Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Gerbang Kota


__ADS_3

Huosi terbang sangat tinggi . hal itu ia lakukan karena permintaan tuannya,,


Liang Jun sengaja terbang lebih tinggi agar tidak ada yang mengetahui mereka sedang melintas..


perjalanan menuju kota Dong yang biasanya dengan memacu kuda memakan waktu 12 hari, namun karena kecepatan yang dimiliki oleh Huosi jauh melebihi kuda tercepat sekalipun.. maka hanya dalam waktu 6 hari mereka sudah bisa melihat gerbang kota Dong..


" Huosi , mari kita turun, sepertinya kita sudah sampai.. " ucap Liang Jun ,,


'baik tuan "


Huosi langsung mengurangi kecepatannya dan berlahan mendarat di hutan yang jaraknya sekitar satu kilo dari gerbang kota Dong,


mereka sengaja mendarat cukup jauh dari kota ,, agar tidak ada yang melihat mereka datang..


"ayo kakak.. kita lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saja.. " Setelah mengatakan itu, Liang Jun langsung melompat turun dari punggung Huosi


"baik Jun'er" Xiuan Pun segera melompat dari punggung monster burung tersebut


" Huosi,, bagaimana dengan mu? " apakah kau akan pergi atau menunggu kami di sini? tanya Liang Jun , karena tidak mungkin dia membawa Huosi yang bertubuh besar tersebut ikut bersamanya memasuki kota..


"ha ha ha.. tenang tuan,, aku akan ikut bersama kalian.. " setelah mengatakan itu tiba tiba monster burung raksasa tersebut berubah menjadi seekor burung elang berwarna hitam kemerah-merahan.


"haaah... kau bisa berubah ?" Liang Jun dan Xiuan sama sama kaget dengan perubahan bentuk dan ukuran burung tersebut.. sebab bukan hanya ukurannya saja yang berubah namun bentuknya juga berubah menjadi layaknya burung elang biasa


"iya tuan.. dengan seperti ini aku bisa ikut bersama kalian.. aku juga bisa menyembunyikan kekuatanku sehingga tidak akan ada yang bisa merasakan kekuatan yang aku miliki" ucap Huosi dengan bangga


"baguus.. kalau begitu mari kita lanjutkan perjalan kita.. " ucap Liang Jun sambil tersenyum senang


mereka berjalan menuju gerbang kota Dong, sedangkan Huosi bertengger di atas pundak kiri Liang Jun.. kadang kadang dia terbang , kemudian kembali lagi,,


tak terasa setelah berjalan setengah jam, mereka sampai di gerbang kota Dong, terlihat antrian yang panjang memasuki kota


Liang Jun dan Xiuan segera mengikuti antri tersebut,, namun karena saking banyaknya orang yang ingin masuk ke kota dong, sehingga sudah lebih dari satu jam Liang Jun dan kakaknya mengantri tapi belum juga sampai di depan gerbang..


"ahhh .. kota ini banyak sekali pengunjung.. pasti ini kota yang sangat ramai"


"aku rasa juga seperti itu.." ucap Xiuan yang mulai bosan mengantri .


"kakak,, kenapa kau tidak semangat begitu.. apakah ada masalah?" ucap Liang Jun melihat wajah Xiuan yang kusut tak bersemangat


"aku tidak mengapa.. hanya saja aku tidak menyangka kita harus berjam jam berdiri seperti ini hanya untuk memasuki sebuah kota"


"ha ha ha .... sabarlah kak,, sebentar lagi giliran kita.. "


namun saat tiba pada giliran mereka.. tiba tiba kereta kuda yang sangat mewah melaju menyerobot antrian, terlihat seorang pemuda berumur sekitar 19 tahun duduk dengan tenang di dalam kereta tersebut.. diiringi oleh sekitar 10 orang pengawal bersamanya..


"minggir .. minggir.. " ucap pengawal yang mengiringi kereta kuda tersebut dengan kasar kepada siapapun yang menghalang mereka..walaupun mereka dengan arogannya menyerobot antrian , namun tidak ada satupun orang yang berani menegur ataupun melarang mereka berbuat demikian,, semua orang langsung minggir saat kereta kuda itu melintas..

__ADS_1


sementara itu Liang Jun dan Xiuan sudah berjalan menuju petugas pintu gerbang yang melaksanakan pemeriksaan bagi siapa saja yang akan memasuki kota Dong..


"hey.. minggir.. aku mau masuk lebih dulu.. minggir kau" ucap seorang pemuda yang berjubah hijau dari dalam kereta kepada Liang Jun


"kalau kau ingin masuk tunggu saja giliran mu! , sekarang ini giliran ku" ucap Liang Jun tanpa menoleh.


"kurang ajar ... berani sekali kau menentang perintahku "


"kau bukan tuanku. jadi tidak ada hak mu memerintah kepadaku.." ucap Liang Jun dengan tegas..


"ha ha ha. kau ingin mati ternyata.!, baik lah aku akan mengabulkan keinginanmu bangsat " ucap pemuda dari dalam kereta kuda tersebut , kemudian dia melompat turun dan berdiri tidak jauh dari Liang Jun dan Xiuan..


sedangkan petugas pemeriksaan itu tidak berani melanjutkan pemeriksaan, dia bingung siapa yang seharusnya masuk lebih dulu..walaupun saat ini giliran pemuda berjubah merah di hadapannya ini untuk diperiksa,, namun dia mengenal siapa pemuda yang duduk di dalam kereta kuda tersebut.. dia tidak berani menyinggung pemuda itu, pemuda itu adalah tuan muda Zouyang , murid jenius sekaligus merupakan anak dari pemimpin sekte terkuat di wilayah ini,, sekte Teratai Hitam


melihat hal itu , orang orang yang sebelumnya mengantri segera menjauh ,, mereka tidak mau terlibat pertarungan yang mungkin akan segera terjadi.. sedangkan Xiuan hanya diam berdiri di samping Liang Jun sambil menahan emosinya..


