
semua orang yang berada di sekitar gerbang menatap Liang Jun dengan kagum.. tidak sedikit pujian dan sanjungan yang mereka ucapkan.. namun tanpa Liang Jun dan Xiuan sadari.. tidak jauh dari gerbang itu, seorang wanita bergaun ungu, dan seorang pemuda yang sedang terluka menatap Liang Jun dengan tajam..
Zouyang dan ibunya menatap Liang Jun dengan penuh dendam.. air mata sandiwara yang tadinya ia tampakkan di hadapan Liang Jun hanyalah untuk menyelamatkan anaknya yang terluka..
"aku tak akan melepaskan mu bajingan... tunggu saja saatnya tiba.. " ucap wanita itu dengan penuh amarah
"ayo nak.. kita pulang.. " wanita itu bersama Zouyang menuju kereta kuda kemudian pulang ke sekte mereka yang jarak dari gerbang kota dan sekte mereka sekitar 3 jam perjalanan kuda..
setelah memasuki kota, Liang Jun dan Xiuan segera mencari penginapan sebagai tempat tinggal mereka .. apalagi xiuan sangat kelelahan dan ingin segera beristirahat setelah terbang bersama Huosi selama 6 hari tanpa henti...sedangkan Huosi tebang entah kemana setelah meminta ijin kepada tuannya, mereka memiliki banyak waktu untuk beristirahat atau jalan jalan di kota, sebab sesuai dengan apa yang di katakan oleh Yueyin kepada Liang Jun , maka turnamen baru akan dimulai 5 hari lagi ..
"Jun'er.. sepertinya itu sebuah penginapan.. " ucap Xiuan sambil menunjuk sebuah bangunan yang cukup besar.. di atas pintu masuk bangunan itu tertulis sebuah tulisan dari kayu.. sebagai penanda bahwa tempat itu adalah penginapan.
"iya kak.. ayo kita ke sana "
sesampainya mereka di pintu masuk penginapan.. seorang penjaga pintu penginapan tersebut menghentikan mereka,
"berhenti.. mau kemana kalian..? " ucap seorang pria paruh baya dengan sedikit membentak
"maaf paman apakah ini penginapan"
"ha ha .. apakah kalian ingin menyewa penginapan hah?"
"iya paman"
"cari tempat lain saja... ini penginapan khusus bangsawan dan saudagar kaya saja.. kalian tidak akan mampu menyewa kamar di sini.. cepat pergi!"
Liang Jun dan Xiuan kaget dengan sikap kasar penjaga yang berdiri di hadapan mereka
"ayolah Jun'er kita pergi saja!" Xiuan baru saja hendak melangkah pergi selah mengatakan itu
"sebentar kak.. aku ingin tau seberapa mahal menyewa kamar di sini sehingga paman ini bersikap kasar seperti ini.. " ucap Liang Jun sambil berjalan mendekati pria paruh baya tersebut
"heey paman.. berapa emangnya yang harus kami bayar untuk menyewa kamar di sini? ucap Liang Jun dengan nada tegas, sebab dia tersinggung dengan sikap penjaga itu
pertengkaran kecil ini menarik perhatian para pengunjung dan seorang wanita muda yang sedang sibuk menulis sesuatu di meja tak jauh dari pintu masuk penginapan, melihat keributan itu, wanita muda tersebut segera bangkit dan menghampiri mereka
"paman.. apa yang kau lakukan ?"
"eeh nona... "
"apa yang terjadi.. ?"
"ini nona.. ada dua gelandangan yang mau masuk ke sini dan aku menghadangnya.. "
"gelandangan?" wanita tersebut menatap Liang Jun dan Xiuan dengan tatapan memeriksa..
memenang pakaian yang Liang Jun dan Xiuan kenakan berbahan layaknya penduduk biasa.. namun wanita tesebut dapat melihat bahwa dua pemuda ini bukanlah gelandangan
__ADS_1
"apa .. kau bilang kami gelandangan?" Liang Jun sangat kesal karena disebut sebagai gelandangan, begitu juga dengan Xiuan yang hampir saja menyerang penjaga itu karena emosi dengan apa yang ia katakan, namun Liang Jun menahannya
"tuan tuan.. maafkan atas sikap kurang sopan petugas penjaga kami.. " ucap wanita tersebut dengan lembut
"nona.. apakah kau pemilik penginapan ini"
"aku bukan pemilik penginapan ini tuan.. penginapan ini milik orang tuaku"
"nona.. petugas penjaga penginapan ini sangat tidak sopan, awalnya kami hanya berniat menyewa salah satu kamar di sini,,. namun karena sikap buruk orang tua ini aku sekarang telah merubah niatku"
"sekali lagi saya minta maaf tuan tuan.., saya paham akan apa yang tuan tuan rasakan"
"tidak perlu minta maaf nona.. panggilkan saja pemilik penginapan ini.. biar sekalian kami beli penginapan ini!"
petugas penjaga pintu itu sangat kaget dengan apa yang dikatakan oleh pemuda berjubah merah di hadapannya ,, begitupun dengan wanita tesebut..
