Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Ranting Kayu


__ADS_3

Liang Jun berjalan menuju rumahnya , Xiuan yang mengikutinya dari belakang tampak bingung kemana sebenarnya adiknya ini akan membawanya


setelah sampai di halaman samping rumahnya


"kak. kau percaya kepadaku kan?" tanya Liang Jun


"tentu jun'er.. setelah apa yang terjadi, tidak ada satupun dari anggota klan ini yang meragukan mu"


"baiklah.. kalau begitu sebelum aku melatih mu, aku ingin melihat kemampuanmu saat ini"


"bagaimana caranya Jun'er, aku tidak paham dengan maksudmu"


Liang Jun tersenyum melihat kakak sepupunya yang kebingungan, kemudian dia berjalan menuju sebatang pohon yang terletak di pinggir halaman tak jauh dari tempat mereka berdiri dan mengambil sebatang ranting yang panjangnya sekitar 50cm di bawah pohon tersebut..


"kakak.. mari bertarung denganku.. tapi kau harus menggunakan seluruh kemampuanmu"


"tapi jun'er.. "


"aku hanya ingin melihat kemampuan bertarung mu saja kak, agar aku bisa menentukan jenis latihan bagaimana yang akan aku berikan kepadamu"


"ooowh.. ya baiklah kalau seperti itu"


Liang Jun berjalan ke tengah halaman di ikuti oleh Xiuan ,


"kak.. anggap saja kau sedang bertarung di turnamen kultivator muda.. dan anggap aku sebagai musuh mu.. gunakan pedangmu dan dan seluruh kemampuanmu untuk mengalahkan ku"


"baik"


Liang Jun dan Xiuan mulai bertarung.. xiuan menyerang Liang Jun dengan jurus yang diajarkan di akademi klan, dia mengunakan Qi dalam jumlah besar.. sedangkan Liang Jun menyambut serangan yang datang dengan sebatang ranting kecil yang ia aliri sedikit Qi agar ranting itu tidak patah saat berbenturan dengan pedang milik Xiuan


"kau harus pandai menghemat Qi milikmu kak.. kalau tidak maka kau akan kalah karena kehabisan Qi"


baik,


serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Xiuan namun tidak ada satupun dari serangannya yang menyentuh tubuh Liang Jun.. bahkan pakaian yang Liang Jun kenakan pun tidak tersentuh


Liang Jun bergerak dengan kecepatan yang sama seperti Xiuan.. dia sengaja menurunkan tahapan kultivasinya menjadi setara dengan Kakaknya agar xiuan mendapatkan pengalaman dalam bertarung


"pegang pedangmu dengan benar kak, jangan terlalu erat karena itu akan menguras energi mu, namun jangan pula terlalu longgar agar pedangmu tidak gampang terlepas.. "


"baik " Xiuan mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh adik sepupunya itu, dia terus menyerang. karena cara memegang pedangnya sudah lebih baik. maka serangannya pun menjadi lebih lincah dan cepat,


"bagus kak.. itu sudah benar.. "


setelah menangkis beberapa serangan yang datang kearahnya, Liang Jun mulai membalas serangan kakaknya


Liang Jun yang tadinya hanya bertahan sekarang mulai menyerang balik membuat Xiuan sedikit terdesak..


"jangan panik kak, perhatikan langkah kakimu agar kau tak kehilangan keseimbangan"


"baik.. " ucap Xiuan sambil memperhatikan langkah kakinya dalam bertahan dari serangan,


serangan demi serangan terus terjadi.. kadang Liang Jun yang bertahan kadang sebaliknya..

__ADS_1


"~trang ... trang....~"


suara benturan terus terdengar.. saat pedang dan ranting tersebut bertemu..


hingga beberapa saat kemudian


~krak.. ~ pedang di tangan Xiuan mengalami keretakan dan akhirnya patah menjadi tiga bagian, Xiuan Yang menyaksikan itu sangat kaget.. dan segera mundur kebelakang dan Liang Jun pun menghentikan serangannya dan mengakhiri pertarungan itu .. Xiuan tidak menyangka pedang yang selama ini terus bersamanya akhirnya patah menjadi beberapa bagian hanya karena berbenturan dengan sebatang ranting kecil


"kakak.. maafkan aku , aku tidak bermaksud mematahkan pedangmu"


"tidak mengapa Jun'er,, pedang ini saja yang sudah terlalu tua.. " ucap Xiuan yang tampak sedih kehilangan pedang kesayangannya


"kak , sebenarnya bukan umur pedangmu yang terlalu tua , namun energi Qi yang kau alirkan ke dalam pedangmu terlalu besar melebihi kemampuan pedangmu menerima energi itu"


"maksudmu bagaimana Jun'er"


"kau harus bisa mengendalikan energi Qi yang kau miliki.. kemudian mengalirkannya dengan merata ke pedang mu namun tidak boleh lebih dari daya tampung energi pedang tersebut , kalau energi yang kita alirkan pas maka pedang yang retak pun tidak akan patah saat berbenturan dengan pedang musuh kecuali mendapatkan serangan dari pedang yang juga dialiri dengan energi Qi yang pas pula "


Xiuan yang mendengar penjelasan Liang Jun hanya mengangguk kecil sebagai tanda bahwa dia memahami maksud dari adik sepupunya ini..


