Pendekar Pedang Naga Bayangan

Pendekar Pedang Naga Bayangan
Tulang Naga Pi


__ADS_3

Liang Jun terharu dan merasa sedih mendengar cerita ibunya,, tanpa terasa air matanya menetes dan tangannya terkepal erat.. terlihat tekat yang sangat kuat dari wajahnya..


"baiklah .. aku akan jelaskan semuanya pada ibu,. "


lalu ia menjelaskan semua kejadian yang ia alami sampai dia bertemu dengan leluhurnya.. dan dia juga menjelaskan tentang cincin semesta termasuk perbedaan waktu antara dimensi Cincin dan alam dunianya..


lalu mereka keluar dari dimensi cincin.. khawatir kalau kalau suaminya pulang dan bingung mencari mereka


lalu ibunya memeluk Liang Jun.. dan mengingatkannya untuk merahasiakan ini semua sebab dia khawatir akan banyak kultivator hebat yang akan mengincarnya untuk mendapatkan cincin tersebut,


"kau harus hati hati nak.. jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini.. ibu khawatir akan banyak orang jahat yang ingin merebut Cincin Semesta darimu"


"ya bu.. aku akan merahasiakan semua ini , dan aku juga akan giat berlatih sehingga aku mampu melindungi ibu, ayah dan semua orang di sekitar kita"


"baik lah.. kalau seperti itu.. tapi ibu meminta kepadamu untuk menjadi orang yang berdiri membela kebenaran"


tak lama kemudian mereka masuk ke dalam rumah.. Lien Hua melanjutkan aktivitasnya sebagai seorang ibu dan istri , sedangkan Liang Jun setelah meminta ijin kepada ibunya , lalu kembali ke Dimensi Cincin Semesta untuk meningkatkan kemampuannya..


di dalam dimensi Cincin Semesta Liang Jun berkultuvasi di dalam Kolam Susu Emas untuk meningkatkan kualitas tulangnya..


"krak.. krak.. "


"aaaaaaaaaaaakkkhhhhh"


terdengar suara tulang gemertak hancur diikuti teriakan yang menggema memenuhi dimensi tersebut,


hal itu beberapa kali berulang, hingga 9 bulan lamanya,


"huuuuhhhh.. tak.ku sangka ini sangat menyakitkan.. " gumam Liang Jun sambil tersenyum getir..


Liang jun sudah meningkatkan tulangnya sampai pada tingkatan tulang Naga Api,


setelah itu ia keluar dari kolam.. lalu mulai melatih beberapa jurus untuk membiasakan dirinya dengan kekuatan barunya dari kualitas tulang Naga Api tersebut.


setelah seharian penuh dia berlatih tanpa henti.. dan energi Qi di dalam tubuhnya pun banyak terkuras.. saat ini energi Qi di dalam tubuhnya hanya tersisa sekitar 30% ..


lalu dia melanjutkan dengan cara berkultivasi menyerap beberapa buah Apel malam untuk meningkatkan tahapan kultivasinya..


karena semakin tinggi tahapan kultivasi seseorang maka semakin besar daya tampung Dantian yang ia miliki ..


sementara itu di dunianya, hari sudah pagi.. Liang Jun masih belum kembali.. tidak ada yang tahu di mana Liang Jun berada kecuali Lien Hua..


ayah Liang Jun sempat menanyakan kepada Lien Hua , namun Lien Hua hanya mengatakan kepada suaminya bahwa Liang Jun sedang di kamar dan tak ingin diganggu ..

__ADS_1


Jiangwu pun tidak pernah berpikir tentang apa yang dilakukan Liang Jun sebenarnya.. sebab itu kebiasaanya kalau sedang ingin istirahat tak ingin diganggu dan malas bangun


Di wilayah klan Ming.. seorang utusan menyampaikan kepada Ming Yelu informasi tentang anak yang mereka cari..


" tuan.. , tuan muda kaye memintaku menyampaikan pesan kepada tuan.."


"pesan apa.. ? , cepat sampaikan.. "


"tuan muda sudah tau siapa anak yang melukai tuan muda Ming Chun, anak itu bernama Liang Jun dari klan Li dan tuan muda Kaye saat ini sedang menuju ke wilayah klan Li untuk menangkap anak itu"


"heemmmn.. klan Li ya.. ha ha ha.. "


"ia tuan"


"baiklah.. sekarang kau boleh pergi " ucap Ming Welu sambil berdiri dari tempat duduknya dan melemparkan sekantong koin perunggu kepada utusan tersebut


"baik tuan.. terimakasih terimakasih.. " lalu ia bergegas pergi.


"Linzai , cepat kumpulkan sekitar 100 orang anggota klan yang di tahap bintang emas.. aku akan menghancurkan klan Li hingga tak tersisa" perintah Ming Welu kepada ajudannya yang selalu menemaninya..


