
Jiazhen, Liang Jun , Xiuan dan Yueyin meninggalkan hutan itu menuju pasar tak jauh dari sana ...
setelah meraka keluar dari hutan, seorang pemuda tiba tiba melompat dari atas dahan pohon dan mendarat tepat di area bekas pertarungan Liang Jun dan dua pria paruh baya dari sekte Teratai Hitam yang telah tewas itu
wajah pemuda itu sangat tidak sedap dipandang,, hatinya yang marah bercampur rasa takut serta dendam yang berkecamuk di dadanya. dia melihat lihat tempat tersebut sambil mencari sesuatu yang mungkin tersisa dari hancurnya tubuh dua orang yang ia kenal
Zhouyang sangat tidak menyangka akan terjadi seperti ini,, walaupun tidak ikut bertarung namun sebenarnya ia menyaksikan pertarungan itu dari kejauhan.. dari tempat yang cukup jauh sehingga tak ada yang menyadari keberadaannya, dia tidak bisa melihat jelas apa yang terjadi namun dia tahu dengan pasti bahwa dua orang yang ia minta untuk membunuh bocah itu telah mati mengenaskan
sekarang dia benar benar tahu bahwa telah berurusan dengan orang yang salah,, wajar saja tetua Zong Dau dan anak buahnya tak kembali,, Than Zu dan Gang Yu yang jauh lebih kuat dari mereka saja begitu mudahnya dikalahkan dan mati dengan mengenaskan..
Zhouyang tidak tau harus bagaimana lagi.. antara takut untuk melanjutkan urusan ini , tapi hatinya begitu dendam..
"paman Yu, paman Zhu , maafkan aku.. suatu saat nanti aku akan membalas kematian kalian.. " Zhouyang menangis tak terima kenyataan yang menimpanya dua orang yang dekat dengannya . .
di mengambil pecahan lencana milik Than Zhu dan Gang Yu kemudian meninggalkan tempat itu dan kembali ke sekte ,
dalam perjalanan pulang dia terus berpikir apakah harus melaporkan hal ini kepada ayahnya atau berpura pura tidak tau dan menganggap tidak terjadi apa apa
setelah kematian dua orang kepercayaan ayahnya itu dia tidak yakin ayahnya mampu mengalahkan pemuda yang menyebabkan ini semua,, apalagi dia sendiri tidak pernah tau sekuat apa sebenarnya orang yang menjadi musuhnya itu, dia pernah memeriksa tahapan kultivasi Liang Jun namun tidak menemukan apa apa. itulah sebabnya saat di gerbang kota dia sangat yakin bisa membunuh Liang jun hanya dengan sekali pukul, namun yang terjadi justru dia yang terpental dan terluka, kalau bukan karena ibunya yang berpura pura menangis dan memohon kepada Liang Jun mungkin saat itu dia telah tewas
mengingat hal itu menjadikan dia bergidik merinding ketakutan..
tak terasa ia pun telah sampai di depan gerbang sekte, sekte Teratai Hitam mendiami sebuah wilayah berupa lembah yang sangat Luas.. bangunan bangunan tinggi menjulang di lembah itu . dari sekian banyak bangunan ada satu yamg paling megah dan itu adalah kediaman pemimpin sekte Zhou Hen
"tuan muda "
dua orang penjaga gerbang tersebut memberi hormat kepada nya, namun Zhouyang tidak memperdulikan itu apalagi membalas hormat mereka, di terus berjalan dengan wajah kusam dan suasana hati yamg buruk langsung menuju kediaman ayahnya
"ayah, aku menghadap?" ucap Zhouyang dengan wajah yang masih pucat
"ada apa anakku kenapa kau terlihat buruk seperti ini " seorang berjubah ungu dengan gambar teratai berwarna hitam tepat di dada kanannya dan garis merah keemasan melingkari gambar teratai itu, dia adalah Zhou Hen , pemimpin sekte Teratai Hitam sekaligus ayah dari pemuda yang berlutut di hadapannya
di sana juga ada 6 prang penasehat sekte, dan beberapa petinggi sekte lainnya
__ADS_1
"ayah.. maafkan aku.. " Zhouyang menunduk takut di hadapan ayahnya
"ada apa, kenapa kau minta maaf.."
