
Hari sudah mendekati tengah malam,, Liang Jun kembali ke dunianya, setelah 7 jam ia berada di dalam dimensi cincin semesta
"haah.. di mana kakak?" Liang Jun mengedarkan pandangannya menyusuri semua sisi ruang kamar penginapan namun tak menemukan keberadaan Xiuan, tak berapa lama kemudian Liang Jun keluar menuju rumah makan yang ada di lantai satu penginapan tersebut untuk memastikan dugaannya,,
sesampainya di rumah makan yang tak jauh dari pintu masuk penginapan.. Liang Jun mengedarkan pandangannya.. namun tidak menemukan Xiuan.. yang ada hanya beberapa karyawan sedang membersihkan area bekas pertarungan yang sebelumnya terjadi
"tuan... tuan.. " seorang wanita muda setengah berlari ke arah Liang Jun
"ada apa nona, kenapa kau terlihat sangat cemas?"
"tuan.. teman tuan di bawa pergi " dengan nada panik
"tenang nona.. coba ceritakan dengan jelas.. "
"aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.. tapi tadi teman tuan bertarung.. kemudian dia di bawa pergi"
"haah.. siapa dan kemana mereka pergi nona?"
"mereka menuju ke arah keluar kota.. dan sepertinya mereka dari sekte Teratai Hitam.. "
"baiklah , terimakasih nona.. " Liang Jun langsung pergi meninggalkan penginapan untuk mengejar orang yang menculik Xiuan
Liang Jun langsung mengirim pesan kepada Huosi melalui telepati untuk membantu mencari Xiuan,, untung saja dia sempat melakukan ikatan jiwa saat Huosi meminta ijin untuk berkeliling saat mereka baru memasuki kota
setelah berkeliling sekitar setengah jam, Huosi dengan matanya yang tajam dengan jelas bisa melihat Lima orang sedang berjalan menembus kegelapan di jalan setapak menuju arah timur dari kota Dong
"Tuan.. aku menemukan mereka" Huosi mengirim pesan Kepada tuannya,,
Liang Jun yang mendapat pesan itu langsung mengunakan Mata Jiwa, sehinga di bisa melihat apa yang Huosi lihat.. kemudian melesat ke arah timur untuk mengejar orang orang yang membawa Xiuan, walaupun tidak dengan terbang, namun kecepatan yang ia miliki sangat menakjubkan.. hanya dalam beberapa menit saja, Liang Jun sudah bisa melihat mereka dari kejauhan
Lima kultivator itu bejalan dengan cukup santai sebab mereka tidak khawatir sedikitpun ..mereka sangat yakin dengan kemampuan mereka..
namun tanpa mereka sadari, seorang pemuda berjubah merah sedang melayang di atas mereka,, dan kemudian turun berlahan tak jauh dari mereka..
"berhenti!" ucap Liang Jun yang berdiri membelakangi mereka
"siapa kau " Lima kultivator itu sangat kaget dengan kehadiran Liang Jun yang tiba tiba tanpa mereka rasakan aura keberadaannya
"itu tidak penting lagi setelah kalian melukai kakakku"
"ha ha ha.. bagus bagus .. kau datang sendiri mengantarkan nyawamu bocah"
Liang Jun membalikan tubuhnya menghadap ke arah kultivator yang menculik kakaknya..
"kalian telah memilih musuh yang salah!" Liang Jun menatap dengan dingin
__ADS_1
"ha ha ha.. serang dia"
perintah Zong Dau kepada anak buahnya, ia sengaja menyuruh anak buahnya bertarung agar lebih dulu agar dia bisa melihat kemampuan pemuda berjubah merah di hadapannya itu, sebab dia tidak dapat memeriksa tahapan kultivasinya
2 orang langsung melesat menyerang Liang Jun yang hanya tersenyum melihat itu
"karena kalian telah melukai kakakku maka aku tak akan mengampuni kalian" Liang Jun mengibaskan tangannya kearah 2 kultivator yang datang menyerangnya,
~craaaaaaaasshhhh~
2 orang tersebut langsung tewas seketika setelah sesuatu yang tak terlihat menghantam tubuh mereka ,, seketika itupun mereka tewas dengan tubuh yang tercincang
melihat temannya mati seketika dengan mengenaskan membuat hati mereka menciut ketakutan,, termasuk Zong Dau ,, tubuh mereka gemetaran ketakutan dan langsung berlutut di hadapan Liang Jun, sementara itu dua tubuh tak sadarkan diri tergeletak tak tak berdaya di samping mereka..
