Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Melawan Musuh Sungguhan


__ADS_3

Mereka berjalan ke arah timur menuju kota Dong..


jarak antara kota Seribu Awan dan kota dong cukup jauh.. untuk sampai di sana mereka harus melewati beberapa desa dan kota kecil..


setelah bejalan seharian, melewati beberapa desa , akhirnya mereka sampai di sebuah gerbang kota. .. di atas gerbang tersebut tertulis nama kota Anguo..


Liang Jun dan Xiuan memasuki kota tersebut dengan mudah karena tidak ada penjagaan di gerbang masuk kota.


"ayo kak.. kita cari penginapan sebentar lagi malam akan datang.. "


"baik "


merekapun bergegas mencari penginapan untuk beristirahat karena sudah seharian berjalan tanpa henti..


"ah itu jun'er.. sepertinya penginapan yang bagus" ucap Xiuan sambil menunjuk sebuah penginapan yang cukup besar


"ayo kita ke sana ! "


sesampai di sana.. merekapun mengikat kuda mereka di tempat yang telah di siapkan, di sana pun telah ada beberapa ekor kuda yang terikat.. kemudian mereka berjalan memasuki penginapan tersebut


merekapun disambut ramah oleh pemilik penginapan yang merupakan seorang wanita cantik berumur 30 tahun


"silahkan tuan muda "


terimakasih nyonya, apakah masih ada kamar kosong di sini ?" ucap Liang Jun


"masih ada.. tuan muda mau memesan berapa kamar,?"


"satu saja , "


"owh.. baiklah.. untuk satu kamar harganya 30 keping perak"


"ini nyonya. " Liang Jun menyerahkan 30 keping perak sebagai biaya kamar yamg mereka pesan


"terimakasih.. mari ikuti aku.. !" ucap wanita tersebut menuju sebuah kamar yang terletak di lantai 2,,


Liang Jun dan Xiuan pun mengikuti wanita tersebut..


"ini tuan muda kuncinya.. silahkan.. " setelah menyerahkan kunci kamar tersebut, wanita itupun meninggalkan mereka .


malam itu .. setalah membersihkan diri dan istirahat sejenak, merekapun keluar dari penginapan tersebut untuk berjalan jalan sambil mencari kedai makanan sebab penginapan tempat mereka menginap tidak menyediakan makanan


kota Anguo cukup ramai, kota ini merupakan kota persinggahan , sebab tempatnya yang sangat strategis, siapapun dari kota seribu awan dan beberapa kota yang lain di benua timur yang ingin ke kota dong atau sebaliknya pasti melewati kota ini..


begitu banyak kultivator ataupun para pedagang yang masuk ke kota ini.. hampir setiap penginapan dan kedai makanan ramai pengunjung.....


Liang Jun dan kakaknya memasuki sebuah kedai makanan, kedai itu sangat ramai .


"silahkan masuk tuan muda.. mau pesan makanan apa..,? kami menyediakan berbagai menu makanan di sini " ucap seorang pelayan dengan sangat sopan..


"kakak, kau mau pesan apa?" tanya Liang Jun


"kau saja yang pilih menunya .. aku ikut saja.."


"baiklah.. kami pesan dua ayam bakar dan minumnya teh hijau saja "


"aku akan siapkan makanannya, silahkan kalian duduk di sana " ucap pelayan tersebut sambil menunjuk ke salah satu meja yang kosong


"baik."


merekapun berjalan menuju meja yang kosong tersebut.. baru saja mereka duduk ,tiba tiba terdengar teriakan seorang wanita tidak jauh dari tempat mereka,


seorang wanita muda yang merupakan salah satu pelayan sedang diganggu oleh beberapa orang pria yang bertubuh kekar


"tolong lepaskan saya tuan.. " wanita itu berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman pria bertubuh kekar yang duduk di sudut ruangan tersebut bersama teman temannya , mereka berjumlah 6 orang


"ha ha ha ..... kau sangat cantik . ayolah temani kami di sini"


"tuan , lepaskan saya , saya wanita baik baik tuan "


"ha ha ha. nona .. jangan jual mahal dengan kami.. "


seorang pria paruh baya pemilik kedai tersebut melihat kejadian itu langsung menghampiri mereka


"maaf tuan tuan.. , tolong lepaskan wanita ini.. "


"hey tua bangka.. siapa kamu.. jangan ikut campur!"