"siapa kau.. berani sekali kau menentang ku?"


"hehh . . . apa pentingnya aku memperkenalkan diriku kepada orang yang tidak tau aturan dan arogan sepertimu.. "


"kurang ajar kau bocah,, kau akan mati di sini.. pengawal cepat bunuh anak ini "


"baik tuan muda" baru saja mereka hendak menyerang Liang Jun , namun tiba tiba tubuh mereka ditimpa beban yang sangat berat.. mereka tidak bisa bergerak sama sekali.. keringat di dahi mereka bercucuran akibat aura pendekar yang Liang Jun arahkan kepada mereka


"heyy.. mengapa kalian diam saja.. cepat serang dia" bentak Zouyang kepada pengawal pengawalnya yang hanya diam tak bergerak..


"kenapa kau tidak mencobanya sendiri.. bukankah kau ingin membunuhku haah?"


"ha ha ha. baiklah kalau itu mau mu.. biar tanganku ini yang menghancurkan kepalamu"


Zouyang melesat menyerang Liang Jun dengan kepalan tangannya.. dia sangat yakin bisa membunuh Liang Jun dengan sekali pukul saja,, sebab dia sebagai anak paling jenius di sekte nya, dengan kekuatan kultivator Bintang Emas level 6 yang ia miliki, tidak akan mungkin ada anak seumurannya yang bisa menahan pukulannya


~boooom~


"aaakkkkkkkkhhhh"


suara dentuman keras terdengar saat pukulan Zouyang mengenai dada Liang Jun,, Zouyang terpental 10 meter ke belakang, sedangkan Liang Jun tetap berdiri kokoh di tempatnya tanpa bergeser sedikitpun


para petugas penjaga gerbang dan orang yang menyaksikan hal itu sangat kaget.. begitu pun dengan para pengawal Zouyang yang mulai bisa bergerak karena Liang Jun telah menarik aura pendekar nya, mereka semua melongo tidak percaya dengan apa yang terjadi.. seorang anak jenius yamg selama ini mereka banggakan, kalah begitu saja dengan seorang anak yang jauh lebih muda darinya.


"hah.. dengan kekuatanmu yang cuma seperti itu kau berniat membunuhku.. " liang Jun berjalan mendekatinya..


"si si siapa kau?"


"tidak perlu kau tau siapa aku.. aku ada untuk menghancurkan orang bangsat sepertimu!"


"ma ma maafkan aku.. aku tidak mau mati.. " Zouyang yang merasa ajalnya sudah sangat dekat menangis di hadapan Liang Jun..

__ADS_1


"aku tidak butuh permintaan maaf mu.. karena kau berniat membunuhku maka aku akan membunuhmu" baru saja Liang Jun hendak memukul Seorang pemuda berjubah hijau yamg menangis di depannya,, tiba tiba dari arah belakang terdengar teriakan..


"tunggu.. jangan bunuh anak ku. ." seorang wanita seumuran Lien Hua berlari dan langsung memeluk anaknya yang sedang menangis..


Liang Jun yang menyaksikan hal itu mengurungkan niatnya..


"maaf bibi, apakah dia anakmu?"


"i ia tuan muda.. maafkan lah dia.. dia memang anak yang nakal.." ucap wanita itu sambil menangis memeluk anaknya..


"huuuuuhhhh.. ya sudah ... aku tidak akan membunuhnya.. tapi kalau sekali lagi dia berbuat seperti itu terhadap siapapun di hadapanku maka aku tidak akan mengampuninya" Liang Jun tidak tega melihat seorang ibu yang menangis seperti wanita itu..


"ba baik tuan muda.. "


Liang Jun meninggalkan mereka.. berjalan menuju arah petugas pemeriksaan yang masih melongo tidak percaya dengan apa yang ia saksikan..


"paman.. paman.. "


"eeh maaf.. tuan muda " petugas penjaga gerbang itu kaget


"tidak apa apa paman. ayo lanjutkan pemeriksaan agar kami bisa segera memasuki kota" ucap Liang Jun sambil tersenyum ramah kepada mereka


"ba baik tuan muda.. "


beberapa saat kemudian setelah melakukan pemeriksaan , Liang Jun dan Xiuan berjalan memasuki kota Dong..


_______________________________________________


terimakasih kepada seluruh pembaca yang sudah mendukung karya ini..


jangan lupa Like, vote dan share serta jadikan novel favorit kalian agar author semakin bersemangat dalam berkarya


mohon maaf karya ini tentu masih banyak kekurangannya sebab author juga masih pemula dalam menulis, walaupun demikian author akan terus berusaha sebaik mungkin yang bisa author lakukan..


seperti kata pantun melayu ;


"emas tembilang segan ditimbang


timbangan kayu berat terasa


kalian senang aku pun senang


terus semangat untuk berkarya"


insya ALLAH setiap hari kita akan up date..


jadwal up tidak menentu.

__ADS_1


__ADS_2