap lebih tenang setelah melihat Liang Jun sedikit tersenyum
"haaahhh anak ini.. dia terlihat sangat tenang, apa mungkin dia sangat kuat??" Jiazhen berkata dengan pelan
"paman paman sekalian.. aku rasa kalian mencari ku kan?" ucap Liang Jun karena mengenal jubah yang mereka kenakan
"kau pintar juga bocah ... tapi kami tidak akan melepaskan siapapun diantara kalian.. kalian semua akan mati di sini ha ha ha"
"paman.. aku tak ingin memperpanjang masalah ini, lebih baik kalian pergi sebelum terlambat"
"ha ha ha ha
"benarkah.. kenapa kalian tidak mencobanya?" Liang Jun terus berjalan dengan senyum tersungging di wajahnya
"ha ha ha.. bocah tengik.. mati kau" Than Zhu melesat menyerang Liang Jun dengan mengunakan sedikit energi , dia merasa tanpa Qi sekalipun anak di hadapannya tak akan mampu bertahan dari pukulannya
"kau terlalu meremehkan lawan mu paman " Liang Jun mengarahkan telapak tangannya ke Than Zhu
"aaakkh.. akh... , Than Zhu yang sedang melesat kearah Liang jun tiba tiba berhenti, tubuhnya tak bisa bergerak dan kemudian tubuh Than Zu langsung terangkat ke atas tanpa bisa ia kendalikan.. darah keluar dari mulutnya,, dia begitu sangat tidak berdaya.. Gang Yu yang menyaksikan kejadian itu sangat kaget, tubuhnya langsung gemetar karena ketakutan dan berpikir untuk lari, namun belum sempat ia beranjak dari tempatnya.. tiba tiba tubuhnya juga tak bisa bergerak, dan kemudian melayang ke arah Liang Jun yang sedang tersenyum
~aakkkkkhhhhh~
Tham Zu dan Gang Wu berteriak sangat ketas karena merasakan rasa sakit yang sangat, tubuh mereka seakan akan mau hancur
mereka yang selama ini sangat ditakuti sekarang tak berdaya di hadapan pemuda berumur 14 tahun yang berdiri kokoh dengan senyum tersungging di bibirnya..
"maaf paman, kalian sudah terlambat untuk pergi !" ucap Liang Jun sambil memejamkan matanya
~Booooooooommmm ~
tubuh dua kultivator sekte Teratai Hitam hancur berubah menjadi kabut darah kemudian hilang diterpa angin..
Jiazhen, Yueyin dan Xiuan melongo tak bergerak.. tak menyangka Liang Jun membunuh mereka semua hanya dengan menggerakkan tangannya
Xiuan dan Yueyin langsung merasa pusing dan mual, terasa isi perut mereka memaksa untuk keluar ,, mereka belum sanggup melihat kejadian itu..
"anak ini,, seberapa kuat dia.. apa mungkin dia berada di tahapan kultivasi Bintang Suci ???" Jiazhen tak dapat memeriksa tahapan kultivasi Liang Jun , namun dengan apa yang ia saksikan dia bisa mengambil kesimpulan, hanya kultivator Bintang Suci yamg bisa mengalahkan kultivator Bintang Sihir dengan begitu mudah..
__ADS_1
kakek, saudari Yin, kakak, kenapa kalian bengong...
haaah Jun'er .. kau...
"ha ha ha.. sudahlah kek . tidak perlu bersikap terkejut seperti itu.. "
apa... ??? Jiazhen sangat kaget dengan sikap Liang Jun yang masih begitu tenang padahal telah membunuh .. seakan akan dia sudah sangat terbiasa membunuh lawannya..
ha ha ha.. sudahlah . ayo kita lanjutkan perjalanan
belum sempat mereka melanjutkan perjalanan ,, 7 orang berjubah putih muncul di hadapan mereka , seragam yang mereka kenakan sama dengan pakaian yang digunakan oleh petugas pendaftaran
"apa yang terjadi ?" ucap salah satu diantara mereka sambil melihat lihat bekas terjadinya pertarungan
"ah maafkan aku tuan tuan,, aku hanya menyuruh murid muridku ini berlatih tanding.. tapi aku tak tau jadinya begini " ucap Jiazen yang sedang berpura pura
"oowh seperti itu.. pantas saja kami merasakan adakanya energi yang sedang berbenturan tadi"
"iya tuan .. maafkan kami ucap Liang Jun melanjutkan sandiwara kakek tua itu"
"ya tidak mengapa.. kami hanya memastikan keadaan saja, dan tugas kami menjaga agar tidak ada pertarungan antar peserta turnamen di luar arena pertandingan"
ya paman.. terimakasih..
"baiklah.. kalau begitu silahkan lanjutkan.. kami akan segera kembali.. " tujuh orang berjubah putih itupun langsung melesat pergi meninggalkan Liang Jun dan yang lainnya..
"haaah.. untung saja tubuh mereka hancur, jadi tidak ada bukti pembunuhan ini.. kalau tidak, pasti kita akan dalam masalah " Jiazhen merasa lega..
ayo kek.. kita lanjutkan perjalanan.. aku tidak nyaman di sini.. ucap Yueyin sambil melihat bekas pertarungan yang berantakan..
"baiklah.. ayo kita pergi... " ucap Jiazhen sambil berjalan lebih dulu
_______________________________________________
terimakasih kepada seluruh pembaca yang sudah mendukung karya ini..
jangan lupa Like, vote dan share serta jadikan novel favorit kalian agar author semakin bersemangat dalam berkarya
mohon maaf karya ini tentu masih banyak kekurangannya sebab author juga masih pemula dalam menulis, walaupun demikian author akan terus berusaha sebaik mungkin yang bisa author lakukan..
seperti kata pantun melayu ;
"emas tembilang segan ditimbang
timbangan kayu berat terasa
kalian senang aku pun senang
terus semangat untuk berkarya"
insya ALLAH setiap hari kita akan up date..
jadwal up tidak menentu.😀😀😀😀😀
__ADS_1