Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Jati Diri Jiazhen


__ADS_3

baru saja Liang Jun ingin berbicara,, tiba tiba dari arah luar terdengar suara memanggil..


"ayah, apakah ayah memanggilku"


"ahh putriku.. kemarilah nak.. perkenalkan dirimu pada tamu tamu ayah ini" Kang Jian berbicara dengan sangat lembut kepada anaknya, hal itu menunjukkan betapa ia sangat menyayangi anaknya


"baiklah ayah.. " Yueyin berjalan kearah mereka semu.. wajahnya yang sangat cantik, tersenyum manis kepada tamu ayahnya.. gaun putih bersih yang ia kenakan begitu indah menambah keanggunan yang ia miliki,


"waduuh cantik sekali.. siapa namamu nak?" Lien Hua memuji kecantikan yang dimiliki oleh Yueyin..


"perkenalkan mamaku Yueyin " Yueyin sedikit membungkuk memberi hormat kepda Lien Hua dan tamu yang lainnya. .


"namaku Lien Hua.. kau bisa memanggilku bibi Hua, sedangkan ini suamiku Jiangwu dan ini putra kami namanya Liang Jun.. " Lien Hua memperkenalkan dirinya beserta keluarganya kepada putri walikota.. sedangkan untuk ketua Jing Ma , Yueyin sudah mengenalnya..


Liang Jun tersenyum ramah kepada Yueyin.. dibalas senyuman yang tidak kalah ramah kepada Liang Jun, mereka yang menyaksikan itupun ikut tersenyum termasuk Jiazhen.


berbeda dengan Yueyin yang wajahnya sedikit merah merona karena merasa orang orang memperhatikannya, namun Liang Jun justru sedang memikirkan jurus yang diperagakan oleh Yueyin saat berlatih di halaman samping


Yueyin adalah kultivator muda yang sangat gemar berlatih.. bahkan baginya tiada hari tanpa berlatih.. hal itu sejalan dengan tahapan kultivasinya yang saat ini sudah berada di tahapan kultivasi bintang perak level 9,, dia termasuk kultivator yang berbakat , mengingat umurnya saat ini baru 14 tahun..


hal itu didukung oleh sumberdaya yang berlimpah dan seorang guru yang sangat hebat, mengajarkannya tekhnik dan jurus tingkat tinggi..


"Yin'er, bagaimana dengan latihan mu hari ini" tanya Jiazhen memecah kacanggungan yang dialami oleh muridnya


"semua berjalan dengan baik guru.. dan sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan gerakan jurus yang guru berikan itu"


"baguslah, kau memang murid yang berbakat" ucap Jiazhen


"kakek.. maaf .. kalau boleh tau.. apa nama jurus yang dilatih oleh muridmu di halaman samping tadi ?" Liang Jun memberanikan diri untuk bertanya karena dia sangat penasaran dari mana asal jurus tersebut


"oh.... aku tidak tau nama jurus itu.. tapi itu merupakan jurus warisan keluarga kami"


"itu jurus yang sangat hebat.. kalau tidak keberatan bolehkah aku melihatnya sekali lagi" pinta Liang Jun kepada Jiazhen.. karena ia ingin memastikan dugaannya..


Lien Hua dan yang lainnya sedikit bingung dengan apa yang sebenarnya Liang Jun pikirkan, tapi mereka hanya diam mendengarkan obrolan Liang Jun dan kakek tua berjubah hijau tersebut.


"tentu boleh. .. mari kita keluar sebentar.. " ucap Jiazhen sambil mengajak Liang Jun dan Yueyin keluar menuju halaman samping kediaman walikota,. sedangkan walikota dan yang lainnya melihat hal itupun ikut keluar bersama untuk menyaksikan


sesampai di halaman tersebut


"Yin'er coba kau perlihatkan jurus yang kau latih tadi"


baru saja Yueyin hendak melangkah maju.. tiba tiba Liang Jun berkata


"Maaf kakek.. atas kelancanganku ini.. tapi bolehkah aku melihat jurus itu langsung darimu" Liang Jun ingin Jiazhen sendiri yang memperlihatkan jurus tersebut..


