
Halaman 21 monster burung
"Maaf adik kecil.. kamu kenapa ?" Liang Jun mengambil sedikit makanan dari kantong perbekalan mereka dan memberikannya kepada anak itu
"Terimakasih kak.."
Belum sempat Liang Jun menjawab ucapan anak itu, tiba tiba semua pintu rumah di sekitar Liang Jun dan Xiuan terbuka.. ada sekitar 80 orang keluar dari dalam rumah tersebut..
Semuanya hampir dalam keadaan yang sama dengan anak yang meminta makanan tersebut
wajah mereka yang terlihat lesu dan tubuh mereka yang sangat kurus menandakan mereka sudah berhari hari atau mungkin berbulan bulan tidak makan.. .
"Tuan apakah kau memiliki makanan, kami sangat lapar.. kami sudah sangat lama tidak mendapatkan makanan"
Mendengar hal itu, Liang Jun dan Xiuan turun dari kudanya.. kemudian mendekati mereka
"maaf paman.. kami punya sedikit makan, tapi itupun perbekalan kami.. dan tidak akan cukup kalau dibagikan kepada kalian semua" ucap Xiuan dengan perasaan bersalah
"tapi apakah tidak bisa tuan memberikan sedikit saja makanan untuk kami, paling tidak berikan untuk anak anak ini .. " seorang paruh baya menunjuk kepada beberapa anak yang keadaannya sangat memprihatinkan
"kak Xiuan.. bagikan saja semua makanan itu kepada penduduk ini"
"tapi Jun'er"
"jangan khawatir kakak.. kita ini kultivator.. walaupun tanpa makanan kita tidak akan mati berbeda dengan mereka kak"
"baiklah kalau seperti itu"
Xiuan , walaupun dia kultivator namu dia belum pernah merasakan yang namanya tanpa makanan.. jadi dia sedikit khawatir kalau berjalan tanpa makanan, namun setelah ia mendengar penjelasan dari Liang Jun diapun mengerti dan segera membagikan semua perbekalan mereka kepada penduduk desa tersebut..
seorang paruh baya yang sebelumnya berbicara kepada Liang Jun dan Xiuan ikut membantu membagikan makanan tersebut agar semua kebagian
"paman,, apa yang terjadi disini?"
"tuan muda, sebelumnya desa kami baik baik saja.. sebagian besar penduduk desa adalah petani, kami hidup dengan damai, namun sekitar tiga bulan yang lalu desa kami diserang oleh seekor monster burung besar , dia tidak hanya menyerang penduduk namun juga menghancurkan rumah rumah dan lahan pertanian kami,, awalnya kami bisa bertahan dengan simpanan makanan yang kami miliki, itupun sudah kami hemat dengan sedemikian rupa, namun sudah 3 minggu ini semua bahan makanan kami habis tak tersisa"
"apakah tidak ada yang sanggup melawan monster tersebut paman?"
"kami pernah coba melawan.. namun justru banyak penduduk yang jadi korban , semenjak itu kami bersembunyi di dalam ruang bawah tanah yang kami buat bersama sebagai tempat berlindung.. "
"mengapa tidak meminta bantuan dari desa luar atau kota terdekat?"
__ADS_1
"aku yakin kalian telah melewati perjalanan yang panjang tanpa menemui desa ataupun kota kan, sebab desa kami adalah desa terpencil jauh dari kota ataupun desa lain,
sebenarnya ada desa tak jauh dari sini , namun semua penduduknya telah mati dimakan oleh monster tersebut,"
"owwh.. kapan monster itu biasnya datang paman? "ucap Liang Jun dengan memendam emosinya
"dia datang tidak menentu.. namun saat dia datang maka kalau ada penduduk diluar rumah ataupun di lahan pertanian akan mati "
"itulah sebabnya kalian tidak berani keluar rumah" ucap Xiuan yang dari tadi hanya diam
"betul tuan muda.. "
"Jun'er bagaimana ini.. apa yang harus kita lakukan?"