"Terimakasih Jun'er.. "


"baguslah kalau kakak sudah mengerti.. " Liang Jun kemudian berjalan mengambil dua potong dahan pohon yang cukup besar lalu menancapkan kedua dahan pohon tersebut tidak jauh dari tempat Xiuan berdiri..


"kak.. perhatikan ini" ucap Liang Jun kepada Xiuan


"baik jun'er"


liang Jun berdiri tepat di hadapan salah satu dahan yang ia tancapkan ke tanah , kemudian dia mengalirkan energi Qi ke ranting yang ada di tangannya.. lalu memukul ranting itu dengan keras ke dahan pohon tersebut..


dahan pohon itupun terpotong menjadi dua, sedangkan ranting kecil di tangan Liang Jun masih utuh tanpa goresan sedikitpun, Xiuan yang menyaksikan hal itu, membelalakkan matanya karena sangat kaget dengan apa yang ia lihat,


"kakak.. silahkan kau mencobanya.. alirkan energi dengan pas ke ranting ini.. agar dia menjadi kuat dan tajam bagaikan pedang. " Liang Jun menyerahkan ranting yang ia gunakan kepada Xiuan


"baik.. aku akan mencobanya.. " Xiuan begitu bersemangat , kemudian dia mengambil ranting di tangan Liang Jun


dia berdiri tepat di hadapan dahan pohon yang masih berdiri utuh, mulai mencoba mengalirkan Qi ke ranting tersebut sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Liang Jun kepadanya.. lalu dengan cepat mengayunkan ranting tersebut seperti mengayunkan sebilah pedang


"~ kraakkkk.. ~"


" haaahhhhhhh"


ranting itupun patah menjadi beberapa bagian, Liang Jun yang menyaksikan itu hanya tersenyum


"Jun'er. .... ?"


"ha ha ha . . . kau kurang fokus kak.. teruslah berlatih.. ambil lebih banyak ranting lagi.. "


"baik" Xiuan segera berlari menuju kebawah pohon yang terdapat banyak potongan ranting seukuran ibu jari.. .. dia mengumpulkannya lalu membawa ranting ranting tersebut kembali ke posisi semula..


"baiklah aku akan mencobanya lagi " ucap Xiuan dengan semangat..


latihan itu terus berlanjut hingga sore. sudah ratusan ranting yang ia patahkan, begitupun dengan dahan pohon yang menjadi sasaran latihan tersebut sudah banyak terluka bagaikan terkena sabetan pedang, namun tetap berdiri kokoh..

__ADS_1


~craaaaasshhhh~


~ aku berhasil.. yee yee yee.. ~


Xiuan sangat senang sebab dia berhasil memotong dahan kayu tersebut dengan sepotong ranting kecil yang ia aliri Qi,,,


"bagus kakak.. sepertinya kau sudah bisa mengendalikan Qi milikmu dengan cukup baik" ucap Liang Jun sambil duduk memperhatikan latihan kakak sepupunya itu..


"terimakasih Jun'er... "


"jangan senang dulu kak.. malam ini kita akan lanjut latihan, kuharap kakak bisa menginap di sini.. sebaiknya kau pulang lebih dulu katakan kepada bibi dan paman.. "


"baiklah kalau seperti itu aku akan segera pulang. .. ". Xiuan pulang kerumahnya untuk berpamitan menginap di rumah Liang Jun..


setelah malam tiba. Liang Jun beserta kedua orang tuanya dan juga Xiuan duduk bersama di ruang keluarga


ayah ... ibu.. aku akan pergi untuk berkultivasi.. kuharap kalian ikut bersamaku untuk meningkatkan tahapan kultivasi kalian..


"mau kemana Jun'er?" ayahnya tentu tidak tau kemana Liang Jun akan membawa mereka..


"ayah.. aku akan membawa kalian ke suatu tempat yang sangat baik untuk berkultivasi"


"kalau begitu ayo kita berangkat..."


"suamiku, kita tidak akan kemana mana.. kita akan tetap di sini"


"bukankah Jun'er mengatakan ingin membawa kita ke suatu tempat yang bagus untuk berkultivasi" Jiangwu tampak bingung..


"ayah.. nanti kau akan tau .. sekarang kalian semua pegang tanganku.. " liang Jun berdiri sambil mengulurkan tangannya kepada mereka..


Jiangwu dan Xiuan tampak bingung, sedangkan Lien Hua tersenyum melihat suaminya sambil memegang tangan LiangJun


"ayo Ayah, kak Xiuan.. "


"yaaah baiklah.... " mereka semua memegang tangan Liang Jun


"sekarang kalian pejamkan mata.. "


"baiklah.. "


beberapa saat kemudian mereka telah berada di dimensi Cincin Semesta.. berdiri tidak jauh dari kolam Susu Darah,


"buka mata kalian!"


haaaaahhh..kita dimana.. tempat apa ini?


Xiuan dan Jiangwu sangat kaget.. mereka hanya memejamkan mata sesaat tiba tiba sudah berpindah ke tempat yang begitu begitu indah..mereka dapat merasakan Qi alam di tempat ini sangat murni.


______________________________________________


Dukung terua karya ini agar segera memasuki pringkat 200 besar karya baru


Like, komen, vote dan jadikan ini favorit

__ADS_1


Atas semua dukungan saya ucapkan terimakasih


__ADS_2