"siap tetua"


lalu Linzai bergegas pergi,


berselang beberapa saat lebih dari 100 orang kultivator sudah berkumpul di halaman aula klan Ming.


teriakan Ming Welu mnggema di halaman aula tersebut


"siaaaap. " teriak mereka serentak dengan penuh semangat


"kalau begitu mari kita berangkat" perintah Ming Welu kepada seluruh kultivator yang ada di hadapannya..


jarak antara wilayah klan Ming dan klan Li cukup jauh.. sekitar 50km.. sebab klan Ming berada di bagian barat kota Seribu Awan, sedangkan klan Li berada di bagian timur kota Seribu Awan.. jarak yang biasanya ditempuh seharian penuh oleh para pedagang dengan kereta dagangnya, tapi bagi kultivator Bintang Emas.. hanya butuh waktu 3 jam untuk sampai di wilayah klan Li tersebut..


sedangkan Ming Kaye dan dua orang temannya telah berada di depan gerbang kayu penanda wilayah klan Li lalu berjalan masuk ke wilayah klan..


"heey .. dimana ketua kalian" bentak Ming Kaye kepada orang yang ia temui..


"maaf tuan muda.. saya tidak tau.. tapi biasanya dia ada di aula"


orang tersebut tau kalau Ming Kaye adalah tuan muda dari klan Ming yang terkenal


"cepat bawa kami menemuinya..!"

__ADS_1


"ba ba baik tuan"


sesampainya di aula..


"hai tua bangka.. cepat serahkan anak yang bernama Liang Jun kepadaku" ucap Ming Kaye kepada Jing Ma.


"ha ha ha.. apakah begini cara klan Ling bertamu"


"kurang ajar.. apa kau ingin mati" bentak Ming Kaye


"kami klan Li tidak memiliki masalah dengan kalian, apalagi orang yang kalian cari hanyalah seorang remaja 14 tahun.. "


walaupun tidak tau masalahnya.. namun Jing Ma mengambil sikap untuk melindungi Liang Jun, mengingat kejadian 2 hari sebelumnya, walaupun dia tau 3 orang di hadapannya tidak sanggup ia hadapi


"anak yang bernama Liang Jun telah Membuat adikku terluka.. cepat serahkan dia atau kalian semua disini akan mati"


keadaan mulai memanas.. beberapa orang anggota klan Li yang melihat kejadian itu mulai ketakutan dan berita tentang anggota klan Ming yang mencari Liang Jun menyebar begitu cepat..


"bukankah anggota klan kalian yang melukai Liang Jun?.. bahkan aku sendiri yang mengobatinya 2 hari yang lalu ! "


Jing Ma menganggap semua ini hanyalah alasan dari klan Ming untuk menindas mereka


"kurang ajar!..." Ming Kaye sangat marah .. lalu dengan cepat menyerang Jing Ma..


pertarungan pun terjadi sangat sengit.. walaupun tahapan kultivasi Jing Ma di bawah Ming Kaye, namun pengalaman bertarung yang ia miliki membuat pertarungan ini seakan berimbang..


beberapa orang dari klan Li pun ikut membantunya namun teman teman Ming Kaye tidak membiarkan hal itu terjadi dan akhirnya pertarungan terjadi antara sekitar 20 orang melawan dua orang teman Ming Kaye..


sedangkan Ming Kaye sendiri masih bertarung dengan Jing Ma yang mulai kelelahan,


pertarungan itu tidak berlangsung lama, walaupun klan Li menang secara jumlah namun tahapan kultivasi yang berbeda jauh membuat hal itu tidak begitu berpengaruh, anggota klan Li yang ikut bertarung rata tata hanya berada pada tahapan perunggu .. ada beberapa orang saja yang di tahapan perak, sedangkan lawan yang mereka hadapi adalah kultivator Bintang emas tahap 3


"aaaakhhh.. .. "


Jing Ma terkena sabetan pedang di bahunya.. diikuti tendangan yang mengarah ke dadanya membuat dia terpental sekitar 10 meter dan menabrak salah satu tembok rumah,


nasib 20 orang pun tidak jauh berbeda . semua terluka parah dalam pertarungan ini


"ha ha ha.. dasar tua bangka .. apa kau pikir bisa menghadapi ku" Ming Kaye tertawa lantang penuh percaya diri..


"cepat tunjukkan dimana anak itu atau kalian semua akan mati di sini"


"Puiiih " Jing Ma meludah ke tanah dalam keadaan masih tersandar pada tembok yang ia tabrak sebagai jawaban atas ucapan Ming Kaye

__ADS_1


"dasar bangsat... matilah kau..." Ming Kaye melesat menyerang Jing Ma dengan pedangnya..


namun hanya tinggal beberapa langkah lagi, tiba tiba tendangan yang sangat keras bersarang di pinggangnya, membuat ia terpental beberapa meter ke samping


__ADS_2