"maaf tuan.. kami tidak menjual penginapan ini" ucap wanita itu dengan tenang, sebab dia tau pemuda di hadapannya sangat kesal
~huuuuh. ~ Liang Jun menarik napas kemudian melepasnya dengan pelan untuk meredam emosinya
"ya sudahlah . .. berapa sewa kamar di sini "
"terimakasih tuan, mari masuk, kita bicarakan di dalam !" ucap wanita tersebut
Liang Jun dan Xiuan masuk mengikuti wanita tersebut,, sedangkan penjaga pintu tersebut menunduk malu sekaligus merasa bersalah atas sikapnya barusan..
"semua kamar yang biasa sudah penuh, tinggal beberapa ruangan VIP saja lagi.. tapi sewanya sedikit lebih mahal "
"baik tuan muda.. satu harinya 200 keping koin perak atau 2 keping koin emas"
"ini "
Liang Jun langsung menyerahkan 20 keping emas.. hal ini membuat nona muda muda di hadapannya kaget, dengan begitu mudahnya Liang Jun menyerahkan uang sebanyak itu,
"banyak sekali tuan.. "
"itu untuk 10 hari.. "
"terimakasih tuan muda.. mari biar ku antar ke kamar kalian.. " wanita itupun berjalan ke arah tangga yang menuju ruangan VIP di lantai 3 diikuti oleh Liang Jun dan xiuan.
sesampainya di lantai tiga
"ini tuan kamar kalian.. selamat beristirahat" ucap wanita tersebut sambil menyerahkan kunci kamar itu kepada Liang Jun
"terimakasih nona"
"sama sama tuan .. kalau ada yang kalian butuhkan temui saja aku di bawah.. "
__ADS_1
"sebentar nona.. apakah di sini menyediakan makanan"
"tentu tuan.. kami memiliki rumah makan di lantai satu.. "
"yah baik lah.. terimakasih"
wanita itupun pergi meninggalkan mereka , Liang Jun dan Xiuan memasuki kamar..
"kakak . apakah kau lapar? "
"ya Jun'er.. tapi aku sangat mengantuk.. "
"ya sudah.. silahkan kaka tidur lebih dulu,, aku akan pergi ke dimensi sebentar.. "
Xiuan tidak menjawab, sebab ia sudah tertidur di atas dipan yang disediakan di sana..
"sepertinya kau sangat lelah kak" ucap Liang Jun pelan, kemudian dia menghilang..
Liang Jun berkultivasi menyerap buah apel malam di dalam dimensi Cincin Semesta, kecepatan kultivasinya meningkat sangat luar biasa semenjak dia berada di Bintang Sihir tahap 8,
dalam satu bulan kultivasi saja dia sudah menghabiskan ratusan buah Apel Malam,,
tak terasa enam bulan telah berlalu.. Liang Jun masih berkultivasi di bawah salah satu pohon Apel Malam , suara dentuman tertahan dari dalam tubuhnya sudah beberapa kali terdengar,
saat ini ia telah berada di tahapan kultivasi bintang suci level 2,, tanpa ada yang tau ,, saat ini di benua timur dialah orang terkuat nomor satu.. melampaui kekuatan yang di miliki pemimpin sekte Angin Timur yang selama ini dikenal sebagai kultivator terkuat di benua timur, Gang Butong saat ini masih berada di tahapan kultivasi Bintang Suci level 1, , andai semua orang tau akan dirinya.. entah julukan apa yang akan disematkan kepadanya,, di umurnya yang masih sangat muda ia telah melampaui orang terkuat yang selama ini sangat di hormati di seluruh bagian wilayah benua timur
sementara itu di dalam kamar penginapan, Xiuan terjaga. sudah 6 jam dia tertidur, hari pun sudah gelap... saat terjaga dia tidak melihat Liang Jun,,
"aahm kemana anak itu.. apa mungkin dia berada di rumah makan hotel ini ?" Xiuan bangkit dari tempat tidurnya.. kemudian membersihkan dari.. lalu keluar kamar menuju rumah makan di lantai satu, sebab dia merasa sangat lapar sekaligus ingin memastikan apakah Liang Jun ada di sana.
_______________________________________________
terimakasih kepada seluruh pembaca yang sudah mendukung karya ini..
jangan lupa Like, vote dan share serta jadikan novel favorit kalian agar author semakin bersemangat dalam berkarya
mohon maaf karya ini tentu masih banyak kekurangannya sebab author juga masih pemula dalam menulis, walaupun demikian author akan terus berusaha sebaik mungkin yang bisa author lakukan..
seperti kata pantun melayu ;
"emas tembilang segan ditimbang
timbangan kayu berat terasa
kalian senang aku pun senang
terus semangat untuk berkarya"
__ADS_1
insya ALLAH setiap hari kita akan up date..
jadwal up tidak menentu.