"maaf tuan .. saya pemilik tempat ini.. tolong jangan ganggu karyawan saya tuan.. "

__ADS_1


"ha ha ha.. dasar tua bangka kurang ajar. kalau kau mau selamat dan kedai mu baik baik saja.. jangan ikut campur urusan kami" bentak salah satu dari mereka


"tapi tuan.. " pemilik kedai tersebut ingin berbicara tapi dia takut


"alaah... apa kau ingin mati haah?"


"bu bukan begitu tuan. tapi saya harus menjamin keselamatan karyawan saya "


"kurang ajar. adik ke lima bunuh tua bangka ini" perintah pria yang mencengkram tangan pelayan tersebut


"baik kak". .. seorang pria dengan pedang besar segera berdiri dan bersiap untuk menyerang pemilik kedai tersebut


baru saja pria itu hendak memukul pemilik kedai tersebut.. tiba tiba sekeping koin perunggu melesat sangat cepat ke arahnya,....


~boooooom ~


"aaaaakkkkh"


pria itu terpental menghantam meja tempat teman temannya dan langsung tak sadarkan diri.


teman temannya yang melihat hal itu sangat terkejut


"kurang aja.. siapa yang berani ikut campur"


Halaman 20 melawan musuh sungguhan


Xiuan yang melihat hal itu menjadi sangat geram , sedangkan Liang Jun hanya tersenyum ..


"kakak apakah kau pernah bertarung melawan musuh sungguhan?" ucap Liang Jun dengan santai


"mengapa Jun'er"


"kalau belum. aku rasa ini saat yang tepat"


Liang Jun melirik ke arah enam pria dewasa yang bertubuh kekar di sudut ruang tersebut, kemudian dia mengeluarkan sekeping koin perunggu dan melempar koin tersebut dengan sedikit Qi ke arah salah satu pria yang sedang berdiri hendak menyerang pria paruh baya pemilik kedai.


baru saja pria itu hendak memukul pemilik kedai tersebut.. tiba tiba sekeping koin perunggu melesat sangat cepat ke arahnya,....


~boooooom ~


"aaaaakkkkh"


pria itu terpental menghantam meja tempat teman temannya dan langsung tak sadarkan diri.


teman temannya yang melihat hal itu sangat terkejut


kedai itu awalnya cukup ramai. namu karena keributan tersebut sebagian besar mereka telah meninggalkan kedai karena mereka tidak mau berurusan dengan orang orang yang bertubuh besar yang membuat keributan itu, tinggal Liang Jun dan Xiuan serta para karyawan kedai saja yang masih berada di sana.


"kakak pertama , lihat ,, sepertinya dua bocah itu yang menyerang Adik ke tujuh.. "


"ha ha ha.. dasar bocah sialan.. kenapa kalian mengganggu urusan kami"


Liang Jun mendengar teriakan orang yang mereka panggil dengan panggilan kakak pertama itu, namun ia berpura pura tidak mengerti..


"kakak,, apakah orang orang berwajah jelek itu berbicara dengan kita?" Liang Jun sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh para berandal tersebut,.


orang orang yang Liang Jun katakan memang memiliki wajah yang sangar dan menyeramkan.. mereka adalah anggota sebuah sekte yang sangat terkenal di wilayah ini karena sering sekali membuat onar dan tak segan membunuh siapapun yang menentang mereka , seragam yang mereka gunakan berwarna hitam dengan gambar tengkorak kepala yang terbakar di punggung mereka.. lambang itu adalah lambang sekte aliran hitam Tengkorak Api,,


"iya Jun'er , sepertinya mereka berbicara dengan kita.. tapi aku takut menoleh ke sana karena wajah mereka sangat jelek. . .ha ha ha"


