
Waktu terus berlalu.. sudah 3 bulan Liang Jun berkultivasi.. 1 bulan dia berkultivasi di kolam Susu Emas dan 2 bulan dia berkultivasi di pinggir kolam menyerap beberapa buah Apel Malam
saat ini kualiatas tulangnya sudah menjadi Tulang Gajah Perunggu sebab semakin tinggi kualitas tulang semakin lama pula proses kultivasi untuk meningkatkan kualitas tulang tersebut
sedangkan tahapan kultivasinya saat ini sudah berada di tahapan kultivasi Bintang Emas level 4.. namun dengan kualitas tulangnya yang tinggi serta jurus jurus tingkat langit yang ia miliki maka ia bisa berhadapan imbang dengan kultivator di tahap Bintang Emas level 7.
Liang Jun bangkit dari duduknya, ia bermaksud hendak mencoba jurus pedang yang ia miliki jurus itu ialah Jurus Tarian Pedang Bayangan..
karena dia tidak memiliki pedang maka dia mengambil ranting pohon Apel Malam untuk berlatih ..
diapun berlatih dengan ranting tersebut 2 jam lamanya dan pemahamannya akan jurus tersebut sudah menuju kearah sempurna.. Dia terus menlanjutkan latihannya. Tak terasa satu minggu telah berlalu dan liang jun telah menguasai jurus tersebut dengam sempurna..
Dia menyeka keringat di dahinya., latihan yang berat ia lakukan demi unruk menjadi lebih kuat..
"Jurus ini sangat kuat. Untung saja uku memiliki jumlah qi yang banyak, andai tidak bisa saja jurus ini melukaiku, " gumam liang jun
Lalu liang jun melanjutkan latihannya sekali lagi dengan menggunakan niat bertarung seakan akan dia benar benar sedang bertarung dengan musuh.. Tak berapa lama latihan, ranting di tanggannya pun patah namun hal itu tidak menghentikan gerakan jurusnya , ia tetap melanjutkan latihannya tanpa rating ataupun pedang, di berlatih denag tangan tergenggam dan membanyangkan seakan akan di sedang menggenggam sebilah pedang di tanggannya,, tanpa di sadari gerakan tanpa pedang ini memancing sesuatu untuk bereakasi
Tepat Saat di pertengahan jurus, tiba tiba alam dimensi cincin samudra bergetar,
dia merasakan adanya lonjakan energi dari arah belakangnya sekitar 200 meter dari tempat ia berdiri..
" apa ini.. ? energi yang sangat kuat, aku harus memeriksanya.. "
Liang jun menghentikan latihannya lalu berjalan kerah sumber energi tersebut, sekitar 50 meter lagi sampai .. ia melihat sebilah pedang yang tertancap di sebuah batu.. pedang itu bergetar seakan akan hendak tercabut dari batu tersebut..
melihat hal itu iapun mempercepat jalannya. hanya dalam waktu setengah napas ia sudah sampai ..
ia melihat sebilah pedang dengan bilah dan gagang yang berwarna hitam dan terdapat ukiran naga berwarna emas di bilah pedang tersebut, pedang itu tertancap cukup dalam di sebuah batu berwarna hitam
" Pedang Naga Bayangan"
Liang Jun mencoba mencabut pedang tersebut.. namun beberapa inci lagi tangannya menyentuh gagang pedang tiba tiba gelombang energi yang sangat besar mengarah kepadanya.. iapun terpental sekitar 20meter
"aduuuh .."
Liang Jun meringis kesakitan saat tubuhnya menabrak sebongkah batu dan batu itupun langsung hancur berkeping keping ... Walaupun demikian namun di atidak terluka,
iapun bangkit dan berjalan kembali mendekati pedang tersebut sambil berpikir bagaimana agar ia bisa mengambil pedang tersebut...
__ADS_1
Lalu dia mencoba sekali lagi dan kejadianpun berulang , di terpental dan kali ini gelombang energi lebih besar dari sebelumnya sehingga liang jun terpental jauh dan menabrak tanah dan memuntahkan seteguk darah,
"Huuuuh. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan " liang jun bagkit sambil menyeka darah di bibirnya,
tiba tiba ia sadar.. sebab pedang ini bergetar adalah jurus yang ia gunakan saat berlatih..