belum sempat Liang Jun menjawab pertanyaan Xiuan , tiba tiba terdengar suara kepakan sayap yang sangat keras.. dan bergerak mendekat ke arah mereka
"dia datang.. semua cepat sembunyi " teriakan salah satu penduduk mengagetkan mereka semua.. merekapun segera berlari menuju rumah mereka untuk bersembunyi,,"
"tua muda.. ayo kita bersembunyi.. monster itu datang.. " ucap pria paruh baya tersebut
"aku akan tetap disini, kakak dan paman cepatlah bersembunyi , monster ini cukup kuat biar aku yang menghadapinya" Liang Jun merasakan energi yang cukup besar mendekat ke arah mereka
"kakak berlindung saja.. kalau kakak di sini aku takut tak bisa melindungi mu"
"baiklah. ayo paman kita berlindung" xiuan dan pria paruh baya tersebut masuk kedalam salah satu rumah penduduk
~kripak kripak kripak ~ suara kepakan sayap terdengar menggema di langit..sosok seekor elang raksasa tebang mendekat kearah Liang Jun yang berdiri
elang tersebut sangat besar. panjang tubuhnya mencapai 15 meter
"ha ha ha.. rupanya ada manusia yang bersiap jadi santapanku,,."
"haah.. kau bisa berbicara rupanya" liang Jun kaget sebab burung tersebut berbicara layaknya manusia
"itu tidak penting manusia bodoh. sekarang kau akan mati di dalam perutku .. ha ha ha" burung elang raksasa tersebut melesat dengan cepat hendak menerkam mangsanya
Liang Jun yang melihat hal itu bukannya takut malah ikut melompat dan melesat menyerang monster burung tersebut dengan pukulan tangannya
~boooom ~
wilayah sekitar itupun langsung bergetar akibat gelombang kejut yang muncul dari bertemunya dua kekuatan yang sangat besar tersebut
__ADS_1
monster burung tersebut terpental puluhan meter namun tidak sampai menghantam tanah sebab dia dengan cepat bisa mengembalikan keseimbangannya, sedangkan Liang Jun mendarat dengan anggun di tanah.
penduduk desa yang menyaksikan pertarungan itu dari rumah mereka sangat terkejut.. mereka tidak menyangka , anak muda yang memberi mereka makanan tersebut sangatlah kuat..
"ha ha ha.. kau hebat manusia.. bisa membuatku terdorong sejauh ini.. tapi pukulan mu tak akan sanggup melukaiku"
"owh.. benarkah.. kenapa tidak kita coba sekali lagi ? " ucap Liang Jun dengan nada mengejek sambil menggerakkan tangannya membuat prisai untuk melindungi penduduk desa dari akibat pertarungan tersebut..
Monster burung melihat hal itu langsung berhenti..
"ha haa ha.. kau pintar juga manusia,, siapa namamu?"
"apakah itu penting bagimu sekarang.. bukankah kau ingin memakan ku haah?"
mendegar jawaban Liang Jun ia langsung marah dan melesat menyerang,, Liang Jun pun melakukan hal yang sama,,
pertarungan terjadi begitu sengit, suara dentuman keras terdengar beberapa kali.. andai saja desa ini tidak terlindung oleh perisai buatan Liang Jun, tentu desa ini telah hancur akibat dari pertarungan tersebut
monster burung itupun beberapa kali terpental, namun tidak ada sedikitpun luka di tubuhnya, bulunya yang tebal serta tubuhnya yang keras menjadikan pukulan Liang Jun seakan akan tidak berarti baginya,,
"akh. monster ini memiliki tubuh yang sangat kuat.. aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini sebelum aku kehabisan Qi"
ucap Liang Jun sambil mengeluarkan pedang Naga Bayangan dari Cincin Semesta , Liang Jun bersiap untuk menyerang
Monster burung melihat hal itu sangat kaget.. ,
"tunggu dulu manusia, , siapa kau sebenarnya.. ?"
"aaah baiklah. karena sebentar lagi kau akan mati aku akan menjawab pertanyaan mu!, aku Li Liang Jun "
"Li Liang Jun?" apa hubunganmu dengan tuanku.. mengapa pedang Naga Bayangan ada padamu? "ucap monster burung tersebut sambil turun dan mendarat tidak jauh dari tempat Liang Jun berada
Liang Jun yang mendengar burung tersebut menyebut nama pedang di tangannya pun kaget
"kau mengenal pedang ini?"
"ya .. itu pedang tuanku,, pedang Naga bayangan"
_______________--_-------------_--__________________
Tetap dukung. Like , Vote dan Komentarnya
__ADS_1