Xiuan paham dengan apa yang dilakukan oleh Liang Jun dan dia pun mengikutinya.. sementara pemilik kedai yang mendengar itupun sangat kaget tidak menyangka dua bocah yang baru saja datang ini berani mengolok olok para kultivator dari sekte yang sangat terkenal di kota ini ,


"kurang ajar... beraninya mereka mengejek kita,


cepat habisi mereka"


"baik kak, " dua orang langsung melesat untuk menyerang Liang Jun dan Xiuan


melihat hal itu Liang Jun mundur dan cukup jauh meninggalkan Xiuan sendiri


"kakak.. saatnya kau tunjukkan kemampuan mu"


"haaaaahhh"


Xiuan yang masih kaget dengan perkataan adik sepupunya tiba tiba dikejutkan dengan serangan yang terarah kepadanya..


diapun melompat menghindari serangan itu ,


~booom.. ~ serangan mereka menghantam kursi tempat sebelumnya Xiuan berada dan kursi itupun hancur seketika..

__ADS_1


"kau lumayan juga bocah. .. " ucap salah satu dari mereka , kemudian kembali menyerang Xiuan dengan ganas,, Xiuan juga tak mau kalah.. diapun bersiap menyabut serangan tersebut..


pertarungan sengit pun terjadi antara Xiuan dan dua murid sekte Tengkorak Api, gerakan Xiuan yang begitu lincah membuat dua kultivator tersebut menjadi terdesak, walaupun mereka berdua namun tak ada satupun pedang mereka yang berhasil menyentuh tubuh Xiuan..


"bagus kak.. hajar mereka " ucap Liang Jun yang menyaksikan pertarungan itu sambil duduk di salah satu kursi kosong tak jauh dari tempat mereka bertarung..


Xiuan menyerang mereka dengan cepat.. sehingga dua kultivator tersebut semakin terdesak.. walaupun baru bertarung beberapa menit saja , namun tubuh mereka sudah dipenuhi luka.. hal ini menunjukkan kemampuan bertarung Xiuan jauh di atas mereka


~craaaaashhhh~


"aaaakkhhhhh" teriak seorang kultivator tersebut sambil memegang lengannya yang putus akibat terkena sabetan pedang Xiuan dan darah pun berceceran


"hhaaaah... adik ke 4 "


belum sempat kultivator satunya lagi membantu orang yang ia panggil dengan panggilan adik ke 4 tiba tiba sebuah tendangan bersarang di dadanya


~baaang~


kiltivator tersebut terpental jauh ke arah teman temannya yang terlihat kaget dan tidak percaya dengan apa yang terjadi


"kurang ajar ."


kultivator yang mereka panggil sebagai kakak pertama melepaskan cengkraman tangannya pada wanita yang sebelumnya ia goda.. kemudian melesat menyerang Xiuan diikuti 2 orang lainnya.


"bagus kak. hajar mereka semua"


Liang Jun menyemangati Xiuan yang sudah berhadapan dengan tiga orang sekaligus,


mendapat serangan dadakan. Xiuan sempat terdesak, namu setelah ia mendengar Liang Jun yang menyemangatinya ia kembali menguasai pertarungan.. walaupun mereka bertiga namun pertarungan itu tetap berat sebelah.. hingga beberapa saat kemudian ketiga kultivator Tengkorak Api terpental dan memuntahkan darah segar.


"bagaimana ,, apakah masih mau bertarung?"


ucap Xiuan dengan nada sedikit merendahkan, Xiuan sengaja tidak membunuh mereka.. andai dia berniat membunuh tentu audah lama mereka mati, namun walaupun demikian , mereka mendapatkan luka yang cukup banyak.. pakaian sekte yang mereka gunakan pun telah compang camping akibat terkena sabetan pedang Xiuan...