"baik lah aku akan mencobanya sekali lagi "
kali ini Liang Jun tidak mencoba mencabut pedang tersebut namun dia justru melakukan gerakan jurus tarian pedang bayangan.. benar saja..
pedang itupun bergetar lebih hebat dari sebelumnya dan tercabut dari batu itu lalu melayang kearah Liang Jun..
namun ia tidak memperdulikan hal itu.. di terus melakukan gerakan jurus Tarian Pedang Bayangan hingga selesai.. dia begitu menikmati jurus tersebut .. tanpa ia sadari ternyata pedang naga bayangan telah ada di tangannya..
tanah di sekitarnyapun bergetar.. batu besar tempat tertancapnya pedang tersebut tiba tiba bergeser.. tampak sebuah pintu menuju suatu ruang bawah tanah..
Menyaksikan hal itu liang jun menghentikan gerakan jurusnya
Lalu berjalan memasuki ruangan tersebut.. lebar ruangan tersebut sekitar 6x6m.. tampak beberapa rak yang menempel di dinding ruangan yang dipenuhi dengan berbagai guci berbagai ukuran
"haaaaah.... sangat banayak.. " Liang Jun melotot kaget..
beberapa sumber daya berupa pil yang begitu banyak dan banyak lagi benda pusaka berbagai jenis tersusun rapi di salah satu sudut ruangan,
Liang Jun tidak mengambil apapun dari ruangan tersebut sebab dia paham karena ini adalah dimensi Cincin Semesta.. hanya dengan pernah melihatnya saja maka dia bisa mengeluarkan apapun benda yang ada di demensi ini kapanpun ia mau..
beberapa saat kemudian iapun keluar dari ruangan tersebut dan berniat hendak kembali ke dunianya.. sebab berdasarkan hitungannya maka sebentar lagi pajar tiba..
iapun keluar dari dimensi Cincin Semesta tanpa membawa apapun termasuk pedang Naga Bayangan.
matahari mulai menampakkan senyumnya yang cerah, cahayanya pun masuk merambat kedalam ruangan tempat Liang Jun yang saat itu masih menatap cincin yang ia gunakan..
cincin itu hanya bisa dilihat oleh dirinya saja sebagai pemilik cincin tersebut, sedangkan orang lain tidak akan bisa melihatnya kecuali cincin itu terlepas dari jari pemiliknya.
lalu untuk menghindari kecurigaan orang lain atas apa yang telah ia alami,
Liang Jun segera mengunakan tekhnik kamuflase untuk menyembunyikan tingkatan kultivasi dan tulangnya,
tekhnik kamuplase ini berbeda dari teknik yang digunakan oleh kultivator pada umumnya..
__ADS_1
pada umumnya kultivator yang menggunakan tekhnik kamuflase biasa, hanya bisa menyembunyikan tingkatan kultivasi dan tulangnya pada orang yang tingkatan kultivasinya setara atau di bawahnya
namun teknik yang digunakan oleh Liang Jun adalah teknik tingkat tinggi.. bukan hanya bagi orang yang setara atau di bawah tingkatannya, bahkan bagi kultivator tingkat puncak sekalipun tak bisa melihat tingkatan kultivasinya dan tulanggnya..
sreeeeeettt '''::
pintu kamarnya tiba tiba terbuka..
"jun'er.. kau sudah bangun nak.. .
bagaimana keadaanmu.. apa masih ada yang sakit? "
Lien Hua bertanya pada anaknya dengan lembut dan penuh perhatian.
"baik bu.. aku sudah sehat seperti semula dan luka pada tubuhku sudah sembuh bu"
Liang Jun memperlihatkan bagian bagian tubuhnya yang sebelumnya terdapat banyak luka lebam akibat kejadian sebelumnya
"baguslah nak.. untuk ketua Jing Ma cepat mengobatimu"
"iya bu" dari kalimat ibunya Liang Jun tau kalai Ketua Jing Ma yang telah mengobatinya
Jun 'er... ibu sudah siapkan makanan untukmu... ibu rasa kau pasti sangat lapar,
sekarang lekas bangun dan segera mandi lalu jangan lupa makan.. "
"baik bu"
'ibu akan menyusul ayahmu ke pasar membantunya berjualan di sana.. kau jaga diri baik baik ya nak."
Lien Hua bangkit lalu keluar meninggalkan kamar anaknya dan bergegas ke pasar untuk membantu suaminya""
matahari sudah meninggi,
Liang Jun pun sudah selsai makan dan membersihkan rumahnya seperti kegiatan rutin yang biasa ia lakukan...
merasa bosan sendiri di rumahnya lalu Liang Jun berjalan menuju pasar tempat orang tuanya berdagang
________________________________________________ Dukung karya ini dengan cara Like, vote dan share,, agar author bersemangat untuk terus berkarya..
__ADS_1
atas semua dukungannya author ucapkan terimakasih yang mendalam..