"Jun'er?" Lien Hua kaget mendengar permintaan Liang Jun kepada Jiazhen..


"tidak mengapa nyonya Hua.. aku tidak keberatan melakukannya" ucap Jiazhen kepada Lien Hua yang hendak memarahi anaknya yang bersikap kurang sopan..

__ADS_1


Jiazhen maju dan mulai memperagakan Jurus yang ia sendiri tidak mengetahui nama.dari jurus tersebut.. gerakannya yang terlihat lembut namun mengandung kekuatan yang besar.. Jiazhen sengaja tidak menggunakan Qi agar tidak berdampak pada area sekitar tempat tersebut..


namu walaupun demikian gerakannya tetap nampak kuat dan cepat..


Semua orang di sana memperhatikan dengan serius setiap gerakan tersebut, seakan akan tidak rela kehilangan bagian dari gerakan jurus tersebut..


berbeda dengan Liang Jun.. dia justru semakin penasaran , namun bukan kepada jurus itu, melainkan tentang siapa sebenarnya kakek tua berjubah hijau yang sedang memperagakan jurus tersebut.


beberapa saat kemudian Jiazhen menyudahi jurusnya dengan posisi pedang terhunus ke samping , lalu berjalan dengan tersenyum kepada Liang Jun


"bagaimana apa kau telah mendapatkannya" Jiazhen bangga dengan jurusnya dan dia menduga kalau Liang Jun sengaja memintanya untuk memperagakan jurus tersebut agar dia bisa mempelajarinya..


"bolehkah aku mencobanya kek"


"tentu silahkan.. "


Liang Jun meminjam pedang Jiazhen kemudian maju dan mulai memperagakan jurus tersebut , gerakannya yang begitu indah mengalir bagaikan air.. sama seperti yang dilakukan oleh Jiazhen, Liang Jun juga tidak menggunakan Qi, namun gerakannya terlihat lebih kuat ..


semua orang terpana dengan gerakan Liang Jun termasuk Jiazhen. dia sangat tidak menyangka kalau Liang Jun mampu memperagakan jurus tersebut dengan sempurna ..


"bagaimana bisa anak ini menguasai sebuah jurus hanya dengan sekali lihat.. sungguh anak yang luar biasa"


sampai pada gerakan terakhir yang di peragakan oleh Jiazhen , namun Liang Juan bukannya menyudahi jurusnya namun justru dia melanjutkan gerakan jurus itu beberapa gerakan lagi.. hingga sampai pada gerakan terakhir yaitu berupa gerakan mengangkat pedang ke arah langit lalu menghujamnya dengan kuat ke bumi, walaupun tidak menggunakan Qi namun hujaman terakhir tersebut membuat retakan sepanjang 2 meter ..


meraka yang menyaksikan ini sampai menahan napasnya.. namun yang membuat orang lebih terkejut lagi.. saat Liang Jun mengangkat pedangnya menunjuk ke arah langit.. di ujung pedang tersebut muncul cahaya keemasan bersinar bagaikan bintang yang bertengger di ujung pedangnya


"tidak mungkin.. siapa anak ini?" Jiazhen sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"kakek.. kalau boleh menebak . apakah kau berasal dari klan Way?"


Lien Hua yang mendengar pertanyaan itu tersentak kaget dan menatap dengan serius kepada Jiazhen..


"benar.. tapi darimana kau tau itu semua" jawab Jiazhen dengan penasaran..


"Jurus yang kakek peragakan tadi belum sempurna..dan jurus itu miliki nama..


itu adalah jurus Pedang Bintang yang merupakan jurus tingkat langit milik klan Way"


"semua yang kau katakan itu benar, tapi sebenarnya kalian ini siapa.. mengapa kalian mengenal Klan way ?"


"paman.. siapa namamu sebenarnya. .. dan dari keluarga mana kau berasal?" Lien Hua bertanya sambil meneteskan air matanya sambil berjalan mendekati Jiazhen


namaku Way Lan Zo.. semenjak perjalananku dari benua utara, aku tidak menggunakan nama itu untuk menghindari pemeriksaan dari pihak kerajaan Angin selatan..


sebab setelah kejadian kudeta yang menyakitkan , semua orang yang bermarga Way akan mereka bunuh..


