Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Kekuatan Kultivator Bintang sihir


__ADS_3

Ming Hong bangkit dari Kultivasinya.. sudah lebih dari 3 tahun dia berkuktivasi di dalam goa yang terletak di sebuah hutan tidak jauh dari wilayah klan Ming.


walaupun sudah berkultivasi cukup lama namun Ming Hong hanya mampu menembus satu tingkat kultivasi saja , saat ini ia berada di tahapan kultivasi Bintang Sihir level 2.


Hal ini disebabkan sumberdaya yang ia miliki hanyalah berupa tumpukan Pil Bunga Darah dan Tekhnik kuktivasi yang ia gunakan hanyalah tekhnik biasa yang pada umumnya digunakan oleh para kultivator di benua timur


Pil Bunga Darah adalah sumber daya tingkat tinggi.. jikalau digunakan oleh seorang kultivator Bintang Perak level 9 maka 10 butirnya bisa membawa ia menembus tahapan bintang emas dalam waktu 1 tahun,


namun bila digunakan oleh kutivator Bintang Emas.. maka untuk naik tingkat dibutuhkan 50 butir Pil Bunga Darah..


namun karena Ming Hong adalah kultivator Bintang Sihir.. dia telah menghabiskan lima ratusan lebih pil Bunga Darah dan itu hanya mampu membawanya naik satu tingkat.. sungguh sebuah pemborosan


hal ini berbeda jauh dengan Liang Jun, disamping ia memiliki sumber daya yang melimpah dan sangat langka.. diapun menggunakan tekhnik kultivasi tingkat langit..


itulah sebabnya ia memiliki kecepatan yang sangat menakjubkan dalam berkultivasi, hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun saja Liang Jun melesat dari Bintang Perunggu menuju Bintang Sihir.


Ming Hong segera meninggalkan Goa yang telah lama ia huni.. ia melesat dengan kecepatan tinggi.. walaupun di tidak bisa terbang.. namun kecepatan yang ia miliki menjadikan ia seakan akan terbang antara dahan dahan pohon,


Ia sudah tidak sabar ingin segera memastikan apa yang sebenarnya terjadi..


diapun langsung menuju ke aula klan yang ia pimpin tersebut..


hanya dalam waktu 10 menit ia telah sampai di aula klan Ming..


"apa yang terjadi?"


Ming Hong sangat kaget melihat cucu kesayangannya Ming Chun terbaring Lemah..


sedangkan beberapa tabib sedang berusaha mengobatinya..


"tuan .. anda sudah tiba" ucap para tabib beserta semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut sambil memberi hormat kepada Ming Hong.


"menyingkirlah kalian semua, biar aku yang mengobatinya.. " sambil berjalan mendekati cucunya ,


para tabib serta para pelayan yang menjaga Ming Chun sedikit mundur untuk memberi ruang bagi Ming Hong.


lalu Ming Hong segera mengalirkan energi Qi yang ia miliki untuk mengobati cucunya, hanya dalam waktu beberapa menit saja.. luka luka pada tubuh Ming Chun menutup dengan sendirinya.. dan tulang rusuknya yang patah pun ikut sembuh.. wajah Ming Cun terlihat lebih cerah dari sebelumnya yang sangat pucat .. beberapa saat kemudian Ming Chun sadar dari pingsannya..


di sinilah salah satu kelebihan kultivator Bintang Sihir.. selain mereka bisa membuat sihir alam , mereka juga bisa menggunakan energi Qi mereka untuk mengobati luka luar dan dalam. cara kerjanya sederhana , yaitu Qi yang mereka alirkan berubah menjadi enzim enzim yang berfungsi merangsang tubuh beregenerasi dengan sangat cepat


Sihir alam bawaan setiap kultivator berbeda,, dan pada umumnya setiap kultivator hanya bisa menguasai satu sihir alam saja.


Begitupun dengan Ming Hong, dia memiliki sihir alam inti angin, sehingga dia bisa menciptakan angin dan bahkan memanipulasi angin menjadi bentuk senjata,


Walaupun demikian. Berbeda dengan Li Liang Jun, dia memiliki tubuh khusus, yang mana tubuhnya ini mampu menguasai semua jenis perubahan energi dan sihir alam. Hal ini tidak bisa di lakukan oleh orang lain.