"ampuni kami tuan.. ampuni kami"
"ha ha ha.. bukankah kalian ingin membunuhku haah?" Ucap Liang Jun sambil berjalan mendekati mereka
"tidak tuan.. mohon ampuni kami" ucap mereka dengan perasaan sangat takut
"baiklah aku akan ampuni kalian"
"terimakasih tuan" mereka merasa senang saat mendengar perkataan Liang Jun
"tapi setelah kalian mati!" ucap Liang Jun dengan dingin
6 kultivator sekte Teratai Hitam mati dengan mengenaskan tanpa sedikitpun perlawanan,
Huosi yang melihat hal itu langsung turun kemudian hinggap di bahu kiri Liang Jun,,
"tuan.. ternyata kau sangat kuat"
"sudahlah Huosi.. kita bahas nanti saja.. sekarang cepat bawa kami ke penginapan" ucap Liang Jun sambil mengangkat tubuh kakaknya yang terluka cukup parah..
"baik tuan" Huosi langsung berubah ke wujud aslinya,, kemudian terbang dengan cepat membawa Liang Jun dan Xiuan menuju penginapan..
setelah sampai di atas penginapan, Liang Jun melompat dari punggung Huosi kemudian melayang dan berlahan turun,
"anak ajaib.. di umurnya yang masih sangat muda ia telah menerobos Bintang Suci" Huosi bergumam sendiri melihat tuannya melayang di udara..
Liang Jun langsung memasuki penginapan, walaupun sudah larut malam namun penginapan tetap buka,, penjaga yang seblumnya bersikap tidak sopan ke Liang Jun sekarang begitu ramah , apa lagi saat tahu Liang Jun datang bersama Xiuan yang sebelumnya di bawa oleh kultivator teratai hitam
pengawal itu dapat menyimpulkan bahwa pemuda di hadapannya ini telah mengalahkan mereka semua dan menyelamatkan Xiuan
sedangkan Huosi kembali berubah menjadi seekor burung elang biasa dan kemudian pergi entah kemana
__ADS_1
sesampainya di kamar penginapan, Liang Jun langsung mengalirkan Qi murni kedalam.tubuh Xiuan untuk menyembuhkan semua luka pada tubuh kakaknya itu,
hanya dalam waktu beberapa saat saja, luka pada tubuh Xiuan sembuh tak berbekas termasuk luka dalam akibat pukulan kultivator Teratai Hitam sebelumya,, wajah Xiuan yang tadinya sangat pucat dan dingin berangsur membaik dan kemudian iapun sadar
"Jun'er?"
"iya kak.. ini aku. kau aman sekarang"
"terimakasih Jun'er, kemana mereka semua?" Xiuan penasaran dengan apa yang terjadi saat ia tidak sadarkan diri
"mereka telah menemui malaikat kematiannya kak , tidak perlu memikirkan mereka, sekaramg lebih baik kakak istirahat terlbih dahulu, aku pun juga ingin tidur sebab sudah 9 hari ini aku tidak tidur." ucap Liang Jun sambil membaringkan tubuhnya
"baiklah .."
keesokan harinya, Liang Jun dan Xiuan berjalan jalan di kota .. mereka sengaja mengelilingi kota tersebut agar lebih memahami seluk beluk kota
hingga akhirnya mereka ainggah di salah satu toko pakaian.
"Jun'er .. kenapa kita kesini?" Xiuan bertanya setelah melihat Liang Jun berjalan mendekati pintu masuk toko
"kita akan membeli beberapa lembar pakaian kak, "
"tapi Jun'er , apakah uang kita cukup,, belum lagi kebutuhan kita selama di sini"
"sudahlah kak.. maslah uang tidak perlu kakak pikirkan.. aku memiliki sangat banyak uang!"
"ha ha ha.. maafkan aku ,, aku lupa akan hal itu Jun'er" Xiuan percaya dengan apa yang di katakan oleh Liang Jun , walaupun dia tidak tahu seberapa banyak uang yang Liang Jun miliki
_______________________________________________
terimakasih kepada seluruh pembaca yang sudah mendukung karya ini..
jangan lupa Like, vote dan share serta jadikan novel favorit kalian agar author semakin bersemangat dalam berkarya
mohon maaf karya ini tentu masih banyak kekurangannya sebab author juga masih pemula dalam menulis, walaupun demikian author akan terus berusaha sebaik mungkin yang bisa author lakukan..
seperti kata pantun melayu ;
"emas tembilang segan ditimbang
timbangan kayu berat terasa
kalian senang aku pun senang
terus semangat untuk berkarya"
__ADS_1
insya ALLAH setiap hari kita akan up date..
jadwal up tidak menentu.😀😀😀😀😀