"paman.. namaku Way Lien Hua , aku putri dari Way Lay dan ibuku bernama Lan Zhi Zhi"


mendengar hal itu Jiazhen sangat kaget dan langsung berlutut di hadapan Lien Hua..

__ADS_1


"tuan putri, maafkan aku tidak mengenalmu"


semua yang menyaksikan kejadian itu sangat kaget dengan perubahan sikap dari Jiazhen terhadap Lien Hua.. mereka tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi di antara Lien Hua dan Jiazhen.. namun Lien Hua memahami itu semua.. sebab dia mengetahui bahwa ayahnya adalah seorang raja di kerajaan Angin selatan.


"paman, berdirilah.. " pinta Lien hua dengan lembut kepada Jiazhen..


"tidak tuan putri.. aku akan tetap berlutut sampai kau memaafkan ku"


"baiklah paman.. kau tidak bersalah.. dan sekarang aku minta paman untuk berdiri" Lien Hua meminta kembali agar Jiazhen berdiri namun Jiazhen tetap dalam keadaan berlutut di hadapan


melihat hal itu , Lien Hua jadi bingung harus bagaimana agar Jiazhen mau berdiri dan bersikap seperti biasa


"baiklah.. kalau begitu,,


aku Way Lien Hua , atas nama kerajaan Angin Selatan memerintah mu untuk berdiri dan bersikap seperti biasa kepadaku" ucap Lien Hua dengan tegas..


Jiazhen yang mendengar hal itu langsung berdiri dan berusaha bersikap seperti biasa kepada Lien Hua dan keluarganya..


sedangkan orang orang yang mendengar ucapan Lien Hua sangat kaget.. sebab mereka jadi paham dengan perubahan sikap Jiazhen terhadap Lien Hua, terlebih lagi Jiangwu yang sudah hidup cukup lama bersama Lien Hua namun dia sama sekali tidak mengetahui tentang keluarga Lien Hua , Jiangwu hanya mengenal paman cinglung saja..


sedangkan Liang Jun hanya tersenyum saat dia tau bahwa dugaannya benar.


walikota dan istrinya pun menjadi lebih hormat kepada Lien Hua.. begitupula dengan ketua Jing Ma mengingat status Lien Hua sebagai putri dari sebuah kerajaan walaupun kerajaan itu terletak sangat jauh.


namun Lien Hua meminta mereka merahasiakan hal ini dan bersikap seperti biasa.


setelah beberapa saat, merekapun kembali ke ruang tamu walikota,, Lien Hua dan yang Lainnya melanjutkan obrolan mereka,


"Yin'er,, kenapa kau tidak mengajak Jun'er untuk berjalan jalan melihat pemandangan sekitar sini "


Kang Jiang memanggil Liang Jun dengan panggilan Jun'er, sebelumnya walikota dan yang lainnya sempat memanggil Liang Jun dengan panggilan tuan muda, mengingat bahwa status Liang Jun yang merupakan putra dari seorang putri raja, namun Liang Jun menolaknya


"ah ayah" Yueyin menjadi salah tingkah, wajahnya yang putih bersih merona merah karena malu,


begitupun dengan Liang Jun yang juga jadi salah tingkah


"Jun'er bukankah kau ingin melihat pemandangan di sekitar sini.. " Jiangwu pun ikut menggoda Liang Jun yang tampak bingung sebab dia tidak merasa pernah mengatakan hal itu..


"ayaah.. ???"


"tidak mengapa nak.. pergilah temani Temani Yin'er" ucap Lien Hua dengan lembut


"baiklah .. " Liang Juan berjalan keluar ruangan tersebut diikuti oleh Yueyin yang juga ikut keluar dengan wajah yang masih merona merah..


semua orang yang menyaksikan itu tersenyum melihat tingkah mereka berdua,


________________________________________ Dukung karya ini dengan cara Like, vote dan share,, agar author bersemangat untuk terus berkarya..


Jadikan karya ini favoritmu

__ADS_1


atas semua dukungannya author ucapkan terimakasih yang mendalam..


__ADS_2