Aula klan Ming


Ming Hong menatap semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.. lalu tatapannya berhenti pada seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari tempat Ming Chun berbaring, wanita itu bernama Shu Mei

__ADS_1


"Mei'er.. di mana suamimu?"


Ming Hong bertanya kepada menantunya yang merupakan ibu dari Ming Chun, wanita itu tampak murung sebab merasakan firasat yang buruk akan suaminya


"ayah mertua.. aku merasakan hal yang buruk terjadi padanya.. tapi aku tidak tau hal buruk apa " Shu Mei mendekat kepada ayah mertuanya dan berlutut


"cepat katakan dimana dia!" ucap Ming Hong pada menantunya


"ayah mertua, suamiku dan Kaye'er pergi bersama seratus kultivator untuk menghancurkan klan Li"


"apa , klan Li?"


"iya ayah.. salah satu anggota klan Li telah melukai Chun'er, dan kaye'er ke sana untuk membalasnya!"


"baiklah aku akan segera ke sana.. aku merasakan sesuatu yang buruk telah terjadi. "


tanpa menunggu tanggapan dari Shu Mei, Ming Hong melesat meninggalkan wilayah klan Ming menuju ke arah timur kota Seribu Awan dan


orang orang yang menyaksikan hal itu pun sangat takjub.


Klan Li


sementara itu,, Ling Jun dan seluruh anggota Klan Li tampak sedang membersihkan area bekas terjadinya pertarungan.. mayat mayat anggota klan Li dimakamkan secara terpisah


sedangkan mayat anggota penyerang dikuburkan dalam satu tempat , berikut tubuh tubuh yang hancur berceceran semua telah dibersihkan.


Jing Ma dan seluruh anggota klan Li sangat berterimakasih kepada Lien Hua dan Liang Jun,


"Hua'er , Jun'er .... terimakasih , tanpa ada kalian mungkin klan Li sudah binasa hari ini.. " ucap Jing Ma sambil berlutut di hadapan Lien Hua dan Liang Jun, diikuti oleh anggota klan lainnya yang juga ikut berlutut


"aahhh, jangan begitu paman,, jangan berlutut kepada kami,, ayo semuanya jangan seperti ini.. cepatlah bangkit" ucap Lien Hua merasa tidak nyaman dengan sikap mereka semua


"iya kek, ini sudah menjadi kewajiban kami sebagai bagian dari klan Li.. " Liang Jun melanjutkan ucapan ibunya


Jiangwu yang juga berdiri di samping Lien Hua tersenyum bangga kepada anak dan istrinya.. dia tidak menyangka ternyata istri dan anaknya adalah seorang kultivator yang sangat hebat..


tapi dia sangat penasaran akan Liang Jun, sebab dia mengetahui bahwa Liang Jun adalah anak yang tidak bisa berkultivasi disebabkan Dantian yang ia miliki adalah Dantian yang cacat, andaipun dia bisa berkultivasi sekalipun tetap merupakan hal yang tidak masuk akal dengan kemampuan Liang Jun saat ini


"semuanya berdirilah, kalau kalian menganggap kami adalah bagian dari kalian maka jangan pernah berlutut seperti ini " ucap Liang Jun dengan tegas,


"Benar paman, kalau kalian bersikap seperti ini,, hanya akan membuat jarak di antara kita,, saya harap semua bersikap seperti biasa saja.. itu jauh lebih baik'' Lien Hua berkata serius kepada ketua Jing Ma dan semua anggota klan Li yang berlutut di hadapan mereka


..


baru saja mereka hendak bangkit.. tiba tiba aura pembunuh yang sangat kuat menghantam mereka.. beberapa diantara mereka memuntahkan darah segar, Lien Hua mencoba mempertahankan tubuhnya.. namun tak berapa lama kemudian diapun ikut terjatuh.. walau tidak sampai memuntahkan darah namun dia merasa sangat tertekan sebab aura tersebut..


yang masih berdiri tegak hanyalah Liang Jun..


walaupun seakan tidak terpengaruh , namun sebenarnya dia juga merasakan tekanan yang kuat menimpa tubuhnya..