"ma maaf tuan muda.. kami mengaku kalah" ucap mereka


Liang Jun yang menyaksikan itu hanya tersenyum , dia sengaja membiarkan Xiuan menyelesaikan masalah ini


"kalau begitu cepat kalian tinggalkan tempat ini" Bentak Xiuan


" ba baik tuan muda " merekapun segera meninggalkan kedai tersebut sambil membawa teman temannya yang tak sadarkan diri


"bagus kakak.. kau sangat hebat" Liang Jun menepuk pundak kakaknya


"aah Jun'er. .. ini semua berkat latihan darimu"


pemilik Kedai dan beberapa karyawan termasuk wanita yang hampir menjadi korban pelecehan tersebut menghampiri Xiuan dan Kiang Jun


"tuan muda. terimakasih , kalau tidak ada kalian mungkin kami tidak akan selamat.. " ucap pemilik kedai sambil sedikit membungkuk memberi hormat kepada dua pemuda di hadapan mereka, diikuti oleh semua karyawan yang juga ikut memberi hormat


"tidak perlu berterimakasih paman.. itu sudah menjadi kewajiban kami untuk saling tolong menolong" ucap Xiuan


Tuan muda sangat bijak..


silahkan duduk tuan.. biar pelayan siapkan makan untuk kalian sebagai ucapan terimakasih kami


"nahh.. kalau yang itu kami akan menerimanya paman" ucap Liang Jun dengan wajah gembira, walaupun mereka kultivator yang tanpa makan sekalipun mereka tetap bisa menahan lapa selama mereka memiliki Qi di dalam tubuh mereka.. namun sebagai manusia mereka juga tetap membutuhkan makanan..


beberapa saat kemudian pelayan membawakan makanan, Liang Jun dan Xiuan menikmati makanan tersebut tanpa sungkan.. ditemani pemilik kedai yang juga ikut duduk bersama mereka,


setelah selesai menikmati makanan dan mengobrol bersama pemilik kedai, merekapun pamit karena hari sudah hampir tengah malam


Liang Jun dan Xiuan kembali ke penginapan.. keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan,,


Setelah meninggalkan kota Anguo mereka keluar masuk hutan selama dua hari tanpa henti kecuali untuk mengistirahatkan kuda kudanya sekaligus memberi makan kuda tersebut , hingga akhirnya mereka bertemu sebuah desa kecil dengan hampir semua penduduknya dalam keadaan kelaparan.


Desa ini adalah desa Yugong, lokasinya yang jauh dari pusat kota menjadikan desa ini jarang di singgahi oleh orang lain.. Liang Jun dan Xiuan melewati desa ini karena mengikuti petunjuk dari peta yang diberikan oleh ketua Jing Ma sebelum mereka berangkat, dan ini adalah jalur tercepat untuk sampai ke kota Dong, namun jalur ini termasuk jalur yang dihindari oleh pedagang ataupun kultivator sebab jalur ini mengharuskan mereka melewati sebuah hutan yang terkenal dengan banyaknya kejadian orang yang memasuki hutan tersebut tidak pernah kembali


Desa ini bagaikan sebuah desa mati.. hampir tidak ada aktivitas di desa ini, semua orang takut keluar rumah , jangankan untuk berdagang ataupun bertani, membuka pintu rumah saja mereka takut.. entah apa yang terjadi di desa ini.. mungkin sesuatu yang sangat menakutkan atau suatu wabah menular yang sangat mengerikan sedang tersebar di desa ini..


Liang Jun dan Xiuan berjalan pelan dengan kuda mereka , memasuki desa dengan kebingungan melihat keadaan desa ini,, beberapa rumah terlihat hancur.. walaupun desa ini sepi, namun Liang Jun tau bahwa banyak mata yang memperhatikan mereka dari dalam rumah rumah tersebut..


baru saja berjalan sekitar 50 meter ke dalam desa,


Tiba tiba saja pintu sebuah rumah yang tak jauh dari tempat yang dilalui Liang jun dan xiuan terbuka,,


"Kakak,, apakah kau membawa makanan.. aku sangat lapar"


seorang anak kecil berumur sekitar tujuh tahun menghampiri Liang jun dan Xiuan, tubuh anak tersebut sangat kurus, bahkan tulang tulangnya terlihat,, matanya yang cekung dan rambutnya yang berantakan terlihat sedikit mengerikan,,

__ADS_1


__ADS_2