"paman Yu dan paman Zhu telah tewas ayah "
"apa.. siapa yang telah membunuh mereka?"
Zhou Hen , dan para penasehat dan petinggi sekte sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zhouyang
"ayah mungkin masih ingat dengan pemuda yang pernah melukaiku beberapa hari lalu kan!"
"ha ha ha apa dia yang membunuh Yu dan Zhu?" Zhou Hen tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya . dia menganggap ini hanyalah sebuah lelucon saja, begitupun dengan penasehat dan petinggi sekte yang ada di sana.. mereka merasa tidak mungkin ada yang sanggup melawan dua orang yang sangat disegani di sekte mereka
"ini benar ayah ... aku tidak bohong " ucap Zhouyang sambil menyerahkan potongan lencana milik dua orang tersebut,,
"haah.. kurang ajar . siapa yang berani menyinggung sekte kita. kita harus selesaikan ini deni harga diri sekte Teratai Hitam, " Zhou Hen dan yang lainnya sangat terkejut saat melihat kepingan lencana yang telah terpotong potong itu,, mereka tahu betul bahwa lencana itu milik Than Zhu dan Gang Yu
"aku juga tidak tau siapa yang sebenarnya membunuh paman Yu dan paman Zhu,, tapi mereka memang bermaksud membunuh bocah yang pernah aku ceritakan kepada ayah dan
"Bisa jadi seperti itu penasehat Wang..
lagian tidak akan mungkin anak 14 tahun bisa sangat kuat seperti apa yang Yang'er ceritakan.. " ucap Zhou Hen menanggapi pendapat penasehat Wang
"kalau begitu apa yang akan kita lakukan ayah?"
"sudahlah Yang'er kau tidak perlu pikirkan lagi masalah ini.. sekarang kau fokus saj dengan turnamen,, biar anak itu sekte yang akan membereskannya"
"tapi ayah... bagaimana kalau dia benar benar kuat?" Zhouyang khawatir kalau ayahnya celaka
"ha ha ha ha.. kau terlalu berlebihan Yang'er"
Zhou Mengeluarkan kekuatannya membuat semua yang ada di ruangan itu termasuk para penasehat sekte merasa sangat tertekan.. untuk bernapas pun mereka kesulitan,, terlebih lagi anaknya Zhouyang yang langsung memuntahkan darah segar
__ADS_1
"a aayah hentikan .. " Zhouyang setengah berteriak karena tak sanggup lagi menahan tekanan energi yang keluar dari tubuh ayahnya
Zhou Hen memiliki kekuatan yang sangat di perhitungkan di benua timur . dia adalah orang terkuat nomor dua di benua timur setelah pemimpin sekte Awan Timur Gang Butong yang berada di tahapan kultivasi Bintang Suci level 1,, sedangkan ia sendiri berada di tahapan kultivasi Bintang Sihir level 9, wajar saja dia sangat yakin bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat
"ha ha ha... bagaimana anakku.. apa kau masih khawatir.. ?" ucap Zhou Hen sambil tersenyum bangga dengan kekuatan yang ia miliki..
"tidak ayah . aku yakin dengan kekuatan ayah.. "
"baguslah.. sekarang silahkan kau pergi.. "
"baik" Zhouyang memberi hormat kemudian pergi,,
"tetua Hui,, kau suruh orang mu untuk mencari keberadaan anak yang diceritakan itu.. " Zhou Hen berbicara kepada pria paruh baya yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk, orang itu adalah salah satu tetua sekte yang bernama Shu Hui..
"baik pemimpin.. " Shu Hui memberi hormat,, kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
______________________________________________
terimakasih kepada seluruh pembaca yang sudah mendukung karya ini..
jangan lupa Like, vote dan share serta jadikan novel ini favorit kalian agar author semakin bersemangat dalam berkarya
mohon maaf karya ini tentu masih banyak kekurangannya sebab author juga masih pemula dalam menulis, walaupun demikian author akan terus berusaha sebaik mungkin yang bisa author lakukan..
seperti kata pantun melayu ;
"emas tembilang segan ditimbang
timbangan kayu berat terasa
kalian senang aku pun senang
terus semangat untuk berkarya"
__ADS_1
insya ALLAH setiap hari kita akan up date..
jadwal up tidak menentu.😀😀😀😀😀