__ADS_1


melihat hal itu, Liang Jun langsung mengeluarkan aura pendekar yang ia miliki, hal ini ia lakukan untuk menetralisir aura pembunuh yang menyerang mereka.. beberapa saat kemudian semua anggota klan Li terbebas dari aura pembunuh tersebut


"ha ha ha ha... aku tidak menyangka.. aura pembunuhku bisa dikalahkan oleh anak kecil sepertimu"


"siapa kau kakek tua" tanya Liang Jun kepada sosok pria tua yang tiba tiba muncul tidak jauh dari hadapan mereka...


"aku adalah Ming Hong, ketua klan Ming ..


kalian semua akan mati di sini," Ming Hong sudah tau apa yang terjadi dengan Ming Welu beserta seratus orang yang bersamanya dari melihat bekas pertempuran dan mendengar pembicaraan dari anggota klan Li berapa saat yang lalu..


Ming Hong bersiap menyerang


"Tunggu dulu kek.., kalau kau ingin membalas kematian orang orang yang menyerang klan kami.. maka tidak perlu melibatkan mereka.." ucap Liang Jung dengan tegas


Walaupun tahapan Kultivasi musuhnya satu tingkat di atasnya, namun Liang Jun tidak takut sedikitpun


"huuuh.. apa maksudmu bocah" Ming Hong kesal.. ia baru saja hendak menyerang namun tiba tiba berhenti karena ucapan Liang Jun..


kemudian dia mencoba memeriksa tahapan kultivasi Liang Jun , namun dia tidak menemukan apapun..bahkan dia tidak merasa ada energi Qi sedikitpun di dalam tubuh Liang Jun, sedangkan Liang Jun hanya tersenyum karena tau apa yang dilakukan kakek tua tersebut


"aku tak ingin melibatkan orang orang yang tak bersalah ini " ucap liang Jun..


"ha ha ha.. bocah tak tau diri.. kau tidak tau berhadapan dengan siapa.. !


klan Li akan ku binasakan tanpa tersisa"


tanpa menunggu tanggapan Liang Jun , Ming Hong langsung mengerakkan tangannya, seketika itu pula muncul pusaran angin yang sangat besar bergerak dengan kecepatan tinggi menuju arah Liang Jun beserta semua anggota klan Li yang saat itu merasa ajalnya sudah sangat dekat .


"ibu, ayah, cepat bawa orang orang ke ruangan perlindungan klan " teriak Liang Jun sambil mengerakkan tangannya dengan gerakan yang aneh.. tiba tiba pusaran angin yang sama besarnya muncul , bergerak menghantam pusaran angin milik Ming Hong


"doooooooommm "


suara ledakan yang sangat keras terdengar bahkan sampai ke pusat kota Seribu Awan.. gelombang kejut yang dihasilkan dari benturan kekuatan yang sangat besar tersebut menyebabkan rumah rumah penduduk dan pohon pohon di sekitar kejadian hancur tak tersisa.. untung saja anggota klan Li sudah masuk kedalam ruangan perlindungan.. andai saja telat sedikit tentu akan banyak korban yang berjatuhan.


"haaah.. tidak mungkin.. "Ming hong tidak menyangka bahwa bocah di hadapannya juga berada di tahapan kultivasi Bintang Sihir,


Ming Hong terdorong beberapa langkah ke belakang sedangkan Liang Jun hanya terdorong satu langkah..


walaupun tingkatan kultivasi Liang Jun satu tingkat di bawah Ming Hong.. namun karena tulang Naga Api yang ia miliki maka ia memiliki energi Qi yang lebih besar..


melihat hal itu , Ming Hong langsung mengeluarkan pusaka andalannya dari cincin dimensi yang ia miliki.. senjata tersebut adalah senjata pusaka tingkat Bumi.. berupa tombak berwarna hitam kemerah merahan,,


suasana tiba tiba terasa mencekam sebab aura hitam yang merembes dari senjata tersebut.


Liang Jun tidak mau kalah.. diapun segera mengeluarkan Pedang Naga Bayangan dari Cincin Semestanya , aura keemasan keluar dari dalam pedangnya , menjadikan aura hitam yang keluar dari tombak milik Ming Hong hilang tertutupi cahaya keemasan milik pedang Liang Jun..


"haaah.. itu pusaka langit.. siapa anak ini sebenarnya.. ?' jangan jangan dia adalah pendekar tua yang menyamar menjadi anak anak untuk mengelabui ku"


Ming Hong berkata dalam pikirannya, ia sangat kaget saat melihat pedang di tangan Liang Jun .

__ADS_1


__ADS_2